• (GFD-2024-20632) Cek Fakta: Tidak Benar Kisah Dokter Sebi Menghilang Misterius Usai Promosikan Obat Alternatif

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/06/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Kisah tentang seorang dokter bernama Sebi menghilang secara misterius usai mempromosikan sejumlah obat alternatif untuk berbagai penyakit beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 3 Juni 2024.
    Akun Facebook tersebut mengunggah video berisi kisah dokter Sebi yang memiliki sejumlah obat alternatif untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
    "Dokter terkenal bernama sebi menghilang secara misterius selepas memberitahukan 5 rahasia kesehatan ini," demikian narasi dalam video tersebut.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 5.400 kali dibagikan dan mendapat 194 komentar dari warganet.
    Benarkah kisah tentang dokter Sebi menghilang secara misterius usai mempromosikan sejumlah obat alternatif untuk berbagai penyakit? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kisah tentang dokter Sebi menghilang secara misterius usai mempromosikan sejumlah obat alternatif untuk berbagai penyakit.
    Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "dr sebi killed" di kolom pencarian Google Search. Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut.
    Satu di antaranya artikel berjudul "Dr. Sebi was killed “for revealing the truth” about the health benefits of burdock plants" yang dimuat situs politifact.com pada 19 Mei 2023.
    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa Sebi bukan seorang dokter atau ahli kesehatan. Dia juga tidak punya gelar di bidang kedokteran. Sebi punya nama asli Alfredo Darrington Bowman dan berasal dari Honduras, Amerika Tengah.
    Ia kerap memberikan pengobatan kontroversial. Misalnya, ia mengklaim mengonsumsi sejumlah dedaunan bisa menyembuhkan penyakit. Ia kemudian dikabarkan menghilang secara misterius bahkan ada tudingan ia dibunuh.
    Dokter Sebi alias Bowman ternyata tidak menghilang secara misterius atau terbunuh. Dia meninggal pada tahun 2016 setelah tertular pneumonia saat berada di penjara di Honduras.
    Dia pernah ditangkap pada tahun 1987 dan didakwa melakukan praktik kedokteran tanpa izin di New York dan mengiklankan bahwa pengobatannya dapat menyembuhkan AIDS dan leukemia. Sejumlah selebriti termasuk rapper Lisa "Left Eye" Lopes, John Travolta, dan Michael Jackson sempat meminta nasihat dan pengobatan kesehatannya.
    Bowman juga digugat pada tahun 1993, ketika pengadilan memerintahkan dia untuk menghentikan klaim bahwa dia dapat menyembuhkan penyakit. Pada Mei 2016, ia ditangkap di Bandara Internasional Juan Manuel Gálvez, Honduras. Ketika itu ia membawa uang 37 ribu USD. Dari laporan The Telegraph, Bowman didakwa melakukan pencucian uang.
     

    Kesimpulan


    Kisah tentang dokter Sebi menghilang secara misterius usai mempromosikan sejumlah obat alternatif untuk berbagai penyakit ternyata tidak benar.
    Faktanya, dokter Sebi atau Alfredo Darrington Bowman meninggal dunia setelah mengidap pneumonia saat berada di penjara di Honduras pada 2016 lalu.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20633) Cek Fakta: Hoaks Video yang Diklaim Hasto Kristiyanto Dipenjara Akibat Melawan Perintah Jokowi

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/06/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dipenjara karena melawan perintah Presiden Jokowi beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu kanal YouTube pada 7 Juni 2024.
    Video berdurasi 10 menit 2 detik itu menampilkan thumbnail foto Jokowi yang sedang menunjuk sesuatu. Kemudian ada foto Hasto Kristiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam video itu terdapat narasi sebagai berikut.
    "KABAR MENGGEMPARKAN
    HASTO DISERET KE PENJARA
    AKIBAT MELAWAN PERINTAH JOKOWI"
    Video berjudul "MENGERIK4N‼️AKIBAT MELAWAN JOKOWI, HASTO DISERET KE PENJARA" yang disebarkan kanal YouTube tersebut telah 1.392 kali ditonton dan mendapat sejumlah respons dari warganet.
    Benarkah dalam video itu Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dipenjara akibat melawan perintah Jokowi? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dipenjara akibat melawan perintah Jokowi. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "hasto kristiyanto dipenjara jokowi" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya tidak ditemukan informasi valid dari media arus utama yang memuat kabar tersebut. Penelusuran juga dilakukan melihat keseluruhan dari video tersebut.
    Video itu memuat potongan klip dari tayangan pemberitaan Hasto Kristiyanto yang diperiksa di Polda Metro Jaya pada 4 Juni 2024 lalu. Klip tersebut identik dengan video berjudul "BREAKING NEWS - Sekjen PDIP Hasto Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Bahas Dugaan Kecurangan Pemilu" yang dimuat kanal YouTube KOMPASTV pada 4 Juni 2024.
    Berikut gambar tangkapan layarnya.
    Dalam video itu juga terdapat narator yang membacakan artikel berjudul "Hasto Curiga Ada “Orderan” di Balik Pemanggilannya ke Polda Metro Jaya" yang dimuat kompas.com pada 3 Juni 2024.
    Selain itu, narator dalam video juga membacakan artikel berjudul "Dipanggil Ke Polda Metro Jaya karena Bicara di Media, Hasto PDI-P: Besok Saya Hadir" yang dimuat kompas.com pada 4 Juni 2024. Sementara gambar thumbnail dalam video video tersebut diduga merupakan hasil rekayasa digital.
     

