KOMPAS.com - Beredar unggahan yang menyebut Kementerian Agama (Kemenag) melibatkan pegawai non-muslim sebagai petugas haji 2024.
Unggahan itu menyertakan tangkapan layar pemberitaan di Kompas TV dengan keterangan "Kemenag Libatkan Pegawai Kristen Jadi Petugas Haji".
Setelah ditelusuri, narasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Narasi yang mengeklaim Kemenag melibatkan pegawai non-muslim sebagai petugas haji 2024 muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.
Akun tersebut membagikan tangkapan layar siaran Kompas TV dengan keterangan "Kemenag Libatkan Pegawai Kristen Jadi Petugas Haji".
Salah satu akun menuliskan keterangan sebagai berikut:
Petugas Haji non Muslim, kehabisan orang Islam untuk melayani peserta ibadah Haji rupanya...!!??????????
(GFD-2024-20192) [KLARIFIKASI] Penjelasan Kemenag soal 2 Pegawai Non-Muslim Jadi Petugas Haji
Sumber:Tanggal publish: 28/05/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menyimak video utuhnya di YouTube Kompas TV ini yang diunggah pada 14 Mei 2024.
Dalam video, presenter Kompas TV menjelaskan bahwa dua orang pegawai Kemenag Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulses) yang beragama Kristen dan Katolik ditugaskan untuk memastikan kelancaran pemberangkatan haji.
Adapun video di YouTube Kompas TV menampilkan momen pemberangkatan jemaah haji di Kota Parepare menuju Embarkasi Makassar.
Setelah informasi tersebut ramai di media sosial, Kepala Kemenang Kota Parepare, Fitriadi memberikan klarifikasi.
Dikutip dari laman resmi Kemenang Sulsel, Fitriadi menjelaskan bahwa dua pegawai non-muslim tersebut bukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berangkat ke Arab Saudi, melainkan panitia pemberangkatan jemaah haji menuju Embarkasi Makassar.
Adapun tugas yang diberikan kepada mereka tidak terkait dengan ritual ibadah.
"Untuk Bapak Dominggus (Agama Kristen) tergabung pada tim pelayanan koper jemaah dan Bapak Yohannes Salu Tandi Alla' (Agama Katolik) tergabung pada pelayanan penerimaan jemaah," ucap Fitriadi.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan hal yang wajar dan tidak ada suatu aturan yang dilanggar.
Hal senada juga diungkap oleh Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie. Ia memastikan dua pegawai tersebut bukanlah petugas haji, melainkan panitia pemberangkatan jemaah haji.
Menurut Anna, sebagai panitia pemberangkatan, tugas mereka sebatas mengantar jemaah dari Kota Parepare menuju ke Embarkasi Makassar (UPG) di Asrama Haji Sudiang, Makassar.
"Jadi keduanya bukan menjadi bagian dari PPIH Arab Saudi yang berangkat ke Tanah Suci. Tugas mereka hanya sampai Embarkasi Makassar," ujar Anna.
Dijelaskan Anna, kepanitiaan yang melibatkan pegawai lintas agama juga terjadi dalam banyak kegiatan Kemenag.
Kegiatan itu seperti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) di sejumlah daerah yang melibatkan umat muslim. Kemudian, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang kepanitiannya juga melibatkan pegawai non-muslim.
"Jadi ini wilayahnya kepanitiaan untuk bersama, bergotong royong, menyukseskan acara. Adapun pada hal-hal yang sifatnya peribadahan, itu tentu menjadi wilayah masing-masing pemeluk agama, tidak ada campur aduk," kata Anna.
Anna menambahkan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah mengatur bahwa Penyelenggaraan Ibadah Haji merupakan tugas nasional dan menjadi tanggung jawab pemerintah. Sehingga dalam proses kepanitian melibatkan beragam unsur.
