• (GFD-2026-32553) Hoaks Trump Panik saat Dengar Suara Takbir

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/02/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah video yang menampilkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terlihat panik saat tengah berpidato. Dalam narasi yang beredar, kepanikan tersebut diklaim terjadi karena ada seseorang di tengah kerumunan yang meneriakkan takbir “Allahu Akbar”, sehingga pihak keamanan segera melakukan evakuasi.

    ADVERTISEMENT

    Video ini beredar melalui akun Instagram @berbagisemangat (arsip) pada Kamis (19/2/2026). Dalam unggahan tersebut, terdapat video Donald Trump yang berpidato di atas podium dengan kerumunan orang yang mengelilinginya. Saat tengah bicara, tiba-tiba terdengar teriakan "Allahu Akbar" yang diklaim membuatnya terlihat panik dan langsung dievakuasi.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Hal ini tertulis dalam narasi yang dimunculkan pada video. Berikut narasi selengkapnya:
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Trump panik pas pidato, ada yang teriak AllahuAkbar. Pihak keamanan gercep (gerak cepat) evakuasi..”
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Trump Panik Dengar Takbir. foto/hotline periksa fakta tirto

    Melalui keterangan unggahan, pengunggah menjelaskan bahwa suara teriakan takbir tersebut membuat Trump berhenti berbicara dan terlihat bingung di atas podiumnya. Hal ini menunjukkan rasa waswas yang kini tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

    ADVERTISEMENT

    Hingga Senin (23/2/3036), unggahan tersebut telah ditonton hingga sekitar 1,6 juta kali dan mendapatkan sekitar 30,6 ribu tanda suka, 2,8 ribu komentar, 2,2 ribu kali diposting ulang, serta 2,8 ribu kali dibagikan.

    Baca juga:Paspampres AS Tembak Mati Pria yang Menyusup di Rumah TrumpBerubah Lagi, Trump Naikkan Tarif Impor Jadi 15% ke Semua Negara

    Unggahan dengan video dan klaim serupa juga ditemukan di beberapa platform dan akun lainnya, seperti ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Lantas, benarkah Trump panik saat mendengar suara takbir di tengah pidatonya?

    Hasil Cek Fakta

    Kami memulai penelusuran dengan mencari sumber asli video menggunakan aplikasi Google Lens. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut merupakan potongan dari peristiwa lama, yakni saat Donald Trump berkampanye pada 12 Maret 2016 di Dayton, Ohio, Amerika Serikat.

    Rekaman lengkap peristiwa itu disiarkan secara langsung oleh akun YouTube @NBC6 Miami Tracking Irma yang ditayangkan secara langsung pada 12 Maret 2016. Dalam video siaran penuh tersebut, potongan yang beredar di media sosial terlihat pada durasi sekitar 59:20 sampai dengan 59:35 menit. Pada momen itu, Trump memang tampak menghentikan pidatonya dan terlihat kebingungan, sementara petugas keamanan segera bergerak ke arah podium.

    Baca juga:7 Poin Positif Indonesia dari Pembatalan Tarif Resiprokal Trump

    Namun, dalam rekaman asli tidak terdengar teriakan "Allahu Akbar" seperti yang diklaim dalam video yang beredar. Audio pada siaran langsung menunjukkan suasana riuh khas acara kampanye, tanpa adanya teriakan takbir.

    Baca juga:Dosen UIII: Indonesia Kena "Jebakan Batman" Masuk Board of Peace

    Penelusuran lebih lanjut menemukan video dari sudut pandang berbeda yang diunggah oleh akun YouTube @imaginemedia07 pada 13 Maret 2016 dengan judul Attempted attack on Donald Trump at Dayton Ohio March 12, 2016. Dalam video tersebut terlihat jelas bahwa kepanikan terjadi karena seorang pria dari kerumunan melompati pagar pembatas dan berusaha mendekati panggung.

    Petugas keamanan yang melihat tindakan tersebut langsung bergerak cepat, meringkus pria itu, dan membentuk barikade di sekitar Trump untuk mengantisipasi potensi ancaman. Situasi inilah yang membuat Trump berhenti berbicara dan tampak terkejut, bukan karena teriakan takbir.

