KOMPAS.com - Beredar tangkapan layar artikel Liputan6 mengenai pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony J Blinken.
Dalam konten itu, Blinken menyebut Kementerian Komunikasi dan Informatika bodoh karena tidak mengetahui peretasan terhadap data warga.
Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tangkapan layar artikel tersebut hoaks.
Sebagai konteks, Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang dikelola Kemenkominfo mengalami gangguan akibat serangan ransomware LockBit 3.0 pada 20 Juni 2024.
Tangkapan layar artikel Liputan6 mengenai pernyataan Menlu AS yang menyebut Kemenkominfo bodoh disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut judul artikel tersebut:
Menteri Amerika klaim: Kominfo Indonesia sangat bodoh, Database negaranya dihacker tidak tau, karena sibuk ngurus Palestina.
Sementara, teks pada tangkapan layar yang diunggah salah satu akun, pada Selasa (9/7/2024):
Sibuk urus Palestina, sibuk ngurusin keamanan negara orang lain, malah database negara sendiri tidak bisa diamankan.
(GFD-2024-21035) [HOAKS] Menlu AS Sebut Kemenkominfo Bodoh
Sumber:Tanggal publish: 09/07/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tangkapan layar memuat tanggal penayangan artikel, yakni Selasa (2/7/2024) pukul 7.34 WIB.
Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan artikel mengenai Menlu AS di situs Liputan6 pada tanggal dan jam tersebut.
Sementara, foto yang dipakai bersumber dari situs Getty Images karya fotografer Mandel Ngan.
Dalam foto, Blinken menghadiri dan berpidato dalam peluncuran "Strategi AS tentang Keamanan Ekonomi Perempuan Global" di Ruang Benjamin Franklin Departemen Luar Negeri, Washington DC, pada 4 Januari 2023.
Tidak terdapat pernyataan resmi dari Blinken mengenai serangan ransomware yang dialami Indonesia.
Blinken sempat bertemu presiden terpilih Prabowo Subianto pada 12 Juni 2024.
Ia berterima kasih kepada Prabowo yang juga menjabat Menteri Pertahanan atas dukungan Indonesia terhadap usulan untuk segera mencapai gencatan senjata di Gaza dan menjamin pembebasan seluruh sandera.
Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan artikel mengenai Menlu AS di situs Liputan6 pada tanggal dan jam tersebut.
Sementara, foto yang dipakai bersumber dari situs Getty Images karya fotografer Mandel Ngan.
Dalam foto, Blinken menghadiri dan berpidato dalam peluncuran "Strategi AS tentang Keamanan Ekonomi Perempuan Global" di Ruang Benjamin Franklin Departemen Luar Negeri, Washington DC, pada 4 Januari 2023.
Tidak terdapat pernyataan resmi dari Blinken mengenai serangan ransomware yang dialami Indonesia.
Blinken sempat bertemu presiden terpilih Prabowo Subianto pada 12 Juni 2024.
Ia berterima kasih kepada Prabowo yang juga menjabat Menteri Pertahanan atas dukungan Indonesia terhadap usulan untuk segera mencapai gencatan senjata di Gaza dan menjamin pembebasan seluruh sandera.
Kesimpulan
Tangkapan layar artikel Liputan6 mengenai pernyataan Menlu AS yang menyebut Kemenkominfo bodoh adalah hoaks.
Tidak ada pernyataan Antony J Blinken mengenai serangan ransomware LockBit 3.0 terhadap PDN yang dikelola Kemenkominfo.
Gambar yang beredar dibuat dengan desain artikel Liputan6 dan foto dari Getty Images.
Tidak ada pernyataan Antony J Blinken mengenai serangan ransomware LockBit 3.0 terhadap PDN yang dikelola Kemenkominfo.