"Pelibatan dua pegawai non-Islam dalam kepanitian itu bukan tentang mayoritas dan minoritas atau tentang siapa mengalah dan siapa menang. Ini justru bagian dari upaya menumbuhkan sikap saling gotong royong dengan tetap menghargai keyakinan dan kepercayaan masing-masing," ungkap Anna.
Dalam video, presenter Kompas TV menjelaskan bahwa dua orang pegawai Kemenag Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulses) yang beragama Kristen dan Katolik ditugaskan untuk memastikan kelancaran pemberangkatan haji.
Adapun video di YouTube Kompas TV menampilkan momen pemberangkatan jemaah haji di Kota Parepare menuju Embarkasi Makassar.
Setelah informasi tersebut ramai di media sosial, Kepala Kemenang Kota Parepare, Fitriadi memberikan klarifikasi.
Dikutip dari laman resmi Kemenang Sulsel, Fitriadi menjelaskan bahwa dua pegawai non-muslim tersebut bukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berangkat ke Arab Saudi, melainkan panitia pemberangkatan jemaah haji menuju Embarkasi Makassar.
Adapun tugas yang diberikan kepada mereka tidak terkait dengan ritual ibadah.
"Untuk Bapak Dominggus (Agama Kristen) tergabung pada tim pelayanan koper jemaah dan Bapak Yohannes Salu Tandi Alla' (Agama Katolik) tergabung pada pelayanan penerimaan jemaah," ucap Fitriadi.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan hal yang wajar dan tidak ada suatu aturan yang dilanggar.
Hal senada juga diungkap oleh Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie. Ia memastikan dua pegawai tersebut bukanlah petugas haji, melainkan panitia pemberangkatan jemaah haji.
Menurut Anna, sebagai panitia pemberangkatan, tugas mereka sebatas mengantar jemaah dari Kota Parepare menuju ke Embarkasi Makassar (UPG) di Asrama Haji Sudiang, Makassar.
"Jadi keduanya bukan menjadi bagian dari PPIH Arab Saudi yang berangkat ke Tanah Suci. Tugas mereka hanya sampai Embarkasi Makassar," ujar Anna.
Dijelaskan Anna, kepanitiaan yang melibatkan pegawai lintas agama juga terjadi dalam banyak kegiatan Kemenag.
Kegiatan itu seperti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) di sejumlah daerah yang melibatkan umat muslim. Kemudian, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang kepanitiannya juga melibatkan pegawai non-muslim.
"Jadi ini wilayahnya kepanitiaan untuk bersama, bergotong royong, menyukseskan acara. Adapun pada hal-hal yang sifatnya peribadahan, itu tentu menjadi wilayah masing-masing pemeluk agama, tidak ada campur aduk," kata Anna.
Anna menambahkan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah mengatur bahwa Penyelenggaraan Ibadah Haji merupakan tugas nasional dan menjadi tanggung jawab pemerintah. Sehingga dalam proses kepanitian melibatkan beragam unsur.
"Pelibatan dua pegawai non-Islam dalam kepanitian itu bukan tentang mayoritas dan minoritas atau tentang siapa mengalah dan siapa menang. Ini justru bagian dari upaya menumbuhkan sikap saling gotong royong dengan tetap menghargai keyakinan dan kepercayaan masing-masing," ungkap Anna.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim Kemenag Parepare melibatkan dua pegawai non-muslim sebagai petugas haji 2024 perlu diluruskan.
Kemenang menjelaskan bahwa kedua pegawai non-muslim tersebut bukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berangkat ke Arab Saudi, melainkan panitia pemberangkatan jemaah haji menuju Embarkasi Makassar dan tidak terkait dengan ritual ibadah.
