• (GFD-2024-20269) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Video Prabowo Promosikan Produk Seprai

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memperomosikan produk seprai.

    Dalam video, Prabowo mengatakan akan membagikan ribuan seprai karena berhasil menang satu putaran dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. 

    Namun, setelah ditelusuri konten tersebut tidak benar dan merupakan hasil manipulasi. Video dibuat sebagai bentuk promosi dengan membuat lelucon sehingga bisa dikategorikan satire.

    Video yang mengeklaim Prabowo Subianto memperomosikan produk seprai muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Prabowo sedang memberikan keterangan pers. Dalam video Prabowo mengatakan:

    Atas kemenangan atu putaran ini saya akan sedekah ribuan seprai Kasur.Bahannya premium tebal halus dan sudah gratis sarung bantal. Yang mau komen "aku mau seprai"

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarakan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang menampilkan Prabowo sedang memberikan keterangan pers identik dengan yang ada di kanal YouTube Kompas TV ini. 

    Video adalah momen ketika Prabowo memberikan keterangan pers pada 4 Februari 2024 usai debat kelima Pemilihan presiden (Pilpres) 2024 berakhir.

    Dalam video itu, tidak ada klip yang menunjukkan Prabowo mempromosikan seprai. 

    Dalam video aslinya Prabowo mengucapkan terima kasih ke berbagai pihak yang turut menyukseskan berlangsungnya debat Pilpres 2024.

    Menurut Prabowo, adanya debat pilpres merupakan upaya mencari pemikiran dan gagasan yang terbaik untuk Indonesia, meski kadang kala para pasangan calon yang berkompetisi berbeda pendapat. 

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Prabowo Subianto memperomosikan produk seprai tidak benar dan merupakan hasil manipulasi.

    Faktanya, video yang asli memperlihatkan momen ketika Prabowo memberikan keterangan pers usia debat kelima Pilpres 2024 pada 4 Februari 2024.

    Adapun video ini dibuat sebagai materi promosi sebuah produk seprai dengan cara menghadirkan lelucon, sehingga dapat dikategorikan satire.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20270) [KLARIFIKASI] ICC Belum Terbitkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar klaim bahwa Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC) telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut keliru dan perlu diluruskan.

    Narasi soal ICC telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Gallant dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini pada 20 Mei 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Mahkamah Internasional terbitkan surat penangkapan terhadap PM Israel Netanyahu dan Menteri Pertahanan Zionis Yoav Gallant.

    Israel juga telah menerima surat perintah penangkapan oleh ICC atas kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina.

    ICC mengumumkan penerapan perintah penangkapan (Arrest Warrant) terhadap Netanyahu dan Yoav Gallant (Menteri Pertahanan Israel) atas kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan. Segera tangkap dan proses dan hukum mati.

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir Reuters, pada 20 Mei 2024, jaksa ICC Karim Khan mengajukan permohonan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Gallant.

    Tidak hanya pemimpin Israel, Khan juga mengajukan surat perintah penangkapan untuk pemimpin Hamas Yahya Sinwar, panglima tertinggi sayap militer Hamas Mohammed Al-Masri, dan kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh.

    Khan meyakini, kelima orang tersebut bertanggung jawab atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan selama konflik Israel-Palestina sejak Oktober 2023.

    Panel hakim praperadilan akan digelar untuk menentukan apakah bukti-bukti yang ada mendukung penerbitan surat perintah penangkapan.

    Namun, pengadilan tidak memiliki sarana untuk menegakkan surat perintah tersebut.

    Sampai saat ini, hakim ICC belum mengabulkan permohonan surat perintah penangkapan, baik untuk pemimpin Israel maupun Hamas.

    Kesimpulan

    Jaksa ICC, Karim Khan, memang mengajukan permohonan penangkapan lima orang yang diduga melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

    Ia memohon ICC menerbitkan perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant dari Israel, serta Yahya Sinwar, Mohammed Al-Masri, dan Ismail Haniyeh dari Hamas.

    Kendati demikian, sampai saat ini hakim ICC belum mengabulkan permohonan tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20315) [HOAKS] Seniman Suriah Bikin "Patung Liberty" dari Reruntuhan Rumahnya

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah unggahan mengeklaim, seorang seniman di Suriah membuat bangunan menyerupai Patung Liberty di Amerika Serikat.

    Dalam unggahan disebutkan, "Patung Liberty" itu dibuat dari reruntuhan rumahnya yang hancur akibat perang saudara.

    Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Narasi soal seniman Suriah membuat bangunan menyerupai Patung Liberty dari reruntuhan rumahnya dibagikan oleh akun Facebook ini.

    Akun tersebut membagikan gambar bangunan mirip Patung Liberty dan diberi keterangan demikian:

    Seorang seniman Suriah (*) membuat satu bangunan berbentuk patung besar yang menyerupai "The Statue Of Liberty (Patung Lambang Kebebasan)" di perairan pelabuhan New York, Amerika Serikat.