    Melalui dua video dokumentasi tersebut, tidak ditemukan adanya teriakan takbir seperti yang diklaim dalam unggahan yang beredar di media sosial. Audio dalam kedua rekaman hanya memperdengarkan kegaduhan umum di lokasi serta respons petugas keamanan terhadap seseorang yang mencoba menerobos pembatas.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa suara teriakan "Allahu Akbar" dalam video yang beredar merupakan hasil penyuntingan (editan) yang ditambahkan pada potongan video asli. Klaim bahwa Trump panik karena mendengar teriakan takbir tidak benar dan tidak berasal dari kejadian sebenarnya.

    Kesimpulan

    Klaim yang menyebut Donald Trump panik dan dievakuasi karena mendengar teriakan "Allahu Akbar" saat berpidato adalah tidak benar dan berpotensi menyesatkan (false and misleading).

    Faktanya, video tersebut merupakan rekaman lama saat kampanye Trump pada 12 Maret 2016 di Dayton, Ohio, ketika seorang pria dari kerumunan mencoba menerobos pembatas menuju panggung sehingga petugas keamanan segera melakukan pengamanan. Tidak ditemukan adanya teriakan takbir dalam rekaman asli dari berbagai sudut dokumentasi. Suara "Allahu Akbar" yang terdengar dalam video yang beredar merupakan hasil penyuntingan yang ditambahkan dan tidak berasal dari kejadian sebenarnya.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32554) Hoaks Tautan Pendaftaran Bantuan Pertanian Kementan 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/02/2026

    Berita

    tirto.id - Bantuan pemerintah di sektor pertanian kerap menjadi perhatian masyarakat, khususnya para petani yang membutuhkan dukungan sarana produksi. Pemerintah memang memiliki berbagai program bantuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Namun, informasi yang beredar di media sosial tetap perlu diverifikasi agar masyarakat tidak terjebak pada modus penipuan.

    ADVERTISEMENT

    Beredar sebuah unggahan dengan klaim pendaftaran bantuan pertanian dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia. Unggahan ini dibagikan oleh akun Facebook @Pertanian Dan Perikanan (arsip) pada Minggu (15/02/2026).

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Periksa Fakta Hoaks Pendaftaran Bantuan Alat Pertanian dari Kementan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam unggahan tersebut, disebutkan beberapa jenis bantuan yang disalurkan pemerintah, antara lain 100 mesin Quick, 100 tangki semprot, 500 pupuk siap pakai, dan 1000 obat pertanian. Bantuan alat pertanian dan pupuk diberikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) disebut bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian dan mengurangi biaya produksi petani.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Pendaftaran disebut dilaksanakan secara online dengan mengklik tombol “daftar” yang tersedia pada tautan.

    Poster yang disertakan menampilkan logo Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan memuat tautan dengan domain daftarsekarang1.trcgtgik.web.id disertai tulisan “daftar sekarang”.

    Hingga Kamis (19/02/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 70 tanda reaksi dan 8 komentar. Unggahan dengan poster serupa juga ditemukan di akun lainnya, yaitu ini dan ini.

    ADVERTISEMENT

    Lantas, benarkah tautan pendaftaran bantuan pemerintah untuk pertanian 2026 tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Hasil penelusuran melalui mesin pencari menunjukkan adanya unggahan resmi dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui akun Instagram resmi @pspkementan.

    Dalam unggahan tersebut, Ditjen PSP menyampaikan imbauan kepada para petani agar berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Dalam keterangannya, Ditjen PSP menegaskan:

    “Sobatani, Ditjen PSP mengimbau seluruh petani untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Jangan mudah percaya pada oknum yang menjanjikan bantuan dengan imbalan tertentu. Laporkan jika menemukan indikasi penipuan. Bersama kita jaga integritas dan transparansi dalam pembangunan pertanian.”

    Melalui unggahan yang sama, Ditjen PSP menjelaskan sejumlah ciri penipuan, seperti tidak adanya pengumuman resmi dari penyuluh atau dinas pertanian setempat, adanya pihak yang menghubungi secara personal melalui WhatsApp atau telepon tanpa identitas jelas, serta penawaran bantuan yang datang tiba-tiba secara perorangan.

    Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar waspada jika diminta segera mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi dengan dalih mempercepat proses bantuan.

    Dalam imbauan lanjutan, Ditjen PSP juga menekankan agar petani tidak sembarangan membagikan data pribadi maupun identitas kelompok tani kepada pihak yang tidak jelas. Petani diminta mempelajari kriteria penerima bantuan sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) resmi, melakukan verifikasi ke Dinas Pertanian setempat atau akun resmi PSP Kementan jika menemukan informasi meragukan, serta melaporkan pihak yang terindikasi melakukan penipuan.

    Imbauan ini menunjukkan bahwa pemerintah justru sedang mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan informasi bantuan.

    Selain itu, mekanisme resmi pengadaan dan distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan) dilakukan melalui e-Catalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Sementara pengajuan bantuan dilakukan secara daring melalui sistem e-Proposal sesuai prosedur yang telah ditetapkan, bukan melalui tautan bebas yang beredar di media sosial.

    Lebih lanjut, kami memeriksa tautan yang dicantumkan di unggahan yang beredar. Tautan itu mengarah ke situs yang meminta data pribadi seperti nama lengkap sesuai KTP, jenis kelamin, serta nomor Telegram, dan mengarahkan pengguna untuk bergabung ke grup Telegram guna memperoleh informasi lanjutan.

    Permintaan data pribadi melalui situs tidak resmi ini perlu diwaspadai. Sebelumnya, Ditjen PSP Kementerian Pertanian telah mengimbau agar petani tidak sembarangan membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas, serta memastikan informasi bantuan hanya diperoleh melalui jalur resmi.

    Selain itu, domain yang digunakan bukan domain resmi pemerintah. Tidak ditemukan pengumuman resmi dari Kementerian Pertanian terkait pendaftaran bantuan melalui situs tersebut. Program bantuan pertanian biasanya disalurkan melalui mekanisme resmi yang melibatkan dinas pertanian atau sistem pendataan pemerintah, bukan melalui tautan yang beredar di media sosial.

    Kesimpulan

    Informasi mengenai pendaftaran Bantuan Pemerintah untuk Pertanian Tahun Anggaran 2026 melalui tautan yang beredar di Facebook adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Kementerian Pertanian melalui Ditjen PSP justru telah mengeluarkan imbauan agar petani waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan bantuan alsintan. Mekanisme resmi pengadaan alsintan dilakukan melalui e-Catalog LKPP dan pengajuan bantuan melalui e-Proposal, bukan melalui tautan tidak resmi yang beredar di media sosial.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32577) Hoaks Situs Pendaftaran Pelatihan Prakerja Skillhub Kemnaker

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/02/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah situs pendaftaran Program Pelatihan Prakerja yang diklaim milik Kementerian Ketenagakerjaan RI dan berfokus pada Program Kartu Prakerja. Dalam situs tersebut disebutkan perihal pelatihan prakerja yang merupakan pelatihan keterampilan teknis dan cara membangun usaha dengan berbagai mitra yang kredibel dan berpengalaman.

    ADVERTISEMENT

    Situs tersebut yaitu skillhub.kemnakerri.com, yang diklaim resmi milik Kemnaker dan difungsikan untuk mendaftar pelatihan prakerja. Dalam situs juga dicantumkan logo Skillhub dan Kementerian Ketenagakerjaan RI.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Gali potensi dirimu dengan kartu pekerja! Pelatihan prakerja. Ikuti Pelatihan Prakerja mulai dari keterampilan teknis sampai cara membangun usaha. Dengan berbagai mitra yang kredibel dan berpengalaman.” Begitu klaim dalam situs tersebut.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (24/02/2026), situs tersebut masih bisa diakses oleh masyarakat dan memuat informasi pelatihan offline seperti pelatihan kehutanan, pariwisata, bangunan, pertanian, dan tata kecantikan. Juga ada pelatihan online seperti pelatihan bisnis dan manajemen, teknologi informasi dan komunikasi. Namun, pada saat informasi jadwal pelatihan diklik, tidak muncul informasi apapun, serta pelatihan tidak bisa diakses.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, benarkah situs tersebut untuk mendaftar pelatihan prakerja dari Kementerian Ketenagakerjaan RI?

