• (GFD-2024-20979) Benarkah Ekor Ikan Tongkol Sebabkan Keracunan?

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/07/2024

    Berita

    tirto.id - Lebih dari satu dekade lalu, tepatnya pada 2010, ikan tongkol diduga telah meracuni 18 warga Dusun Ketuwon Kulon, di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Seperti dilaporkan Antara, saat itu warga mengaku pusing, mual, gatal, dan matanya merah, setelah mengonsumsi ikan tongkol yang dijajakan oleh penjual keliling.

    Kasus semacam itu tak sekali terjadi. Pada pergantian tahun baru 2020, ikan tongkol telah menyebabkan 410 warga Jember keracunan. Berdasarkan hasil laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap beberapa sampel ikan yang dimakan para korban, dilansir Kompas, kandungan histaminnya terbukti tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi.

    Mengenai ikan tongkol dan kaitannya dengan keracunan, Salah satu akun Instagram bernama “kastilongayu” menyebarkan video berdurasi 22 detik yang menunjukkan seseorang tengah mempraktikkan mencabut ekor ikan tongkol.

    Narator video bilang bahwa ekor ikan tongkol berbahaya dan sebaiknya dibuang sebelum dimasak. Menurut video, hal itu disebabkan ekor ikan tongkol mengandung kelenjar racun atau histamin.

    “Jika kelenjar ini pecah, maka bisa mengakibatkan keracunan. Jadi sebelum masak ikan tongkol, sebaiknya buang dulu bagian ini dengan cara ditarik. Dengan demikian ikan tongkol ini sudah aman dimasak dan aman untuk dikonsumsi,” terang narator video.

    Sejak diunggah pada Senin (24/7/2024) sampai Jumat (5/7/2024), klip ini sudah disukai oleh 8.602 pengguna Instagram lainnya dan mendapatkan 561 komentar. Komentar warganet beragam. Beberapa mengungkap pengalamannya keracunan ikan tongkol, ada juga yang mengaku baru tahu informasi ini, dan ada pula yang menyanggah dan merasa selama ini makan tongkol tanpa dibuang ekornya aman-aman saja.

    Klaim identik juga disebarkan akun Instagram ini dan akun TikTok ini.

    Lalu, bagaimana fakta sebenarnya?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Riset Tirto menelusuri klaim ini lewat pencarian Google dan tak menemukan sumber kredibel yang mengonfirmasi kebenarannya.

    Tirto mencoba menghubungi ahli gizi sekaligus pengurus Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Ati Nirwanawati. Ia tak membenarkan narasi ini dan menjelaskan bahwa salah satu jenis keracunan yang sering terjadi pada ikan tongkol adalah keracunan histamin (scombroid fish poisoning).

    “Karena ikan jenis ini mengandung asam amino histidin yang dikontaminasi oleh bakteri dengan mengeluarkan enzim histidin dekarboksilase sehingga menghasilkan histamin. Racun bukan pada ekor tapi pada insangnya,” katanya saat dihubungi Tirto, Selasa (2/7/2024).

    Mengutip situs RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo, DIY, ikan tongkol disebut tergolong famili scombroidae. Jika dibiarkan pada suhu kamar, maka ikan tongkol akan mengalami proses penurunan mutu, menjadi tidak segar lagi, dan jika dikonsumsi akan menimbulkan keracunan.

    Selain keracunan histamin, keracunan ikan tongkol juga bisa disebabkan oleh kontaminasi bakteri pathogen seperti Escherichia coli, Salmonella, Vibrio cholerae, Enterobacteriacea dan lain-lain.

    “Bakteri ini banyak terdapat pada anggota tubuh manusia yang tidak higienis, kotoran atau tinja, isi perut ikan serta peralatan yang tidak bersih,” tulis informasi di laman tersebut.

    Dengan demikian, ikan tongkol perlu disimpan dalam suhu rendah dengan melakukan penyiangan atau membuang sirip, insang, dan isi perut. Adapun peningkatan keamanan ikan tongkol terbaik yakni dengan melakukan penyiangan dan disimpan dalam suhu 0ºC. Cara ini bisa membantu memperpanjang waktu simpan ikan tongkol sehingga aman dikonsumsi hingga hari ke-10.

    Adapun gejala keracunan ikan bisa dimulai dalam beberapa jam atau beberapa hari setelah mengonsumsi hidangan yang terkontaminasi. Gejala keracunan scromboid (kombinasi dari histamin dan bahan kimia mirip histamin) misalnya, mengutip KlikDokter, bisa berupa mual, muntah, kram perut, diare, dan sakit kepala.

    Gejala keracunan ikan tongkol ini biasanya berlangsung sekitar 3 jam. Namun, beberapa orang bisa mengalami ketidaknyamanan hingga berhari-hari, sehingga penderita bisa segera menemui dokter saat mengalami gejala tersebut.

