“Bijaklah membeli daging dan jeroan untuk d konsumsi.
Tren masyarakat utk menyambut hari raya idul fitri kita d sibukkan membeli daging sapi/kerbau beserta jeroannya seperti hati, paru utk d santap d hari raya…
Namun jangan lengah akan adanya penyakit yg terkandung pada daging serta jeroan tsb yang dapat menular pada kita walaupun daging dan jeroan tsbt sudah kita masak pada suhu tinggi.
Apa saja penyakit ternak tsbt?
Yaitu penyakit cacing pada hati, paru, penyakit TBC,
Dimana penyakit ini tidak dapat d deteksi dari sapi sebelum d potong, hanya dapat d deteksi dengan pengamatan pada daging dan jeroan setelah ternak d potong.
Jadi agar terhindar dari penyakit maka kita harus teliti pas kita membeli daging.
Hal ini sering kami jumpai d saat pengawasan pemotongan ternak lebaran baik hari raya idul fitri dan idul adha
Walaupun bayak jenis penyakit ternak yg dapat menular/zoonosi pada kita yg menyantap dagingnya, namun rata2 penyakit tsb dapat d pantau sebelum ternak tsb dpotong.
Himbauan utk para peternak:
1. Pemberian obat cacing harus rutin minimal sekali 6 bln sesuai dosis berat badan ternak
2. Berikan pakan yg sehat dan bergizi utk ternak tsb… ternak sehat kita untung”
(GFD-2024-19812) [SALAH] Penyakit Cacing Hati dan TBC Dapat Tertular dari Daging Hewan yang Terinfeksi Meski Sudah Dimasak dengan Suhu Tinggi
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 14/05/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah informasi yang mengklaim bahwa daging dan jeroan yang terdapat bintik-bintik berwarna putih dapat menularkan penyakit kepada manusia yang mengonsumsinya meskipun sudah dimasak hingga matang dengan suhu yang tinggi. Disebutkan juga bahwa penyakit yang ditularkan adalah penyakit cacing hati dan TBC.
Namun setelah ditelusuri klaim tersebut menyesatkan, faktanya daging dan jeroan yang terinfeksi cacing dan TBC tidak akan menular ke manusia jika dimasak dengan suhu panas yang tinggi hingga matang.
Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian melalui laman Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari menjelaskan bahwa cacing hati mungkin saja bisa menular ke manusia secara tidak sengaja mengonsumsi telur cacing dalam bentuk metacercaria dari air ataupun daun yang terkontaminasi. Tetapi mengonsumsi daging dari hewan yang terdapat cacing hatinya, maka daging tersebut tidak berisiko menular pada manusia jika dikonsumsi.
Jika daging hewan mengandung cacing hati, risiko penularannya pada manusia bisa dihindari dengan cara membuang bagian hati yang terinfeksi. Alodokter.com menjelaskan bahwa manusia dapat tertular cacing hati jika mengonsumsi hati hewan mentah, sehingga hati perlu dimasak sepenuhnya untuk mencegah penyakit ini dari cacing hati yang tidak terlihat.
Terkait penyakit TBC pada daging, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM melalui lamannya menjelaskan bahwa TBC dari hewan ternak khususnya sapi dapat menular ke manusia yang umumnya melalui inhalasi, mengonsumsi daging mentah, mengonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi, hingga kontak luka terbuka kulit.
FKH UGM juga menjelaskan bahwa pada saat pemeriksaan postmortem daging yang diduga mengalami kelainan yang mencirikan suatu penyakit akan diafkirkan, sehingga risiko penyakit TBC melalui daging yang terinfeksi sangat rendah. FKH UGM juga menjelaskan bahwa secara teori mengonsumsi daging mentah atau tidak dimasak dengan sempurna dari sapi yang menderita TBC maka bisa terjadi penularan kepada manusia.