    Baca juga:Hoaks Tautan Pendaftaran Kartu Prakerja September 2025

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional. foto/Periksa Fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memeriksa kebenaran klaim, pertama-tama Tirto membuka situs yang diklaim untuk mendaftar Pelatihan Prakerja tersebut dan mencoba mendaftar, namun tombol masuk dan daftar pada situs tersebut tidak bisa diakses sehingga pengunjung tidak bisa masuk ataupun membuat akun. Beberapa menu informasi seperti Kejuruan, Pelatihan, Mitra, dan Panduan pada situs tersebut juga tidak bisa diklik. Situs hanya menampilkan informasi magang dan akreditasi.

    Lebih lanjut, jika dilihat dengan seksama situs tersebut memiliki tampilan yang sama persis dengan situs resmi Skillhub milik Kemnaker yaitu https://skillhub.kemnaker.go.id dan menyertakan logo Skillhub, Kemnaker, dan alamat Kemnaker.

    Namun, Tirto menemukan beberapa kejanggalan pada tampilan beranda situs https://skillhub.kemnakerri.com yang mengklaim sebagai situs pendaftaran Pelatihan Prakerja tersebut. Diantaranya, situs tersebut menampilkan gambar berwarna biru dan oranye terkait Pelatihan Prakerja dan hanya dapat menampilkan informasi magang di Jepang seperti pengecoran beton Mawatari Shokai LTD, pertanian terong, dan pekerjaan scaffolding Tobi.

    Berbeda dengan situs resmi Skillhub Kemnaker, situs milik Kemnaker menampilkan gambar berwarna biru memuat informasi pelatihan vokasi nasional yang diselenggarakan oleh Kemnaker, memuat informasi lengkap terkait timeline, serta mitra program pelatihan vokasi tersebut.

    Selanjutnya, Tirto mencoba mengecek keaslian tautan yang diklaim untuk mendaftar Pelatihan Prakerja tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi, dan bukan situs resmi milik pemerintah maupun Kementerian Ketenagakerjaan RI. Tautan tersebut milik CLOUDFLARENET, berlokasi di Ascension Island dengan domain skillhub.kemnakerri.com, dibuat pada 6 Januari 2026, dan berlaku selama 3 bulan.

    Kemudian, Tirto memeriksa kebenaran klaim melalui penelusuran mesin pencari dengan mengetikkan kata kunci “Pelatihan Prakerja Kemnaker”. Tirto kemudian diarahkan pada laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan RI, yang melampirkan panduan peserta pelatihan prakerja.

    Untuk membeli pelatihan prakerja masyarakat dapat mengakses pada layanan SIAPkerja. Peserta pelatihan juga harus terdaftar sebagai penerima kartu prakerja, memiliki nomor kartu prakerja, dan memiliki akun SIAPkerja. Adapun pendaftaran dapat diakses melalui tautan https://kemnaker.go.id/. Pelatihan yang ditawarkan meliputi bidang digital marketing, tata rias, tata boga, las listrik, teknik cukur, barista, hingga hidroponik.

    Sebagai informasi, Skillhub merupakan salah satu fitur dalam platform layanan ketenagakerjaan digital SIAPkerja yang berfungsi sebagai pintu akses terintegrasi terhadap berbagai program pelatihan vokasi di Indonesia.

    Skillhub menyediakan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, mendaftar, dan mengikuti pelatihan vokasi yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun mitra lembaga pelatihan. Skillhub mendukung proses pembelajaran, pemantauan progres, hingga dokumentasi hasil pelatihan secara transparan dan akuntabel. Skillhub dapat diakses secara daring melalui laman skillhub.kemnaker.go.id.

    Melansir Instagram Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Kemnaker saat ini menyelenggarakan Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1. Pelatihan tersebut secara resmi telah dibuka mulai 23 Februari hingga 6 Maret 2026.

    Program ini diselenggarakan oleh Kemnaker secara gratis guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia. Adapun pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional dilakukan melalui situs skillhub.kemnaker.go.id. Pendaftaran program dapat dilakukan melalui langkah berikut:

    Membuat akun SIAPkerja.Melengkapi profil secara benar dan lengkap.Mengikuti asesmen kecocokan kerja (SPI) dan asesmen penilaian diri.Memilih program pelatihan pada fitur Skillhub sesuai jadwal yang tersedia

    skillhub.kemnaker.go.id

    “Kami meminta masyarakat agar berhati-hati dalam mengakses informasi terkait pelatihan vokasi nasional dan memastikan alamat domain yang dikunjungi adalah kanal resmi Kemnaker,” ujar Faried.