    Dokter Adeline Jaclyn menyampaikan lewat KlikDokter bahwa beberapa hal yang bisa diperhatikan dalam memilih ikan tongkol segar antara lain menghindari produk ikan berbau amis, asam atau seperti amonia, dan memilih yang matanya jernih, serta badannya berkilau.

    Pastikan juga tubuh ikan tongkol belum berlendir. Hal lain yang bisa dilakukan untuk mengetahui ikan segar atau tidak adalah dengan cara menekan badan ikan secara lembut.

    Kalau ikan segar, maka dagingnya dengan cepat akan kembali seperti semula dan tidak boleh ada bekas lekukan jari tertinggal di tubuh ikan.

    Ikan segar juga ditandai dengan insang yang berwarna merah cerah. Sebaiknya jauhi ikan dengan insang yang berwarna gelap atau coklat. Saat membeli ikan yang sudah dibekukan, jangan dibekukan kembali, alias masak tidak lebih dari 48 jam setelah dibiarkan mencair.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan kalau ekor tongkol tidak berbahaya dan menyebabkan keracunan. Dengan begitu, video yang beredar di media sosial tentang hal itu bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Ahli gizi sekaligus pengurus Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Ati Nirwanawati, tak membenarkan narasi ini dan menjelaskan bahwa salah satu jenis keracunan yang sering terjadi pada ikan tongkol adalah keracunan histamin (scombroid fish poisoning). Ati menyebut, racun bukan pada ekor tapi pada insangnya,

    Mengutip situs RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo, DIY, setiap ikan tongkol yang dibiarkan pada suhu kamar akan mengalami proses penurunan mutu, menjadi tidak segar lagi, dan jika dikonsumsi akan menimbulkan keracunan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20980) Hoaks Pemerintah Bagikan Bansos Lewat Situs Judi Online

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/07/2024

    Berita

    tirto.id - Baru-baru ini, di Facebook berseliweran video yang berisi klaim bahwa pemerintah akan membagikan bantuan sosial (bansos) melalui situs judi. Video itu salah satunya disebarkan oleh akun Facebook bernama “Aisyah Shop”.

    Dengan durasi 37 detik, klip memperlihatkan seorang presenter TV tengah menyampaikan kalau pemerintah resmi memberikan bantuan bagi korban judi online. Kemudian muncul sosok Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

    Muhadjir dalam video mengatakan bahwa tujuan pemberian bansos yakni untuk mensejahterakan masyarakat. Katanya, seluruh masyarakat yang menjadi korban judi online bisa mengambil bansos pemerintah lewat situs judi tertentu.

    “Karena pemerintah dan situs ini telah bekerja sama dengan tujuan membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Muhadjir di video.

    Setelah itu, video beralih menunjukkan footage seorang laki-laki yang diklaim sebagai penerima bansos. Pria itu tampak berterima kasih kepada pemerintah dan situs judi yang disebutkan. Ia menyatakan, pemerintah telah membantu dirinya dan masyarakat yang menjadi korban situs tidak legal.

    “Berkat bansos yang diberikan melalui situs ini, saya bisa menafkahi keluarga tercinta saya,” kata laki-laki yang terlihat mengenakan kaos hitam dan peci putih.

    Video yang pertama kali beredar pada Senin (1/7/2024) ini sudah diputar sebanyak 131 ribu kali per Jumat (5/7/2024). Unggahannya sendiri telah memperoleh ratusan impresi, berupa 155 reaksi emoji dan 142 komentar.

    Beberapa akun Facebook lain juga terlihat membagikan klip serupa, seperti bisa dilihat di sini dan di sini.

    Namun, benarkah isi video tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Riset Tirto menelusuri asal muasal video yang tersebar dengan bantuan alat telusur gambar Yandex dan Google Image. Hasilnya, kami menemukan video ini merupakan gabungan dua video yang berbeda dan tidak mengonfirmasi klaim bahwa pemerintah membagikan bansos lewat situs judi online.

    Cuplikan pertama yang memperlihatkan sosok Muhadjir tengah diwawancarai bersumber dari kanal YouTube Berita Satu yang tayang 14 Juni 2024 di bawah judul “Menko PMK Sebut Korban Judi Online Bisa Masuk Daftar Penerima Bansos”.

    Meski Muhadjir dalam video aslinya menyinggung perihal bansos untuk korban judi online, tidak ada pernyataan bahwa pemerintah telah resmi membagikan bansos lewat situs judi tertentu.

    Muhadjir menyampaikan, pemerintah telah memberikan advokasi kepada para korban judi online dan menyebut korban judi online bisa masuk daftar penerima bansos lantaran mengalami keterpurukan ekonomi.

    Wacana itu memang sempat menjadi perbincangan publik, akan tetapi Muhadjir pada kesempaatan yang berbeda menegaskan bahwa penerima bansos korban judi online bukan pelaku, melainkan pihak keluarga.

