KOMPAS.com - Beredar unggahan yang menarasikan peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Lestari Maju tenggelam di Selat Pulau Selayar.
Beberapa akun media sosial membagikan narasi soal kecelakaan itu disertai beberapa foto pada 3 dan 4 Juli 2024.
Namun, setelah ditelusuri, peristiwa itu dibagikan dengan konteks keliru.
Unggahan soal tenggelamnya KMP Lestari Maju di Selat Pulau Selayar dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Unggahan tersebut menampilkan foto sebuah kapal terbalik di laut dan diberi keterangan demikian:
Kuasa Allah Innalillahi wa Innailaihi Roji'uun KMP.Lestari Maju Teggelam di Selat Pulau Selayar..semoga selamat semua..Amiiin...Muatan trdiri dari.+-130 orang, Mobil pribadi 14.,mobil Truk 6,Mobil 12 Roda : 8., Motor 8, uang BPD Sbayak 30 Miliyard sudah ada korban Jiwa sebnyak 6 Termasuk Anak-anak untuk sementara..laporan...........Bismillahi Mujereha wamursahaa....
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook unggahan soal KM Lestari Maju tenggelam
(GFD-2024-20996) [KLARIFIKASI] KMP Lestari Maju Tenggelam pada 2018, Bukan 2024
Sumber:Tanggal publish: 05/07/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri gambar kapal dalam unggahan dengan teknik reverse image search. Hasilnya, gambar itu identik dengan foto di laman Antara ini.
keterangan foto menyebutkan, KMP Lestari Maju tenggelam di Perairan Selayar, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan pada 2018.
Seperti diberitakan Kompas.com, KMP Lestari Maju yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Bira ke Pelabuhan Pamatata tenggelam pada 3 Juli 2018.
Sebanyak 36 orang tewas dalam peristiwa tersebut.
Polda Sulawesi Selatan kemudian menetapkan nakhoda KMP Lestari Maju, Agus Susanto dan perwira Syahbandar Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, Kuat Maryanto sebagai tersangka.
Mereka dianggap bertanggung jawab atas kecelakaan itu karena memberikan izin berlayar meski kapal melebihi kapasitas.
keterangan foto menyebutkan, KMP Lestari Maju tenggelam di Perairan Selayar, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan pada 2018.
Seperti diberitakan Kompas.com, KMP Lestari Maju yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Bira ke Pelabuhan Pamatata tenggelam pada 3 Juli 2018.
Sebanyak 36 orang tewas dalam peristiwa tersebut.
Polda Sulawesi Selatan kemudian menetapkan nakhoda KMP Lestari Maju, Agus Susanto dan perwira Syahbandar Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, Kuat Maryanto sebagai tersangka.
Mereka dianggap bertanggung jawab atas kecelakaan itu karena memberikan izin berlayar meski kapal melebihi kapasitas.
Kesimpulan
Peristiwa tenggelamnya KMP Lestari Maju dibagikan dengan konteks keliru. Kejadian tersebut terjadi pada 2018, bukan 2024.
KMP Lestari Maju yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Bira ke Pelabuhan Pamatata tenggelam pada 3 Juli 2018. Sebanyak 36 orang tewas dalam kecelakaan tersebut.
KMP Lestari Maju yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Bira ke Pelabuhan Pamatata tenggelam pada 3 Juli 2018. Sebanyak 36 orang tewas dalam kecelakaan tersebut.
Rujukan
- https://www.facebook.com/NewVirral/posts/pfbid0MwUUfLxNb6KMts2TfYPygEa2xyEvVrbbRYdZik2gTBPSHaDgXxYdvHG4QRUePTqFl?rdid=UZlcQ8lYCLN54GZm
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122102216150389524&id=61561685725159&mibextid=oFDknk&rdid=rQjTK67YVMjuzxR6
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1555894908698600&id=100028343181258&mibextid=oFDknk&rdid=elD4Hi8yC7odNN0Z
- https://www.antaranews.com/berita/723702/uang-rp30-miliar-yang-ikut-tenggelam-dalam-km-lestari-diasuransikan
- https://regional.kompas.com/read/2018/07/09/22413051/pencarian-korban-km-lestari-maju-di-selayar-dihentikan
- https://regional.kompas.com/read/2018/07/09/19040821/polda-sulsel-tetapkan-2-tersangka-tenggelamnya-km-lestari-maju
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20997) [KLARIFIKASI] Konten Satire soal Biksu Berusia 300 Tahun di Malang
Sumber:Tanggal publish: 05/07/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar konten satire mengenai seorang biksu berusia 300 tahun ditemukan di sebuah gua dekat Waduk Karangkates, Malang, Jawa Timur.
