• (GFD-2024-15865) Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Atta Halilintar dan Raffi Ahmad Ungkap Situs Gim Online Buatannya di Mata Najwa

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 07/02/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Atta Halilintar dan Raffi Ahmad ungkap situs gim online buatannya di Mata Najwa. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Januari 2023. Klaim video Atta Halilintar dan Raffi Ahmad ungkap situs gim online buatannya di Mata Najwa, berupa video wawancara Najwa Shihab dengan Atta Halilintar dan Raffi Ahmad.
    Berikut transkripnya:
    Najwa Shihab:
    "Para artis buat situs games online resmi di Indonesia bahwa diantaranya ada di Mata Najwa malam ini, jadi kok bisa bikin situs games online resmi."
    Atta Halilintar:
    "Masyarakat di Indonesia Aku lihat-lihat suka sekali main slot online Jadinya Kenapa nggak kita coba buka aja gitu situs milik kita kita di sini ingin tujuannya Mulia ingin berbagi ke masyarakat pertama di sini pasti dibantu maxwin dalam 18 menit kedua RTP yang kita punya sangat akurat sehingga pemain besar sekali kemungkinan menangnya"
    Najwa Shihab:
    "Besar ya A?"
    Raffi Ahmad:
    "Saya mikir happy karena memang benar saya cinta ya emang bener-bener ngasih."
    Najwa Shihab:
    "Tapi kalau disetting kalah disetting rungkat ada mas?"
    Atta Halilintar:
    "Pastinya tidak ada yang seperti itu, kalau disetting untuk menang ada karena kita di sini berbagi ke masyarakat, dengan berbagi seperti ini membuat kami tenag saja bisa bermanfaat bagi orang banyak tertuma orang Indonesia untuk mencari penghasil uang tambahan."
    Najwa Shihab:
    "Saya ingin minta pendapat anda di rumah apakah sudah mencoba bermain di situs online milik Raffi Ahmad dan Atta Halilintar."
    Dalam video tersebut terdapat loho Narasi dan stasiun televisi Trans 7.
    Benarkah klaim video Atta Halilintar dan Raffi Ahmad ungkap situs gim online buatannya di Mata Najwa? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Atta Halilintar dan Raffi Ahmad ungkap situs gim online buatannya di Mata Najwa, dengan mengunjungi situs berbagi video YouTube, penelusuran mengarah pada video berujudul "Atta Halilintar: Takut Ada, Tapi… - PSSI Bisa Apa Jilid 6: Lagi-Lagi Begini (Part 6) | Mata Najwa"  yang diunggah akun YouTube Resmi Najwa Shihab, pada 4 November 2021.
    Video tersebut menampilkan sejumlah kesamaan dengan video klaim, adapun kesamaannya adalah pakaian yang dikenaikan  Atta Halilintar, Raffi Ahmad dan Najwa Shihab, setting studio tersebut.  Namun pembicaraan dalam video tersebut bukan terkait dengan gim online, tetapi seputar manajemen klub sepak bola di bawah asuhan  Atta dan Raffi.
     
     
    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut."
    "Atta Halilintar mengaku sulit mendapat keuntungan di industri sepak sepak bola. “Tim bola bukan belinya yang mahal, tapi operasionalnya yang mahal. Kalau kita mau cari untung banget bukan di bola, karena penghasilan sponsor dan pengeluaran kita mirip-mirip aja udah bersyukur,” ujar Atta Halilintar, Chairman AHHA PS Pati.
    Begitu pula Raffi Ahmad, Chairman RANS Cilegon FC, ia mengatakan butuh perjuangan untuk membangun tim sepak bola yang berkualitas. Raffi juga ingin sport dan entertainment bisa digabungkan seperti di luar negeri.
    #MataNajwa #PSSIBisaApa #kapalapi
    (Narasi)".
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Atta Halilintar dan Raffi Ahmad ungkap situs gim online buatannya di Mata Najwa tidak benar.
    Video tersebut hasil editan, dalam video asli Najwa Shihab menanyakan tentang mananjemen klub sepak bola yang diasuh Atta Halilintar dan Raffi Ahmad.