    Seperti diberitakan Tirto, Muhadjir menjelaskan, gagasan pemberian bansos terhadap korban judi daring tersebut menjadi salah satu materi yang diusulkan Kemenko PMK dalam persiapan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Perjudian Online.

    Muhadjir menilai bansos tersebut akan membantu pihak keluarga yang menjadi korban perilaku judi daring. Hal demikian dikarenakan keluarga, khususnya anak dan istri, bukan hanya mengalami kerugian secara materi tetapi juga kesehatan mental, bahkan sampai berujung kematian, sebagaimana terjadi dalam banyak kasus.

    "Kondisi ini yang ditimbulkan itu menjadi tanggung jawab pemerintah, khususnya kami Menko PMK. Dalam mekanisme pemberian bansos kepada keluarga yang terdampak judi online ini akan kami bahas dengan Menteri Sosial," kata dia, Senin (17/6/2024).

    Sementara itu, video kedua yang memuat rekaman seorang laki-laki dengan kaos hitam identik dengan siaran YouTube Kompas TV pada Juli 2020. Cuplikan itu tak berhubungan dengan judi online, melainkan kasus kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo.

    Pria yang tampak dalam video bukanlah penerima bansos judi online, tetapi ayah dari Editor Metro TV, yang ditemukan meninggal di pinggir jalan Tol JORR, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada 10 Juli 2020.

    Untuk memastikan audio cuplikan yang tersebar dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Tirto mencoba memasukkan potongan suara seorang presenter dalam video Facebook yang beredar ke situs pengecek AI, Hive Moderation.

    Penelusuran itu menunjukkan persentase probabilitas audio ini dibuat oleh AI mencapai 99,9 persen. Jadi, bisa disimpulkan kalau video yang berisi klaim pemerintah resmi membagikan bansos lewat situs judi tertentu telah dimanipulasi secara digital.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta yang sudah dilakukan, video Facebook yang berisi klaim soal pemerintah membagikan bantuan sosial (bansos) melalui situs judi daring bersifat altered video (video yang dimanipulasi).

    Video ini merupakan gabungan dua video yang berbeda dan tidak mengonfirmasi klaim bahwa pemerintah membagikan bansos lewat situs judi. Penelusuran lewat Hive Moderation juga menunjukkan persentase probabilitas audio cuplikan yang beredar dibuat oleh Artificial Intelligence atau AI mencapai 99,9 persen.

    Footage yang memuat rekaman seorang laki-laki dengan kaos hitam identik dengan siaran YouTube Kompas TV pada Juli 2020. Cuplikan itu tak berhubungan dengan judi online, melainkan kasus kematian Editor Metro TV, Yodi Prabowo.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20988) [KLARIFIKASI] Konten Perempuan Tua Palestina Diserang Anjing Militer Israel Gunakan Gambar Keliru

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi mengenai seorang perempuan lanjut usia (lansia) asal Palestina diserang anjing yang dilepaskan oleh tentara Israel.

    Narasi yang beredar di media sosial itu disertai foto ilustrasi seekor anjing menyerang seorang perempuan tua, dan foto perempuan tua diperban di kepala.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu perlu diluruskan karena konten di media sosial menggunakan ilustrasi yang dihasilkan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), serta ada juga gambar yang keliru.

    Peristiwa militer Israel melepaskan anjing untuk menyerang perempuan lansia asal Palestina merupakan peristiwa nyata. Serangan anjing itu menyasar Dawlat al-Tanani di tempat tinggalnya yang berada di Gaza, tepatnya di kamp pengungsian Jabalia.

    Dawlat mengaku trauma atas serangan anjing militer Israel itu. Dia diserang saat berada di kasurnya saat bersiap tidur.

    Menurut Anadolu Agency, peristiwa itu terjadi saat Israel menyerang kamp pengungsian selama 20 hari, pada 12 Mei hingga 31 Mei 2024.

    Cerita mengenai peristiwa itu kemudian beredar di media sosial. Misalnya, yang dibagikan oleh akun Facebook ini pada 28 Juni 2024. Berikut narasi yang dibagikan:

    VIRAL!!! Seorang nenek Palestina, ia tidak mau meninggalkan rumah nya dan akhirnya Zionis Israel melepaskan seekor anjing RABIES masuk ke rumah nenek tsb, lalu anjing itu mencabik cabik tubuh nenek

    Hasil Cek Fakta

    Peristiwa yang terjadi itu merupakan nyata dan sesuai fakta. Informasi itu beredar saat video yang dipasang di anjing militer itu bocor dan beredar di media sosial.

    Video seekor anjing yang dilepaskan tentara Israel untuk menyerang seorang perempuan tua Palestina diunggah oleh Al Jazeera English di YouTube, pada 26 Juni 2024.