Gambar yang beredar dibuat dengan desain artikel Liputan6 dan foto dari Getty Images.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=10226328740424510&set=a.1391871836453
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122108080502386381&set=a.122094073004386381
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1596892864213895&set=a.193075287929000
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=493191509855907&set=gm.1636850130471549&idorvanity=1549218835901346
- https://www.liputan6.com/news/indeks/2024/07/02?page=4
- https://www.gettyimages.com/detail/news-photo/secretary-of-state-antony-blinken-speaks-during-the-launch-news-photo/1245983437?adppopup=true
- https://search.usembassy.gov/search/?utf8=%E2%9C%93&affiliate=dos_emb_eap_indonesia&query=Antony+J.+Blinken&commit=%EF%80%82
- https://id.usembassy.gov/secretary-blinkens-meeting-with-indonesian-president-elect-subianto/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22633) Viral Biksu Berusia 300 Tahun Ditemukan Hidup di Malang, Cek Faktanya
Sumber:Tanggal publish: 09/07/2024
Berita
Viral Biksu Berusia 300 Tahun Ditemukan Hidup di Malang, Cek Faktanya
Benarkah biksu berusia 300 tahun ditemukan di Malang? Simak penelusurannya
Viral Biksu Berusia 300 Tahun Ditemukan Hidup di Malang, Cek Faktanya
Beredar unggahan di media sosial dengan narasi yang menyebut ada seorang biksu berusia 300 tahun ditemukan di Waduk Karangkates Malang.
Dalam unggahan tersebut terdapat foto seorang biksu dengan narasi sebagai berikut:
"Baru saja ditemukan seorang biksu dalam gua di pegunungan dekat Waduk Karangkates malang. Semula para masyarakat mengira ini sebuah mummi, setelah diamati dengan seksama ternyata denyut nadinya masih ada walaupun lemah sekali.
Diperkirakan biksu ini sdh berumur 300 tahunDi samping biksu itu terdapat uang logam kuno yang sudah tidak laku lagi, beberapa barang kuno seperti cawan, tenunan kuno yang sudah lapuk dan sebuah buku tua.Di dalam buku itu ada selembar kertas dengan tulisan India kuno.Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, artinya kira-kira begini: "Lebih baik kita ngopi daripada mempercayai cerita ini, sebab kopi membuat kita lebih semangat".Jangan terlalu serius, semangat 😅🫰🏻Jangan lupa bersyukur dan bahagia..🔥⚽️"
Benarkah biksu berusia 300 tahun ditemukan di Malang? Simak penelusurannya
Viral Biksu Berusia 300 Tahun Ditemukan Hidup di Malang, Cek Faktanya
Beredar unggahan di media sosial dengan narasi yang menyebut ada seorang biksu berusia 300 tahun ditemukan di Waduk Karangkates Malang.
Dalam unggahan tersebut terdapat foto seorang biksu dengan narasi sebagai berikut:
"Baru saja ditemukan seorang biksu dalam gua di pegunungan dekat Waduk Karangkates malang. Semula para masyarakat mengira ini sebuah mummi, setelah diamati dengan seksama ternyata denyut nadinya masih ada walaupun lemah sekali.
Diperkirakan biksu ini sdh berumur 300 tahunDi samping biksu itu terdapat uang logam kuno yang sudah tidak laku lagi, beberapa barang kuno seperti cawan, tenunan kuno yang sudah lapuk dan sebuah buku tua.Di dalam buku itu ada selembar kertas dengan tulisan India kuno.Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, artinya kira-kira begini: "Lebih baik kita ngopi daripada mempercayai cerita ini, sebab kopi membuat kita lebih semangat".Jangan terlalu serius, semangat 😅🫰🏻Jangan lupa bersyukur dan bahagia..🔥⚽️"
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, biksu dalam foto yang beredar bernama Luang Phor Pian asal Thailand dan telah meninggal dunia pada 16 November 2017 di Bangkok Thailand pada usia 92 tahun.
Dikutip dari artikel The Sun berjudul "SMILING DOWN ON US Dead Buddhist monk ‘smiles’ after his body was removed from his coffin two months after he died" yang tayang pada 22 Januari 2018.
Foto tersebut diambil tiga bulan setelah pemakamannya saat jenazah biksu itu dibawa pengikutnya untuk dipakaikan jubah baru.
Namun yang membuat terkejut jenazah biksu itu tidak membusuk dan tampak tersenyum.
Selain itu dalam unggahan juga disertai kalimat "Lebih baik kita ngopi daripada mempercayai cerita ini, sebab kopi membuat kita lebih semangat" yang menegaskan bahwa narasi dalam postingan merupakan satir.
