(GFD-2024-21380) Keliru, Video Berisi Klaim Bocah 12 Tahun Kecanduan Judi Slot Marjan898
Sumber:Tanggal publish: 26/07/2024
Berita
Sebuah akun Facebook [ arsip ] membagikan video berisi klaim bahwa seorang anak berusia 12 tahun kecanduan judi slot. Secara keseluruhan video itu mempromosikan aplikasi judi online bernama Marjan898.
Dalam video itu, ibu dari bocah tersebut menyatakan anaknya kecanduan karena selalu menang saat bermain game slot di Marjan898. Bocah itu disebut menjadikan Marjan898 sebagai tempat mencari uang dan tak pernah lagi meminta uang ke orangtuanya.
Sejak diunggah pada 16 Juli 2024, konten tersebut telah mendapat 10 ribuan komentar, 5,6 ribuan memberi reaksi, 122 kali dibagikan ulang dan 581 ribuan kali ditonton. Namun, benarkah video itu terkait judi slot?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi kebenaran klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video itu menjadi gambar dan menelusurinya menggunakan Yandex Image Search.
Penelusuran Tempo menemukan, video yang diunggah tersebut bukan tentang anak yang kecanduan judi slot, seperti klaim pengunggah konten. Konteks sebenarnya adalah terkait seorang anak yang kecanduan gadget sehingga membuat matanya memerah.
Liputan tersebut sebenarnya sudah ditayangkan di channel YouTube Official iNews pada 25 Juli 2019 lalu dengan judul “ Vicko, Bocah yang Alami Kecanduan Gadget hingga Mata Memerah”.
Dalam video itu, pembawa acara program "Perampas Periode Emas Anak", Ryanka Dizayani Putra bercerita dengan ibu Vicko bernama Intan.
Pada saat itu, Ryanka menyampaikan seputar kecanduan gadget yang mengakibatkan mata Vicko mengalami kerusakan, dan kemampuan kognitif Vicko menurun. Kemudian, sekali bermain gadget atau gawai bisa sampai 4 jam, dan mulai senang bermain gadget sebelum usia 4 tahun.
Video yang beredar dengan klaim judi slot itu telah direkayasa dengan menambahkan audio baru.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta, video berisi klaim bocah 12 tahun terkait judi slot adalah keliru.
Konteks sebenarnya adalah seorang anak bernama Vicko di Jakarta kecanduan gadget sehingga membuat matanya memerah dan kemampuan kognitif Vicko menurun. Video ini sebelumnya sudah dipublikasikan oleh iNews pada 25 Juli 2019.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02QFbSb7W52EoGyXrcuixM1Zq9SDyEfocvFWdBa7UfP6SPrEDjrYMx6jvGrUtJsy7wl&id=61562861936487&_rdc=2&_rdr
- https://web.archive.org/web/20240725045158/
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02QFbSb7W52EoGyXrcuixM1Zq9SDyEfocvFWdBa7UfP6SPrEDjrYMx6jvGrUtJsy7wl&id=61562861936487&_rdc=2&_rdr
- https://www.youtube.com/watch?v=x0mTRBrGLIg
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2024-21381) Sebagian Benar, Pesan Berantai tentang Meninggalnya Hamzah Haz
Sumber:Tanggal publish: 26/07/2024
Berita
Tempo mendapatkan permintaan pembaca untuk memverifikasi pesan berantai yang beredar di Whatsapp dan Facebook oleh akun ini, ini dan ini. Pesan berantai tersebut berisi klaim bahwa Wakil Presiden RI ke-9 Hamzah Haz meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat pada Rabu, 24 Juli 2024.
Narasi tersebut disertai foto atau video tentang almarhum Hamzah, juga suasana rumah duka. Dikatakan Hamzah meninggal dunia pada pukul 09.30 WIB.
Benarkah Hamzah Haz meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada 24 Juli 2024, pukul 09.30 WIB?
Hasil Cek Fakta
Dilansir Antara, menurut Nur Agus Haz, putra ke-4 Hamzah menjelaskan ayahnya meninggal dunia di kamar tidur di kediaman mereka di Jalan Tegalan, Matraman, Jakarta Timur.
Hamzah menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 24 Juli 202, pukul 09.30 WIB. Agus Haz menceritakan, sebelumnya ayahnya tidak mengeluh sakit dan bisa berkomunikasi secara normal.