Kemenang menjelaskan bahwa kedua pegawai non-muslim tersebut bukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berangkat ke Arab Saudi, melainkan panitia pemberangkatan jemaah haji menuju Embarkasi Makassar dan tidak terkait dengan ritual ibadah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/572182703224970/permalink/1868728220237072/?mibextid=oFDknk&rdid=GnD7rYXoDK2OM7xd&share_url=
- https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare%2Fp%2FERNnBj9pTjCdeAsH%2F%3Fmibextid%3DoFDknk
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122144366000182283&id=61555468503249&mibextid=oFDknk&rdid=mfDWV9b0aWUSk4l3
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=363000690085519&id=100091267727963&mibextid=oFDknk&rdid=XnOSCoD9DhCqQQN6
- https://www.youtube.com/watch?v=_Rzc8yMRWUY
- https://sulsel.kemenag.go.id/daerah/viral-berita-pegawai-kristen-jadi-petugas-haji-kemenag-parepare-sampaikan-ini-KmT5B
- https://www.kemenag.go.id/nasional/pegawai-non-islam-di-parepare-bukan-petugas-haji-tapi-panitia-pemberangkatan-jemaah-bvjG6
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20193) [HOAKS] Video Sule Promosi Judi Online
Sumber:Tanggal publish: 28/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar video komedian Sutisna atau yang dikenal dengan sebutan Sule sedang mempromosikan judi online.
Video tersebut menampilkan Sule berbincang dengan presenter Najwa Shihab tentang situs judi yang baru saja dibukanya.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu hoaks dan hasil manipulasi.
Video Sule mempromosikan judi online dibagikan oleh akun Facebook ini pada 25 Mei 2024 dengan narasi sebagai berikut:
REKOMENDASI DARI KANG SULE GARANSI 100%
Video tersebut menampilkan Sule berbincang dengan presenter Najwa Shihab tentang situs judi yang baru saja dibukanya.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu hoaks dan hasil manipulasi.
Video Sule mempromosikan judi online dibagikan oleh akun Facebook ini pada 25 Mei 2024 dengan narasi sebagai berikut:
REKOMENDASI DARI KANG SULE GARANSI 100%
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, video itu merupakan hasil manipulasi dari cuplikan program Mata Najwa yang ditayangkan di YouTube MetroTV pada 19 Oktober 2016.
Tim Cek Fakta Kompas.com menduga video itu dimanipulasi dengan mengubah suara asli Sule menggunakan perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kemudian, suara Sule mempromosikan judi online diperiksa menggunakan AI Voice Detector, yang dapat mendeteksi apakah sebuah audio dihasilkan oleh AI generatif.
AI generatif mengacu pada penggunaan kecerdasan buatan untuk membuat konten baru seperti teks, gambar, audio, dan video.
Hasil pemeriksaan AI Voice Detector menunjukkan, suara Sule mempromosikan judi online terdeteksi memiliki probabilitas 84,44 persen dihasilkan oleh AI generatif.
Tim Cek Fakta Kompas.com menduga video itu dimanipulasi dengan mengubah suara asli Sule menggunakan perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kemudian, suara Sule mempromosikan judi online diperiksa menggunakan AI Voice Detector, yang dapat mendeteksi apakah sebuah audio dihasilkan oleh AI generatif.
AI generatif mengacu pada penggunaan kecerdasan buatan untuk membuat konten baru seperti teks, gambar, audio, dan video.
Hasil pemeriksaan AI Voice Detector menunjukkan, suara Sule mempromosikan judi online terdeteksi memiliki probabilitas 84,44 persen dihasilkan oleh AI generatif.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video Sule mempromosikan judi online adalah hoaks.
Video tersebut merupakan hasil manipulasi dari cuplikan program Mata Najwa yang tayang di YouTube MetroTV pada 19 Oktober 2016.
Suara Sule mempromosikan judi online terdeteksi memiliki probabilitas 84,44 persen dihasilkan oleh AI generatif.
Video tersebut merupakan hasil manipulasi dari cuplikan program Mata Najwa yang tayang di YouTube MetroTV pada 19 Oktober 2016.
Suara Sule mempromosikan judi online terdeteksi memiliki probabilitas 84,44 persen dihasilkan oleh AI generatif.