Dikutip dari artikel The Sun berjudul "SMILING DOWN ON US Dead Buddhist monk ‘smiles’ after his body was removed from his coffin two months after he died" yang tayang pada 22 Januari 2018.
Foto tersebut diambil tiga bulan setelah pemakamannya saat jenazah biksu itu dibawa pengikutnya untuk dipakaikan jubah baru.
Namun yang membuat terkejut jenazah biksu itu tidak membusuk dan tampak tersenyum.
Selain itu dalam unggahan juga disertai kalimat "Lebih baik kita ngopi daripada mempercayai cerita ini, sebab kopi membuat kita lebih semangat" yang menegaskan bahwa narasi dalam postingan merupakan satir.
Kesimpulan
Biksu berusia 300 tahun ditemukan di Waduk Karangkates Malang adalah tidak benar. Faktanya biksu tersebut telah meninggal dunia pada 16 November 2017 di Bangkok Thailand pada usia 92 tahun.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Rujukan
(GFD-2024-20992) Keliru, Video Tutorial Deteksi Risiko Stroke dengan Gerakan Jari Tangan
Sumber:Tanggal publish: 08/07/2024
Berita
Sebuah video beredar di WhatsApp dan Facebook [ Arsip ] yang diklaim cara mendeteksi risiko stroke dengan cara menggerakkan jari tangan pada posisi tertentu.
Video itu memperlihatkan seseorang menggerakkan jari telunjuk tangan kanan ke atas jari tengah dan ditahan. Tetap di tangan yang sama, dia mempertemukan ibu jari dan jari manis di atas telapak tangan, sementara jari kelingking bebas bergerak. Jari kelingking yang bebas bergerak diklaim bahwa orang tersebut semakin kecil resikonya untuk terkena stroke.
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah video yang beredar memperlihatkan cara mendeteksi risiko stroke pada seseorang?
Hasil Cek Fakta
Menurut dokter spesialis saraf dari Rumah Sakit Royal dan National Hospital Surabaya, Bambang Kusnardi, dikutip dari Kompas.com, tidak ada hubungan antara menggerakkan jari sebagaimana ditunjukkan dalam video dengan risiko stroke pada seseorang. Maka tutorial yang ditunjukkan dalam video itu tidak tepat.
Dia menjelaskan ada dua macam cara menilai risiko stroke pada seseorang yakni risiko yang bisa dikendalikan dan tidak bisa dikendalikan. Penilaian risiko yang bisa dikendalikan meliputi faktor hipertensi, diabetes melitus, dyslipidemia, asam urat, gaya hidup dan lain-lain.
Sementara tingkat risiko stroke terhadap seseorang yang tak bisa dikendalikan bisa diketahui dari usia, jenis kelamin dan ras. Misalnya orang berusia di atas 55 tahun, berjenis kelamin pria, dan ras Afrika Amerika, memiliki risiko stroke lebih tinggi daripada yang lain.
Dilansir Detik.com, dokter spesialis saraf dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof Dr dr Mahar Mardjono Jakarta, dr Ricky Gusanto Kurniawan, SpS, FINS, juga mengatakan tutorial menilai mengetahui risiko stroke dalam video yang beredar tersebut keliru.
"Untuk (mengetahui risiko) stroke itu hoaks. Tapi kalau mau periksa saraf atau kekuatan (tangan), mungkin bisa," kata Ricky, di Jakarta Timur, Jumat, 28 September 2022.
Ia juga menyarankan agar masyarakat melakukan deteksi risiko stroke pada diri masing-masing menggunakan langkah-langkah yang dianjurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Berikut langkah-langkahnya:
American Stroke Association juga menyediakan formulir asesmen risiko stroke pada diri seseorang. Formulir itu bisa diunduh dari website mereka, yang meliputi faktor tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan lain-lain.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan tutorial memeriksa risiko stroke pada seseorang menggunakan gerakan jari, merupakan klaim keliru.
Pakar mengatakan menggerakkan jari tangan tidak ada hubungannya dengan penilaian risiko stroke. Terdapat sejumlah cara yang secara medis bisa digunakan untuk menilai risiko stroke terhadap seseorang.
