• (GFD-2024-20731) [HOAKS] Surat Pengumuman Perubahan Tarif Transfer Antarbank dari BSI

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/06/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar surat pengumuman perubahan tarif transfer antarbank dan layanan BI Fast mengatasnamakan Bank Syariah Indonesia (BSI).

    Dalam surat disebutkan, BSI mengubah tarif tranfer antarbank (Rp 6.500/transaksi) dan BI Fast (Rp 2.500/transaksi) menjadi Rp 150.000 per bulan tanpa batasan transaksi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, surat tersebut hoaks.

    Surat pengumuman perubahan tarif transfer antarbank dan BI Fast mengatasnamakan BSI dibagikan oleh akun X (Twitter) ini pada 20 Juni 2024.

    Berikut isi surat tersebut:

    Sehubungan Dengan Adanya Peningkatan Kualitas Layanan Transaksi Transfer Antar Bank di tahun 2024, Mulai Hari ini Malam Pukul 00.00 WIB, Bank Syariah Indonesia Melakukan Perubahan Skema Tarif Transaksi dari Rp 6.500/transaksi dan BI FAST Rp 2.500 Akan Diubah Menjadi Rp 150.000/Bulanan (UNLIMITED).

    Sejumlah pengguna Facebook, misalnya ini, ini, dan ini, melaporkan bahwa mereka menerima surat tersebut di WhatsApp dan diminta mengeklik tautan yang disertakan.

    Hasil Cek Fakta

    Senior Vice President (SVP) Customer Care Group BSI, Dwi Hesti Mulyaningrum, membantah soal perubahan tarif transfer antarbank maupun BI Fast.

    "Sehubungan beredarnya informasi palsu mengenai adanya perubahan tarif transaksi transfer antarbank yang mengatasnamakan BSI, kami mengimbau kepada seluruh nasabah untuk berhati-hati terhadap informasi yang tidak benar," kata Dwi, seperti diberitakan Kompas.com, 24 Juni 2024.

    Dwi menyebutkan, biaya transfer antarbank dan BI Fast di BSI masih tetap sama, yaitu:

    Ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan BSI.

    Dwi meminta nasabah agar tidak memberikan nomor PIN, password maupun one-time password atau OTP kepada siapa pun, termasuk pegawai BSI.

    "Jaga selalu kerahasiaan data perbankan Anda," tutur dia.

    Kesimpulan

    Surat pengumuman perubahan tarif transfer antarbank mengatasnamakan BSI adalah hoaks.

    SVP Customer Care Group BSI, Dwi Hesti Mulyaningrum memastikan, tidak ada perubahan tarif transfer antarbank ataupun BI Fast.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20792) [SALAH] “LASKAR DIPONEGORO JATENG DAN DIY MENUJU CIREBON CIANJUR BEBASKAN PEGI KULI BANGUNAN”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 24/06/2024

    Berita

    NARASI: “LASKAR DIPONEGORO
    ROMBONGAN JATENG DAN DIY
    MENUJU CIREBON CIANJUR
    BERSATULAH UNTUK KEADILAN
    semoga daerah yang lain menyusul
    TANGKAP PEGI ASLI
    BEBASKAN PEGI KULI BANGUNAN”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video yang berisi narasi/klaim yang memelintir konteks menunggangi kasus Vina Cirebon yang saat ini masih berlangsung yang menyebabkan kesimpulan yang MENYESATKAN. FAKTA: TIDAK berkaitan dengan Pegi, video yang dibagikan sudah beredar sebelumnya pada tahun 2018 lalu, berkaitan dengan acara deklarasi GPK (Gerakan Pemuda Ka’bah) Khittah di Kulon Progo, Yogyakarta.