Rujukan
(GFD-2024-20194) [HOAKS] Undian Berhadiah dari Bank Jatim
Sumber:Tanggal publish: 28/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Dalam beberapa waktu terakhir ini bermunculan akun-akun Facebook mengatasnamakan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim.
Akun-akun tersebut menawarkan undian berhadiah bagi pengguna layanan mobile banking, SMS banking, atau Jconnect Mobile.
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Undian berhadiah ditawarkan oleh sejumlah akun Facebook, seperti Program BPD Jatim, Program Promo Undian Bank Jatim 2024, promo by jconnect, Detik Jatim Official, Promo Berhadiah Jatim, dan Gebyar hadiah gratis by jatim.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (17/5/2024):
"Program 2024" bagi semua nasabah BANK JATIM yang sudah menggunakan LAYANAN Mobile Banking/Sms Banking Gebyar Undian Berhadiah Hadir kembali, Ayo buruan daftar agar memenangkan grand prize seperti:
- 5 unit mobil Alphard- 5 unit mobil CR-V Turbo- 5 unit mobil HR-V CVT- 5 unit mobil Xpander
- 5 unit mobil Fortuner- 8 unit Motor Scopy- 8 unit Motor Xmax- 20 Unit TV Led 50 in.
- 20 unit Smartphone promax14- 20 emas batangan & Logam mulia- 20 Paket Wisata singgapore- 50 Paket Umroh Gratis
- Masih banyak keuntungan lainnya... Info lebih lanjut tentang pendaftaran GEBYAR UNDIAN BANK JATIMsilakan klik menu (Daftar) Yang Sudah kami sediakan...
Pengguna Facebook diminta untuk mengeklik tautan sebagai syarat pendaftaran undian berhadiah.
Berikut alamat tautan yang disertakan:
SPECIALUNDIANJATIM.WEB.APPGEBYAR-HADIAH2024-2025.VERCEL.APPGEBYARUNDIAN-JATIM.WEB.APP
daftarsekarang053.bubbleapps.ioGEBYARJATIM2024.WEB.APPINF0-GEBYAR.UP-APP.BIZ.ID
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Senin (27/5/2024), berisi undian berhadiah uang tunai, kendaraan bermotor, ponsel, alat elektronik, paket wisata, dan paket umroh dari Bank Jatim.
Akun-akun tersebut menawarkan undian berhadiah bagi pengguna layanan mobile banking, SMS banking, atau Jconnect Mobile.
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Undian berhadiah ditawarkan oleh sejumlah akun Facebook, seperti Program BPD Jatim, Program Promo Undian Bank Jatim 2024, promo by jconnect, Detik Jatim Official, Promo Berhadiah Jatim, dan Gebyar hadiah gratis by jatim.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (17/5/2024):
"Program 2024" bagi semua nasabah BANK JATIM yang sudah menggunakan LAYANAN Mobile Banking/Sms Banking Gebyar Undian Berhadiah Hadir kembali, Ayo buruan daftar agar memenangkan grand prize seperti:
- 5 unit mobil Alphard- 5 unit mobil CR-V Turbo- 5 unit mobil HR-V CVT- 5 unit mobil Xpander
- 5 unit mobil Fortuner- 8 unit Motor Scopy- 8 unit Motor Xmax- 20 Unit TV Led 50 in.
- 20 unit Smartphone promax14- 20 emas batangan & Logam mulia- 20 Paket Wisata singgapore- 50 Paket Umroh Gratis
- Masih banyak keuntungan lainnya... Info lebih lanjut tentang pendaftaran GEBYAR UNDIAN BANK JATIMsilakan klik menu (Daftar) Yang Sudah kami sediakan...
Pengguna Facebook diminta untuk mengeklik tautan sebagai syarat pendaftaran undian berhadiah.
Berikut alamat tautan yang disertakan:
SPECIALUNDIANJATIM.WEB.APPGEBYAR-HADIAH2024-2025.VERCEL.APPGEBYARUNDIAN-JATIM.WEB.APP
daftarsekarang053.bubbleapps.ioGEBYARJATIM2024.WEB.APPINF0-GEBYAR.UP-APP.BIZ.ID
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Senin (27/5/2024), berisi undian berhadiah uang tunai, kendaraan bermotor, ponsel, alat elektronik, paket wisata, dan paket umroh dari Bank Jatim.
