KOMPAS.com- Sebuah unggahan mengeklaim wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka secara resmi akan batal dilantik.
Dalam unggahan disebutkan bahwa pembatalan itu dilakukan atas rekomendasi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim Gibran resmi batal dilantik menjadi wakil presiden muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan tautan di kanal YouTube ini pada 6 Mei 2024 dengan judul:
GIBRAN BATAL DILANTIK ATAS REKOM PTUN
Kemudian di thumbnail video terdapat keterangan demikian:
BREAKING NEWSGIBRAN RESMI GAGAL DILANTIK
REKOMENDASI PUTUSAN PTUN UNTUK MPR
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Gibran resmi batal dilantik sebagai wapres
(GFD-2024-20173) [HOAKS] Gibran Resmi Batal Dilantik sebagai Wakil Presiden
Sumber:Tanggal publish: 28/05/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah video disimak sampai tuntas, tidak ditemukan informasi valid Gibran batal dilantik menjadi wapres.
Narator hanya membacakan artikel di laman Sindonews ini yang berjudul: "Gugatan PDIP ke PTUN Bisa Jadi Pertimbangan MPR Tidak Lantik Prabowo-Gibran".
Artikel tersebut memuat pernyataan Ketua Tim Hukum PDIP, Gayus Lumbuun yang mengatakan bahwa jika gugatan mereka di PTUN dikabulkan maka bisa menjadi bahan pertimbangan MPR untuk tidak melantik Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden.
Adapun PDI-P menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke PTUN terkait dengan dugaan perbuatan melawan hukum saat menerima pencalonan Gibran sebagai wakil presiden.
Akan tetapi, sampai saat ini belum ada putusan dari PTUN terkait gugatan tersebut.
Sementara itu beberapa klip dalam video juga tidak terkait dengan narasi Gibran batal dilantik sebagai wakil presiden.
Salah satu klip yang menampilkan Gayus Lumbuun mirip dengan unggahan di kanal YouTube Sindonews ini.
Dalam video Gayus meminta MPR untuk tidak melantik Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden jika nantinya PTUN memutuskan KPU terbukti melanggar hukum terkait pencalonan Gibran.
Dilansir Kompas.id Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih sulit untuk dijegal karena tahapan Pemilu 2024 sudah selesai.
Selain itu, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan sengketa Pilpres 2024 dinilai telah mengukuhkan kemenangan Prabowo-Gibran sebagai presiden-wakil presiden terpilih.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid juga mengungkapkan, di MPR tidak ada pembahasan soal putusan yang bisa menjegal pelantikan presiden-wakil presiden terpilih.
Ia menuturkan, agenda rapat MPR pada 6 Mei 2024 justru membicarakan seputar rencana pelantikan presiden-wapres terpilih.
Narator hanya membacakan artikel di laman Sindonews ini yang berjudul: "Gugatan PDIP ke PTUN Bisa Jadi Pertimbangan MPR Tidak Lantik Prabowo-Gibran".
Artikel tersebut memuat pernyataan Ketua Tim Hukum PDIP, Gayus Lumbuun yang mengatakan bahwa jika gugatan mereka di PTUN dikabulkan maka bisa menjadi bahan pertimbangan MPR untuk tidak melantik Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden.
Adapun PDI-P menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke PTUN terkait dengan dugaan perbuatan melawan hukum saat menerima pencalonan Gibran sebagai wakil presiden.
Akan tetapi, sampai saat ini belum ada putusan dari PTUN terkait gugatan tersebut.
Sementara itu beberapa klip dalam video juga tidak terkait dengan narasi Gibran batal dilantik sebagai wakil presiden.
Salah satu klip yang menampilkan Gayus Lumbuun mirip dengan unggahan di kanal YouTube Sindonews ini.
Dalam video Gayus meminta MPR untuk tidak melantik Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden jika nantinya PTUN memutuskan KPU terbukti melanggar hukum terkait pencalonan Gibran.
Dilansir Kompas.id Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih sulit untuk dijegal karena tahapan Pemilu 2024 sudah selesai.
