• (GFD-2026-32590) Cek Fakta: Tidak Benar Prabowo Akan Hentikan MBG Setelah Idul Fitri

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim unggahan yang menyebutkan Presiden Prabowo Subianto akan resmi menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah Hari Raya Idul Fitri. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 26 Februari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Persiden prabowo akan Menghentikan makanan bergisi/MBG secara resmi setelahhari raya idul fitri"
    Lalu benarkah klaim unggahan yang menyebutkan Presiden Prabowo akan menghentikan MBG setelah Hari Raya Idul Fitri? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim unggahan yang menyebutkan Presiden Prabowo akan menghentikan MBG setelah Hari Raya Idul Fitri. Penelusuran dilakukan dengan menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
    Dadan menegaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan berjalan setelah Lebaran.
    "Program MBG akan tetap jalan dengan jumlah SPPG yang akan mencapai 25.000 setelah Idul Fitri dan sudah akan melayani lebih dari 61.2 juta penerima manfaat dengan kembali ke menu segar," kata Dadan kepada Liputan6.com, Senin (2/3/2026).
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berita dari Badan Gizi Nasional (BGN) berjudul "BGN Atur Skema Distribusi MBG Saat Libur Lebaran, Gunakan Paket Bundling Maksimal 3 Hari".
    Dalam artikel ini dijelaskan bahwa BGN menetapkan mekanisme khusus pelaksanaan program MBG selama periode libur Idul Fitri dan cuti bersama 1447 Hijriah, yang termaktub di dalam Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026.
    Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pada 18-24 Maret, tidak dilakukan penyaluran MBG bagi seluruh sasaran penerima manfaat, baik peserta didik maupun non-peserta didik. Sebagai penggantinya, distribusi dilakukan lebih awal.
    "Pendistribusiannya dilakukan pada hari terakhir pendistribusian sebelumnya yaitu pada hari Selasa, 17 Maret 2026, berupa satu paket kemasan makanan sehat ditambah dengan tiga paket bundling kemasan sehat untuk MBG alokasi hari Rabu, 18 Maret 2026 sampai Jumat, 20 Maret 2026," jelasnya, Jakarta, Sabtu 14 Februari 2026.
    Dadan menjelaskan bahwa paket bundling merupakan penggabungan paket makanan kemasan sehat MBG untuk konsumsi beberapa hari yang diserahkan sekaligus. BGN menekankan batas maksimal makanan yang telah diterima hanya bertahan untuk tiga hari.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim unggahan yang menyebutkan Presiden Prabowo akan menghentikan MBG setelah Hari Raya Idul Fitri, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32591) Hoaks Tautan Pendaftaran Rekrutmen PPPK BGN Tahap 3

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar unggahan di media sosial mengklaim Badan Gizi Nasional membuka pendaftaran PPPK tahap 3 dimulai pada 25 Februari sampai dengan 31 Maret 2026. Pengunggah juga mengklaim bahwa pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang disertakan pada bio akun.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama “bgn.info.nasional” (arsip) pada Minggu (01/03/2026). Tautan yang disertakan pada bio akun TikTok tersebut adalah https://bousfth.it.com/daftarbgn-2026.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “PPPK BGN TAHAP 3 RESMI DIBUKA. info pendaftaran kunjungi website yang tertera di bio profil kami.” Begitu klaim tertulis pada unggahan.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (02/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 23 tanda suka, 2 komentar, dan 2123 kali ditayangkan. Pada kolom komentar pengunjung menanyakan lokasi penempatan PPPK BGN tahap 3 tersebut.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok “amanda.lina741” (arsip) namun tautan yang dicantumkan pada bio akun berbeda dengan unggahan yang beredar yaitu https://daftarsekarang-jzl385.dx3-mx8.my.id/. Pengunggah juga mengklaim pendaftaran dibuka pada 23 Januari sampai dengan 22 Februari 2026.

    Lantas, benarkah Badan Gizi Nasional membuka pendaftaran PPPK tahap ke-3 melalui tautan tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:BGN: Anggaran Rp500 Juta ke SPPG per 12 Hari, Bukan per 1 Hari

    Periksa Fakta Rekrutmen PPPK BGN Tahap 3. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim “bgn.info.nasional”. Dalam akun tersebut Tirto menemukan unggahan lain yang disebarkan. Berbagai unggahan tersebut berkaitan dengan pendaftaran PPPK BGN tahap 3 sebanyak 55 unggahan.