Narasi itu dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini. Akun tersebut membagikan gambar beberapa orang sedang memegang tubuh seorang biksu.
Dalam unggahan tersebut terdapat keterangan demikian:
Baru saja ditemukan seorang biksu dalam gua di pegunungan dekat Waduk Karangkates malang. Semula para masyarakat mengira ini sebuah mummi, setelah diamati dengan seksamaternyata denyut nadinya masih ada walaupun lemah sekali. Diperkirakan biksu ini sdh berumur 300 tahun. Di samping biksu itu terdapat uang logam kuno yang sudah tidak laku lagi, beberapa barang kuno seperti cawan, tenunan kuno yang sudah lapuk dan sebuah buku tua.
Di dalam buku itu ada selembar kertas dengan tulisan India kuno.Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, artinya kira-kira begini: "Lebih baik kita ngopidaripada mempercayai cerita ini, sebab kopi membuat kita lebih semangat".
Narasi itu dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini. Akun tersebut membagikan gambar beberapa orang sedang memegang tubuh seorang biksu.
Dalam unggahan tersebut terdapat keterangan demikian:
Baru saja ditemukan seorang biksu dalam gua di pegunungan dekat Waduk Karangkates malang. Semula para masyarakat mengira ini sebuah mummi, setelah diamati dengan seksamaternyata denyut nadinya masih ada walaupun lemah sekali. Diperkirakan biksu ini sdh berumur 300 tahun. Di samping biksu itu terdapat uang logam kuno yang sudah tidak laku lagi, beberapa barang kuno seperti cawan, tenunan kuno yang sudah lapuk dan sebuah buku tua.
Di dalam buku itu ada selembar kertas dengan tulisan India kuno.Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, artinya kira-kira begini: "Lebih baik kita ngopidaripada mempercayai cerita ini, sebab kopi membuat kita lebih semangat".
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, gambar yang dibagikan identik dengan foto pada artikel The Sun.
Artikel tersebut memberitakan mengenai Luang Phor Pian, seorang biksu Buddha di Thailand. Ia meninggal pada 16 November 2017 di Bangkok dalam usia 92 tahun.
Meski berasal dari Kamboja, Luang Phor Pian menghabiskan hari-harinya sebagai guru spiritual di Lopburi, Thailand.
Pada awal 2018, saat kematiannya menginjak 100 hari, para pengikutnya mengeluarkan jasad Luang Phor Pian dari peti untuk memakaikan jubah baru yang masih bersih.
Ketika peti dibuka mereka menemukan jenazah Luang Phor Pian tidak membusuk dan wajahnya juga tampak tersenyum.
Lantas, para pengikutnya membagikan foto tersebut di media sosial.
Artikel tersebut memberitakan mengenai Luang Phor Pian, seorang biksu Buddha di Thailand. Ia meninggal pada 16 November 2017 di Bangkok dalam usia 92 tahun.
Meski berasal dari Kamboja, Luang Phor Pian menghabiskan hari-harinya sebagai guru spiritual di Lopburi, Thailand.
Pada awal 2018, saat kematiannya menginjak 100 hari, para pengikutnya mengeluarkan jasad Luang Phor Pian dari peti untuk memakaikan jubah baru yang masih bersih.
Ketika peti dibuka mereka menemukan jenazah Luang Phor Pian tidak membusuk dan wajahnya juga tampak tersenyum.
Lantas, para pengikutnya membagikan foto tersebut di media sosial.
Kesimpulan
Narasi mengenai seorang biksu berusia 300 tahun ditemukan di sebuah gua dekat Waduk Karangkates, Malang, Jawa Timur, merupakan konten satire.
Foto yang dibagikan merupakan jenazah Luang Phor Pian, seorang biksu Budha di Thailand.