    Sumber video dengan konteks informasi yang BENAR, Onee Ganteng di YouTube pada 20 Des 2018: “19-12- 2018, GPK Khittah Kota Jogja road to Kulon Progo”

    Hasil pencarian di YouTube, kata kunci: “gpk khittah road to kulon progo 2018”

    @oni_agung di X/Twitter pada 19 Des 2018: “Alhamdulillah… Deklarasi GPK Khittah Kulon Progo #GPKKhittahDIY #2019GantiPresiden #KomandoUlama #MoslemFighter”

    Sumber video pertama, @panah_asmara1 di TikTok pada 20 Jun 2024

    Kesimpulan

    MENYESATKAN, memelintir konteks menunggangi kasus Vina Cirebon yang saat ini masih berlangsung. FAKTA: TIDAK berkaitan dengan Pegi, video yang dibagikan sudah beredar sebelumnya pada tahun 2018 lalu, berkaitan dengan acara deklarasi GPK (Gerakan Pemuda Ka’bah) Khittah di Kulon Progo, Yogyakarta.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20668) Menyesatkan, Video dengan Klaim Jejak Awan Putih dari Pesawat di Atmosfer adalah Senjata Kimia

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/06/2024

    Berita



    Sebuah video berisi klaim bahwa jejak awan putih yang ditinggalkan oleh pesawat di atmosfer adalah senjata kimia, beredar di Facebook dan YouTube

    Video itu memperlihat seorang pria menyatakan bahwa pesawat seharusnya tidak meninggalkan awan putih saat terbang di ketinggian 10 ribu meter. Awan putih itu menyebabkan sejumlah gejala di antaranya  mata panas, mata perih, kuping berbunyi, batuk, pilek, gangguan paru-paru, perut anak, dan demam. Diklaim bahwa ada 100 negara lebih yang terdampak karena senjata itu.



    Benarkah bahwa jejak awan putih yang ditinggalkan pesawat di atmosfer adalah senjata kimia?

    Hasil Cek Fakta



    Sejak pandemi Covid-19, narasi mengenai bahaya asap putih yang dikeluarkan oleh pesawat terhadap manusia, terus beredar di media sosial. Pada Februari 2022 misalnya, asap putih dikaitkan sebagai cara untuk menyebarkan virus varian Omicron

    Masih di bulan yang sama, sebuah foto pesawat dengan asap putih yang diklaim menyebabkan warga sakit flu, demam hingga mengaitkannya sebagai senjata biologi, juga beredar di media sosial. 

    Padahal, jejak asap putih kita lihat di langit disebut contrails, yakni jejak uap air terkondensasi yang dihasilkan oleh mesin pesawat terbang atau jet. Contrails adalah gabungan dari Con yang artinya "kondensasi" dan trail yang artinya "jejak". 

    Menurut situs Layanan Cuaca Amerika Serikat, contrails dibentuk oleh dua proses dasar. Metode pembentukan yang pertama mengandalkan pencampuran knalpot mesin yang panas dan lembab dengan udara bertekanan uap rendah pada suhu rendah. Saat kelembaban tambahan dan partikel dari knalpot bercampur dengan udara dingin, terjadi kondensasi dan lahirlah streamer. Jenis jejak ini kadang-kadang disebut jalur pembuangan. (Lihat gambar 1)



    Metode pembentukan kedua terjadi ketika pesawat terbang melalui udara yang jernih namun memiliki kelembapan relatif mendekati 100 persen. Perubahan tekanan yang dihasilkan oleh aliran udara di atas ujung sayap menyebabkan penurunan suhu dan menghasilkan saturasi udara secara sempurna. Pusaran turbulen yang dihasilkan oleh ujung sayap melengkapi proses tersebut dan sebuah contrails dihasilkan di belakang ujung sayap (Gambar 2). Contrails ini tidak begitu menonjol seperti yang terbentuk dari knalpot mesin dan relatif jarang terjadi. Jejak yang dibentuk oleh proses ini kadang-kadang disebut jejak aerodinamis.



    Dalam kondisi yang tepat, contrails dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama dan terkadang berkembang menjadi lapisan cirrus yang lengkap.

    Contrails paling sering terbentuk pada ketinggian jelajah pesawat, antara sekitar 32.000 dan 42.000 kaki (10.000 hingga 13.000 meter) di troposfer atas, menurut Rocky Mountain Institute (RMI ), karena di sanalah kondisi tersebut ditemukan. Karena atmosfer selalu berubah, kondisi mungkin tidak tepat untuk pembentukan contrails pada ketinggian ini, itulah sebabnya tidak semua pesawat membuat contrails pada setiap penerbangan, menurut situs Space.