    Dia membangunnya, dengan menggunakan bahan dari reruntuhan rumahnya, yang telah hancur akibat perang di Suriah.

    Dengan slogan:???? “Inilah (janji slogan) Kebebasan yang mereka (Amerika) bawakan untuk kita.” ????

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir The Associated Press, gambar tersebut merupakan montase foto karya seniman Suriah yang tinggal di Berlin, Jerman, bernama Tammam Azzam.

    Gambar tersebut telah diunggah oleh Azzam di Facebook pada 2012 dan diberi keterangan Statue of Liberty (Photomontage).

    Kepada The Associated Press, Azzam mengatakan, gambar itu dibuat menggunakan Photoshop pada 2012.

    Ia menggabungkan beberapa foto bangunan yang hancur di Suriah akibat perang saudara sejak 2011.

    Menurut Azzam, gambar tersebut mewakili kebebasan yang dicari oleh rakyat Suriah.

    “Saya membuat gambar tersebut menggunakan Photoshop dengan memindai dan menyatukan berbagai fragmen foto-foto bangunan yang hancur di Suriah,” kata Azzam. 

    “Mengenai kesalahan representasi, sangat disayangkan bahwa gambar tersebut telah dikaitkan secara keliru dengan narasi tertentu. Itu tidak dibangun dari reruntuhan rumah," ujar Azzam. 

    Kesimpulan

    Narasi soal seniman di Suriah membuat bangunan menyerupai Patung Liberty dari reruntuhan rumahnya merupakan hoaks.

    Gambar bangunan menyerupai Patung Liberty merupakan montase foto karya Tammam Azzam, seniman Suriah yang tinggal di Berlin, Jerman.

    Azzam menggunakan Photoshop untuk menggabungkan beberapa foto bangunan yang hancur di Suriah akibat perang saudara sejak 2011.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20328) [KLARIFIKASI] Pep Guardiola Enggan Bersalaman dengan Alan Smith, Bukan Perwakilan Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video dengan narasi yang menyatakan manajer klub sepak bola Inggris, Manchester City, Josep Guardiola menolak berjabat tangan dengan perwakilan dari Israel.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video tidak benar atau hoaks.

    Video Pep Guardiola menolak bersalaman dengan perwakilan Israel disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan Instagram ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (27/5/2024) dalam terjemahan bahasa Indonesia:

    Manajer Manchester City Pep Guardiola menolak berjabat tangan dengan perwakilan Israel #viral #trending #reels #OMG #fyp

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar tersebut bersumber dari pertandingan sepak bola FA Community Shield pada 6 Agustus 2023.

    Namun, video itu kembali diunggah dengan narasi keliru, tidak lama setelah Manchester City memastikan diri sebagai juara Liga Inggris musim 2023/2024 pada 19 Mei 2024.

    The Citizens memperoleh gelar juara keempatnya secara beruntun setelah mengalahkan West Ham United.

    Adapun dalam pertandingan Community Shield pada awal musim 2023/2024, City gagal menjadi juara.

    Arsenal mengalahkan Manchester City dalam adu penalti dengan skor 4-1, setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit dan 30 menit perpanjangan waktu.

    Pertandingan lengkapnya disiarkan di kanal YouTube The Emirates FA Cup.

    Klip yang menampilkan manajer Manchester City Pep Guardiola diambil dari jam ke-2 menit ke-6.

    Orang dalam video yang ajakan bersalamannya tidak disambut oleh Guardiola itu bukanlah perwakilan Israel, sebagaimana ramai disampaikan dalam berbagai unggahan.

    Pria itu adalah mantan manajer klub sepak bola Inggris Crystal Palace, Alan Smith.

    Berdasarkan laporan Reuters, Alan Smith menyatakan bahwa dirinya bukan dan belum pernah menjadi perwakilan Israel.

    Smith menghadiri pertandingan yang berlangsung di Stadion Wembley London itu sebagai tamu FA.

    Sejauh ini tidak ada tanggapan atau penjelasan dari Guardiola atas kejadian tersebut.

    Dikutip dari Sport Bible, tampaknya Guardiola mengabaikan Smith, karena alasan yang tidak diketahui.

    Kesimpulan

    Narasi dalam video yang menyatakan manajer Manchester City, Pep Guardiola menolak bersalaman dengan perwakilan Israel merupakan informasi keliru.

    Klip yang beredar merupakan momen ketika Pep Guardiola mengabaikan mantan manajer Crystal Palace, Alan Smith usai pertandingan sepak bola FA Community Shield pada 6 Agustus 2023.

    Alan Smith menyatakan bahwa dia bukan dan belum pernah menjadi perwakilan dari Israel.

    Rujukan