(GFD-2024-20613) [HOAKS] Undian Festival Idul Adha 2024 dari BRI
Sumber:Tanggal publish: 19/06/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar tawaran undian berhadiah dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam rangka Idul Adha 2024.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tawaran tersebut hoaks.
Sejumlah akun palsu mengatasnamakan BRI menawarkan undian berhadiah dalam rangka Idul Adha 2024.
Akun-akun tersebut memakai nama, seperti Bri Festival, BRI POIN FSTVL, promo BR1 festival, dan Daftar Festival Idul Adha 2024.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun, pada Selasa (18/6/2024):
Hai Sobat BRI, Khusus pengguna aplikasi Brimo Selamat kamu telah beruntung Jangan lewatkan kesempatan memenangkan Hadiah Utama & Berbagai hadiah menarik lainnya berikut ini:Grand Prize :• 5 Unit Mobil BMWHadiah Lainnya :• 1 Unit Honda HR-V• 5 Paket Umroh Gratis• 7 Mobil Toyota Kijang Innova Reborn• 10 Motor Yamaha NMAX• 20 Emas 10gram• 20 iPhone 15Pro Max• 5 Tiket wisata ke Jepang• 8 Paket Uang tunai 15 JutaDan Masi banyak hadiah Menarik lain nya.!!!!! Buruan daftar dengan cara klik menu DAFTAR yang ada di bawah!!!!
Kemudian, masing-masing akun menyertakan poster dengan teks berikut:
BRI FESTIVAL IDUL ADHA 2024
Poster juga menyertakan logo BRI dan logo Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Hasil Cek Fakta
Akun-akun Facebook yang menawarkan undian berhadiah dalam rangka Idul Adha 2024 bukanlah akun resmi BRI.
Akun resmi BRI memiliki centang biru yang menandakan akun telah terverifikasi.
Dikutip dari laman resminya, BRI mengidentifikasi modus semacam ini sebagai social engineering atau rekayasa sosial.
Rekayasa sosial dilakukan untuk memperoleh informasi rahasia atau penting dengan cara menipu atau memanipulasi korban melalui telepon, internet, media sosial, bahkan saat bertemu langsung.
BRI mengimbau agar tidak memberikan PIN, nama pengguna, password, OTP, CVV atau CVC, dan M-Token ke pihak manapun, termasuk petugas BRI.
"Selalu waspada terhadap setiap email, WhatsApp, telepon, alamat web/tautan, dan akun yang mengatasnamakan BRI," seperti dikutip dari situs web BRI.
Sebelumnya, Kompas.com juga menemukan tawaran undian berhadiah mengatasnamakan BRI. Sanggahannya dapat dibaca di sini dan di sini.
Akun resmi BRI memiliki centang biru yang menandakan akun telah terverifikasi.
Dikutip dari laman resminya, BRI mengidentifikasi modus semacam ini sebagai social engineering atau rekayasa sosial.
Rekayasa sosial dilakukan untuk memperoleh informasi rahasia atau penting dengan cara menipu atau memanipulasi korban melalui telepon, internet, media sosial, bahkan saat bertemu langsung.
BRI mengimbau agar tidak memberikan PIN, nama pengguna, password, OTP, CVV atau CVC, dan M-Token ke pihak manapun, termasuk petugas BRI.
"Selalu waspada terhadap setiap email, WhatsApp, telepon, alamat web/tautan, dan akun yang mengatasnamakan BRI," seperti dikutip dari situs web BRI.
Sebelumnya, Kompas.com juga menemukan tawaran undian berhadiah mengatasnamakan BRI. Sanggahannya dapat dibaca di sini dan di sini.
Kesimpulan
Undian berhadiah dalam rangka festival Idul Adha 2024 dari BRI merupakan hoaks. Akun-akun Facebook yang menawarkan undian itu bukan akun resmi.
BRI mengimbau agar waspada dengan akun-akun yang mengatasnamakan bank BUMN tersebut.