    Namun, ada perbedaan tanggal yang dicantumkan dalam unggahan tersebut, seperti pada unggahan ini, pendaftaran di klaim mulai 25 Februari sampai dengan 31 Maret 2026. Sedangkan kebanyakan unggahan pada akun tersebut mengklaim mulai tanggal 23 Januari sampai dengan 27 Februari 2026 seperti unggahan ini dan ini.

    Akun tersebut menggunakan logo Badan Gizi Nasional RI sebagai foto profil dan hanya memiliki 2629 pengikut. Adapun akun TikTok resmi BGN yaitu @badangizinasional.ri dengan 94,2 ribu pengikut dan memiliki centang biru.

    Dari situ diketahui bahwa akun TikTok yang menyebarkan tautan pendaftaran PPPK BGN tahap 3 adalah tidak resmi dan tidak terafiliasi dengan pemerintah. Akun ini memang sering membagikan informasi pendaftaran PPPK BGN tahap 3 dengan mengarahkan pengunjung untuk mendaftar pada tautan pada bio profil yaitu https://bousfth.it.com/daftarbgn-2026.

    Lebih lanjut, Tirto membuka tautan yang dilampirkan pada unggahan. Kemudian Tirto diarahkan pada sebuah situs dan diminta untuk mengisi nama lengkap sesuai E-KTP, alamat lengkap, provinsi, dan nomor Telegram aktif.

    Setelah selesai mengisi data pribadi, Tim Riset Tirto diarahkan untuk mengisi kode verifikasi yang dikirim melalui Telegram, sama halnya dengan unggahan pada akun TikTok “amanda.lina471”. Dalam situs tersebut juga menampilkan nama-nama yang berhasil mendaftar guna meyakinkan pengunjung tentang kebenaran klaim pengunggah.

    Biasanya, modus ini digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku penipuan. Data pribadi yang didapat dari pengguna biasanya dieksploitasi untuk modus phishing.

    Selanjutnya, Tirto mencoba mengecek keaslian tautan yang diklaim untuk mendaftar PPPK BGN tahap 3 dari akun TikTok tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik pemerintah maupun Badan Gizi Nasional RI. Tautan tersebut milik CLOUDFLARENET, berlokasi di Ascension Island dengan domain bousfth.it.com, dibuat pada 27 Januari 2026, dan berlaku selama 3 bulan.

    Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) BGN, Rahman, dalam keterangan resmi sebagaimana dikutip dari laman Tirto, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum membuka tahapan rekrutmen PPPK Tahap 3.

    "Perlu kami luruskan, BGN tidak pernah mengeluarkan pengumuman pembukaan PPPK Tahap 3 sebagaimana yang beredar. Informasi tersebut tidak benar," ujar Rahman dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (28/02/2026).

    Proses rekrutmen di lingkungan BGN mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku serta diumumkan secara terbuka melalui saluran komunikasi resmi lembaga. Masyarakat diminta agar tidak mudah terpengaruh oleh unggahan yang mencatut nama BGN tanpa verifikasi dan tidak melalui media resmi.

    "Kami tegaskan bahwa seluruh proses seleksi resmi pemerintah tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Jika ada pihak yang meminta sejumlah uang dengan mengatasnamakan rekrutmen BGN, itu dipastikan bukan bagian dari proses resmi," begitu tegas Rahman mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi yang tidak benar.

    Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, juga menegaskan bahwa masyarakat harus mengklarifikasi informasi untuk mencegah keresahan publik sekaligus menjaga kredibilitas institusi.

    "Penyebaran informasi palsu dapat merugikan masyarakat dan mencoreng nama lembaga negara. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kembali," begitu keterangan Hida.

    Dalam laman resmi Badan Gizi Nasional, Badan Gizi Nasional (BGN) berencana membuka seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap III dan IV tahun ini, untuk kategori umum. Adapun jumlah formasi yang dibutuhkan sebanyak 32.460 orang.