    Faried menjelaskan, situs web palsu yang menyerupai layanan pemerintah dapat menimbulkan kesalahpahaman publik dan menjadi sarana penipuan. Menurut Faried, kewaspadaan ini penting karena risiko yang ditimbulkan tidak berhenti pada kesalahan informasi.

    “Website palsu berpotensi menjadi sarana phishing, penipuan, maupun penyalahgunaan data yang merugikan masyarakat,” tegas Faried.

    Kemnaker memastikan seluruh proses pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional dilakukan secara terpusat melalui laman resmi skillhub.kemnaker.go.id dan tidak tersedia pada platform atau tautan lain di luar domain pemerintah tersebut.

    “Pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional hanya dapat dilakukan melalui skillhub.kemnaker.go.id. Kami tidak membuka pendaftaran melalui jalur atau situs web lain di luar domain resmi tersebut,” tandasnya.

    Kemnaker mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa alamat situs sebelum memasukkan data, memastikan domain berakhiran kemnaker.go.id, dan menghindari mengklik tautan dari sumber yang tidak jelas. Jika menemukan situs atau tautan yang mencurigakan, masyarakat diminta menghentikan proses pendaftaran dan melaporkan ke media sosial resmi Kemnaker atau klik bantuan.kemnaker.go.id.

    Dengan demikian, situs yang beredar yang mengklaim pendaftaran Program Pelatihan Prakerja Kemnaker bisa dilakukan di situs tersebut adalah tidak benar. Website atau situs resmi Kemnaker memiliki domain kemnaker.go.id bukan kemnakerri.com seperti pada situs pendaftaran pelatihan prakerja yang beredar.

    Baca juga:Apakah Prakerja 2025 Masih Ada? Cek Info Daftar Gelombang 72

    Kesimpulan

    ‎Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim pendaftaran Pelatihan Prakerja Kemnaker bisa dilakukan di situs https://skillhub.kemnakerri.com/ adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    ‎Situs yang beredar tidak terafiliasi dengan Kemnaker maupun instansi resmi terkait, serta menggunakan domain yang tidak resmi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau lebih berhati-hati dan memperhatikan dengan seksama kala mengakses informasi agar terhindar dari tindakan penipuan atau penyalahgunaan data.

    Penting untuk diingat, Kemnaker membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 melalui tautan resmi https://skillhub.kemnaker.go.id/, dan pendaftaran dibuka mulai 23 Februari hingga 6 Maret 2026.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32578) Hoaks Trump Panik saat Dengar Suara Takbir

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/02/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah video yang menampilkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terlihat panik saat tengah berpidato. Dalam narasi yang beredar, kepanikan tersebut diklaim terjadi karena ada seseorang di tengah kerumunan yang meneriakkan takbir “Allahu Akbar”, sehingga pihak keamanan segera melakukan evakuasi.

    ADVERTISEMENT

    Video ini beredar melalui akun Instagram @berbagisemangat (arsip) pada Kamis (19/2/2026). Dalam unggahan tersebut, terdapat video Donald Trump yang berpidato di atas podium dengan kerumunan orang yang mengelilinginya. Saat tengah bicara, tiba-tiba terdengar teriakan "Allahu Akbar" yang diklaim membuatnya terlihat panik dan langsung dievakuasi.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Hal ini tertulis dalam narasi yang dimunculkan pada video. Berikut narasi selengkapnya:

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Trump panik pas pidato, ada yang teriak AllahuAkbar. Pihak keamanan gercep (gerak cepat) evakuasi..”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Trump Panik Dengar Takbir. foto/hotline periksa fakta tirto

    Melalui keterangan unggahan, pengunggah menjelaskan bahwa suara teriakan takbir tersebut membuat Trump berhenti berbicara dan terlihat bingung di atas podiumnya. Hal ini menunjukkan rasa waswas yang kini tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

    ADVERTISEMENT

    Hingga Senin (23/2/3036), unggahan tersebut telah ditonton hingga sekitar 1,6 juta kali dan mendapatkan sekitar 30,6 ribu tanda suka, 2,8 ribu komentar, 2,2 ribu kali diposting ulang, serta 2,8 ribu kali dibagikan.