BRI mengimbau agar waspada dengan akun-akun yang mengatasnamakan bank BUMN tersebut.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02uBUiYrBi2t9jgxV396x2vSnzXa9qXBvxbyYun7KFeNnhkqN9UqHBoW2L4uf9yMGjl&id=61560751543677
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0hPc6txwA1k97iNCTuEr8LMCPRV3u2iVj5Xwyqe1PHkgwssxXqaXEiAmUvjRhESGLl&id=61561267226289
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid08M5VVajKtzDmwvxov6Wo4rhw6xo7aUQ9V2psPhtVujSVGVcpn1YDnTkt3UmBwx7kl&id=61561039414046
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02b7ptjtep2Ja82BBaLzLUQDXqSmHsLnZ22cqX6mvJBE1ayioMzgqDMMkuRinfMZYNl&id=61561083841366
- https://www.facebook.com/BRIofficialpage/
- https://www.bri.co.id/en/waspada-modus-detail?title=waspada-modus-social-engineering
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/03/07/161600082/-hoaks-link-hadiah-undian-bri-2022
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/10/03/125700965/hoaks-hadiah-3000-dollar-as-dari-bri?page=all
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20634) [HOAKS] Warga Palestina Menyiksa Keledai yang Dicat Bendera Israel
Sumber:Tanggal publish: 19/06/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi mengenai warga Palestina mengecat seekor keledai dengan gambar bendera Israel dan menyiksa hewan tersebut.
Narasi itu disertai kolase gambar yang terdiri dari dua foto.
Foto pertama menunjukkan seekor keledai putih dengan tubuh dicat bendera Israel. Sementara, foto kedua memperlihatkan seekor keledai putih terbakar.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks dan kedua gambar itu dibagikan dengan konteks keliru.
Narasi soal warga Palestina mengecat seekor keledai dengan gambar bendera Israel dan menyiksa hewan tersebut dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Konten tersebut dibagikan pada Juni 2024 dengan narasi sebagai berikut:
A donkey was painted with Israeli flag and tortured, another donkey with Israeli flag was burned by Palestinians. This poor animals!
(Seekor keledai dicat dengan bendera Israel dan disiksa, keledai lain dengan bendera Israel dibakar oleh warga Palestina. Kasihan sekali hewan-hewan ini!)
Narasi itu disertai kolase gambar yang terdiri dari dua foto.
Foto pertama menunjukkan seekor keledai putih dengan tubuh dicat bendera Israel. Sementara, foto kedua memperlihatkan seekor keledai putih terbakar.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks dan kedua gambar itu dibagikan dengan konteks keliru.
Narasi soal warga Palestina mengecat seekor keledai dengan gambar bendera Israel dan menyiksa hewan tersebut dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Konten tersebut dibagikan pada Juni 2024 dengan narasi sebagai berikut:
A donkey was painted with Israeli flag and tortured, another donkey with Israeli flag was burned by Palestinians. This poor animals!
(Seekor keledai dicat dengan bendera Israel dan disiksa, keledai lain dengan bendera Israel dibakar oleh warga Palestina. Kasihan sekali hewan-hewan ini!)
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri kedua foto itu menggunakan Google Lens. Foto seekor keledai dicat bendera Israel terdapat di situs Getty Images dan diunggah pada 26 September 2011.
Foto itu disertai takarir (caption) sebagai berikut:
Warga Palestina memamerkan seekor keledai yang dicat dengan bendera Israel dalam sebuah demonstrasi mendukung upaya Palestina di PBB untuk mendapatkan pengakuan sebagai negara pada tanggal 23 September 2011 di desa Kfar Kadum, Tepi Barat.
Warga Palestina di seluruh Tepi Barat bersiap untuk merayakan pengajuan resmi upaya mereka untuk menjadi negara anggota PBB, meskipun ada tentangan dari Washington dan Israel. AFP PHOTO/JAAFAR ASHTIYEH.
Selanjutnya, Kompas.com menemukan foto seekor keledai putih dengan tubuh dilalap api di situs Getty Images dan diunggah pada 26 April 2016.
Foto itu disertai takarir sebagai berikut:
Warga Palestina membakar keledai, yang sebelumnya terbunuh oleh serangan udara Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, pada tanggal 6 Agustus 2014, sementara delegasi Israel dan Palestina bersiap-siap untuk melakukan perundingan penting di Kairo untuk mencoba memperpanjang gencatan senjata selama 72 jam.
Gencatan senjata, yang mulai berlaku pada 5 Agustus, telah memberikan kelegaan bagi kedua belah pihak setelah satu bulan pertempuran yang menewaskan 1.875 warga Palestina dan 67 orang di pihak Israel. (Foto oleh Abed Rahim Khatib/NurPhoto).
Berdasarkan deskripsi tersebut, kedua foto memiliki konteks peristiwa dan waktu pengambilan gambar yang berbeda.
Foto itu disertai takarir (caption) sebagai berikut:
Warga Palestina memamerkan seekor keledai yang dicat dengan bendera Israel dalam sebuah demonstrasi mendukung upaya Palestina di PBB untuk mendapatkan pengakuan sebagai negara pada tanggal 23 September 2011 di desa Kfar Kadum, Tepi Barat.