Ia mengatakan, ayahnya saat itu baru bangun tidur dan hendak melaksanakan salat Dhuha. Namun kemudian pria yang pernah berkiprah di Nahdlatul Ulama (NU) itu terjatuh dan meninggal dunia. "Malam sempat bicara sama saya, tidak ada sakit sama sekali," kata Agus Haz.
Sebelumnya, kesehatan Hamzah telah dikontrol dokter kepresidenan, dan tidak ditemukan penyakit berat. Namun, ini tercatat pernah mengalami sakit lambung.
Jenazah kemudian dibawa mobil jenazah dari Komando Garnisun Tetap (Kogartap) TNI I/Jakarta, pukul 14.30 WIB dari rumah duka ke pemakaman keluarga di Cisarua, Bogor, untuk dikebumikan.
Demikian juga yang diberitakan Tempo, yang menerangkan Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arwani Thomafi, mengatakan Hamzah Haz meninggal dunia di kediamannya. Hamzah adalah Ketua Umum PPP pada periode 1998-2007.
Hamzah juga pernah menjabat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan pada era Pemerintahan Abdurrahman Wahid. Sebelum kemudian menjadi Wakil Presiden RI 2001-2004, mendampingi Megawati Soekarno Putri.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan Hamzah Haz meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, adalah klaim yang sebagian benar.
Hamzah meninggal wafat saat berada di kamar tidur rumahnya di Jalan Tegalan, Matraman, Jakarta Timur. Menurut keterangan keluarga, dia tidak menderita sakit sebelumnya, namun tiba-tiba terjatuh dan meninggal dunia.
Rujukan
- https://www.facebook.com/cristian.ronaldo.501151/posts/pfbid0gCw5zmukNRH82qfXjgvfh6Co73ratpwYpUjKGmoL3tEY59jomXM4hHXnDKYUKQoel
- https://www.facebook.com/watch/?v=458208273793396
- https://www.facebook.com/harjoko.sangganagara/posts/pfbid0r1bApqB8YqsTMiaaXkf59s2p1xSSQhPygTNKWnqBrWixTHBem8NvUxMycychneC8l
- https://www.antaranews.com/berita/4213482/keluarga-ungkap-hamzah-haz-wafat-tidak-dalam-keadaan-sakit
- https://nasional.tempo.co/read/1895143/wakil-presiden-ke-9-ri-hamzah-haz-wafat
- https://nasional.tempo.co/read/1895274/riwayat-pendidikan-hamzah-haz-wapres-ri-ke-9-yang-meninggal-dunia
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2024-21385) Cek fakta, terdapat kandungan darah babi dalam filter rokok
Sumber:Tanggal publish: 26/07/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan Facebook menarasikan adanya zat berbahaya yang terdapat dalam rokok, yaitu zat babi. Dalam unggahan tersebut, dijelaskan zat babi atau darah babi terdapat di dalam filter rokok.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Zat Babi Ada dalam Sebatang Rokok. Merokok Berarti Menghisab Babi...
Jauhkan dari diri kita, segeralah bertaubat dan berhenti merokok...”
Namun, benarkah terdapat kandungan darah babi dalam filter rokok?
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Zat Babi Ada dalam Sebatang Rokok. Merokok Berarti Menghisab Babi...
Jauhkan dari diri kita, segeralah bertaubat dan berhenti merokok...”
Namun, benarkah terdapat kandungan darah babi dalam filter rokok?
Hasil Cek Fakta
Badan POM (BPOM) pada 2017 telah mengklarifikasi pernyataan tersebut. Isu ini pernah muncul pada tahun 2010 dan 2013. Berdasarkan hasil uji filter rokok yang dilakukan di laboratorium Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) Badan POM RI pada tahun 2010 menggunakan Metode DNA, dari 5 (lima) merek rokok berfilter yang diuji, TIDAK TERDETEKSI adanya kandungan DNA babi.
Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, Badan POM RI diamanahkan untuk mengawasi produk dan iklan rokok yang beredar. Pengawasan yang dimaksud hanya terkait beberapa hal yaitu kebenaran kandungan nikotin dan tar, pencantuman peringatan kesehatan pada label, dan ketaatan dalam pelaksanaan penayangan iklan dan promosi rokok.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi isu-isu terkait obat dan makanan yang beredar melalui media. Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telp. 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.
ANTARA pada tahun 2020 juga telah membuat bantahan terkait narasi tersebut disini.