Selain itu, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan sengketa Pilpres 2024 dinilai telah mengukuhkan kemenangan Prabowo-Gibran sebagai presiden-wakil presiden terpilih.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid juga mengungkapkan, di MPR tidak ada pembahasan soal putusan yang bisa menjegal pelantikan presiden-wakil presiden terpilih.
Ia menuturkan, agenda rapat MPR pada 6 Mei 2024 justru membicarakan seputar rencana pelantikan presiden-wapres terpilih.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim Gibran resmi batal dilantik menjadi wakil presiden tidak benar atau hoaks. Judul dalam video tidak sesuai dengan isi konten di dalamnya.
Narator lebih hanya membahas pernyataan Ketua Tim Hukum PDIP, Gayus Lumbuun yang mengatakan jika gugatannya ke PTUN dikabulkan maka bisa menjadi bahan pertimbangan MPR untuk tidak melantik Prabowo-Gibran.
Sementara, Ketua MPR, Bambang Soesatyo mengatakan, pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih sulit untuk dijegal karena tahapan Pemilu 2024 sudah selesai.
Selain itu, putusan MK dinilai telah mengukuhkan kemenangan Prabowo-Gibran sebagai presiden-wakil presiden terpilih.
Narator lebih hanya membahas pernyataan Ketua Tim Hukum PDIP, Gayus Lumbuun yang mengatakan jika gugatannya ke PTUN dikabulkan maka bisa menjadi bahan pertimbangan MPR untuk tidak melantik Prabowo-Gibran.
Sementara, Ketua MPR, Bambang Soesatyo mengatakan, pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih sulit untuk dijegal karena tahapan Pemilu 2024 sudah selesai.
Selain itu, putusan MK dinilai telah mengukuhkan kemenangan Prabowo-Gibran sebagai presiden-wakil presiden terpilih.
Rujukan
- https://web.facebook.com/story.php?story_fbid=457901890069342&id=100075486051053&mibextid=oFDknk&rdid=JIyG60Iltfrq1pmM&_rdc=1&_rdr
- https://www.youtube.com/watch?v=uQSlTJW2rjY
- https://nasional.sindonews.com/read/1369707/13/gugatan-pdip-ke-ptun-bisa-jadi-pertimbangan-mpr-tidak-lantik-prabowo-gibran-1714629942
- https://www.youtube.com/watch?v=qEJeDPjbvoI
- https://www.kompas.id/baca/polhuk/2024/05/11/bamsoet-sebut-tak-ada-celah-menunda-atau-membatalkan-pelantikan-prabowo-gibran
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20174) [HOAKS] Video Pernyataan Sivakorn Pu-Udom soal Laga Indonesia Vs Uzbekistan
Sumber:Tanggal publish: 28/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Sebuah unggahan mengeklaim wasit video atau video assistant referee (VAR) dalam laga semifinal Piala Asia U23 2024 antara Indonesia melawan Uzbekistan, Sivakorn Pu-Udom memberi pernyataan terkait keputusan yang ia ambil di pertandingan tersebut.
Dalam unggahan, Sivakorn diklaim mengatakan hanya menjalankan tugas saat laga Indonesia melawan Uzbekistan.
Namun, setelah ditelusuri narasi mengenai wasit asal Thailand tersebut tidak benar atau hoaks.
Sebagai konteks, dalam pertandingan melawan Uzbekistan di semifinal, Sivakorn melakukan aksi ulasan yang dianggap merugikan Indonesia.
Salah satunya, ketika merekomendasikan wasit utama Shen Yinhao untuk melihat monitor dalam insiden kartu merah Rizky Ridho. Selain itu, ia juga mengecek gol Muhammad Ferarri yang akhirnya dianulir karena offside
Video yang mengeklaim Sivakorn Pu-Udom memberikan pernyataan soal pertandingan Indonesia melawan Uzbeskitan muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video pada 30 April 2024 yang menampilkan Sivakorn sedang diwawancara. Video diberi keterangan:
Inilah Pernyataan Wasit Indonesia Vs Uzbeskitan
Hanya Menjalankan Tugas
Pernyataan wasit dalam laga Indonesia vs Uzbekistan..dia hanya menjalankan tugas, #lagasemifinal #indonesiavsuzbeskitan#pernyataan#wasit#var#hanyamnejalankantugas@sorotan
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Sivakorn Pu-Udom memberikan pernyataan soal laga Indonesia vs Uzbekistan
Dalam unggahan, Sivakorn diklaim mengatakan hanya menjalankan tugas saat laga Indonesia melawan Uzbekistan.