Warga Palestina di seluruh Tepi Barat bersiap untuk merayakan pengajuan resmi upaya mereka untuk menjadi negara anggota PBB, meskipun ada tentangan dari Washington dan Israel. AFP PHOTO/JAAFAR ASHTIYEH.
Selanjutnya, Kompas.com menemukan foto seekor keledai putih dengan tubuh dilalap api di situs Getty Images dan diunggah pada 26 April 2016.
Foto itu disertai takarir sebagai berikut:
Warga Palestina membakar keledai, yang sebelumnya terbunuh oleh serangan udara Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, pada tanggal 6 Agustus 2014, sementara delegasi Israel dan Palestina bersiap-siap untuk melakukan perundingan penting di Kairo untuk mencoba memperpanjang gencatan senjata selama 72 jam.
Gencatan senjata, yang mulai berlaku pada 5 Agustus, telah memberikan kelegaan bagi kedua belah pihak setelah satu bulan pertempuran yang menewaskan 1.875 warga Palestina dan 67 orang di pihak Israel. (Foto oleh Abed Rahim Khatib/NurPhoto).
Berdasarkan deskripsi tersebut, kedua foto memiliki konteks peristiwa dan waktu pengambilan gambar yang berbeda.
Kesimpulan
Narasi soal warga Palestina mengecat seekor keledai dengan gambar bendera Israel dan menyiksa hewan tersebut adalah hoaks.
Dua foto dalam kolase memiliki konteks peristiwa dan waktu pengambilan gambar yang berbeda.
Dua foto dalam kolase memiliki konteks peristiwa dan waktu pengambilan gambar yang berbeda.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=2164147280608983&set=gm.856866749736765&idorvanity=201737978582982
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=7995304533823071&set=a.186323598054576
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=799058248984652&set=a.595037266053419
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=10234076780123030&set=a.10211643282059599
- https://www.gettyimages.co.uk/detail/news-photo/palestinians-display-a-donkey-painted-as-an-israeli-flag-news-photo/126633519
- https://www.gettyimages.in/detail/news-photo/palestinians-burn-the-donkey-who-was-killed-earlier-by-an-news-photo/525372030
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20635) [KLARIFIKASI] Rumah Lansia Palestina Dirampas Warga Israel, tetapi Asal Perampas Tidak Diketahui
Sumber:Tanggal publish: 19/06/2024
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar foto dengan narasi yang menyebut pasangan lanjut usia (lansia) asal Palestina melihat rumah lamanya kini ditempati oleh pasangan warga Israel.
Narasi yang disertakan menyatakan bahwa pasangan warga Israel itu merupakan pendatang dari Brooklyn, New York, Amerika Serikat.
Namun setelah ditelusuri narasi tersebut perlu diluruskan. Sebab, tidak ada bukti valid yang menunjukkan penghuni rumah tersebut merupakan pendatang dari Brooklyn.
Foto dengan dengan narasi pasangan lansia Palestina melihat rumah lamanya yang kini ditempati oleh pasangan dari Brooklyn dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.
Akun tersebut membagikan foto dengan keterangan sebagai berikut:
Pasangan lansia Palestina melihat rumah yang pernah mereka tinggali, kini ditempati oleh pasangan dari Brooklyn
Narasi yang disertakan menyatakan bahwa pasangan warga Israel itu merupakan pendatang dari Brooklyn, New York, Amerika Serikat.
Namun setelah ditelusuri narasi tersebut perlu diluruskan. Sebab, tidak ada bukti valid yang menunjukkan penghuni rumah tersebut merupakan pendatang dari Brooklyn.
Foto dengan dengan narasi pasangan lansia Palestina melihat rumah lamanya yang kini ditempati oleh pasangan dari Brooklyn dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.
Akun tersebut membagikan foto dengan keterangan sebagai berikut:
Pasangan lansia Palestina melihat rumah yang pernah mereka tinggali, kini ditempati oleh pasangan dari Brooklyn
Hasil Cek Fakta
Dilansir Snopes, gambar tersebut telah beredar pada 2021. Foto itu merupakan tangkapan layar video pemberitaan media Al Jazeera dalam Bahasa Arab.
Video kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris pada Mei 2020 oleh Rima Najjar Merriman, pensiunan profesor sastra Inggris di Universitas Al-Quds.
Dalam video, reporter Al Jazeera yang bernama Najwan Simri menemani pasangan lansia asal Palestina, Abu dan Hajjeh Im Samir mengunjungi lokasi rumah lama mereka di desa bernama Ijzim yang berada di sebelah selatan Haifa.
Rumah tersebut dirampas oleh orang Yahudi saat perang Arab-Israel pada 1948.
