• (GFD-2024-20991) [PENIPUAN] Undian untuk Nasabah M-Banking Bank Sulteng

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 08/07/2024

    Berita

    Khusus Untuk Nasabah Bank BPD Sulteng Yang Sudah Terdaftar DI Sms Banking/Mobile Banking/Internet Banking,

    GEBYAR UNDIAN RAMADHAN HADIAH

    Bank Sulteng Hadir Lagi,

    Ayo Buruan Daftar Menangkan Hadiah Nya Utama nya

    -2: Unit Mobil XPander

    -1 : Unit Mobile Honda Freed

    -3 : Unit Mobile Honda Brio

    -10:Unit Sepada motor

    -10: paket wisata japan

    -20: paket Haji gratis

    -10 : Unit TV Led

    -15 : Unit Leptop

    -15: Unit Lemari es

    -20 : Unit Specker Prolytron

    -20 : Unit Hp Samsung

    – Dan Masih Banyak Yang Lain nya.

    Masih Banyak Keuntungan Lainnya… Info Lebih Lanjut Tentang Pendaftaran ( Gebyar Ramadhan Undian Berhadiah Bank BPD SULTENG) Silakan Klik Menu (Daftar) Yang Telah Kami Sediahkan.

    Hasil Cek Fakta

    Ditemukan sebuah unggahan di Facebook yang menginfokan mengenai undian Gebyar Undian Ramadhan Hadiah khusus nasabah Bank Sulteng yang sudah terdaftar layanan di sms banking/mobile banking/internet banking.

    Untuk memastikan kebenarannya dilakukan pengecekan di Facebook resmi dari Bank Sulteng (https://www.facebook.com/BankSultengOfficial/), di akun Facebook resminya ini, Bank Sulteng tidak membuat unggahan mengenai undian apapun di bulan Mei 2024 ini.

    Selain itu link yang tertera pada unggahan Facebook tersebut juga tidak mengarah ke situs resmi milik Bank Sulteng yang mana seharusnya beralamatkan di https://www.banksulteng.co.id/.

    Berdasarkan dari temuan tersebut maka dapat disimpulkan jika unggahan yang mengatasnamakan Bank Sulteng tersebut merupakan salah satu modus untuk melakukan penipuan online.

    Kesimpulan

    Melalui pengecekan di Facebook resmi Bank Sulteng, mereka tidak sedang mengadakan undian apapun di bulan Mei 2024 ini. Link yang tertera pada unggahan undian tersebut juga tidak mengarahkan ke situs resmi Bank Sulteng.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21148) [SALAH] “jokowi jadi cemoohan dunia internasional” (Koran Independent Observer)

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 07/07/2024

    Berita

    NARASI: * “Yg selalu suzon bahwa @jokowi presiden terbaik,
    Apa gak terbalik….?” (di post).

    * “mana yg kemarin triak” presiden terbaik

    jokowi jadi cemoohan
    dunia internasional

    akhirnya fakta presiden
    terbaik hanya koar-koar
    02 dan buzzer bansos

    🫢🫢🫢🫢🫢🫢🫢🫢🫢” (di video).

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan pelintiran daur ulang yang sudah diklarifikasi sebelumnya pada tahun 2018 dan 2019 lalu sehingga menimbulkan kesimpulan yang MENYESATKAN. FAKTA: meskipun berbahasa Inggris BUKAN media luar negeri, menurut ISSN-nya Independent Observer adalah Koran Umum Nasional.

    Artikel periksa fakta dengan foto yang identik, turnbackhoax.id pada 26 Agu 2018: “ISSN Online: “Koran Umum Nasional berbahasa Inggris dengan skala terbit mingguan.”, yang artinya bukan surat kabar luar negri seperti yang disebutkan di narasi oleh post sumber.”

    CNN Indonesia pada 7 Sep 2018: “Jakarta, CNN Indonesia — Tembok pagar bangunan di atas lahan sekitar 900 meter persegi itu tampak kusam. Sebagian catnya mengelupas. Pintu pagar bercat hitam itu tertutup rapat. Suasana siang itu senyap.

