• (GFD-2024-20857) [SALAH] Memijat Kaki Bisa Sembuhkan Sakit Gigi

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 30/06/2024

    Berita

    Sakit gigi sembuh hanya dalam hitungan menit

    Hasil Cek Fakta

    Baru-baru ini, di media sosial Facebook, beredar sebuah unggahan terkait teknik menyembuhkan sakit gigi dalam hitungan menit. Narator dalam video menjelaskan bahwa apabila sakit gigi terjadi di bagian atas, maka titik refleksinya di bawah kuku jempol. Sementara saat sakit gigi di bagian bawah, maka titik refleksinya di bagian tengah ibu jari.

    Lebih lanjut, menurut klaim unggahan, memijat bagian tertentu kaki ini bisa dilakukan dengan menggunakan minyak zaitun secukupnya, kemudian dioleskan ke titik refleksi. Durasi memijatnya sekira 10 menit. Narator juga menunjukkan, selain titik yang disebutkan, penderita sakit gigi bisa mencoba menekan bagian samping jempol dengan pena selama 10 menit.

    Faktanya, klaim yang beredar tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari Tirto, Dokter Andreas Wilson Setiawan, M.Kes menjelaskan bahwa dilihat dari teknik yang ditunjukkan dalam video, pengobatan tersebut termasuk teknik akupresur. Hal ini berdasar pada prinsip Traditional Chinese Medicine. Namun, letak titik akupresurnya kurang tepat karena titik untuk mengurangi rasa nyeri pada gigi yaitu titik ST44/meridian perut/titik neiting. Titik ini harusnya terletak di antara jari telunjuk dan jari tengah kaki. Fungsi titik ini secara umum yakni untuk mengatasi rasa nyeri pada gigi, sakit tenggorokan, dan nyeri lambung.

    Namun, dr. Wilson menyampaikan teknik pengobatan akupresur ini tidak bisa menyembuhkan sakit gigi secara cepat dan perlu pengulangan untuk mengurangi nyerinya. Akupresur juga tidak bisa mengobati kondisi yang menjadi penyebab sakit gigi sepenuhnya. Penderita sakit gigi yang disertai dengan sakit kepala parah atau demam tinggi sebaiknya berkonsultasi ke dokter.

    Berdasarkan dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim memijat kaki dapat sembuhkan gigi adalah tidak benar. Dokter Andreas Wilson Setiawan, M.Kes, menyatakan kalau letak titik akupresurnya kurang tepat. Lebih lanjut, akupresur juga tidak bisa mengobati kondisi yang menjadi penyebab sakit gigi sepenuhnya. Penderita sakit gigi yang disertai dengan sakit kepala parah atau demam tinggi sebaiknya berkonsultasi ke dokter.

    Kesimpulan

    Klaim memijat kaki dapat sembuhkan gigi adalah tidak benar. Dokter Andreas Wilson Setiawan, M.Kes, menyatakan kalau letak titik akupresurnya kurang tepat. Lebih lanjut, akupresur juga tidak bisa mengobati kondisi yang menjadi penyebab sakit gigi sepenuhnya.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20858) [PENIPUAN] Jokowi Promosikan Sprei UMKM

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 30/06/2024

    Berita

    PROMO AKAN BERAKHIR, MASA JABATAN HABIS BAGI-BAGI SPREI

    Hasil Cek Fakta

    Beredar video di Tiktok dengan klaim bahwa Presiden Jokowi memberikan rekomendasi produk sprei lokal, narator video juga menyebutkan jika hal tersebut dilakukan Presiden Jokowi guna menekan jumlah sprei luar negeri.
    Unggahan tersebut menampilkan video Jokowi yang nampak sedang diwawancara oleh awak media, namun tanpa suara.

    Untuk memastikan kebenarannya maka dilakukan pencarian gambar dengan Google Lens, berdasarkan dari hasil pencarian ditemukan hasil jika video tersebut berasal dari channel Youtube Kompas TV Jember dengan judul video “Blak-Blakan! Jokowi Ngaku Sempat Malu dengan Negara G20 Karena Hal Ini”.

    Dalam wawancara tersebut Jokowi mengungkapkan rasa malunya kepada anggota G20 karena Indonesia belum menjadi anggota penuh Financial Action Task Force on Money Laundering and Terrorism Financing (FATF).
    Tidak ada pernyataan Jokowi mengenai rekomendasi produk sprei seperti yang diklaim oleh video yang beredar di Tiktok tersebut.

    Kesimpulan

    Faktanya potongan klip wawancara Presiden Jokowi dalam video Tiktok tersebut merupakan momen ketika Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa malunya kepada anggota G20 karena Indonesia belum menjadi anggota penuh Financial Action Task Force on Money Laundering and Terrorism Financing (FATF).

