• (GFD-2024-20931) [KLARIFIKASI] Tidak Benar 100 Anak Yatim Korban Perang Gaza Tiba di Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video dengan narasi, sekitar 100 anak yatim korban perang Gaza tiba di Indonesia dan akan dirawat oleh orangtua angkat.

    Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut keliru.

    Narasi mengenai 100 anak yatim korban perang Gaza tiba di Indonesia dan akan dirawat orangtua angkat dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan video seorang perempuan Indonesia membagikan makanan kepada sejumlah anak. Video itu diberikan keterangan demikian:

    Alhamdulillah, lebih kurang 100 org lebih anak yatim korban perang Gaza,,telah tiba di indonesia,,mereka telah diselamatkan , dideportasi ke indonesia ,berkat kerja sama dgn kedutaan indonesia di perbatasan palestina dgn mesir,dan yordania,,alhamdulillah,,masing2 mrk akan punya ayah angkat dan ibu angkat di indonesia,,sesampainya di bandara,mrk langsung di bawa nginap di htl bintang.4 selama 3 hari,,utk menghibur dan menghilangkan trauma mrk,,alhamdulillah mudah2an mrk bisa jd org sukses di indonesia,,dan berbakti kpd ke org tua angkat mrk,,amin2 ya rabbal alamin.

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut kurang lebih 100 anak yatim di Gaza tiba di Indonesia dan mendapat orangtua angkat

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, video tersebut identik dengan unggahan di akun Instagram Presiden Golden Future Indonesia, Kristinawati Hidajat, pada 21 Juni 2024.

    Dalam deskripsi disebutkan, Golden Future Indonesia memberikan makanan dan mainan gratis kepada anak yatim asal Palestina di kamp pengungsi Irbid, perbatasan Suriah dan Jordania.

    Golden Future Indonesia merupakan platform penggalangan dana online untuk donasi kemanusiaan.

    Pada 25 Juni 2024, Kristinawati juga memberikan klarifikasi melalui Instagram.

    Ia mengatakan, video yang menyebut 100 anak yatim korban perang Gaza tiba di Indonesia dan akan dirawat orangtua angkat tidak benar.

    "Saat saya di video itu sedang berada di kamp pengungsi Palestina Irbid, tepatnya di perbatasan bumi Syam Suriah dan Jordania," tulis Kristinawati. 

    Menurut Kristinawati, video tersebut diambil pada 19 Juni 2024.

    Selain membagikan makanan kepada anak yatim, Golden Future Indonesia juga membagikan makanan kepada para perempuan yang ditinggal mati suaminya atau sudah bercerai.  

    "Semua kegiatan dilakukan di kamp Palestina Irbid di perbatasan Jordan dan Suriah, bukan di Indonesia apalagi dibawa ke hotel berbintang di Tanah Air kita," ungkap dia.

    Kesimpulan

    Narasi soal 100 anak yatim korban perang Gaza tiba di Indonesia tidak benar.

    Video aslinya menampilkan aktivis Golden Future Indonesia memberikan makanan dan mainan gratis kepada anak yatim asal Palestina di kamp pengungsi Irbid, perbatasan Suriah dan Jordania.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20932) [HOAKS] Tamu Kasino Terkena Serangan Jantung Setelah Menang 4 Juta Dollar Singapura

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi mengenai seorang warga negara Indonesia (WNI) meninggal di sebuah kasino Singapura.

    Ia terkena serangan jantung setelah mendapatkan 4 juta dollar Singapura.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi mengenai seorang WNI meninggal di kasino Singapura dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Juni 2024. Berikut narasi yang dibagikan:

    Di MBS (Marina Bay Sands) Casino Singapore ada yg menang jackpot 4 juta Sin $, meninggal krn serangan jantung, org Indo. Semua biaya kepulangan ke tanah air ditanggung MBS. Ya minimal mati bahagia.

    Narasi itu disertai video seorang pria tergeletak di lantai dan perempuan di dekatnya berteriak panik. Tampak beberapa orang berkerumun di sekitar pria itu.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri narasi tersebut menggunakan kata kunci terkait di Google Search.

    Kompas.com menemukan penjelasan dari juru bicara kasino Marina Bay Sands (MBS) yang dimuat di situs Casinos.com, pada 25 Juni 2024.

    Juru bicara MBS mengatakan, tidak ada pengunjung kasino yang meninggal setelah mendapatkan 4 juta dollar Singapura.

    Sementara, video yang beredar memperlihatkan seorang tamu kasino pingsan, tetapi ia masih hidup dan dalam masa pemulihan. Tamu tersebut tidak mendapatkan 4 juta dolar Singapura.

    "Sayangnya, berita palsu tersebut telah menyebar, dan video yang masih beredar di internet mengakibatkan keluarga tamu tersebut tertekan," kata sang juru bicara.

    Kendati demikian, pihak kasino tidak menyebutkan kewarganegaraan dari tamu yang pingsan tersebut.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai seorang WNI meninggal di sebuah kasino Singapura karena serangan jantung setelah menang 4 juta dollar Singapura adalah hoaks.

    Peristiwa dalam video yang beredar, seorang tamu pingsan di kasino Marina Bay Sands, namun, ia masih hidup dan dalam pemulihan.