    Kesimpulan


    Video yang diklaim Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dipenjara akibat melawan perintah Jokowi ternyata tidak benar. Faktanya, tidak ada informasi valid yang mendukung klaim tersebut. Video tersebut hanya menampilkan tayangan peristiwa ketika Hasto Kristiyanto diperiksa di Polda Metro Jaya.
     

    Rujukan

  • (GFD-2024-20636) Hoaks! MPR gelar Sidang Istimewa turunkan Jokowi dari jabatan pada pertengahan Juni

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/06/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube berdurasi 11 menit menarasikan MPR menggelar Sidang Istimewa untuk melengserkan Jokowi dari jabatannya sebagai Presiden RI pada 13 Juni 2024.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “MENGGEMPARKAN TEPAT MALAM JUMAT J0K0WI LENGSER GARA2 KELAKUAN FATAL INI”

    Namun, benarkah MPR gelar sidang Istimewa turunkan Jokowi dari jabatan Presiden?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, dalam isi video tidak dijelaskan MPR menggelar sidang Istimewa untuk melengserkan Jokowi, melainkan opini tokoh-tokoh terkait izin tambang yang diperbolehkan dikelola oleh ormas keagamaan.

    Sebelumnya, dilansir dari ANTARA, Presiden Joko Widodo mengatakan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk organisasi kemasyarakatan (ormas) memiliki persyaratan yang ketat dan diberikan kepada badan usaha atau koperasi yang dimiliki ormas.

    Presiden kembali menegaskan bahwa IUPK diberikan kepada badan usaha yang dimiliki ormas, baik berupa koperasi maupun perseroan terbatas (PT). Presiden membantah bahwa IUPK diberikan kepada lembaga atau organisasi kemasyarakatan itu sendiri, melainkan lembaga usahanya.

    Pemerintah juga mengeluarkan peraturan turunan berupa peraturan presiden yang mengatur ketentuan lebih lanjut mengenai penawaran WIUPK secara prioritas kepada badan usaha milik organisasi kemasyarakatan keagamaan.

    Untuk diketahui, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 membuka peluang bagi badan usaha milik organisasi masyarakat (ormas) keagamaan mengelola usaha pertambangan batu bara selama periode 2024–2029.

    Selain itu, dilansir dari laman resmi Presiden RI, Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 13 Juni 2024 untuk membahas kesiapan penyelengaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatra Utara (Sumut) dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Tahun 2024.

    Klaim: MPR gelar sidang Istimewa turunkan Jokowi dari jabatan Presiden

    Rating: Hoaks

    Baca juga: PBNU: Izin tambang untuk ormas merupakan upaya berani Presiden Jokowi

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-20647) [KLARIFIKASI] YouTube Tidak Putar Ulang Iklan jika Pengguna Alihkan Pandangan

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/06/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar gambar yang menarasikan soal fitur baru platform berbagi video, YouTube.

    Menurut gambar tersebut, Youtube memiliki fitur yang akan memutar ulang sebuah iklan jika pengguna mengalihkan pandangan dari layar.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu merupakan satire.

    Informasi mengenai fitur baru YouTube yang akan memutar ulang iklan jika pengguna mengalihkan pandangan disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut memuat gambar tangkapan layar ponsel yang memutar sebuah video YouTube dan terdapat pemberitahuan sebagai berikut:

    Please maintain eye contact for the duration of the ad. Since you looked away, you'll need to rewatch from the beginning. Restart ad.

    (Harap pertahankan kontak mata selama iklan berlangsung. Karena Anda memalingkan muka, maka Anda harus menonton ulang dari awal. Mulai ulang iklan.

    akun Facebook Tangkapan layar konten satire di sebuah akun Facebook, Rabu (19/6/2024), soal fitur baru YouTube yang akan memutar ulang iklan jika pengguna mengalihkan pandangan.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan informasi di laman support Google, perusahaan yang menaungi YouTube, platform tersebut tidak memiliki fitur pemutar ulang iklan.

    Fitur pemutar iklan di YouTube belum memiliki kemampuan untuk mengetahui apakah penonton memperhatikan layar atau tidak.

    YouTube memiliki empat template iklan, salah satunya adalah non-skippable ads atau iklan yang tidak dapat dilewatkan.

    Pengguna tidak dapat melewatkan iklan yang diputar sekitar 6-15 detik. Namun, iklan tidak akan diulang meski pengguna tidak memperhatikannya.

    Dilansir Snopes, gambar tangkapan layar ponsel itu pertama kali diunggah oleh seorang desainer produk bernama Soren Iverson melalui akun X-nya pada Kamis (14/6/2024).

    Dikutip dari Business Insider, Iverson merupakan desainer produk yang berbasis di Los Angeles, Cash App.

    Sebagai promosi desain produknya, Iverson menciptakan desain satire dari aplikasi-aplikasi populer.

    "Saya seorang desainer produk yang menciptakan versi absurd dari aplikasi yang kita gunakan setiap hari," tulis Iverson, dalam situs webnya.

    Sebelumnya, Kompas.com juga menelusuri desain Iverson lainnya mengenai batas usia pengguna platform pemutar musik, Spotify.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai fitur baru YouTube yang akan memutar ulang iklan jika pengguna mengalihkan pandangan merupakan konten satire.

    Gambar tangkapan layar ponsel yang memuat narasi itu dibuat oleh seorang desainer produk bernama Soren Iverson.

    Rujukan