Luang Phor Pian meninggal pada 16 November 2017. Pada awal 2018, saat peti matinya dibuka, jasad Luang Phor Pian ditemukan tidak membusuk dan wajahnya tampak tersenyum.
Foto yang dibagikan merupakan jenazah Luang Phor Pian, seorang biksu Budha di Thailand.
Luang Phor Pian meninggal pada 16 November 2017. Pada awal 2018, saat peti matinya dibuka, jasad Luang Phor Pian ditemukan tidak membusuk dan wajahnya tampak tersenyum.
Rujukan
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=7686396134739604&id=100001078821508&mibextid=oFDknk&rdid=g2rlVejMu2kVeXxq
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=2936294116509231&id=100003860149730&mibextid=oFDknk&rdid=xCVX982OBCSoTDQI
- https://www.facebook.com/groups/591600686407607/permalink/813844090849931/?mibextid=oFDknk&rdid=VizyeQLSipJjnc5G&share_url=
- https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare%2Fp%2F35zL1ePH4EitzQWL%2F%3Fmibextid%3DoFDknk
- https://www.thesun.co.uk/news/5399543/incredible-pics-show-dead-buddhist-monk-smiling-after-his-body-was-removed-from-his-coffin-by-followers-two-months-after-he-died/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22632) CEK FAKTA: Hoaks Pemerintah Bagikan Bansos Lewat Situs Judi Online
Sumber:Tanggal publish: 05/07/2024
Berita
CEK FAKTA: Hoaks Pemerintah Bagikan Bansos Lewat Situs Judi Online
CEK FAKTA: Hoaks Pemerintah Bagikan Bansos Lewat Situs Judi Online
CEK FAKTA: Hoaks Pemerintah Bagikan Bansos Lewat Situs Judi Online
Beredar di media sosial Facebook yang mengeklaim pemerintah akan bagi-bagi bansos melalui situs online. Video durasi 37 detik, memperlihatkan ok Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.
Dalam video tersebut Muhadjir seolah-olah sedang mengatakan bahwa pemerintah membagikan bansos bagi korban judi online melalui situs judi tertentu.
Setelah itu, video beralih menunjukkan seorang laki-laki yang diklaim sebagai penerima bansos. Pria itu tampak berterima kasih kepada pemerintah dan situs judi yang disebutkan.
Ia menyatakan, pemerintah telah membantu dirinya dan masyarakat yang menjadi korban situs tidak legal.
"𝐕𝐈𝐑𝐀𝐋 𝐁𝐀𝐍𝐒𝐎𝐒 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐃𝐈 𝐁𝐄𝐑𝐈𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐌𝐄𝐋𝐀𝐋𝐔𝐈 𝐒𝐈𝐓𝐔𝐒 𝐈𝐍𝐈🔥
𝐒𝐀𝐋𝐃𝐎 𝐊𝐄𝐌𝐁𝐀𝐋𝐈 𝐉𝐈𝐊𝐀 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐓𝐄𝐑𝐁𝐔𝐊𝐓𝐈 𝐖𝐃!" narasi dalam unggahan Facebook.
CEK FAKTA: Hoaks Pemerintah Bagikan Bansos Lewat Situs Judi Online
CEK FAKTA: Hoaks Pemerintah Bagikan Bansos Lewat Situs Judi Online
Beredar di media sosial Facebook yang mengeklaim pemerintah akan bagi-bagi bansos melalui situs online. Video durasi 37 detik, memperlihatkan ok Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.
Dalam video tersebut Muhadjir seolah-olah sedang mengatakan bahwa pemerintah membagikan bansos bagi korban judi online melalui situs judi tertentu.
Setelah itu, video beralih menunjukkan seorang laki-laki yang diklaim sebagai penerima bansos. Pria itu tampak berterima kasih kepada pemerintah dan situs judi yang disebutkan.
Ia menyatakan, pemerintah telah membantu dirinya dan masyarakat yang menjadi korban situs tidak legal.