    Hasil pencarian di turnbackhoax.id, kata kunci: “independent observer”

    Sumber video yang dibagikan oleh SUMBER, akun @01_abah_anies di TikTok

    Kesimpulan

    MENYESATKAN, pelintiran daur ulang. Sudah diklarifikasi sebelumnya pada tahun 2018 dan 2019 lalu, FAKTA: meskipun berbahasa Inggris BUKAN media luar negeri, menurut ISSN-nya Independent Observer adalah Koran Umum Nasional.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20985) Cek Fakta: Tidak Benar Pendaftaran Pembagian Hadiah dari BSI

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/07/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pendaftaran pembagian hadiah dari Bank Syariah Indonesia (BSI), informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 30 Juni 2024.
    Unggahan tersebut berupa tulisan sebagai berikut.
    "Dapatkan Hadiah di bawah⬇ dengan cara klik tombol DAFTAR.!!!!
    Khusus nasabah yang sudah terdaftar di 𝗠-𝗯𝗮𝗻𝗴𝗸𝗶𝗻𝗴 jangan lewatkan kesempatan untuk menang raih hadiahnya berikut:
    𝙃𝙖𝙙𝙞𝙖𝙝 𝙐𝙩𝙖𝙢𝙖
    • 5 Unit mercedes-benz
    • 4 Unit mobil Jeep Wrangler
    • 20 Unit Vespa Primavera 150
    • 40 Unit IPhone 15 promax
    • 36 Emas 10gram
    • 28 Paket uang tunai sebesar 15juta
    • 31 Tiket wisata ke Jepang
    Klik tombol daftar untuk cetak KUPON tukarkan sekarang ke kantor cabang BANK SYARIAH INDONESIA.!!!"
    Informasi tersebut memuat tautan yang diklaim sebagai formulir pendaftaran yang meminta sejumlah identitas pribadi sebagai beirkut.
    "https://choreodev.sf-nets.cfd/bsi/?fbclid=IwZXh0bgNhZW0CMTEAAR11bfzxxOerc0-Hzqd2h2dUsr-aiJliUDFxgaeiVV3LT5tCt8nXXvE7Rkk_aem_ZS-ufJ8wRL0dC8WudzDaqA"
    Benarkah klaim pendaftaran pembagian hadiah dari BSI? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pendaftaran pembagian hadiah dari BSI, dalam artikel berjudul "BSI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Online Jelang Idul Adha" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 6 Juni 2024 Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar mengatakan, perseroan mengajak masyarakat khususnya nasabah BSI untuk peduli dalam menanggapi informasi ilegal yang masuk melalui pesan online atau telepon.
    Para nasabah pun diingatkan untuk mengecek transaksi finansial secara berkala dan juga tidak memberikan password data pribadi, OTP kepada keluarga, oknum yang mengatasnamakan BSI maupun pihak lainnya selain diri sendiri.
    Selain itu, nasabah dapat mengecek kebenaran informasi melalui kanal komunikasi resmi BSI, mulai dari Call Center 14040, situs www.bankbsi.co.id, seluruh outlet BSI, maupun kanal media sosial, seperti Instagram (@banksyariahindonesia), Facebook & Youtube (Bank Syariah Indonesia), dan X (@bankbsi_id).
    Penelusuran dilanjutkan dengan memeriksa tautan yang disertakan pada klaim, tautan tersebut tidak mengarah pada situs resmi BSI, dalam artikel berjudul "Kenali Macam Macam Modus Penipuan" yang dimuat situs resmi BSI bankbsi.co.id, menyebutkan jenis penipuan secara online di antaranya adalah Phising Modus pertama, phishing, biasanya pelaku akan mengaku dari lembaga resmi melalui sambungan telepon, email atau pesan teks.
    Mereka memanipulasi korban supaya mau memberikan data pribadi, yang akan digunakan untuk mengakses akun penting milik korban. Phishing bisa mengakibatkan berbagai kerugian, antara lain pencurian identitas pribadi.
    Modus kedua yang ditemukan Kominfo adalah phraming ponsel, yaitu mengarahkan korban ke situs web palsu. Jika korban mengklik entri domain name system (DNS), akan tersimpan dalam bentuk cache.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pendaftaran pembagian hadiah dari BSI tidak benar.
    BSI mengajak masyarakat khususnya nasabah BSI untuk peduli dalam menanggapi informasi ilegal yang masuk melalui pesan online atau telepon, dengan  tidak memberikan password data pribadi, OTP kepada keluarga, oknum yang mengatasnamakan BSI maupun pihak lainnya selain diri sendiri.
    Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
    Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
    Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
    Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Lip