    Asal Mula Narasi bahwa Contrails adalah Senjata Biologi

    Menurut laporan BBC, asal mula jejak asap putih disebut mengandung bahaya kimia berbahaya atau chemtrail mulai muncul pada tahun 1950-an dan 1960-an, beberapa dekade sebelum teori konspirasi tersebut lahir, sebagian besar wilayah Inggris disemprot dengan bahan kimia di udara dalam serangkaian uji rahasia perang bakteri. Dan pada tahun 1950, San Francisco disemprot dengan bahan kimia dari sebuah kapal untuk mengukur dampak serangan senjata biologis terhadap daerah berpenduduk .

    Para ahli teori konspirasi Chemtrails kemudian menunjuk pada eksperimen rahasia semacam itu untuk mendukung tujuan mereka hingga saat ini. Mereka menyebarkan narasi bahwa contrail sama dengan chemtrail di masa 1950-an dan 1960-an. Termasuk narasi di dalam konten video yang menyebut contrails menyebabkan mata panas, mata perih, kuping berbunyi, batuk, pilek, gangguan paru-paru, perut anak, dan demam.

    Menurut BBC, pendengung chemtrail sangat aktif di platform seperti Facebook dan Telegram, di mana mereka mendiskusikan dugaan "penyemprotan" dan pelacakan pesawat. Grup media sosial chemtrail juga sering memuat postingan anti-vaksin dan mempromosikan penolakan perubahan iklim, memicu peningkatan pemikiran konspirasi selama pandemi Covid-19, dan munculnya teori konspirasi QAnon selama masa kepresidenan Trump.

    Fenomena ini bersifat internasional, dengan pengikut di seluruh Inggris, Eropa, Australia, dan Amerika–bahkan di mana pun pesawat komersial atau militer terbang. Dan hal ini didukung oleh beberapa selebritas dan influencer media sosial populer.

    Contrails dan bahaya bagi lingkungan

    Menurut Rocky Mountain Institute, meski contrails hanyalah jejak uap air dari pesawat yang terkondensasi di atmosfer, namun sejumlah ilmuwan saat ini memiliki konsensus tentang dampak contrails yang terus-menerus terhadap iklim mungkin sebanding dengan emisi CO2 dari penerbangan.

    Industri penerbangan menyumbang sekitar 2,4 persen emisi CO2 global. Namun, faktor non-CO2–termasuk contrails–juga berkontribusi terhadap pemanasan atmosfer. Meskipun dampak pastinya masih belum pasti, perkiraan median yang dirata-ratakan pada seluruh penerbangan menemukan bahwa contrails dapat menyebabkan efek pemanasan yang sebanding dengan tambahan 61 persen total emisi CO2 penerbangan.

    Tergantung pada kondisi atmosfer, contrails dapat menghilang atau menjadi persisten dan berevolusi menjadi awan contrail-cirrus. Formasi ini bisa bertahan berjam-jam. Pada siang hari, awan contrail-cirrus yang persisten membantu memantulkan sebagian radiasi matahari yang masuk, sehingga berpotensi mengakibatkan sedikit pendinginan. Namun, jika jejak yang terus-menerus terbentuk selama atau meluas hingga malam hari, jejak tersebut dapat memerangkap radiasi panas yang keluar dari permukaan bumi, sehingga berpotensi menimbulkan pemanasan yang signifikan.

    Kesimpulan



    Dari pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa jejak asap putih yang ditinggalkan oleh pesawat adalah senjata biologi (chemtrail) yang membahayakan manusia adalah menyesatkan.

    Jejak asap putih kita lihat di langit disebut contrails yakni jejak uap air terkondensasi yang dihasilkan oleh mesin pesawat terbang atau jet. 