Dengan demikian, penyakit cacing hati dan TBC dapat tertular dari daging hewan yang terinfeksi meski sudah dimasak dengan suhu tinggi adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Namun setelah ditelusuri klaim tersebut menyesatkan, faktanya daging dan jeroan yang terinfeksi cacing dan TBC tidak akan menular ke manusia jika dimasak dengan suhu panas yang tinggi hingga matang.
Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian melalui laman Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari menjelaskan bahwa cacing hati mungkin saja bisa menular ke manusia secara tidak sengaja mengonsumsi telur cacing dalam bentuk metacercaria dari air ataupun daun yang terkontaminasi. Tetapi mengonsumsi daging dari hewan yang terdapat cacing hatinya, maka daging tersebut tidak berisiko menular pada manusia jika dikonsumsi.
Jika daging hewan mengandung cacing hati, risiko penularannya pada manusia bisa dihindari dengan cara membuang bagian hati yang terinfeksi. Alodokter.com menjelaskan bahwa manusia dapat tertular cacing hati jika mengonsumsi hati hewan mentah, sehingga hati perlu dimasak sepenuhnya untuk mencegah penyakit ini dari cacing hati yang tidak terlihat.
Terkait penyakit TBC pada daging, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM melalui lamannya menjelaskan bahwa TBC dari hewan ternak khususnya sapi dapat menular ke manusia yang umumnya melalui inhalasi, mengonsumsi daging mentah, mengonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi, hingga kontak luka terbuka kulit.
FKH UGM juga menjelaskan bahwa pada saat pemeriksaan postmortem daging yang diduga mengalami kelainan yang mencirikan suatu penyakit akan diafkirkan, sehingga risiko penyakit TBC melalui daging yang terinfeksi sangat rendah. FKH UGM juga menjelaskan bahwa secara teori mengonsumsi daging mentah atau tidak dimasak dengan sempurna dari sapi yang menderita TBC maka bisa terjadi penularan kepada manusia.
Dengan demikian, penyakit cacing hati dan TBC dapat tertular dari daging hewan yang terinfeksi meski sudah dimasak dengan suhu tinggi adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah
Faktanya daging dari hewan yang terinfeksi TBC masih dapat dikonsumsi dengan membuang bagian daging atau jeroan yang terinfeksi dan jika dimasak sempurna sehingga tidak dapat tertular ke manusia yang mengonsumsinya. Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Faktanya daging dari hewan yang terinfeksi TBC masih dapat dikonsumsi dengan membuang bagian daging atau jeroan yang terinfeksi dan jika dimasak sempurna sehingga tidak dapat tertular ke manusia yang mengonsumsinya. Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Rujukan
- https://bbibsingosari.ditjenpkh.pertanian.go.id/page/ketemu-cacing-hati-di-hewan-kurban-amankah-dagingnya-dikonsumsi-161#:~:text=Jika%20anda%20menemukan%20ternak%20kurban,ini%20tidak%20layak%20untuk%20dikonsumsi.
- https://www.alodokter.com/komunitas/topic/hati-sapi-terdapat-cacing-apakah-dagingnya-masih-aman-konsumsi
- https://kanalpengetahuan.fkh.ugm.ac.id/2018/08/20/1083/
(GFD-2024-19813) [SALAH] Gebyar Promo Hadiah Bank BRI
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 14/05/2024
Berita
Promo 2024° bagi semua nasabah bank BRI. Mobile banking | khususnya Penguna App BRIMO, segera daftar&menang di undian berhadiah by Bank BRI
Gebyar ^BRI fiestapoin^ hadir kembali loh!!!
Menangkan GrandPrize seperti:
-10 Paket Umroh Gratis
-10 unit Mobil Tesla
-10 unit Mobil Alphard
-10 Motor Aerox new 2024
-10 I-Phone15 promax
-5 batang logam mulia dan masih banyak hadiah menarik lainnya…!!!!! Info lengkap GEBYAR BRI fiestapoin Nya silahkan klik menu °DAFTAR® yang telah disediakan..!!!