    Rujukan

  • (GFD-2024-21212) [BELUM TERBUKTI] “kebocoran PDN diduga kuat berasal dari orang dalam sejak 11 Oktober 2022”

    Sumber: X.com
    Tanggal publish: 06/07/2024

    Berita

    …Kpd Yth @meutya_hafid pimpinan Komisi 1 DPR, kami mendapatkan data telak nan luar biasa bahwa kebocoran PDN diduga kuat berasal dari orang dalam sejak 11 Oktober 2022.
    Nama’y: Dicky Prasetya Atmaja.
    Dia bekerja di LintasArta.
    Dialah saksi mahkota, kok bisa?
    Thread! (“,)

    …Dicky Prasetya Atmaja harus diperiksa+dilindungi kalo perlu masuk program LPSK. Dialah pembuka “kotak Pandora” Kok bisa bocorin akses VPN dari PDN secara VULGAR alias mudah digoogle!!?? Sengaja/reverse psychology/ditumbalin? Google aja “Dokumen Pusat Data Nasional”. (“,)

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya klaim bahwa sumber kebocoran dari insiden peretasan dan ransomware ke server Pusat Data Nasional Sementara (PDN) adalah dari dokumen yang diunggah oleh pengguna situs scribd.com pada 11 Oktober 2022 merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, dokumen tersebut adalah dokumen untuk server Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bukan server utama Pusat Data Nasional Sementara (PDN).

    Hal ini dapat dilihat dari yang tertulis di dokumen itu sendiri:

    1. Dokumen tersebut dibuat oleh Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan, Dirjen Aptika, Kemenkominfo untuk menjawab permohonan perubahan atau penyesuaian kapasitas Layanan Infrastructure as a Service (IaaS) untuk fasilitas layanan Goverment Cloud dari Kemenkominfo.

    Seperti yang tercantum di dokumen ini, akses Virtual Cloud/ Portal adalah akses Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan nama pengguna “bpkp” dan kata sandi “Admin#1234” dan login melalui laman https://igcp2.layanan.go.id/tenant/BadanPengawasan-Keuangan-Dan-Pembangunan/ yang saat ini sudah tidak bisa diakses.

    2. Akses Virtual Private Network (VPN) hanya menampilkan tautan https://103.6.34.22/ tanpa menampilkan nama pengguna dan kata sandi.

    3. Akses Virtual Data Center (VDC) tidak menampilkan keterangan apapun.

    4. Dashboard Virtual Data Center menampilkan kapasitas CPU, Memory dan Storage yang dibuat untuk keperluan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

    5. Spesifikasi Virtual Machine (VM) tidak menampilkan apapun.

    Dokumen ini masih bisa dilihat di https://archive.ph/Fprzw (Arsip)

    Sementara itu, SVP Head of Corporate Communications IOH, Steve Saerang memastikan Dicky sudah tak bekerja lagi di Lintasarta sejak Agustus 2021.

    “Kami menegaskan bahwa oknum yang diduga terkait dengan Pusat Data Nasional (PDN) sudah tidak memiliki hubungan dan/atau kontrak kerja dengan Lintasarta sejak Agustus 2021,” kata Steve dalam keterangan yang diterima IDN Times, Kamis (4/7/2024).

    Kesimpulan

    Dokumen tersebut adalah dokumen untuk server Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bukan server utama Pusat Data Nasional Sementara (PDN).

    Rujukan