    "Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara untuk melakukan seleksi PPPK tahap III dan IV. Kita akan buka nanti secara umum dengan jumlah formasi masing-masing 32.460," begitu keterangan Kepala BGN Dadan Hindayana pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Selasa (20/1).

    Dengan demikian belum ada informasi resmi terkait pembukaan pendaftaran PPPK BGN tahap 3. Informasi resmi pendaftaran PPPK Badan Gizi Nasional (BGN) dapat diketahui melalui situs resmi https://www.bgn.go.id/.

    Seluruh proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara online terpusat melalui portal SSCASN BKN. Pastikan memantau kedua situs tersebut untuk update terbaru.

    Melansir Metro TV News, BGN belum dapat menjelaskan kapan jadwal resmi rekrutmen tahap 3 dan 4, dikarenakan pihaknya masih berfokus pada penyelesaian rekrutmen tahap 2 yang tengah berlangsung hingga 31 Januari 2026. Adapun tata cara pendaftaran PPPK BGN 2026 yaitu sebagai berikut:

    Pendaftaran dilakukan secara online di laman SSCASN BKNhttps://sscasn.bkn.go.id/.Pelamar wajib menyiapkan dan melengkapi data diri/dokumen yang valid sesuai ketentuan.Semua dokumen dikirim dalam bentuk scan (pindai) sesuai persyaratan.Dokumen harus terbaca jelas, jika buram/salah unggah maka dianggap gugur karena Tidak Memenuhi Syarat (TMS).Pelamar hanya boleh memilih 1 lokasi ujian PPPK Badan Gizi Nasional.Setelah selesai mendaftar, pelamar wajib mencetak kartu ujian di laman SSCASN.

    Baca juga:Kemensos-BGN Koordinasi Siapkan Program MBG Lansia dan Difabel

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim adanya tautan untuk mendaftar PPPK Badan Gizi Nasional tahap 3 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tautan yang disertakan bukan berasal dari kanal resmi pemerintah maupun Badan Gizi Nasional RI dan berujung pada permintaan data pribadi pengunjung dengan menggunakan nomor Telegram. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).

    Informasi resmi pendaftaran PPPK Badan Gizi Nasional (BGN) dapat diketahui melalui situs resmi https://www.bgn.go.id/, dan pendaftaran dilakukan secara online di laman SSCASN BKN https://sscasn.bkn.go.id/.

    BGN mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mencatut nama Badan Gizi Nasional RI dan juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melawan hoaks dengan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terkonfirmasi.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya k

    Rujukan

  • (GFD-2026-32593) Cek Fakta: Tidak Benar BGN akan Pidanakan Orangtua yang Unggah Foto Menu MBG di Medsos