Namun, setelah ditelusuri narasi mengenai wasit asal Thailand tersebut tidak benar atau hoaks.
Sebagai konteks, dalam pertandingan melawan Uzbekistan di semifinal, Sivakorn melakukan aksi ulasan yang dianggap merugikan Indonesia.
Salah satunya, ketika merekomendasikan wasit utama Shen Yinhao untuk melihat monitor dalam insiden kartu merah Rizky Ridho. Selain itu, ia juga mengecek gol Muhammad Ferarri yang akhirnya dianulir karena offside
Video yang mengeklaim Sivakorn Pu-Udom memberikan pernyataan soal pertandingan Indonesia melawan Uzbeskitan muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video pada 30 April 2024 yang menampilkan Sivakorn sedang diwawancara. Video diberi keterangan:
Inilah Pernyataan Wasit Indonesia Vs Uzbeskitan
Hanya Menjalankan Tugas
Pernyataan wasit dalam laga Indonesia vs Uzbekistan..dia hanya menjalankan tugas, #lagasemifinal #indonesiavsuzbeskitan#pernyataan#wasit#var#hanyamnejalankantugas@sorotan
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Sivakorn Pu-Udom memberikan pernyataan soal laga Indonesia vs Uzbekistan
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang menampilkan Sivakorn sedang diwawancara identik dengan unggahan di kanal YouTubePlay Now Thailand ini.
Video itu telah diunggah pada 8 Februari 2021, sebelum laga Indonesia melawan Uzbeskitan di Piala Asia U23 pada 29 April 2024.
Sehingga, dapat dipastikan dalam video Sivakorn tidak membahas mengenai laga semifinal Piala Asia U23 2024.
Adapun dalam video aslinya Sivakorn membagikan cerita soal kariernya sebagai wasit serta pengalamannya memimpin pertandingan di Piala Asia.
Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid Sivakorn mengeluarkan pernyataan terkait laga Indonesia melawan Uzbekistan.
Video itu telah diunggah pada 8 Februari 2021, sebelum laga Indonesia melawan Uzbeskitan di Piala Asia U23 pada 29 April 2024.
Sehingga, dapat dipastikan dalam video Sivakorn tidak membahas mengenai laga semifinal Piala Asia U23 2024.
Adapun dalam video aslinya Sivakorn membagikan cerita soal kariernya sebagai wasit serta pengalamannya memimpin pertandingan di Piala Asia.
Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid Sivakorn mengeluarkan pernyataan terkait laga Indonesia melawan Uzbekistan.
Kesimpulan
Video yang mengeklaim Sivakorn Pu-Udom memberikan pernyataan soal pertandingan Indonesia melawan Uzbeskitan tidak benar atau hoaks.
Dalam video aslinya ia membagikan cerita soal kariernya sebagai wasit serta pengalaman memimpin pertandingan Piala Asia.
Adapun video itu diunggah pada 8 Februari 2021, sebelum laga Indonesia melawan Uzbeskitan di Piala Asia U23 pada 29 April 2024.
Dalam video aslinya ia membagikan cerita soal kariernya sebagai wasit serta pengalaman memimpin pertandingan Piala Asia.
Adapun video itu diunggah pada 8 Februari 2021, sebelum laga Indonesia melawan Uzbeskitan di Piala Asia U23 pada 29 April 2024.
Rujukan
(GFD-2024-20192) [KLARIFIKASI] Penjelasan Kemenag soal 2 Pegawai Non-Muslim Jadi Petugas Haji
Sumber:Tanggal publish: 28/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar unggahan yang menyebut Kementerian Agama (Kemenag) melibatkan pegawai non-muslim sebagai petugas haji 2024.