    Rujukan

  • (GFD-2024-20859) [SALAH] WHO Berlakukan Denda 500 Juta Untuk Penggunaan Pengobatan Alternatif

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 30/06/2024

    Berita

    Bismillah, yuuk segra sadar sikon darurat ini. Masalahnya jk Tanggal 27 Mei 2024 WHO Pandemy Treaty ditandatangani oleh Pejabat Indonesia. Herbal, bekam, pijat,.. pengobatan alami, pengobatan alternatif, pengobatan holistik dilarang. Dianggap melanggar hukum. Bisa dipenjara atau denda Rp 500 juta. Tidak bisa menolak vaksinasi, kalau menolak masuk penjara atau denda Rp 500 juta. Berlaku 30 hari setelah penandatanganan WHO Pandemy Treaty. Jadi kedaulatan kesehatan Rakyat Indonesia sudah terancam/tidak ada lagi

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah unggahan di Facebook menyatakan bahwa WHO telah memberlakukan denda bagi seseorang yang menggunakan pengobatan alternatif seperti meminum jamu akan didenda 500 juta. Dalam video ini disebutkan bahwa Indonesia sudah memiliki Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Video ini diunggah oleh akun Facebook bernama Maulana Sitohang.

    Setelah dilakukan penelusuran, seseorang yang menyampaikan pernyataan tersebut adalah Komjen. Pol. (Purn). Dharma Pongrekun. Dilansir dari laman Detik, Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu (PDPOTJI) dr Inggrid Tania memastikan bahwa informasi tersebut keliru. dr Inggrid menanggapi bahwa Undang- Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 mengatur tentang orang-orang yang tidak mematuhi pelaksanaan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah.

    dr Inggrid sebagai salah satu orang yang menyusun Rancangan Undang-Undang Kesehatan terkait Obat Bahan Alam dan Pelayanan Kesehatan Tradisional di DPR dan Kemenkes menyampaikan dorongan terhadap penggunaan bahan tradisional justru harus ditingkatkan. dr Inggrid menegaskan bahwa WHO juga tidak melarang penerapan pengobatan tradisional dan komplementer bahkan WHO mendirikan pusat kolaborasi untuk pengobatan tradisional, komplementer, dan integratif.

    Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Instagram resminya sudah mengonfirmasi bahwa pernyataan yang diklaim tidaklah benar atau hoax. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pernyataan yang memuat tentang pemberlakuan denda 500 juta oleh WHO untuk pengobatan alternatif tidaklah benar.

    Kesimpulan

    Faktanya, video ini telah dikonfirmasi ketidakbenarannya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Ketua PDPOTJI menyatakan bahwa pengobatan tradisional justru harus ditingkatkan. Selain itu, WHO juga mendirikan pusat kolaborasi untuk pengobatan tradisional, komplementer, dan integratif.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20860) [SALAH] Ketua Umum PSSI Erick Thohir Usir Shin Tae Yong

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 30/06/2024

    Berita

    KEJAM !!! KETUM PSSI ERICK THOHIR, USIR LANGSUNG SHIN TAE YONG DARI TIMNAS INDONESIA VIRAL HARI INI

    Hasil Cek Fakta

    Beredar video yang menyatakan bahwa Ketua Umum PSSI mengusir Shin Tae Yong dari Timnas Indonesia. Video ini diunggah oleh akun Youtube bernama Kanal pada 25 Juni 2024.

    Setelah melihat video secara keseluruhan, ternyata tidak ada pernyataan yang menyebutkan Erick Thohir mengusir Shin Tae Yong. Narator dalam video ini hanya mengatakan tentang Erick Thohir yang mengizinkan Shin Tae Yong untuk meninggalkan Indonesia. Pemeriksa fakta mencoba mencari pernyataan yang disampaikan narator di internet dan menemukan di artikel http://tvonenews.com. Dalam artikel ini tertulis bahwa Erick Thohir mengizinkan Shin Tae Yong meninggalkan Timnas Indonesia jika Korea Selatan tertarik merekrutnya. Pernyataan Erick Thohir ini muncul karena Shin Tae Yong dikabarkan masuk kandidat pelatih baru Timnas Korea Selatan.

    Sementara itu, melalui Instagram resminya, Timnas Indonesia baru saja mengunggah informasi perpanjangan kontrak Shin Tae Yong yang akan melatih tim sepak bola Indonesia hingga 2027.

    Dengan demikian, tidak benar pernyataan Erick Thohir mengusir Shin Tae Yong.

    Kesimpulan

    Pernyataan tersebut tidaklah benar. Tidak ada pernyataan dalam video yang menyebutkan bahwa Erick Thohir mengusir Shin Tae Yong. Narator dalam video tersebut hanya membacakan berita mengenai Erick Thohir yang mengizinkan Shin Tae Yong untuk meninggalkan Timnas Indonesia jika Korea Selatan tertarik untuk merekrutnya.

    Rujukan