    Video itu menunjukkan rekaman dari kamera yang dipasang di anjing tentara Israel saat menyerang seorang perempuan tua di kamp Jabalia, Gaza.

    Namun, foto yang digunakan sebagai ilustrasi terlihat tidak tepat dan tidak memperlihatkan perempuan bernama Dawlat.

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri gambar seekor anjing menyerang perempuan tua dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, gambar serupa dibagikan di sejumlah situs, salah satunya 9GAG.com. Namun, terdapat sejumlah kejanggalan pada gambar tersebut.

    Misalnya, bentuk telapak kaki anjing yang terlihat seperti jari manusia dan gigi perempuan dalam gambar yang tampak tidak proporsional.

    Kejanggalan itu mengindikasikan gambar tersebut dihasilkan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

    Selain itu, terdapat watermark "In Visual Art" pada gambar tersebut yang setelah ditelusuri mengarah ke akun Instagram in.visualart.

    Akun in.visualart mengunggah gambar tersebut pada 26 Juni 2024 dengan takarir (caption) sebagai berikut:

    "Al-Jazeera memperoleh bocoran rekaman dari kamera yang dipasang oleh tentara penjajah pada seekor anjing polisi yang menunjukkan anjing tersebut menyerang seorang wanita tua Palestina di rumahnya dalam sebuah operasi yang akan dilakukan oleh tentara penjajah di kamp Jabalia beberapa minggu yang lalu."

    Akun itu juga menyertakan keterangan "Ps+ai" pada takarir, yang mengindikasikan gambar tersebut dihasilkan dengan AI dan digunakan sebagai ilustrasi.

    Sementara itu, foto seorang perempuan tua diperban ditemukan dalam artikel pemeriksa fakta Misbar yang dipublikasikan pada 31 Mei 2024.

    Menurut hasil penelusuran Misbar, foto tersebut diambil oleh fotografer Suriah, Fared Alhor. Foto itu diunggah di akun Instagram Alhor, fared_alhor_2, pada 21 Februari 2024.

    Foto itu menunjukkan seorang korban serangan artileri yang dilancarkan pasukan Suriah pimpinan Presiden Bashar Al Assad dan tentara Rusia ke kota Idlib, Suriah.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi perempuan tua Palestina diserang anjing militer Israel perlu diluruskan karena mencantumkan gambar yang keliru.

    Insiden tersebut memang benar terjadi, tetapi gambar seorang perempuan tua diserang anjing dihasilkan dengan AI untuk mengilustrasikan peristiwa sebenarnya.

    Sementara itu, gambar perempuan tua diperban adalah korban serangan artileri pasukan Suriah dan Rusia, bukan korban serangan anjing yang dilepaskan tentara Israel.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20951) [SALAH]: TKA Cina didatangkan untuk dijadikan operator Kereta Cepat

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 04/07/2024

    Berita

    Utangnya dari China

    Tenaga kerjanya dari China

    Operatornya pun dari China

    Keuntungan yang dapat orang China

    Kita orang Indonesia kebagian suruh bayar utangnya

    Terus yang dibanggakan dari proyek ini apa??

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah video di Media sosial dengan klaim TKA China dijadikan operator kereta cepat Jakarta – Bandung.

    Setelah dilakukan penelusuran, klaim tersebut tidak sepenuhnya benar.

    Faktanya, Corporate Secretary PT KCIC, Eva Chairunisa, menyatakan bahwa ratusan pekerja asing merupakan hasil kerjasama dengan Konsorsium PT KAI dan China Railway untuk mengoperasikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) selama satu tahun.

    Sementara itu, KCIC sedang mempersiapkan 1.096 tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk mendampingi pekerja asal China, sehingga terjadi alih kemampuan dalam mengoperasikan dan merawat sarana KCJB.

    Eva menjelaskan bahwa banyaknya pekerja asal China yang didatangkan disebabkan oleh perubahan strategi untuk mempercepat transfer keahlian dan pengetahuan yang sudah diprogramkan. Awalnya, 1.096 TKI akan dikirim ke Tiongkok mulai tahun 2021 agar nantinya bisa mengoperasionalkan KCJB. Eva mengatakan bahwa TKI yang dilibatkan dalam operasional Kereta Cepat harus melalui proses pelatihan dan mendapatkan sertifikat kelulusan. Saat ini, sekitar 300 TKI telah melalui proses pendidikan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun (PPI).

    Jadi klaim TKA China didatangkan untuk dijadikan operator tersebut kurang tepat dengan kategori konteks yang salah.

    Kesimpulan

    Untuk mempercepat alih keahlian dalam mengoperasikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), PT KCIC membawa banyak pekerja asal China dan melibatkan 1.096 tenaga kerja Indonesia yang akan dilatih dan bekerja bersama mereka.

    Rujukan