    Baca juga:Paspampres AS Tembak Mati Pria yang Menyusup di Rumah TrumpBerubah Lagi, Trump Naikkan Tarif Impor Jadi 15% ke Semua Negara

    Unggahan dengan video dan klaim serupa juga ditemukan di beberapa platform dan akun lainnya, seperti ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Lantas, benarkah Trump panik saat mendengar suara takbir di tengah pidatonya?

    Hasil Cek Fakta

    Kami memulai penelusuran dengan mencari sumber asli video menggunakan aplikasi Google Lens. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut merupakan potongan dari peristiwa lama, yakni saat Donald Trump berkampanye pada 12 Maret 2016 di Dayton, Ohio, Amerika Serikat.

    Rekaman lengkap peristiwa itu disiarkan secara langsung oleh akun YouTube @NBC6 Miami Tracking Irma yang ditayangkan secara langsung pada 12 Maret 2016. Dalam video siaran penuh tersebut, potongan yang beredar di media sosial terlihat pada durasi sekitar 59:20 sampai dengan 59:35 menit. Pada momen itu, Trump memang tampak menghentikan pidatonya dan terlihat kebingungan, sementara petugas keamanan segera bergerak ke arah podium.

    Baca juga:7 Poin Positif Indonesia dari Pembatalan Tarif Resiprokal Trump

    Namun, dalam rekaman asli tidak terdengar teriakan "Allahu Akbar" seperti yang diklaim dalam video yang beredar. Audio pada siaran langsung menunjukkan suasana riuh khas acara kampanye, tanpa adanya teriakan takbir.

    Baca juga:Dosen UIII: Indonesia Kena "Jebakan Batman" Masuk Board of Peace

    Penelusuran lebih lanjut menemukan video dari sudut pandang berbeda yang diunggah oleh akun YouTube @imaginemedia07 pada 13 Maret 2016 dengan judul Attempted attack on Donald Trump at Dayton Ohio March 12, 2016. Dalam video tersebut terlihat jelas bahwa kepanikan terjadi karena seorang pria dari kerumunan melompati pagar pembatas dan berusaha mendekati panggung.

    Petugas keamanan yang melihat tindakan tersebut langsung bergerak cepat, meringkus pria itu, dan membentuk barikade di sekitar Trump untuk mengantisipasi potensi ancaman. Situasi inilah yang membuat Trump berhenti berbicara dan tampak terkejut, bukan karena teriakan takbir.

    Melalui dua video dokumentasi tersebut, tidak ditemukan adanya teriakan takbir seperti yang diklaim dalam unggahan yang beredar di media sosial. Audio dalam kedua rekaman hanya memperdengarkan kegaduhan umum di lokasi serta respons petugas keamanan terhadap seseorang yang mencoba menerobos pembatas.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa suara teriakan "Allahu Akbar" dalam video yang beredar merupakan hasil penyuntingan (editan) yang ditambahkan pada potongan video asli. Klaim bahwa Trump panik karena mendengar teriakan takbir tidak benar dan tidak berasal dari kejadian sebenarnya.

    Kesimpulan

    Klaim yang menyebut Donald Trump panik dan dievakuasi karena mendengar teriakan "Allahu Akbar" saat berpidato adalah tidak benar dan berpotensi menyesatkan (false and misleading).

    Faktanya, video tersebut merupakan rekaman lama saat kampanye Trump pada 12 Maret 2016 di Dayton, Ohio, ketika seorang pria dari kerumunan mencoba menerobos pembatas menuju panggung sehingga petugas keamanan segera melakukan pengamanan. Tidak ditemukan adanya teriakan takbir dalam rekaman asli dari berbagai sudut dokumentasi. Suara "Allahu Akbar" yang terdengar dalam video yang beredar merupakan hasil penyuntingan yang ditambahkan dan tidak berasal dari kejadian sebenarnya.

    Rujukan