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang menyebut BGN akan mempidanakan orangtua yang mengunggah menu MBG di media sosial. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 28 Februari 2026.
    Dalam postingannya terdapat tangkapan layar dari Kompas.com dengan narasi:
    "BGN: Orang tua yang memposting menu MBG di medsos bisa kami pidanakan dengan undang-undang ITE".
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Jadi menu MBG itu haram di posting"
    Lalu benarkah postingan yang menyebut BGN akan mempidanakan orangtua yang mengunggah menu MBG di media sosial?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menghubungi Kepala BGN, Dadan Hindayana. Dia menyebut postingan tersebut tidak benar.
    "Saya tidak pernah berbicara seperti itu. Saya malah senang setiap orang memposting karena itu bagian dari pengawasan bersama dan utamanya memudahkan kami di BGN pusat untuk melihat kualitas layanan SPPG," ujar Dadan saat dihubungi Senin (2/3/2026).
    Penelusuran dilanjutkan dengan menggunakan Google Lens. Hasilnya ada artikel yang identik dengan postingan.
    Artikel itu diunggah Kompas.com pada 18 Februari 2026. Namun dalam artikel asli berjudul:
    "BGN: Insentif Rp 6 Juta Per Hari untuk SPPG Lebih Efisien Dibanding Bangun Sendiri"
    Artikel asli sama sekali tidak membahas terkait larangan untuk mengunggah menu MBG di medsos. Artikel asli membahas penjelasan Kepala BGN Dadan Hindayana soal insentif Rp 6 juta per hari pada yayasan SPPG atau dapur MBG.
    Di sisi lain, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mempersilakan warga masyarakat untuk mengunggah gambar ataupun video menu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi anak-anak mereka ke media sosial.
    "Saya tidak pernah melarang orangtua siswa, guru, atau siapa pun untuk mengunggah menu MBG," kata Nanik dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se Kabupaten Bondowoso dan Situbondo, di Kota Bondowoso, Jawa Timur, Senin (26/1/2026).
    Meski demikian, Nanik menyarankan agar pengunggah gambar maupun video di media sosial itu mencantumkan keterangan yang lengkap tentang menu MBG yang diunggahnya itu.
    "Selain gambar atau video, pengunggah perlu juga menyertakan keterangan waktu, alamat sekolah penerima manfaat, maupun nama dan alamat SPPG yang mendistribusikan hidangan MBG itu," katanya menambahkan.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan yang menyebut BGN akan mempidanakan orangtua yang mengunggah menu MBG di media sosial adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32594) Cek Fakta: Ini Bukan Link Pendaftaran Program Kartu Prakerja Selama Ramadan 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran kartu Prakerja selama Ramadan 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 23 Februari 2026.
    Klaim link pendaftaran kartu Prakerja selama Ramadan 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
    "Ramadhan adalah momen terbaik untuk bangkit!Jangan tunggu rezeki datang — ambil peluangnya sekarang!
    °Dapat pelatihan skill digital
    °Insentif masuk ke rekening pribadi
    °Bisa jadi modal usaha
    °Akses belajar fleksibel
    Banyak yang sudah daftar — jangan jadi yang terakhir!Klik dan daftar sekarang juga! "
    Unggahan tersebut menyertakan menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut.
    "https://daftar.getprakerja.my.id/?fbclid=IwY2xjawQSC-5leHRuA2FlbQIxMQBicmlkETF6NmQ2RUVsTnJBbTdSR2Vqc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHgeXe5nIwDZqmFf2JT3q7xAousyo03pRkaJ_yJwEeGvkVv98Jk0KNU2stLUW_aem_zoxqXzdYFZj9iPigoW4UKA"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital, yang meminta sejumlah identitas seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
    Benarkah klaim link pendaftaran kartu Prakerja selama Ramadan 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran kartu Prakerja selama Ramadan 2026, berdasarkan akun Instagram resmi Kartu Prakerja yakni @prakerja.go.id, belum ada informasi terbaru mengenai Kartu Pekerja 2026.
    Website resmi Kartu Prakerja yakni prakerja.go.id juga tidak dibisa dibuka. Pendaftaran terakhir Kartu Prakerja yang dibuka adalah Gelombang 71 pada Agustus 2024.
    Penelusuran juga mengarah pada artikel Liputan6.com yang berjudul: "Prakerja.go.id: Portal Resmi Program Kartu Prakerja Indonesia"
    Dalam artikel ini, Prakerja.go.id merupakan portal resmi yang menjadi pintu gerbang utama bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses Program Kartu Prakerja.
    Situs ini dikelola oleh pemerintah dan menyediakan berbagai layanan penting, mulai dari pendaftaran peserta hingga akses ke ribuan kelas pengembangan kompetensi kerja
    Program Kartu Prakerja sendiri dicetuskan oleh Presiden Jokowi pada Februari 2019. Tujuannya adalah membantu angkatan kerja Indonesia dalam melakukan proses skilling, upskilling, dan reskilling agar lebih siap untuk memasuki pasar kerja.
    Sejak diluncurkan pada tahun 2020, prakerja.go.id telah melayani 19.867.589 surat keputusan penetapan peserta dengan tingkat kepuasan pengguna yang terus meningkat.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran kartu Prakerja selama Ramadan 2026 tidak benar.
    Portal resmi yang menjadi pintu gerbang utama bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses Program Kartu Prakerja adalah prakerja.go.id.
    Pendaftaran terakhir Kartu Prakerja yang dibuka adalah Gelombang 71 pada Agustus 2024. 
     

    Rujukan