Hasil Cek Fakta
Akun-akun Facebook yang beredar bukanlah akun media sosial resmi Bank Jatim.
Akun Facebook Bank Jatim memiliki centang biru, yang menandakan akun telah terverifikasi.
Sementara, tautan yang beredar juga tidak mengarah ke situs resmi Bank Jatim.
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek situs web yang dijadikan syarat undian berhadiah, tetapi alamat situs web itu tidak mengarah ke situs resmi Bank Jatim.
Salah satunya alamat situs daftarsekarang053.bubbleapps.io yang dicek menggunakan URL Scan berikut ini.
Situs resmi hanya diakses melalui alamat bankjatim.co.id.
Tidak terdapat informasi mengenai undian berhadiah seperti yang beredar di Facebook.
Iming-iming undian berhadiah di Facebook merupakan salah satu modus penipuan yang belakangan marak.
Tautan yang disebarkan kemungkinan besar merupakan upaya phishing.
Selain Bank Jatim, Kompas.com juga menemukan modus penipuan mengatasnamakan bank lainnya.
Akun Facebook Bank Jatim memiliki centang biru, yang menandakan akun telah terverifikasi.
Sementara, tautan yang beredar juga tidak mengarah ke situs resmi Bank Jatim.
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek situs web yang dijadikan syarat undian berhadiah, tetapi alamat situs web itu tidak mengarah ke situs resmi Bank Jatim.
Salah satunya alamat situs daftarsekarang053.bubbleapps.io yang dicek menggunakan URL Scan berikut ini.
Situs resmi hanya diakses melalui alamat bankjatim.co.id.
Tidak terdapat informasi mengenai undian berhadiah seperti yang beredar di Facebook.
Iming-iming undian berhadiah di Facebook merupakan salah satu modus penipuan yang belakangan marak.
Tautan yang disebarkan kemungkinan besar merupakan upaya phishing.
Selain Bank Jatim, Kompas.com juga menemukan modus penipuan mengatasnamakan bank lainnya.
Kesimpulan
Undian berhadiah uang tunai, kendaraan bermotor, ponsel, alat elektronik, paket wisata, dan paket umroh dari Bank Jatim merupakan hoaks.
Akun-akun Facebook yang menyebarkan tawaran undian berhadiah tersebut bukan akun media sosial resmi Bank Jatim.
Tautan yang disebarkan juga tidak mengarah ke situs resmi Bank Jatim.
Akun-akun Facebook yang menyebarkan tawaran undian berhadiah tersebut bukan akun media sosial resmi Bank Jatim.