    Rujukan

  • (GFD-2024-20669) [PENIPUAN] Program Berhadiah Bank SulutGo 2024

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 24/06/2024

    Berita

    ”𝘗𝘙𝘖𝘎𝘙𝘈𝘔 BSG Touch 2024″ 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘯𝘢𝘴𝘢𝘣𝘢𝘩 Bank Sulutgo 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯

    𝘔𝘰𝘣𝘪𝘭𝘦 𝘉𝘢𝘯𝘬𝘪𝘯𝘨 / 𝘚𝘮𝘴 𝘉𝘢𝘯𝘬𝘪𝘯𝘨

    𝘎𝘦𝘣𝘺𝘢𝘳 𝘜𝘯𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘉𝘦𝘳𝘩𝘢𝘥𝘪𝘢𝘩 BSG Touch 𝘏𝘢𝘥𝘪𝘳 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪,

    𝘈𝘺𝘰 𝘣𝘶𝘳𝘶𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘧𝘵𝘢𝘳 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘳𝘢𝘯𝘥 𝘱𝘳𝘪𝘻𝘦 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 :

    – 10 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘈𝘭𝘱𝘩𝘢𝘳𝘥

    – 20 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘊𝘙-𝘝 𝘛𝘶𝘳𝘣𝘰

    – 25 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘏𝘙-𝘝 𝘊𝘝𝘛

    – 30 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘟𝘱𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳

    – 15 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘍𝘰𝘳𝘵𝘶𝘯𝘦𝘳

    – 30 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘔𝘰𝘵𝘰𝘳 𝘚𝘤𝘰𝘱𝘺

    – 20 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘔𝘰𝘵𝘰𝘳 𝘟𝘮𝘢𝘹

    – 30 𝘜𝘯𝘪𝘵 𝘛𝘝 𝘓𝘦𝘥 50 𝘪𝘯.

    – 40 𝘶𝘯𝘪𝘵 𝘚𝘮𝘢𝘳𝘵𝘱𝘩𝘰𝘯𝘦 𝘱𝘳𝘰𝘮𝘢𝘹14

    – 100 𝘦𝘮𝘢𝘴 𝘣𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 & 𝘓𝘰𝘨𝘢𝘮 𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢

    – 25 𝘗𝘢𝘬𝘦𝘵 𝘞𝘪𝘴𝘢𝘵𝘢 𝘴𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱𝘰𝘳𝘦

    – 50 𝘗𝘢𝘬𝘦𝘵 𝘜𝘮𝘳𝘰𝘩 𝘎𝘳𝘢𝘵𝘪𝘴

    𝘔𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘪𝘯𝘯𝘺𝘢…

    𝘐𝘯𝘧𝘰 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘢𝘧𝘵𝘢𝘳𝘢𝘯

    (GEBYAR UNDIAN BANK SULUTGO)

    𝘴𝘪𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘭𝘪𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘶 (𝘋𝘢𝘧𝘵𝘢𝘳) 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘢𝘬𝘢𝘯

    Buruan Daftar Sekarang ( GRATIS ).”

    Hasil Cek Fakta

    Ditemukan sebuah unggahan di Facebook berisi konten mengenai undian berhadiah bagi nasabah Bank SulutGo yang mengaktifkan akun mobile banking dan sms banking. Unggahan tersebut juga menyertakan sebuah link yang diklaim untuk mendaftarkan diri.

    Namun setelah di cek link tersebut maka kita akan diarahkan menuju website yang mana website ini bukan merupakan website resmi milik Bank SulutGo. Jika kita cari website Bank SulutGo. di Google maka kita akan dapat langsung menemukan website resmi milik Bank SulutGo https://www.banksulutgo.co.id/.

    Di website resmi tersebut juga tidak ditemukan informasi mengenai undian bagi para pengguna layanan mobile banking dan sms banking Bank SulutGo. Berdasarkan dari temuan tersebut maka dapat disimpulkan jika unggahan yang mengatasnamakan Bank SulutGo tersebut merupakan salah satu modus untuk melakukan penipuan online.

    Kesimpulan

    Akun Facebook yang asli milik Bank SulutGo adalah yang sudah diverifikasi, pada akun asli Bank SulutGo tersebut juga tidak mengunggah informasi mengenai adanya gebyar undian apapun.

    Rujukan