Namun, dalam laporan Al Jazeera tidak dijelaskan terkait identitas orang yang kini menempati rumah tersebut. Tidak terdapat pula penjelasan bahwa bahwa penghuni rumah berasal Brooklyn.
Dikutip dari, Al Jazeera pada 1948 Israel mengusir sedikitnya 750.000 warga Palestina dari rumah dan kampung halaman mereka. Saat itu, Israel merebut sekitar 78 persen wilayah Palestina yang bersejarah.
Pengusiran tersebut disebut oleh warga Palestina sebagai Hari Nakba atau malapetaka. Nakba diperingati setiap tanggal 15 Mei dengan demonstrasi.
Video kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris pada Mei 2020 oleh Rima Najjar Merriman, pensiunan profesor sastra Inggris di Universitas Al-Quds.
Dalam video, reporter Al Jazeera yang bernama Najwan Simri menemani pasangan lansia asal Palestina, Abu dan Hajjeh Im Samir mengunjungi lokasi rumah lama mereka di desa bernama Ijzim yang berada di sebelah selatan Haifa.
Rumah tersebut dirampas oleh orang Yahudi saat perang Arab-Israel pada 1948.
Namun, dalam laporan Al Jazeera tidak dijelaskan terkait identitas orang yang kini menempati rumah tersebut. Tidak terdapat pula penjelasan bahwa bahwa penghuni rumah berasal Brooklyn.
Dikutip dari, Al Jazeera pada 1948 Israel mengusir sedikitnya 750.000 warga Palestina dari rumah dan kampung halaman mereka. Saat itu, Israel merebut sekitar 78 persen wilayah Palestina yang bersejarah.
Pengusiran tersebut disebut oleh warga Palestina sebagai Hari Nakba atau malapetaka. Nakba diperingati setiap tanggal 15 Mei dengan demonstrasi.
Kesimpulan
Foto dengan narasi pasangan lansia Palestina melihat rumah lamanya yang kini ditempati oleh pasangan dari Brooklyn, New York perlu diluruskan.
Foto tersebut berasal dari tangkapan layar video yang diproduksi Al Jazeera, dan memberitakan pasangan lansia Palestina mengunjungi rumah lamanya yang dirampas pada 1948.
Namun, dalam pemberitaan Al Jazeera tidak dijelaskan terkait identitas orang yang kini menempati rumah tersebut. Tidak ada pula penjelasan bahwa mereka berasal dari Brooklyn.
Foto tersebut berasal dari tangkapan layar video yang diproduksi Al Jazeera, dan memberitakan pasangan lansia Palestina mengunjungi rumah lamanya yang dirampas pada 1948.
Namun, dalam pemberitaan Al Jazeera tidak dijelaskan terkait identitas orang yang kini menempati rumah tersebut. Tidak ada pula penjelasan bahwa mereka berasal dari Brooklyn.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1422542522474993
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=7968370943218411&id=100001367527912&mibextid=oFDknk&rdid=niMFFrzSv3SxW0fe
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=859254569355000&id=100058113937198&mibextid=oFDknk&rdid=lSNVW3jVEyvWjGPu
- https://www.snopes.com/fact-check/palestinians-lose-home-israelies/
- https://www.youtube.com/watch?v=Sl-Kvvk1oyY
- https://www.aljazeera.com/news/2022/5/15/nakba-mapping-palestinian-villages-destroyed-by-israel-in-1948
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20646) [KLARIFIKASI] Video Teatrikal Seniman Polandia Kritik Israel, Bukan Mengolok-olok Korban
Sumber:Tanggal publish: 19/06/2024
Berita
KOMPAS.com - Video pementasan teatrikal seniman Polandia yang mengkritik serangan Israel dibagikan dengan narasi keliru.
Menurut narasi di media sosial, video itu berisi olok-olok oleh tentara Israel yang memeragakan serangan ke tenda pengungsi di Rafah, Palestina.
Tentara itu diklaim mengejek para korban di Rafah. Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu perlu diluruskan.
Narasi tentara Israel mengejek korban serangan di Rafah dibagikan oleh akun Facebook ini pada Minggu (16/6/2024).
Berikut narasi yang dibagikan (diterjemahkan ke bahasa Indonesia):
"Tentara" penjajah Israel sekali lagi mengolok-olok para korban di Rafah.
Mereka punya waktu untuk menghibur diri dengan memeragakan pembantaian dan pembakaran orang-orang tak berdosa hidup-hidup di dalam tenda!!!
JELASKAN KEPADA SAYADI MANA "MORALITAS" DI SINI
Dalam video itu, seorang pria berseragam militer memainkan replika pesawat terbang di atas tenda putih dengan siluet seorang anak. Kemudian, pria tersebut menyulut api dan membuat tenda putih itu terbakar.