Tautan yang disebarkan juga tidak mengarah ke situs resmi Bank Jatim.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02Q3f8o9cz2NRsd7s7NghQCQkgazjNtnrhszP6ZxuB6B7t2ZDc6Qp8y3GUHpRRopFml&id=61560456471204
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0VoQU7izQZ11RBd43WUqhGDTsMykVkPTwN4fS1nCpEKYRL5oPH1LACtBTCtLL8aRtl&id=61559759322347
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0ivvkQvkt5DBvSPiHP1ohSYUgsTFpeGLHmnXekzeUX15efQ6re1YYwemQTTbA2Dq4l&id=61559481675803
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02yb1zhGiR4x7RrXXHAPGydonXQR3QbL69pWP1W59mErcJSKAFKajfeGHZeSE2sWLcl&id=61559842632323
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02yYHe8Cr3rvV4z4omE3KYuKZViDJSdex8xR4QkwbW5TBZX33DDUfMX7EgbhsUbioEl&id=61560041705173
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02kJS14UwkLJRb3JBcASpwuyvwsf31zJtAGV53RERwZPmiEgmwLfnhbSUzT3G1wCUal&id=61560386904403
- https://www.facebook.com/bankjatim
- https://urlscan.io/result/77b2af29-0689-49e5-b4ad-548439ab182c/
- https://www.bankjatim.co.id/en
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/03/20/132600482/beragam-muslihat-penipuan-mengatasnamakan-bank-daerah-?page=all
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20229) [SALAH] Video AI Lagu Baru Iwan Fals “Tikus & Macan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/05/2024
Berita
KEREN NIH LAGU BARUNYA IWAN FALS
“Tikus & Macan”
SUMBER: https://www.facebook.com/share/v/d96ABtufUeb5WsdG/?mibextid=oFDknk / https://archive.md/d2xSq (arsip)
“Tikus & Macan”
SUMBER: https://www.facebook.com/share/v/d96ABtufUeb5WsdG/?mibextid=oFDknk / https://archive.md/d2xSq (arsip)
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun facebook dengan nama Dedi mengunggah sebuah video yang menampilkan cuplikan konser Iwan Fals menyanyikan lagu berjudul Tikus & Macan. Video tersebut diunggah dengan klaim lagu baru Iwan Fals. Dari unggahan tersebut, didapati bahwa konten yang digunakan merupakan buatan akun Tiktok dengan nama @studiomusicrockciamis yang juga diunggah di kanal Youtube dengan nama serupa.
Sebelumnya, tim pemeriksa fakta Kompas telah melakukan penelusuran dari video di akun yang sama berjudul “Dinasti Jokowi”. Berdasarkan hasil temuan Kompas, video tersebut termasuk dalam konten Hoaks yang audionya diproduksi oleh AI. Artikel periksa fakta dengan judul serupa juga telah terbit di Turnbackhoax.id.
Pada konten temuan dengan judul “Tikus & Macan” ini, pertama-tama kami melakukan konversi dari format video ke Mp3, diambil sampel 7 detik, dan dipisahkan antara musik dengan vocal. Selanjutnya, kami melakukan penelusuran dengan menggunakan alat pendeteksi AI bernama elevenlabs dan AI Voice Detector. Setelah dilakukan pencocokkan, didapatkan hasil sebagai berikut:
1. Elevenlabs
Kami mencoba mencocokkan hasil audio AI dengan menggunakan salah satu fitur pendeteksi audio AI secara gratis yang dimiliki platform elevenlabs.io, yakni AI Speech Classifier. Hasilnya, kemungkinan konten audio tersebut dibuat menggunakan AI dari elevenlabs sebesar 2,0%. Sayangnya, platform ini hanya bisa mendeteksi akurat ketika konten audio itu dibuat menggunakan elevenlabs.
2. AI Voice Detector
Pencocokkan audio AI selanjutnya menggunakan platform berbayar bernama aivoicedetector.com. Platform ini diklaim memiliki akurasi hingga 98 persen. Audio yang telah dikonversi dan dipisah bagian vokalnya, kami unggah di platform ini. Hasilnya, kemiripan dengan suara AI hanya sebesar 0,70 persen dan suara alami sebesar 99,30 persen.
Dua fitur pendeteksi AI yang kami gunakan, sering kali hasilnya tidak dapat dijadikan dasar yang cukup valid dalam pembuktian konten AI. Sehingga kami juga menggunakan cara lain, salah satunya dengan menelusuri secara manual cuplikan video yang digunakan dalam video yang beredar melalui platform Youtube.
Dari penelusuran itu, ditemukan 2 video yang identik dengan cuplikan yang ditampilkan.
Pertama, kami mencoba menggunakan berbagai kata kunci sesuai dengan apa yang ditampilkan dalam video. Kata kunci terakhir yang kami gunakan, “Konser Iwan Fals Muda” menghantarkan kami pada hasil yang identik, yakni sebuah video cuplikan Live Konser Iwan Fals di Trans TV berjudul “Tikus-Tikus Kantor” yang diunggah ulang oleh kanal Youtube yb tommie pada 30 Januari 2012.