Unggahan itu menyertakan tangkapan layar pemberitaan di Kompas TV dengan keterangan "Kemenag Libatkan Pegawai Kristen Jadi Petugas Haji".
Setelah ditelusuri, narasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Narasi yang mengeklaim Kemenag melibatkan pegawai non-muslim sebagai petugas haji 2024 muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.
Akun tersebut membagikan tangkapan layar siaran Kompas TV dengan keterangan "Kemenag Libatkan Pegawai Kristen Jadi Petugas Haji".
Salah satu akun menuliskan keterangan sebagai berikut:
Petugas Haji non Muslim, kehabisan orang Islam untuk melayani peserta ibadah Haji rupanya...!!??????????
Unggahan itu menyertakan tangkapan layar pemberitaan di Kompas TV dengan keterangan "Kemenag Libatkan Pegawai Kristen Jadi Petugas Haji".
Setelah ditelusuri, narasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Narasi yang mengeklaim Kemenag melibatkan pegawai non-muslim sebagai petugas haji 2024 muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.
Akun tersebut membagikan tangkapan layar siaran Kompas TV dengan keterangan "Kemenag Libatkan Pegawai Kristen Jadi Petugas Haji".
Salah satu akun menuliskan keterangan sebagai berikut:
Petugas Haji non Muslim, kehabisan orang Islam untuk melayani peserta ibadah Haji rupanya...!!??????????
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menyimak video utuhnya di YouTube Kompas TV ini yang diunggah pada 14 Mei 2024.
Dalam video, presenter Kompas TV menjelaskan bahwa dua orang pegawai Kemenag Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulses) yang beragama Kristen dan Katolik ditugaskan untuk memastikan kelancaran pemberangkatan haji.
Adapun video di YouTube Kompas TV menampilkan momen pemberangkatan jemaah haji di Kota Parepare menuju Embarkasi Makassar.
Setelah informasi tersebut ramai di media sosial, Kepala Kemenang Kota Parepare, Fitriadi memberikan klarifikasi.
Dikutip dari laman resmi Kemenang Sulsel, Fitriadi menjelaskan bahwa dua pegawai non-muslim tersebut bukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berangkat ke Arab Saudi, melainkan panitia pemberangkatan jemaah haji menuju Embarkasi Makassar.
Adapun tugas yang diberikan kepada mereka tidak terkait dengan ritual ibadah.
"Untuk Bapak Dominggus (Agama Kristen) tergabung pada tim pelayanan koper jemaah dan Bapak Yohannes Salu Tandi Alla' (Agama Katolik) tergabung pada pelayanan penerimaan jemaah," ucap Fitriadi.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan hal yang wajar dan tidak ada suatu aturan yang dilanggar.
Hal senada juga diungkap oleh Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie. Ia memastikan dua pegawai tersebut bukanlah petugas haji, melainkan panitia pemberangkatan jemaah haji.
Menurut Anna, sebagai panitia pemberangkatan, tugas mereka sebatas mengantar jemaah dari Kota Parepare menuju ke Embarkasi Makassar (UPG) di Asrama Haji Sudiang, Makassar.
"Jadi keduanya bukan menjadi bagian dari PPIH Arab Saudi yang berangkat ke Tanah Suci. Tugas mereka hanya sampai Embarkasi Makassar," ujar Anna.
Dijelaskan Anna, kepanitiaan yang melibatkan pegawai lintas agama juga terjadi dalam banyak kegiatan Kemenag.
Kegiatan itu seperti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) di sejumlah daerah yang melibatkan umat muslim. Kemudian, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang kepanitiannya juga melibatkan pegawai non-muslim.
"Jadi ini wilayahnya kepanitiaan untuk bersama, bergotong royong, menyukseskan acara. Adapun pada hal-hal yang sifatnya peribadahan, itu tentu menjadi wilayah masing-masing pemeluk agama, tidak ada campur aduk," kata Anna.