Rujukan
- https://www.facebook.com/diobunga/videos/452105060777548
- https://megalodon.jp/2024-0707-1202-43/
- https://www.facebook.com:443/diobunga/videos/452105060777548
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-6375061/terungkap-fakta-di-balik-viral-cek-stroke-lewat-jari-ini-penjelasan-dokter
- https://www.stroke.org/en/about-stroke/stroke-risk-factors/stroke-risk-assessment
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2024-20993) Benar, Video Peristiwa Kekerasan Polisi di India
Sumber:Tanggal publish: 08/07/2024
Berita
Sebuah video beredar di WhatsApp dan akun Facebook ini, ini, serta ini, dengan klaim peristiwa kekerasan polisi India yang sedang menendang beberapa penganut agama Islam yang sedang salat. Salah satu akun memberikan narasi bahwa Mahkamah Agung India membiarkan kekejaman terjadi terhadap orang-orang Islam di sana.
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah video itu memperlihatkan perlakuan otoritas India terhadap muslim di sana?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa peristiwa itu memang benar terjadi di India. Kepolisian New Delhi menyesalkan peristiwa tersebut serta memberikan sanksi skors dan penangguhan jabatan terhadap pelakunya.
Tempo memverifikasi video itu menggunakan layanan reverse image search dari mesin pencari Google dan Yandex, sehingga berhasil menemukan informasi selengkapnya terkait video yang beredar tersebut.
Berikut hasil penelusurannya:
Video yang beredar memperlihatkan pria berpakaian cokelat menendang sejumlah pria yang sedang shalat. Sejumlah media di India telah memberitakan video tersebut, yang direkam di sebuah jalan di area Inderloka, Kota New Delhi, India, 8 Maret 2024.
The Hindu memberitakan bahwa peristiwa itu terjadi dalam pelaksanaan salat jumat di Masjid Makki Jama. Beberapa warga yang ikut melaksanakan salat jumat menyatakan masjid terlalu penuh, sehingga sebagian jemaat mengikuti peribadatan di jalan.
Polisi tersebut bernama Manoj Kumar Tomar itu berusaha mengusir jemaat yang mengikuti peribadatan di jalan. Pemberitaan memuat alasan polisi melakukannya karena hal itu dianggap bisa menyebabkan kemacetan di kawasan tersebut.
Namun, kemudian dia melakukannya menggunakan kekerasan. Setelah peristiwa itu, polisi tersebut ditangguhkan dari jabatannya sebagai wakil inspektur. Kepolisian Delhi juga menyelenggarakan investigasi atas kasus tersebut.
Versi lain dari kepolisian seperti dikutip oleh The Print menyatakan, saat itu masjid tidak penuh. Sehingga mereka hendak menyuruh orang-orang yang beribadah di jalan untuk masuk ke dalam masjid.
Meskipun ada perbedaan informasi terkait kondisi masjid, namun beberapa media India sama-sama menyatakan bahwa pelaku kekerasan itu hanya satu orang yang bertindak secara spontan karena tersulut emosi.
Selain itu, Kepolisian New Delhi menyesalkan peristiwa tersebut serta memberikan sanksi skors dan penangguhan jabatan terhadap pelakunya.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan kekerasan polisi India menendang umat muslim yang sedang beribadah adalah klaim yang benar.
Namun, setelah peristiwa tersebut, polisi itu disanksi skors dan jabatannya ditangguhkan, serta digelar investigasi atas kasus tersebut. Hal itu menunjukkan Kepolisian New Delhi tidak membenarkan tindakan salah satu personilnya tersebut.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/461188093339259
- https://www.facebook.com/reel/506557428390605
- https://www.facebook.com/100010033840963/videos/1258908441753471
- https://www.thehindu.com/news/cities/Delhi/delhi-police-cop-suspended-for-kicking-namazis-in-inderlok-area-tense/article67928854.ece
- https://theprint.in/india/delhi-police-suspends-sub-inspector-for-kicking-people-offering-namaz-in-delhis-inderlok-area/1993753/
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
Halaman: 3294/7953