    Rujukan

  • (GFD-2024-15864) [HOAKS] Surat Suara Palsu Tampilkan Prabowo-Gibran sebagai Paslon 03

    Sumber: kompas.com
    Tanggal publish: 05/02/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah konten yang beredar di media sosial mengeklaim terjadi kecurangan pada surat suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
    Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak gambar surat suara lengkap dengan foto pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan maju pada Pilpres 2024.
    Pengunggah video menyebutkan, terdapat kejanggalan dalam surat suara tersebut karena paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ditulis nomor 3.
    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut tidak benar atau hoaks.
    Gambar surat suara Pilpres 2024 yang menunjukkan paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran ditulis nomor 3 dibagikan oleh akun Instagram ini (arsip) dan ini.
    Dalam video yang dibagikan, tercantum teks sebagai berikut:
    Kecurangan apa lagi iniAstagfirullah...!!!???sejak kpn Pak Prabowo dtuker No 03...!!!Viralkan yuukk biar suara pak prabowo gk pindah ke 03

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, desain surat suara Pilpres 2024 dalam konten tersebut berbeda dengan desain final yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
    Dilansir Kompas.com, dalam desain final KPU, paslon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, tampak mengenakan peci hitam dengan setelan jas.
    Sementara itu, paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, kompak mengenakan kemeja biru langit tanpa peci.
    Kemudian, paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, memadukan warna hitam-putih. Ganjar memakai kemeja hitam dan Mahfud memakai kemeja putih dengan peci hitam.
    Di bagian bawah kotak masing-masing capres-cawapres, terdapat logo partai politik pengusung masing-masing pasangan calon.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, gambar surat suara Pilpres 2024 yang menunjukkan paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran ditulis nomor 3 adalah hoaks.
    Desain surat suara Pilpres 2024 dalam konten tersebut berbeda dengan desain final yang telah ditetapkan KPU. Pada desain final, Prabowo-Gibran masih tertulis sebagai paslon nomor 2.
     

    Rujukan

  • (GFD-2024-15863) [HOAKS] Konten TikTok soal Alumni Trisakti Deklarasi Dukung Jokowi

    Sumber: kompas.com
    Tanggal publish: 05/02/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah konten memuat klaim bahwa alumni Universitas Trisakti mendeklarasikan dukungan untuk Presiden Joko Widodo.
    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut tidak benar atau hoaks.
    Konten berisi klaim bahwa alumni Trisakti mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi dibagikan oleh akun TikTok ini (arsip) pada 3 Februari 2024. Konten itu terdiri dari dua slide gambar.
    Gambar pertama memuat judul "Deklarasi alumni Trisakti pendukung Jokowi" dengan tanggal publikasi 2 Februari 2024.
    Di bawah judul, terdapat foto Jokowi memegang pengeras suara dengan tulisan "Jaga NKRI" dan teks sebagai berikut:
    Mahasiswa Trisakti Telah Deklarasi Untuk Menjaga Ke Keutuhan Bangsa Dan Negara Kami Mengecam Keras Ucapan Akademik UGM.UI.UII.Unhas.Unlam.Unand Untuk Mengajari Para Mahasiswa Nya Di ajari Cara berbicara Dan cara berakhlak.
    Kami Mengutuk Keras Agar Semua Mahasiswa Netral Jangan Bikin Onar Di Negara Indonesia Saya Tau Betul UGM Itu Dukung Mahfud MD Karena Ganjar Ketua BIM. Pemilu Kali ini jangan Kau Kotori Karena Semua HAK ada pada Masyarakat Indonesia Yang menentukan Kemenangan Pemilu 2024.
    Gambar kedua memuat foto mahasiswa Trisakti berdiri di depan tugu bertuliskan "Universitas Trisakti Kampus B Fakultas Kedokteran & Kedokteran Gigi".
    Di bawah foto itu terdapat teks sebagai berikut:
    Trisakti bersama presiden kami siap membela Presiden untuk melawan mahasiswa yang ingin menjatuhkan presiden Indonesia Universitas ini sengkuni NKRI UGM.UII.UI.Unhas.Unlam.Unand

    Hasil Cek Fakta

    Gambar pertama memuat hasil manipulasi dari foto yang dipublikasikan Antara, 10 Februari 2019. Manipulasi dilakukan dengan mengubah atribusi tanggal menjadi 2 Februari 2024.
    Selain itu, tidak ditemukan informasi kredibel mengenai alumni Universitas Trisakti mengecam pernyataan akademisi dari berbagai kampus di Indonesia.
    Sebagai konteks, baru-baru ini akademisi dari berbagai perguruan tinggi termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Islam Indonesia (UII) mengkritik kondisi demokrasi Indonesia jelang Pemilu 2024.
    Sementara itu, foto pada gambar kedua ditemukan di situs Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Trisakti, dan menunjukkan pengurus serta anggota Parlemen Mahasiswa FK Universitas Trisakti. Foto tersebut diunggah pada 2021 dan tidak terkait situasi 2024.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten yang mengeklaim alumni Universitas Trisakti mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi adalah hoaks.
    Konten itu memuat foto dari pemberitaan Antara, 10 Februari 2019, dan foto pengurus serta anggota Parlemen Mahasiswa FK Universitas Trisakti yang tidak terkait situasi 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2024-15862) Belum Ada Bukti, Klaim Muhaimin Iskandar bahwa Kedatangan Pengungsi Ronghiya Membawa Ketidakstabilan