Klaim: Terdapat kandungan darah babi dalam filter rokok
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, Badan POM RI diamanahkan untuk mengawasi produk dan iklan rokok yang beredar. Pengawasan yang dimaksud hanya terkait beberapa hal yaitu kebenaran kandungan nikotin dan tar, pencantuman peringatan kesehatan pada label, dan ketaatan dalam pelaksanaan penayangan iklan dan promosi rokok.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi isu-isu terkait obat dan makanan yang beredar melalui media. Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telp. 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.
ANTARA pada tahun 2020 juga telah membuat bantahan terkait narasi tersebut disini.
Klaim: Terdapat kandungan darah babi dalam filter rokok
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-21386) Hoaks Kamala Harris Tak Memenuhi Syarat Jadi Presiden AS
Sumber:Tanggal publish: 26/07/2024
Berita
tirto.id - Belum lama ini, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengumumkan mundur dari pemilihan presiden (Pilpres) AS 2024. Ia mengklaim hal itu dilakukan dalam rangka menyatukan negara dan menyelamatkan demokrasi.
Biden juga sebelumnya menyampaikan kepada para pendukung Partai Demokrat mengenai dukungannya dalam pengusungan Calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Kamala Harris.
Biden meyakini kalau Harris, yang juga rekan kerjanya sebagai Wakil Presiden AS saat ini, adalah pemimpin yang kuat dan mampu menjadi presiden yang baik.
Kabar tersebut lantas memunculkan narasi Birtherism soal Harris yang beredar di media sosial. Harris diklaim tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu AS 2024, lantaran dianggap lahir dari orang tua yang bukan warga negara AS.
Akun Facebook bernama “Wendy Nelson-Sweeney” menyebarkan klaim ini disertai sebuah foto akta kelahiran yang disebut milik Kamala Harris.
“Kecuali dibuktikan dengan dokumen pengadilan, pada saat Kamala lahir, orang tuanya bukan warga negara AS. Mereka adalah mahasiswa asing. Pada saat kelahirannya, dia adalah putri seorang non-warga negara. Ini menjadikannya sebagai bayi jangkar. Dia tidak memenuhi syarat untuk memegang jabatan Presiden,” tulis keterangan pada unggahan yang muncul pada Senin (22/7/2024).
Per Jumat (26/7/2024), unggahan ini memperoleh dua reaksi emoji dan satu komentar. Meski impresinya tak ramai, narasi ini turut diamplifikasi oleh akun-akun Facebook lain, seperti ini dan ini. Sebuah unggahan Instagram bahkan secara eksplisit menyebut bahwa Kamala bukanlah warga negara AS sejak lahir.
Namun, bagaimana faktanya?
Biden juga sebelumnya menyampaikan kepada para pendukung Partai Demokrat mengenai dukungannya dalam pengusungan Calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Kamala Harris.
Biden meyakini kalau Harris, yang juga rekan kerjanya sebagai Wakil Presiden AS saat ini, adalah pemimpin yang kuat dan mampu menjadi presiden yang baik.
Kabar tersebut lantas memunculkan narasi Birtherism soal Harris yang beredar di media sosial. Harris diklaim tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu AS 2024, lantaran dianggap lahir dari orang tua yang bukan warga negara AS.
Akun Facebook bernama “Wendy Nelson-Sweeney” menyebarkan klaim ini disertai sebuah foto akta kelahiran yang disebut milik Kamala Harris.
“Kecuali dibuktikan dengan dokumen pengadilan, pada saat Kamala lahir, orang tuanya bukan warga negara AS. Mereka adalah mahasiswa asing. Pada saat kelahirannya, dia adalah putri seorang non-warga negara. Ini menjadikannya sebagai bayi jangkar. Dia tidak memenuhi syarat untuk memegang jabatan Presiden,” tulis keterangan pada unggahan yang muncul pada Senin (22/7/2024).
Per Jumat (26/7/2024), unggahan ini memperoleh dua reaksi emoji dan satu komentar. Meski impresinya tak ramai, narasi ini turut diamplifikasi oleh akun-akun Facebook lain, seperti ini dan ini. Sebuah unggahan Instagram bahkan secara eksplisit menyebut bahwa Kamala bukanlah warga negara AS sejak lahir.
Namun, bagaimana faktanya?
Hasil Cek Fakta
Tim Riset Tirto mencoba menelusuri klaim ini di mesin perambah Google. Dengan memasukkan kata kunci “Kamala Harris is not a US citizen and not eligible to be a president”, kami menemukan narasi ini sudah dibantah oleh banyak lembaga pemeriksa fakta, di antaranya yang berbasis di AS, PolitiFact dan Reuters.
Ayah dan ibu Kamala memang disebut masing-masing lahir di Jamaika dan India. Namun karena Kamala lahir di California, para ahli mengatakan bahwa Kamala memenuhi definisi warga negara AS sejak lahir atau natural-born citizen.
“Jika Anda lahir di AS, Anda secara otomatis menjadi warga negara AS berdasarkan konstitusi,” kata profesor Hukum Harvard, Einer Elhuage, kepada PolitiFact, pada 2019 silam.
Seperti yang tertera dalam akta kelahiran Kamala yang diunggah oleh Grup Berita Bay Area, Kamala diketahui lahir pada 20 Oktober 1964, di Oakland, California, AS. Informasi soal tempat lahir Kamala juga tercantum di laman resmi White House.
Menurut penjelasan Institut Informasi Hukum Cornell Law School tentang istilah natural-born citizen, siapa pun yang lahir di wilayah AS dan tunduk pada yurisdiksinya adalah warga negara sejak lahir, terlepas dari kewarganegaraan orang tuanya.
Amandemen ke-14 Konstitusi AS juga menyebut bahwa "semua orang yang lahir atau dinaturalisasi di AS, dan tunduk pada yurisdiksinya, adalah warga negara AS dan negara bagian di mana mereka tinggal."
Sementara itu, menyoal kualifikasi menjadi Presiden AS, Konstitusi AS Pasal II Ayat 1 di bagian Klausul 5 menyatakan “Tidak ada orang kecuali warga negara sejak lahir, atau warga negara AS, pada saat pengadopsian Konstitusi ini, berhak menduduki jabatan Presiden; begitu pula orang mana pun yang belum mencapai usia tiga puluh lima tahun, dan empat belas tahun menjadi penduduk di Amerika Serikat, tidak akan memenuhi syarat untuk jabatan tersebut.”
Kamala Harris sendiri lahir dari pasangan ekonom dan ilmuwan, Donald Harris dan Shyamala G. Harris.
Dalam buku berjudul "The Truths We Hold: An American Journey" (2019), Donald Harris disebut berimigrasi ke AS setelah diterima belajar di Universitas California-Berkeley.
Ia menerima gelar PhD dari Berkeley pada tahun 1966 dan tetap menjadi profesor emeritus. Dalam biografinya, Donald Harris mencantumkan kewarganegaraannya sebagai "Jamaika (berdasarkan kelahiran)” dan “AS (berdasarkan naturalisasi)".
Sementara itu, Shyamala Gopalan, lahir di Chennai, di India selatan, dan dia lulus dari Universitas Delhi pada usia 19 tahun. Dia mendaftar ke program pascasarjana di Berkeley untuk mengejar gelar doktor di bidang nutrisi dan endokrinologi, dalam perjalanannya menjadi seorang peneliti kanker payudara.
Ayah dan ibu Kamala memang disebut masing-masing lahir di Jamaika dan India. Namun karena Kamala lahir di California, para ahli mengatakan bahwa Kamala memenuhi definisi warga negara AS sejak lahir atau natural-born citizen.
“Jika Anda lahir di AS, Anda secara otomatis menjadi warga negara AS berdasarkan konstitusi,” kata profesor Hukum Harvard, Einer Elhuage, kepada PolitiFact, pada 2019 silam.
Seperti yang tertera dalam akta kelahiran Kamala yang diunggah oleh Grup Berita Bay Area, Kamala diketahui lahir pada 20 Oktober 1964, di Oakland, California, AS. Informasi soal tempat lahir Kamala juga tercantum di laman resmi White House.
Menurut penjelasan Institut Informasi Hukum Cornell Law School tentang istilah natural-born citizen, siapa pun yang lahir di wilayah AS dan tunduk pada yurisdiksinya adalah warga negara sejak lahir, terlepas dari kewarganegaraan orang tuanya.
Amandemen ke-14 Konstitusi AS juga menyebut bahwa "semua orang yang lahir atau dinaturalisasi di AS, dan tunduk pada yurisdiksinya, adalah warga negara AS dan negara bagian di mana mereka tinggal."