Terdapat watermark logo Instagram dan handle akun @igor_dobrowolski yang disematkan pada video berdurasi 18 detik tersebut.
Menurut narasi di media sosial, video itu berisi olok-olok oleh tentara Israel yang memeragakan serangan ke tenda pengungsi di Rafah, Palestina.
Tentara itu diklaim mengejek para korban di Rafah. Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu perlu diluruskan.
Narasi tentara Israel mengejek korban serangan di Rafah dibagikan oleh akun Facebook ini pada Minggu (16/6/2024).
Berikut narasi yang dibagikan (diterjemahkan ke bahasa Indonesia):
"Tentara" penjajah Israel sekali lagi mengolok-olok para korban di Rafah.
Mereka punya waktu untuk menghibur diri dengan memeragakan pembantaian dan pembakaran orang-orang tak berdosa hidup-hidup di dalam tenda!!!
JELASKAN KEPADA SAYADI MANA "MORALITAS" DI SINI
Dalam video itu, seorang pria berseragam militer memainkan replika pesawat terbang di atas tenda putih dengan siluet seorang anak. Kemudian, pria tersebut menyulut api dan membuat tenda putih itu terbakar.
Terdapat watermark logo Instagram dan handle akun @igor_dobrowolski yang disematkan pada video berdurasi 18 detik tersebut.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan video asli di akun Instagram sang seniman, Igor Dobrowolski, yang diunggah pada 12 Juni 2024.
Pementasan teatrikal itu merupakan bentuk protes Dobrowolski terhadap serangan Israel ke kamp-kamp pengungsi di Rafah.
Penampilan itu ia beri judul "Most moral army in the world", yang merupakan sindiran terhadap kekejaman pasukan Israel.
Dilansir Kompas.com, dunia internasional mengecam serangan Israel ke kamp pengungsi di Rafah pada 26 Mei 2024 yang menewaskan 45 orang.
Dua hari kemudian, Israel menembaki kamp pengungsi Al Mawasi di sebelah barat Rafah dan menewaskan sedikitnya 21 orang.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, tewasnya warga sipil adalah "kecelakaan tragis", tetapi ia tidak berniat menghentikan serangan.
Netanyahu mengatakan, Israel mengambil setiap tindakan pencegahan yang mungkin dilakukan untuk melindungi warga sipil.
Ia bersikeras bahwa pasukan Israel telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk tidak melukai orang-orang yang tidak terlibat dalam konflik.
Pementasan teatrikal itu merupakan bentuk protes Dobrowolski terhadap serangan Israel ke kamp-kamp pengungsi di Rafah.
Penampilan itu ia beri judul "Most moral army in the world", yang merupakan sindiran terhadap kekejaman pasukan Israel.
Dilansir Kompas.com, dunia internasional mengecam serangan Israel ke kamp pengungsi di Rafah pada 26 Mei 2024 yang menewaskan 45 orang.
Dua hari kemudian, Israel menembaki kamp pengungsi Al Mawasi di sebelah barat Rafah dan menewaskan sedikitnya 21 orang.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, tewasnya warga sipil adalah "kecelakaan tragis", tetapi ia tidak berniat menghentikan serangan.
Netanyahu mengatakan, Israel mengambil setiap tindakan pencegahan yang mungkin dilakukan untuk melindungi warga sipil.
Ia bersikeras bahwa pasukan Israel telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk tidak melukai orang-orang yang tidak terlibat dalam konflik.
Kesimpulan
Video pementasan teatrikal seniman Polandia dinarasikan secara keliru. Aksi tersebut bukan dilakukan oleh tentara Israel yang mencemooh korban serangan di Rafah.
Seniman Polandia bernama Igor Dobrowolski itu mementaskan sandiwara untuk memprotes serangan Israel ke kamp pengungsi warga Palestina di Rafah.
Seniman Polandia bernama Igor Dobrowolski itu mementaskan sandiwara untuk memprotes serangan Israel ke kamp pengungsi warga Palestina di Rafah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/radler55/posts/pfbid0UwWTnvdKds1zKJSJRxR6FzgQdhFMonABvwt8WRR8kQk8EvYBTP5mPqWtaxMzMVnal
- https://www.instagram.com/p/C8FyxW_Mx0V/?hl=en
- https://www.instagram.com/reel/C8FyxW_Mx0V/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/05/30/111000282/fakta-serangan-israel-ke-rafah-kamp-pengungsi-jadi-sasaran?page=all
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 3405/7963