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 06/02/2024

    Berita


    Calon Wakil Presiden Nomor urut 1, Muhaimin Iskandar menyatakan kedatangan pengungsi Ronghiya di Aceh membawa ketidakstabilan dan harus dihentikan agar masyarakat Aceh tenang. Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin usai menghadiri kampanye di GOR Binjai, Sumatera Utara pada Jumat, 8 Desember 2023. 
    Adapun narasi lengkap adalah sebagai berikut: “Saya kira harus stop dulu. Semua pendatang dari Rohingya membawa ketidakstabilan di sana. Sementara ini harus kita stop supaya masyarakat Aceh tenang. Daripada terjadi konflik, kita prioritaskan warga kita.”
    Lantas benarkah kedatangan pengungsi Ronghiya di Aceh membawa ketidakstabilan?

    Hasil Cek Fakta


    Rizka Fiani Prabaningtyas, peneliti bidang hubungan internasional dan isu migrasi dari Pusat Riset Politik, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan hingga saat Ini belum ada riset dengan data valid dan komprehensif. Setidaknya, penelitiam yang dapat diakses publik-terkait implikasi langsung dari keberadaan pengungsi Rohingya terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan politik di Aceh terhitung sejak pertama kali Rohingya mendarat di Aceh tahun 2009 hingga saat ini. Karena itu, klaim Muhaimin bahwa semua imigran Rohingya membawa ketidakstabilan di Aceh tidak bisa diverifikasi kebenarannya, meskipun banyak laporan demikian di media sosial.
    Pernyataan Muhaimin tersebut justru hanya akan berpotensi menggeneralisasi kelompok pengungsi Rohingya karena seolah-olah semua pengungsi Rohingya melakukan tindakan-tindakan pemicu ketidakstabilan sosial. Ini yang membuat pengungsi rohingya bagaikan kambing hitam atas kondisi stabilitas di Aceh. Padahal, dengan atau tanpa adanya pengungsi Rohingya, provinsi tersebut telah memiliki sejarah konflik sosial yang panjang
    Sejauh ini, sentimen negatif terhadap pengungsi Rohingya dipicu oleh disinformasi dan narasi kebencian yang beredar di media sosial. Seperti dikutip dari BBC Indonesia, analisis jaringan sosial Drone Emprit  bahkan mendapati informasi bohong dan narasi kebencian terhadap pengungsi Rohingya yang beredar di media sosial X sengaja disebarkan akun-akunfanbaseatau forum yang biasanya tidak mengungkapkan identitas pengirim. 
    Perwakilan UNHCR untuk Indonesia, Ann Maymann, berkata bahwa sebaran hoaks dan narasi kebencian terhadap Rohingya agak merepotkan mereka yang sedang berupaya memulihkan situasi di Aceh.
    Padahal di balik narasi penolakan tersebut, masih ada upaya warga Aceh dan komunitas lokal untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Rohingya yang jarang diberitakan. Sebuah kajian yang ditemukan justru banyak menyoroti rekam jejak kolaborasi pemerintah pusat, daerah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat Aceh untuk membantu pengungsi Rohingya sejak 2015 pasca- Krisis Andaman.

    Kesimpulan


    Hasil pemeriksaan fakta Tempo, pernyataan calon Wakil Presiden Nomor urut 1, Muhaimin Iskandar yang menyatakan kedatangan pengungsi Ronghiya di Aceh membawa ketidakstabilan adalahbelum ada bukti. 
    Hingga saat ini belum ada hasil riset dengan data valid dan komprehensif yang menyebutkan implikasi langsung dari keberadaan pengungsi Rohingya terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan politik di Aceh. Berita yang beredar di media dan media sosial bahkan sebagian besar hanya mengulas tentang kejadian penolakan dan beberapa diantaranya bahkan merupakan informasi yang keliru. 

    Rujukan