Sementara itu, menyoal kualifikasi menjadi Presiden AS, Konstitusi AS Pasal II Ayat 1 di bagian Klausul 5 menyatakan “Tidak ada orang kecuali warga negara sejak lahir, atau warga negara AS, pada saat pengadopsian Konstitusi ini, berhak menduduki jabatan Presiden; begitu pula orang mana pun yang belum mencapai usia tiga puluh lima tahun, dan empat belas tahun menjadi penduduk di Amerika Serikat, tidak akan memenuhi syarat untuk jabatan tersebut.”
Kamala Harris sendiri lahir dari pasangan ekonom dan ilmuwan, Donald Harris dan Shyamala G. Harris.
Dalam buku berjudul "The Truths We Hold: An American Journey" (2019), Donald Harris disebut berimigrasi ke AS setelah diterima belajar di Universitas California-Berkeley.
Ia menerima gelar PhD dari Berkeley pada tahun 1966 dan tetap menjadi profesor emeritus. Dalam biografinya, Donald Harris mencantumkan kewarganegaraannya sebagai "Jamaika (berdasarkan kelahiran)” dan “AS (berdasarkan naturalisasi)".
Sementara itu, Shyamala Gopalan, lahir di Chennai, di India selatan, dan dia lulus dari Universitas Delhi pada usia 19 tahun. Dia mendaftar ke program pascasarjana di Berkeley untuk mengejar gelar doktor di bidang nutrisi dan endokrinologi, dalam perjalanannya menjadi seorang peneliti kanker payudara.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang sudah dilakukan, ayah dan ibu Kamala Harris diketahui masing-masing lahir di Jamaika dan India.
Namun, karena Harris lahir di Oakland, California, Amerika Serikat (AS), para ahli mengatakan bahwa Harris memenuhi definisi warga negara AS sejak lahir atau natural-born citizen.
Dengan begitu, narasi di media sosial yang menyebut Kamala Harris tak memenuhi syarat menjadi Presiden AS karena bukan warga negara AS sejak lahir bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Namun, karena Harris lahir di Oakland, California, Amerika Serikat (AS), para ahli mengatakan bahwa Harris memenuhi definisi warga negara AS sejak lahir atau natural-born citizen.
Dengan begitu, narasi di media sosial yang menyebut Kamala Harris tak memenuhi syarat menjadi Presiden AS karena bukan warga negara AS sejak lahir bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Rujukan
- https://tirto.id/joe-biden-klaim-mundur-dari-pilpres-demi-jaga-persatuan-amerika-g1Zw
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02ZWFapYzPMQEDZ1PbBPtSAuSdutqUo7XFep7tfms1PJ52zGiX4Q2ixGcTJnYMiPEkl&id=61557123444994
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid029zKvyS74weLYQ1A1ZZxqRzs9epUpWFXW9irjZvkxpPZSvYJP6aVo5dpCDrRXYppXl&id=100080239357555
- https://www.facebook.com/KarolynnWallace/posts/pfbid0xR1fSQ7LRANBwx5woQpqpctTfNnDD5PAHty69ZzV1pSebCvWrVYjxUCR3JiyLxC4l
- https://www.instagram.com/p/CyMDYNWOlXb/?utm_source=ig_embed&ig_rid=a299e491-8950-4ced-9883-f8482b9d91e5
- https://www.politifact.com/factchecks/2023/oct/12/viral-image/vice-president-kamala-harris-is-a-natural-born-cit/
- https://www.reuters.com/fact-check/kamala-harris-eligible-be-president-despite-misleading-posts-2023-10-18/
- https://www.politifact.com/factchecks/2019/jan/22/jacob-wohl/yes-kamala-harris-eligible-run-president/
- https://www.scribd.com/document/472773880/Kamala-Harris-birth-certificate-is-clear-she-is-eligible-for-VP-position
- https://www.whitehouse.gov/administration/vice-president-harris/
- https://www.law.cornell.edu/wex/natural_born_citizen
- https://www.senate.gov/about/origins-foundations/senate-and-constitution/14th-amendment.htm
- https://constitution.congress.gov/browse/article-2/section-1/clause-5/#:~:text=No%20Person%20except%20a%20natural,been%20fourteen%20Years%20a%20Resident
- https://www.amazon.com/Truths-We-Hold-American-Journey-ebook/dp/B07FC47R8D/ref=tmm_kin_swatch_0?_encoding=UTF8&qid=1548185480&sr=8-1
Halaman: 3192/7947