Anna menambahkan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah mengatur bahwa Penyelenggaraan Ibadah Haji merupakan tugas nasional dan menjadi tanggung jawab pemerintah. Sehingga dalam proses kepanitian melibatkan beragam unsur.
"Pelibatan dua pegawai non-Islam dalam kepanitian itu bukan tentang mayoritas dan minoritas atau tentang siapa mengalah dan siapa menang. Ini justru bagian dari upaya menumbuhkan sikap saling gotong royong dengan tetap menghargai keyakinan dan kepercayaan masing-masing," ungkap Anna.
Dalam video, presenter Kompas TV menjelaskan bahwa dua orang pegawai Kemenag Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulses) yang beragama Kristen dan Katolik ditugaskan untuk memastikan kelancaran pemberangkatan haji.
Adapun video di YouTube Kompas TV menampilkan momen pemberangkatan jemaah haji di Kota Parepare menuju Embarkasi Makassar.
Setelah informasi tersebut ramai di media sosial, Kepala Kemenang Kota Parepare, Fitriadi memberikan klarifikasi.
Dikutip dari laman resmi Kemenang Sulsel, Fitriadi menjelaskan bahwa dua pegawai non-muslim tersebut bukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berangkat ke Arab Saudi, melainkan panitia pemberangkatan jemaah haji menuju Embarkasi Makassar.
Adapun tugas yang diberikan kepada mereka tidak terkait dengan ritual ibadah.
"Untuk Bapak Dominggus (Agama Kristen) tergabung pada tim pelayanan koper jemaah dan Bapak Yohannes Salu Tandi Alla' (Agama Katolik) tergabung pada pelayanan penerimaan jemaah," ucap Fitriadi.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan hal yang wajar dan tidak ada suatu aturan yang dilanggar.
Hal senada juga diungkap oleh Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie. Ia memastikan dua pegawai tersebut bukanlah petugas haji, melainkan panitia pemberangkatan jemaah haji.
Menurut Anna, sebagai panitia pemberangkatan, tugas mereka sebatas mengantar jemaah dari Kota Parepare menuju ke Embarkasi Makassar (UPG) di Asrama Haji Sudiang, Makassar.
"Jadi keduanya bukan menjadi bagian dari PPIH Arab Saudi yang berangkat ke Tanah Suci. Tugas mereka hanya sampai Embarkasi Makassar," ujar Anna.
Dijelaskan Anna, kepanitiaan yang melibatkan pegawai lintas agama juga terjadi dalam banyak kegiatan Kemenag.
Kegiatan itu seperti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) di sejumlah daerah yang melibatkan umat muslim. Kemudian, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang kepanitiannya juga melibatkan pegawai non-muslim.
"Jadi ini wilayahnya kepanitiaan untuk bersama, bergotong royong, menyukseskan acara. Adapun pada hal-hal yang sifatnya peribadahan, itu tentu menjadi wilayah masing-masing pemeluk agama, tidak ada campur aduk," kata Anna.
Anna menambahkan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah mengatur bahwa Penyelenggaraan Ibadah Haji merupakan tugas nasional dan menjadi tanggung jawab pemerintah. Sehingga dalam proses kepanitian melibatkan beragam unsur.
"Pelibatan dua pegawai non-Islam dalam kepanitian itu bukan tentang mayoritas dan minoritas atau tentang siapa mengalah dan siapa menang. Ini justru bagian dari upaya menumbuhkan sikap saling gotong royong dengan tetap menghargai keyakinan dan kepercayaan masing-masing," ungkap Anna.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim Kemenag Parepare melibatkan dua pegawai non-muslim sebagai petugas haji 2024 perlu diluruskan.
Kemenang menjelaskan bahwa kedua pegawai non-muslim tersebut bukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berangkat ke Arab Saudi, melainkan panitia pemberangkatan jemaah haji menuju Embarkasi Makassar dan tidak terkait dengan ritual ibadah.