    Kewarganegaraan tamu tersebut tidak disebutkan, tetapi pihak kasino mengatakan, dia tidak memenangi 4 juta dollar Singapura.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20939) [HOAKS] Jemaah Haji Lempar Jumrah Naik Helikopter

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim memperlihatkan jemaah haji menuntaskan prosesi lempar jumrah di Mina, Arab Saudi, dengan menaiki helikopter.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video jemaah haji menunaikan prosesi lempar jumrah dengan naik helikopter disebarkan oleh akun TikTok ini, ini, ini, dan ini.

    "Sultan berhaji lempar jumroh pakai pesawat," tulis salah satu akun, pada 17 Juni 2024.

    Sementara, berikut teks yang tertera pada video:

    Jangan ngaku sultan kalau belum merasakan lempar jumroh naik helikopterTahun depan kamu seperti ini amin.

    Hasil Cek Fakta

    Wartawan Kompas.com Khairina yang meliput ibadah haji tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi mengatakan, selama pelaksanaan ibadah memang ada helikopter berkeliling di sekitar Mina.

    "Ada helikopter. Memang keliling terus dia, kan mengawasi. Kayak patroli. Tapi kalau melempar jumrah dari heli agak susah deh. Pertama, itu pakai batu kerikil, terus harus pas lemparnya dan enggak bisa dari atas," kata Khairina, pada Senin (1/7/2024).

    Dikutip dari Arab News, pada 17 Juni 2024, pemerintah Arab Saudi mengerahkan helikopter untuk memastikan keselamatan dan keamanan jemaah selama haji.

    Kementerian Dalam Negeri sekaligus Wakil Komandan Pasukan Keamanan Haji, Shaker bin Sulaiman Al-Tuwaijiri menyebutkan, patroli dilakukan siang dan malam.

    Patroli dilakukan untuk memantau kepadatan massa dan mengantisipasi potensi gangguan atau bahaya.

    Palang Merah Arab Saudi atau SRCA juga memiliki 17 helikopter yang difungsikan sebagai layanan ambulans udara.

    Tahun ini, SRCA menggunakan tujuh helikopter di berbagai area sekitar tanah suci untuk menjangkau pasien dan orang yang terluka ketika melakukan ibadah haji.

    Kesimpulan

    Narasi bahwa jemaah haji menuntaskan prosesi lempar jumrah di Mina, Arab Saudi, dengan menaiki helikopter merupakan hoaks.

    Menurut penuturan wartawan Kompas.com yang meliput ibadah haji, lempar jumlah tidak mungkin dilaksanakan dari helikopter.

    Sementara, pemerintah Arab Saudi mengerahkan helikopter untuk memantau kepadatan massa, mengantisipasi bahaya, dan layanan medis.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20846) Cek fakta, pemerintah akui dana Tapera digunakan untuk menutupi defisit APBN

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/06/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Peraturan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang telah ada sejak 2020 kembali menjadi sorotan dan menuai kontroversi dalam beberapa waktu terakhir.

    Sebuah unggahan di Instagram menarasikan Pemerintah resmi mengakui bahwa dana Tapera digunakan untuk menutupi defisit APBN.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Pemerintah akhirnya Akui, DANA Tapera Akan ‘DIPINJAM’ Negara untuk Menutup Defisit APBN”

    Namun, benarkah pemerintah akui dana Tapera digunakan untuk menutupi deficit APBN?

    Hasil Cek Fakta

    Direktur Sistem Manajemen Investasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Saiful Islam menyebutkan dana tabungan perumahan rakyat (Tapera) tidak akan digunakan untuk belanja pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    “Dana simpanan Tapera itu tidak digunakan untuk kegiatan pemerintahan dan tidak masuk ke dalam postur APBN,” kata Saiful, dilansir dari ANTARA.

    Dana Tapera berbasis pada akun individual (individual account) dalam bank kustodian per peserta, sehingga bisa diketahui riwayat dana dari masing-masing peserta.

    Saiful memastikan dana Tapera dikelola di instrumen investasi oleh manajer investasi profesional dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara reguler.

    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan bahwa dana yang terkumpul melalui program Tapera merupakan investasi agar masyarakat dapat tetap menikmati bunga KPR yang rendah, yakni 5 persen.

    Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna menyampaikan bahwa nantinya peserta program Tapera dapat mengajukan KPR dengan bunga 5 persen, lebih rendah daripada bunga di pasaran yang mencapai 11 persen.

    Menurut dia, semakin banyak anggota program tersebut, maka semakin cepat pula dana abadi pembelian rumah itu akan terbentuk dan semakin banyak masyarakat yang dapat terlayani.

    Herry menyatakan bahwa nantinya iuran yang terkumpul dari BP Tapera tersebut akan digabungkan dengan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari APBN.

    “Jadi hari ini memang terpisah, ada FLPP, ada BP Tapera. Nah ke depannya, bisa digabung, sehingga ini jadi blended gabungan dari keduanya. Nah dengan cara ini akan lebih banyak lagi yang bisa diperoleh, kira-kira begitu konsepnya gotong royong,” ujarnya, dilansir dari ANTARA.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan