• (GFD-2026-32571) Hoaks! Foto Prabowo bersama PM Israel diklaim sebagai sahabat baru Netanyahu

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan foto Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

    Unggahan tersebut disertai narasi yang mengklaim Netanyahu menyebut Prabowo sebagai sahabat baru dan mengancam pihak yang mengusiknya.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “PM Israel: Prabowo Sahabat Baru Saya, Siapa Mengusik Dia Akan Berhadapan dengan Saya!”

    Namun, benarkah foto Prabowo bersama PM Israel?

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran tidak ditemukan pernyataan resmi dari Netanyahu yang menyebut Prabowo sebagai sahabat pribadi maupun menyampaikan ancaman kepada pihak mana pun.

    Hasil pemeriksaan menggunakan AI Detector Sightengine juga menunjukkan konten tersebut memiliki indikasi manipulasi berbasis kecerdasan buatan.



    Selain itu, hingga akhir Februari 2026 tidak ada laporan resmi yang mengonfirmasi pertemuan langsung antara Presiden Prabowo Subianto dan PM Israel Benjamin Netanyahu.

    Dengan demikian, narasi yang menyebut Netanyahu menganggap Prabowo sebagai sahabat dan mengancam pihak yang mengusiknya merupakan hoaks.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32572) Hoaks! Prabowo nyatakan akan pidanakan pendemo

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook mengklaim Presiden RI Prabowo Subianto akan mempidanakan seluruh pendemo karena dianggap sebagai kegiatan yang dikendalikan pihak asing.

    Unggahan tersebut menyertakan narasi bahwa Prabowo akan menindak tegas para pengunjuk rasa tanpa pengecualian.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Prabowo Tegaskan! Akan pidanakan pendemo, karena menurutnya itu kegiatan yang dikendalikan oleh pihak asing”

    Namun, benarkah Prabowo akan pidanakan pendemo di Indonesia?

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto yang menyebut semua peserta demonstrasi akan dipidana.

    Video yang dijadikan rujukan berasal dari kanal YouTube Sekretariat Presiden berjudul “LIVE: Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Sentul, 2 Feb 2026”.

    Dalam sambutannya, Prabowo justru meminta pihak yang tidak sepakat dengannya untuk bertarung secara sehat melalui jalur politik, termasuk pada Pemilu 2029.

    Ia juga mengimbau agar perbedaan pendapat tidak selalu disalurkan melalui demonstrasi yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Prabowo menegaskan bahwa penindakan pidana hanya berlaku apabila aksi demonstrasi berujung anarkis, seperti terjadi pembakaran atau pelemparan bom molotov.

    Pernyataan tersebut merujuk pada pelanggaran hukum dalam aksi, bukan kepada seluruh pendemo secara umum.

    Dengan demikian, narasi yang menyebut Prabowo akan mempidanakan semua pendemo merupakan disinformasi/hoaks.

    Klaim: Prabowo nyatakan akan pidanakan pendemo

    Rating: Disinformasi/Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32586) Hoaks BMKG Prediksi Gempa Megathrust di Tahun 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/03/2026

    Berita

    tirto.id - Di media sosial, beredar unggahan yang mengklaim bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gempa megathrust.

    ADVERTISEMENT

    Klaim tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Chika Permada” (arsip) pada 23 Februari 2026. Dalam unggahannya, ia menuliskan bahwa BMKG mengingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi potensi gempa megathrust dan meningkatkan kewaspadaan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “BMKG menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi, termasuk kemungkinan gempa megathrust yang secara ilmiah memang menjadi bagian dari dinamika wilayah Indonesia,” tulis pengunggah dalam takarir.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta BMKG Prediksi Gempa Megathrust di Tahun 2026. tirto.id/Fuad

    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:BMKG: Modifikasi Cuaca Hanya Kurangi 30% Hujan, Lahan Jadi KunciBMKG: Tsunami Akibat Gempa Jepang Tidak Berdampak ke Indonesia

    Ia juga menyertakan poster berlogo BMKG dengan tulisan, “BMKG Mengimbau untuk Seluruh Rakyat Indonesia Tetap Berhati-hati dan Waspada”. Poster itu juga memuat peringatan berbunyi, “Ada gempa megathrust di seluruh pulau Indonesia di tahun 2026 dalam waktu dekat akan segera terjadi.”

    ADVERTISEMENT

    Saat tulisan ini ditulis, unggahan tersebut sudah memperoleh 742 tanda suka dan 284 komentar, serta dibagikan 234 kali.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim, Tirto mencari keterangan resmi dari BMKG. Dari hasil penelusuran, ditemukan unggahan di Instagram resmi BMKG, yakni “@infobmkg” pada Kamis, 26 Februari 2026 yang membantah klaim tersebut.

    Dalam unggahannya, BMKG menyebut bahwa pihaknya tidak pernah menyampaikan waktu pasti terjadinya gempa bumi.

    Baca juga:Proyeksi BMKG: Suhu Udara Permukaan RI Naik 1,3 Derajat Celsius

    “Hingga saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi belum mampu memprediksi kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi secara tepat dan akurat,” jelas BMKG di dalam unggahan.

    BMKG juga menerangkan, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan aktivitas seismik, kajian potensi sumber gempa, dan penyampaian informasi resmi berbasis data.

    “Penting untuk dipahami, kajian potensi bukanlah prediksi waktu kejadian. Informasi potensi gempa bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, bukan menimbulkan kepanikan,” terang BMKG.

    BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi. Adapun kanal resmi BMKG di media sosial adalah “@InfoBMKG” dan situs www.bmkg.go.id.

    Dilansir situs Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta, zona megathrust sebenarnya merupakan istilah untuk menyebut sumber gempa yang berasal dari tumbukan lempeng tektonik di kedalaman dangkal.

    Fenomena ini terjadi ketika lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua dalam proses yang disebut subduksi. Pada bidang kontak antar lempeng tersebut terbentuk medan tegangan (stress).

    Ketika tegangan yang terakumulasi itu dilepaskan secara tiba-tiba akibat pergeseran, terjadilah gempa bumi. Jika gempa terjadi, bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra dapat terdorong naik (thrusting).

    Baca juga:Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Kupang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

    Zona megathrust bukanlah fenomena baru. Di Indonesia, sumber gempa ini telah ada sejak jutaan tahun lalu seiring terbentuknya rangkaian busur kepulauan Nusantara. Sejumlah zona subduksi aktif yang menjadi lokasi megathrust antara lain Subduksi Sunda yang mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba; Subduksi Banda; Subduksi Lempeng Laut Maluku; Subduksi Sulawesi; Subduksi Lempeng Laut Filipina; serta subduksi di wilayah utara Papua.

    Keberadaan zona-zona tersebut menjadikan Indonesia sebagai wilayah dengan aktivitas seismik tinggi. Namun, keberadaan zona megathrust tidak berarti gempa besar dapat dipastikan terjadi pada waktu tertentu. Informasi mengenai zona ini lebih ditujukan untuk kepentingan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, bukan sebagai prediksi waktu kejadian.

    Saat ini, potensi tiap segmen zona megathrust di Indonesia telah dapat dipetakan dan dikenali. Setiap gempa yang bersumber dari zona tersebut dikategorikan sebagai gempa megathrust, namun tidak semuanya berkekuatan besar.

    Baca juga:BMKG: Gempa M5,1 Guncang Laut Jawa, Tak Berpotensi Tsunami

    Sebagai sumber aktivitas seismik, zona megathrust mampu menghasilkan gempa dengan variasi magnitudo dan kedalaman.

    Data hasil monitoring BMKG menunjukkan, justru “gempa kecil” yang lebih banyak terjadi di zona megathrust, meskipun zona megathrust dapat memicu gempa besar.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gempa megathrust yang akan terjadi di tahun 2026, adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Dalam unggahan resminya di Instagram, BMKG menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengenai kepastian waktu terjadinya gempa megathrust pada 2026 maupun dalam waktu dekat.

    Baca juga:BMKG: Gempa M5,0 Guncang Lampung, Tidak Berpotensi Tsunami

    BMKG juga menekankan bahwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi secara tepat dan akurat, baik waktu, lokasi, maupun kekuatannya.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32637) Hoaks BMKG Prediksi Gempa Megathrust di Tahun 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/03/2026

    Berita

    tirto.id - Di media sosial, beredar unggahan yang mengklaim bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gempa megathrust.

    ADVERTISEMENT

    Klaim tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Chika Permada” (arsip) pada 23 Februari 2026. Dalam unggahannya, ia menuliskan bahwa BMKG mengingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi potensi gempa megathrust dan meningkatkan kewaspadaan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “BMKG menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi, termasuk kemungkinan gempa megathrust yang secara ilmiah memang menjadi bagian dari dinamika wilayah Indonesia,” tulis pengunggah dalam takarir.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta BMKG Prediksi Gempa Megathrust di Tahun 2026. tirto.id/Fuad

    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:BMKG: Modifikasi Cuaca Hanya Kurangi 30% Hujan, Lahan Jadi KunciBMKG: Tsunami Akibat Gempa Jepang Tidak Berdampak ke Indonesia

    Ia juga menyertakan poster berlogo BMKG dengan tulisan, “BMKG Mengimbau untuk Seluruh Rakyat Indonesia Tetap Berhati-hati dan Waspada”. Poster itu juga memuat peringatan berbunyi, “Ada gempa megathrust di seluruh pulau Indonesia di tahun 2026 dalam waktu dekat akan segera terjadi.”

    ADVERTISEMENT

    Saat tulisan ini ditulis, unggahan tersebut sudah memperoleh 742 tanda suka dan 284 komentar, serta dibagikan 234 kali.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim, Tirto mencari keterangan resmi dari BMKG. Dari hasil penelusuran, ditemukan unggahan di Instagram resmi BMKG, yakni “@infobmkg” pada Kamis, 26 Februari 2026 yang membantah klaim tersebut.

    Dalam unggahannya, BMKG menyebut bahwa pihaknya tidak pernah menyampaikan waktu pasti terjadinya gempa bumi.

    Baca juga:Proyeksi BMKG: Suhu Udara Permukaan RI Naik 1,3 Derajat Celsius

    “Hingga saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi belum mampu memprediksi kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi secara tepat dan akurat,” jelas BMKG di dalam unggahan.

    BMKG juga menerangkan, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan aktivitas seismik, kajian potensi sumber gempa, dan penyampaian informasi resmi berbasis data.

    “Penting untuk dipahami, kajian potensi bukanlah prediksi waktu kejadian. Informasi potensi gempa bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, bukan menimbulkan kepanikan,” terang BMKG.

    BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi. Adapun kanal resmi BMKG di media sosial adalah “@InfoBMKG” dan situs www.bmkg.go.id.

    Dilansir situs Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta, zona megathrust sebenarnya merupakan istilah untuk menyebut sumber gempa yang berasal dari tumbukan lempeng tektonik di kedalaman dangkal.

    Fenomena ini terjadi ketika lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua dalam proses yang disebut subduksi. Pada bidang kontak antar lempeng tersebut terbentuk medan tegangan (stress).

    Ketika tegangan yang terakumulasi itu dilepaskan secara tiba-tiba akibat pergeseran, terjadilah gempa bumi. Jika gempa terjadi, bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra dapat terdorong naik (thrusting).

    Baca juga:Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Kupang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

    Zona megathrust bukanlah fenomena baru. Di Indonesia, sumber gempa ini telah ada sejak jutaan tahun lalu seiring terbentuknya rangkaian busur kepulauan Nusantara. Sejumlah zona subduksi aktif yang menjadi lokasi megathrust antara lain Subduksi Sunda yang mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba; Subduksi Banda; Subduksi Lempeng Laut Maluku; Subduksi Sulawesi; Subduksi Lempeng Laut Filipina; serta subduksi di wilayah utara Papua.

    Keberadaan zona-zona tersebut menjadikan Indonesia sebagai wilayah dengan aktivitas seismik tinggi. Namun, keberadaan zona megathrust tidak berarti gempa besar dapat dipastikan terjadi pada waktu tertentu. Informasi mengenai zona ini lebih ditujukan untuk kepentingan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, bukan sebagai prediksi waktu kejadian.

    Saat ini, potensi tiap segmen zona megathrust di Indonesia telah dapat dipetakan dan dikenali. Setiap gempa yang bersumber dari zona tersebut dikategorikan sebagai gempa megathrust, namun tidak semuanya berkekuatan besar.

    Baca juga:BMKG: Gempa M5,1 Guncang Laut Jawa, Tak Berpotensi Tsunami

    Sebagai sumber aktivitas seismik, zona megathrust mampu menghasilkan gempa dengan variasi magnitudo dan kedalaman.

    Data hasil monitoring BMKG menunjukkan, justru “gempa kecil” yang lebih banyak terjadi di zona megathrust, meskipun zona megathrust dapat memicu gempa besar.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gempa megathrust yang akan terjadi di tahun 2026, adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Dalam unggahan resminya di Instagram, BMKG menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengenai kepastian waktu terjadinya gempa megathrust pada 2026 maupun dalam waktu dekat.

    Baca juga:BMKG: Gempa M5,0 Guncang Lampung, Tidak Berpotensi Tsunami

    BMKG juga menekankan bahwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi secara tepat dan akurat, baik waktu, lokasi, maupun kekuatannya.

    Rujukan