Kemenang menjelaskan bahwa kedua pegawai non-muslim tersebut bukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berangkat ke Arab Saudi, melainkan panitia pemberangkatan jemaah haji menuju Embarkasi Makassar dan tidak terkait dengan ritual ibadah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/572182703224970/permalink/1868728220237072/?mibextid=oFDknk&rdid=GnD7rYXoDK2OM7xd&share_url=
- https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare%2Fp%2FERNnBj9pTjCdeAsH%2F%3Fmibextid%3DoFDknk
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122144366000182283&id=61555468503249&mibextid=oFDknk&rdid=mfDWV9b0aWUSk4l3
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=363000690085519&id=100091267727963&mibextid=oFDknk&rdid=XnOSCoD9DhCqQQN6
- https://www.youtube.com/watch?v=_Rzc8yMRWUY
- https://sulsel.kemenag.go.id/daerah/viral-berita-pegawai-kristen-jadi-petugas-haji-kemenag-parepare-sampaikan-ini-KmT5B
- https://www.kemenag.go.id/nasional/pegawai-non-islam-di-parepare-bukan-petugas-haji-tapi-panitia-pemberangkatan-jemaah-bvjG6
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20193) [HOAKS] Video Sule Promosi Judi Online
Sumber:Tanggal publish: 28/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar video komedian Sutisna atau yang dikenal dengan sebutan Sule sedang mempromosikan judi online.
Video tersebut menampilkan Sule berbincang dengan presenter Najwa Shihab tentang situs judi yang baru saja dibukanya.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu hoaks dan hasil manipulasi.
Video Sule mempromosikan judi online dibagikan oleh akun Facebook ini pada 25 Mei 2024 dengan narasi sebagai berikut:
REKOMENDASI DARI KANG SULE GARANSI 100%
Video tersebut menampilkan Sule berbincang dengan presenter Najwa Shihab tentang situs judi yang baru saja dibukanya.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu hoaks dan hasil manipulasi.
Video Sule mempromosikan judi online dibagikan oleh akun Facebook ini pada 25 Mei 2024 dengan narasi sebagai berikut:
REKOMENDASI DARI KANG SULE GARANSI 100%
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, video itu merupakan hasil manipulasi dari cuplikan program Mata Najwa yang ditayangkan di YouTube MetroTV pada 19 Oktober 2016.
Tim Cek Fakta Kompas.com menduga video itu dimanipulasi dengan mengubah suara asli Sule menggunakan perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kemudian, suara Sule mempromosikan judi online diperiksa menggunakan AI Voice Detector, yang dapat mendeteksi apakah sebuah audio dihasilkan oleh AI generatif.
AI generatif mengacu pada penggunaan kecerdasan buatan untuk membuat konten baru seperti teks, gambar, audio, dan video.
Hasil pemeriksaan AI Voice Detector menunjukkan, suara Sule mempromosikan judi online terdeteksi memiliki probabilitas 84,44 persen dihasilkan oleh AI generatif.
Tim Cek Fakta Kompas.com menduga video itu dimanipulasi dengan mengubah suara asli Sule menggunakan perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kemudian, suara Sule mempromosikan judi online diperiksa menggunakan AI Voice Detector, yang dapat mendeteksi apakah sebuah audio dihasilkan oleh AI generatif.
AI generatif mengacu pada penggunaan kecerdasan buatan untuk membuat konten baru seperti teks, gambar, audio, dan video.
Hasil pemeriksaan AI Voice Detector menunjukkan, suara Sule mempromosikan judi online terdeteksi memiliki probabilitas 84,44 persen dihasilkan oleh AI generatif.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video Sule mempromosikan judi online adalah hoaks.
Video tersebut merupakan hasil manipulasi dari cuplikan program Mata Najwa yang tayang di YouTube MetroTV pada 19 Oktober 2016.
Suara Sule mempromosikan judi online terdeteksi memiliki probabilitas 84,44 persen dihasilkan oleh AI generatif.
Video tersebut merupakan hasil manipulasi dari cuplikan program Mata Najwa yang tayang di YouTube MetroTV pada 19 Oktober 2016.
Suara Sule mempromosikan judi online terdeteksi memiliki probabilitas 84,44 persen dihasilkan oleh AI generatif.
Rujukan
Halaman: 3535/7980