"𝐕𝐈𝐑𝐀𝐋 𝐁𝐀𝐍𝐒𝐎𝐒 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐃𝐈 𝐁𝐄𝐑𝐈𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐌𝐄𝐋𝐀𝐋𝐔𝐈 𝐒𝐈𝐓𝐔𝐒 𝐈𝐍𝐈🔥
𝐒𝐀𝐋𝐃𝐎 𝐊𝐄𝐌𝐁𝐀𝐋𝐈 𝐉𝐈𝐊𝐀 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐓𝐄𝐑𝐁𝐔𝐊𝐓𝐈 𝐖𝐃!" narasi dalam unggahan Facebook.
Hasil Cek Fakta
Mula-mula penelusuran dilakukan dengan mengunggah potongan video ke Google Image. Hasilnya diketahui bahwa video yang beredar merupakan gabungan dari beberapa klip dan sama sekali tidak ada pernyataan soal pemerintah bagikan bansos melalui situs judi online.
Video yang menampilkan Menko PMK Muhadjir Effendy identik dengan unggahan akun YouTube LENSAINDONESIARTV.
Dalam video, Muhadjir menginginkan korban judi online didaftarkan sebagai penerima bansos. Menko PMK juga menyarankan Kemensos memberikan pembinaan untuk korban judi online yang mengalami gangguan psikososial.
"Banyak yang menjadi miskin baru, itu menjadi tanggung jawab kita, tanggung jawab dari Kemenko PMK" kata Muhadjir.
Secara keseluruhan tidak ada pernyataan bahwa pemerintah membagikan bansos melalui situs judi online.
Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan panjang lebar, terkait pernyataanya soal korban judi online (judol) mendapatkan bantuan sosial atau bansos.
Muhadjir mengamini, pernyataan tersebut menjadi kontroversi publik. Dia menilai hal itu disebabkan interpretasi yang keliru oleh masyarakat.
“Jadi saya sudah mencermati reaksi dari masyarakat tentang usulan saya, nanti mereka yang jadi korban judi online itu bisa mendapat bantuan sosial dengan kriteria tertentu.
Saya tangkap, dari opini masyarakat itu ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa korban judi online itu adalah pelaku,” kata Muhadjir kepada awak media di Jakarta, Senin (17/6/2024).
Muhadjir menjelaskan, harus bisa dibedakan sebelumnya pelaku dalam hal ini adalah pemain. Kemudian yang menjadi korban itu adalah para bandar. Maka kemudian, hal itu ditindak lanjuti lagi, namun mereka menganggapnya para penjudilah yang nanti dapat bantuan. Sehingga terjadi misleading (salah persepsi).
“Jado tidak begitu, menurut KUHP Pasal 303 maupun UU ITE 11 th 2008 Pasal 27, pelaku judi adalah tindak pidana, karena itu para pelaku baik itu pemain maupun bandar itu adalah pelanggar hukum dan harus ditindak dan itu lah tugas siber satgas penumpasan judi online itu menjadi tugas utama mereka,” beber Muhadjir.
Muhajdi menegaskan, korban judi online adalah mereka yang tergolong bukan pelaku. Sehingga mereka yang layak disebut korban adalah keluarga atau individu terdekat dari para penjudi yang dirugikan baik secara material, finansial maupun psikologis. Artinya, merekalah yang nanti akan kita masuk dalam golongan masyarakat penerima bantuan sosial.
“Mereka yang disantuni, kalau mereka itu yang kehilangan harta benda, kehilangan sumber kehidupan maupun mengalami trauma psikologis, kalau mereka itu nanti berupa keluarga. Jadi keluarga ya sekali lagi, keluarga dan keluarga itu jatuh miskin, maka itulah yang nantinya mendapatkan bantuan sosial,” yakin Muhadjir.
Video yang menampilkan Menko PMK Muhadjir Effendy identik dengan unggahan akun YouTube LENSAINDONESIARTV.
Dalam video, Muhadjir menginginkan korban judi online didaftarkan sebagai penerima bansos. Menko PMK juga menyarankan Kemensos memberikan pembinaan untuk korban judi online yang mengalami gangguan psikososial.
"Banyak yang menjadi miskin baru, itu menjadi tanggung jawab kita, tanggung jawab dari Kemenko PMK" kata Muhadjir.
Secara keseluruhan tidak ada pernyataan bahwa pemerintah membagikan bansos melalui situs judi online.
Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan panjang lebar, terkait pernyataanya soal korban judi online (judol) mendapatkan bantuan sosial atau bansos.