Cuplikan lain yang digunakan dalam video yang beredar juga ditemukan di kanal Youtube “Oi Jakarta” pada unggahan video berjudul “Iwan Fals – Bongkar – Konser Suara Untuk Negeri Jakarta” yang tayang pada 17 Maret 2014.
Sebelumnya, tim pemeriksa fakta Kompas telah melakukan penelusuran dari video di akun yang sama berjudul “Dinasti Jokowi”. Berdasarkan hasil temuan Kompas, video tersebut termasuk dalam konten Hoaks yang audionya diproduksi oleh AI. Artikel periksa fakta dengan judul serupa juga telah terbit di Turnbackhoax.id.
Pada konten temuan dengan judul “Tikus & Macan” ini, pertama-tama kami melakukan konversi dari format video ke Mp3, diambil sampel 7 detik, dan dipisahkan antara musik dengan vocal. Selanjutnya, kami melakukan penelusuran dengan menggunakan alat pendeteksi AI bernama elevenlabs dan AI Voice Detector. Setelah dilakukan pencocokkan, didapatkan hasil sebagai berikut:
1. Elevenlabs
Kami mencoba mencocokkan hasil audio AI dengan menggunakan salah satu fitur pendeteksi audio AI secara gratis yang dimiliki platform elevenlabs.io, yakni AI Speech Classifier. Hasilnya, kemungkinan konten audio tersebut dibuat menggunakan AI dari elevenlabs sebesar 2,0%. Sayangnya, platform ini hanya bisa mendeteksi akurat ketika konten audio itu dibuat menggunakan elevenlabs.
2. AI Voice Detector
Pencocokkan audio AI selanjutnya menggunakan platform berbayar bernama aivoicedetector.com. Platform ini diklaim memiliki akurasi hingga 98 persen. Audio yang telah dikonversi dan dipisah bagian vokalnya, kami unggah di platform ini. Hasilnya, kemiripan dengan suara AI hanya sebesar 0,70 persen dan suara alami sebesar 99,30 persen.
Dua fitur pendeteksi AI yang kami gunakan, sering kali hasilnya tidak dapat dijadikan dasar yang cukup valid dalam pembuktian konten AI. Sehingga kami juga menggunakan cara lain, salah satunya dengan menelusuri secara manual cuplikan video yang digunakan dalam video yang beredar melalui platform Youtube.
Dari penelusuran itu, ditemukan 2 video yang identik dengan cuplikan yang ditampilkan.
Pertama, kami mencoba menggunakan berbagai kata kunci sesuai dengan apa yang ditampilkan dalam video. Kata kunci terakhir yang kami gunakan, “Konser Iwan Fals Muda” menghantarkan kami pada hasil yang identik, yakni sebuah video cuplikan Live Konser Iwan Fals di Trans TV berjudul “Tikus-Tikus Kantor” yang diunggah ulang oleh kanal Youtube yb tommie pada 30 Januari 2012.
Cuplikan lain yang digunakan dalam video yang beredar juga ditemukan di kanal Youtube “Oi Jakarta” pada unggahan video berjudul “Iwan Fals – Bongkar – Konser Suara Untuk Negeri Jakarta” yang tayang pada 17 Maret 2014.
Kesimpulan
Bukan lagu baru. Faktanya, audio yang beredar merupakan hasil buatan AI dan video yang ditampilkan merupakan kompilasi dari dua cuplikan konser lawas Iwan Fals.
Rujukan
- https://youtu.be/jtJKvUssLDE?si=6Tipfxuspp8-LSA7
- https://youtu.be/eyx_Xfs2GQ4?si=DCTdJJfHWWiq-r-_
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/05/14/154500182/-klarifikasi-konten-ai-video-iwan-fals-nyanyikan-lagu-kritik-dinasti
- https://turnbackhoax.id/2024/05/14/salah-lagu-iwan-fals-berjudul-dinasti-jokowi/
Halaman: 3537/7981