Gebyar ^BRI fiestapoin^ hadir kembali loh!!!
Menangkan GrandPrize seperti:
-10 Paket Umroh Gratis
-10 unit Mobil Tesla
-10 unit Mobil Alphard
-10 Motor Aerox new 2024
-10 I-Phone15 promax
-5 batang logam mulia dan masih banyak hadiah menarik lainnya…!!!!! Info lengkap GEBYAR BRI fiestapoin Nya silahkan klik menu °DAFTAR® yang telah disediakan..!!!
Hasil Cek Fakta
Ditemukan sebuah unggahan di Facebook berisi konten mengenai undian berhadiah bagi nasabah BRI yang memiliki akun m-banking atau e-banking BRIMO. Unggahan tersebut juga menyertakan sebuah link yang diklaim untuk mendaftarkan diri.
Namun setelah di cek link tersebut maka kita akan diarahkan menuju website https://gebyar-bri[dot]real[dot]my[dot]id/ yang mana website ini bukan merupakan website resmi milik BRIi. Jika kita cari website BRI di Google maka kita akan dapat langsung menemukan website resmi milik BRI https://bri.co.id/.
Di website resmi tersebut juga tidak ditemukan informasi mengenai undian bagi para pengguna layanan BRIMO. Lalu di akun Facebook asli milik BRI yang sudah diverifikasi juga tidak ditemukan informasi apapun mengenai gebyar undian tersebut.
Berdasarkan dari temuan tersebut maka dapat disimpulkan jika unggahan yang mengatasnamakan BRI tersebut merupakan salah satu modus untuk melakukan penipuan online.
Namun setelah di cek link tersebut maka kita akan diarahkan menuju website https://gebyar-bri[dot]real[dot]my[dot]id/ yang mana website ini bukan merupakan website resmi milik BRIi. Jika kita cari website BRI di Google maka kita akan dapat langsung menemukan website resmi milik BRI https://bri.co.id/.
Di website resmi tersebut juga tidak ditemukan informasi mengenai undian bagi para pengguna layanan BRIMO. Lalu di akun Facebook asli milik BRI yang sudah diverifikasi juga tidak ditemukan informasi apapun mengenai gebyar undian tersebut.
Berdasarkan dari temuan tersebut maka dapat disimpulkan jika unggahan yang mengatasnamakan BRI tersebut merupakan salah satu modus untuk melakukan penipuan online.
Kesimpulan
Akun Facebook yang asli milik Bank BRI adalah yang sudah diverifikasi, pada akun asli BRI tersebut juga tidak mengunggah informasi mengenai adanya gebyar undian apapun.
Rujukan
(GFD-2024-19814) [SALAH] Gelombang Dahsyat Sapu Bersih 5 Kabupaten di Jawa Barat
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 14/05/2024
Berita
BENCANA HARI INI~🔴LIVE‼️JAWA BARAT JEBOL LAGI,GELOMBANG DASYAT SAPU BERSIH 5 KABUPATEN SIANG INI
Hasil Cek Fakta
Muncul sebuah klaim di Youtube pada 14 Mei 2024 mengenai klaim yang mengatakan jika telah terjadi gelombang dahsyat yang menyapu bersih 5 kabupaten di Jawa Barat.
Namun, setelah disimak dan dilakukan pencarian di Google ternyata isi video tersebut hanya berisi tentang peringatan BMKG mengenai potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 meter. Narator hanya membacakan ulang sebuah artikel berjudul “BMKG Ingatkan Waspada Potensi Gelombang Tinggi di Pesisir Jabar” yang diterbitkan oleh Republika.
Mengutip dari Republika, Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, saat ini wilayah Jabar memasuki awal musim kemarau dan masa peralihan atau pancaroba. Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca buruk.
Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa isi video tersebut jelas berbeda dengan apa yang diklaim pada judul video mengenai adanya gelombang dahsyat yang menyapu bersih 5 kabupaten di Jawa Barat.
Namun, setelah disimak dan dilakukan pencarian di Google ternyata isi video tersebut hanya berisi tentang peringatan BMKG mengenai potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 meter. Narator hanya membacakan ulang sebuah artikel berjudul “BMKG Ingatkan Waspada Potensi Gelombang Tinggi di Pesisir Jabar” yang diterbitkan oleh Republika.
Mengutip dari Republika, Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, saat ini wilayah Jabar memasuki awal musim kemarau dan masa peralihan atau pancaroba. Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca buruk.
Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa isi video tersebut jelas berbeda dengan apa yang diklaim pada judul video mengenai adanya gelombang dahsyat yang menyapu bersih 5 kabupaten di Jawa Barat.
Kesimpulan
Faktanya isi video tersebut berbeda dengan apa yang diklaim pada judul video mengenai adanya gelombang dahsyat yang menyapu bersih 5 kabupaten di Jawa Barat.
Rujukan
(GFD-2024-19815) [SALAH] Pemungutan Bea Cukai Atas Pengiriman Peti Jenazah
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 14/05/2024
Berita
Kemarin ngelayat ayahnya teman, almarhum meninggal di Penang. Temen ini cerita kalau airport dia harus bayar bea cukai 30% dari terga peti jenazah ayahnya, dianggap barang mewah!
Hasil Cek Fakta
Muncul sebuah postingan di Facebook pada 12 Mei 2024 menginformasikan soal pemungutan bea cukai atas pengiriman peti jenazah dari Penang, Malaysia, ke dalam negeri. Ia menceritakan pengalaman temannya yang harus membayar bea masuk sebesar 30 persen dari harga peti karena dianggap barang mewah.
Melansir dari beacukai.go.id, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Encep Dudi Ginanjar, membantah narasi tersebut. Beliau mengatakan, pengiriman peti jenazah dari Penang tidak dipungut bea masuk atau pajak impor.
Ketentuan itu diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 138/KMK.05/1997 tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Peti Atau Kemasan Lain yang Berisi Jenazah atau Abu Jenazah. Selain itu, pembebasan bea masuk ke Indonesia juga tidak memandang jenis atau komposisi peti atau tempat yang digunakan untuk menyimpan jenazah atau abu jenazah.
Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim mengenai pemungutan bea cukai atas pengiriman peti jenazah dari Penang, Malaysia, ke dalam negeri adalah salah. Faktanya Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan memastikan, tidak ada pungutan bea masuk atau pajak atas pengiriman peti jenazah dan jenazah dari luar negeri ke Indonesia.
Melansir dari beacukai.go.id, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Encep Dudi Ginanjar, membantah narasi tersebut. Beliau mengatakan, pengiriman peti jenazah dari Penang tidak dipungut bea masuk atau pajak impor.
Ketentuan itu diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 138/KMK.05/1997 tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Peti Atau Kemasan Lain yang Berisi Jenazah atau Abu Jenazah. Selain itu, pembebasan bea masuk ke Indonesia juga tidak memandang jenis atau komposisi peti atau tempat yang digunakan untuk menyimpan jenazah atau abu jenazah.
Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim mengenai pemungutan bea cukai atas pengiriman peti jenazah dari Penang, Malaysia, ke dalam negeri adalah salah. Faktanya Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan memastikan, tidak ada pungutan bea masuk atau pajak atas pengiriman peti jenazah dan jenazah dari luar negeri ke Indonesia.
Kesimpulan
Klaim mengenai pemungutan bea cukai atas pengiriman peti jenazah dari Penang, Malaysia, ke dalam negeri adalah salah. Faktanya Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan memastikan, tidak ada pungutan bea masuk atau pajak atas pengiriman peti jenazah dan jenazah dari luar negeri ke Indonesia.
Rujukan
Halaman: 3628/7990