Muhadjir mengamini, pernyataan tersebut menjadi kontroversi publik. Dia menilai hal itu disebabkan interpretasi yang keliru oleh masyarakat.
“Jadi saya sudah mencermati reaksi dari masyarakat tentang usulan saya, nanti mereka yang jadi korban judi online itu bisa mendapat bantuan sosial dengan kriteria tertentu.
Saya tangkap, dari opini masyarakat itu ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa korban judi online itu adalah pelaku,” kata Muhadjir kepada awak media di Jakarta, Senin (17/6/2024).
Muhadjir menjelaskan, harus bisa dibedakan sebelumnya pelaku dalam hal ini adalah pemain. Kemudian yang menjadi korban itu adalah para bandar. Maka kemudian, hal itu ditindak lanjuti lagi, namun mereka menganggapnya para penjudilah yang nanti dapat bantuan. Sehingga terjadi misleading (salah persepsi).
“Jado tidak begitu, menurut KUHP Pasal 303 maupun UU ITE 11 th 2008 Pasal 27, pelaku judi adalah tindak pidana, karena itu para pelaku baik itu pemain maupun bandar itu adalah pelanggar hukum dan harus ditindak dan itu lah tugas siber satgas penumpasan judi online itu menjadi tugas utama mereka,” beber Muhadjir.
Muhajdi menegaskan, korban judi online adalah mereka yang tergolong bukan pelaku. Sehingga mereka yang layak disebut korban adalah keluarga atau individu terdekat dari para penjudi yang dirugikan baik secara material, finansial maupun psikologis. Artinya, merekalah yang nanti akan kita masuk dalam golongan masyarakat penerima bantuan sosial.
“Mereka yang disantuni, kalau mereka itu yang kehilangan harta benda, kehilangan sumber kehidupan maupun mengalami trauma psikologis, kalau mereka itu nanti berupa keluarga. Jadi keluarga ya sekali lagi, keluarga dan keluarga itu jatuh miskin, maka itulah yang nantinya mendapatkan bantuan sosial,” yakin Muhadjir.
Kesimpulan
Pemerintah bagikan bansos melalui situs judi online adalah tidak benar alias hoaks.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Rujukan
- https://www.facebook.com/61551397597561/posts/8217134064986352/
- https://youtube.com/shorts/gUbFZzzr2n0?si=jiyrKeirJXqunmcn
- https://www.youtube.com/watch?v=PeyemTQIK7c
- https://www.merdeka.com/peristiwa/panjang-lebar-menko-muhadjir-luruskan-statement-soal-korban-judi-online-bisa-terima-bansos-151876-mvk.html?screen=1
(GFD-2024-21121) [SALAH] PENYANYI ARLIDA PUTRI MENINGGAL DUNIA
Sumber: TikTok.comTanggal publish: 05/07/2024
Berita
Beredar melalui media sosial TikTok sebuah informasi yang mengklaim jika penyanyi bernama Arlida Putri meninggal dunia. Informasi tersebut diunggah oleh akun TikTok bernama @lastrie2444. Sampai dengan artikel ini dibuat, unggahan tersebut telah disukai sebanyak 38 ribu dan dibagikan lebih dari 1000 kali oleh pengguna TikTok lainnya.
Hasil Cek Fakta
Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, informasi tersebut TIDAK BENAR. Melansir dari akun Instagram @arlidaputrii, sampai dengan artikel ini dibuat ditemukan fakta bahwa Arlida masih aktif mengunggah berbagai macam kegiatannya.
Berdasar seluruh referensi, unggahan seputar penyanyi Arlida Putri meninggal adalah tidak benar. Unggahan tersebut masuk ke dalam kategori fabricated content atau konten palsu.
Berdasar seluruh referensi, unggahan seputar penyanyi Arlida Putri meninggal adalah tidak benar. Unggahan tersebut masuk ke dalam kategori fabricated content atau konten palsu.
Kesimpulan
Informasi tersebut tidak benar. Melansir dari akun Instagram Arlida Putri, ditemukan fakta bahwa penyanyi yang berasal dari Sidoarjo tersebut masih aktif mengunggah kegiatan bernyanyinya.
Rujukan
Halaman: 3302/7954






