(GFD-2024-21467) [PENIPUAN] Akun Instagram Raffi-Nagita Berbagi Hadiah melalui Pesan WhatsApp
Sumber: Instagram.comTanggal publish: 30/07/2024
Berita
Akun Instagram @raffi_nagitaberbagi221: “RaffiNagitaberbagi1717. SILAHKAN ANDA KLIK LINK WA SAYA DI BAWAH INI AMBIL HADIAH KALIAN SEKARANG :phone::arrow_heading_down::point_down::point_down::point_down::point_down::point_down: Chat[dot]whatsapp[dot]com/E0aC1p4O5lB0rEjuXyNtII”
Hasil Cek Fakta
Terdapat sebuah akun di Instagram dengan username @raffi_nagitaberbagi221 membagikan postingan yang mengatasnamakan Raffi Ahmad dan istrinya, Nagita Slavina, berbagi hadiah kepada masyarakat. Hadiah tersebut dapat diambil dengan mengirim pesan melalui link WhatsApp yang disematkan pada bio. Saat artikel ini dibuat akun tersebut telah mendapatkan 244rb pengikut dengan 111 postingan.
Namun faktanya akun resmi Raffi dan Nagita dengan username @raffinagita1717 tidak pernah menyebut maupun me-mention adanya akun mereka yang dikhususkan untuk berbagi. Setelah ditelusuri link WhatsApp pada bio akun tersebut menuju pada grup yang mungkin saja digunakan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menipu hingga merugikan masyarakat.
Sebelumnya Pemeriksa Fakta Mafindo juga telah membantah konten-konten tiruan yang mengatasnamakan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, beberapa konten tersebut serupa dengan postingan yang diunggah pada akun Instagram tersebut.
Dengan demikian, akun Instagram Raffi dan Nagita berbagi hadiah adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Namun faktanya akun resmi Raffi dan Nagita dengan username @raffinagita1717 tidak pernah menyebut maupun me-mention adanya akun mereka yang dikhususkan untuk berbagi. Setelah ditelusuri link WhatsApp pada bio akun tersebut menuju pada grup yang mungkin saja digunakan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menipu hingga merugikan masyarakat.
Sebelumnya Pemeriksa Fakta Mafindo juga telah membantah konten-konten tiruan yang mengatasnamakan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, beberapa konten tersebut serupa dengan postingan yang diunggah pada akun Instagram tersebut.
Dengan demikian, akun Instagram Raffi dan Nagita berbagi hadiah adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah
Akun tersebut adalah akun tiruan yang dapat digunakan untuk menipu dan merugikan masyarakat.
Akun tersebut adalah akun tiruan yang dapat digunakan untuk menipu dan merugikan masyarakat.
Rujukan
- https://www.instagram.com/raffinagita1717
- https://turnbackhoax.id/2024/06/30/penipuan-raffi-ahmad-bagikan-hadiah-rp50-juta-dalam-permainan-susun-kata/
- https://turnbackhoax.id/2024/06/29/penipuan-raffi-ahmad-bagikan-uang-puluhan-juta-rupiah/
- https://turnbackhoax.id/2024/06/29/penipuan-raffi-ahmad-berbagi-uang-hanya-dengan-menghubungi-nomor-whatsapp-di-bio-profil-instagram/
(GFD-2024-21471) [PENIPUAN] dr. Zaidul Akbar Mempromosikan Metode Penyembuhan Mata
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 30/07/2024
Berita
Jangan lewatkan kesempatan jika Anda mengalami masalah penglihatan! Saat ini, ada kemungkinan untuk sepenuhnya memulihkan penglihatan Anda untuk selamanya…
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun di media sosial Facebook mengunggah video yang menampilkan pakar kesehatan dr. Zaidul Akbar menyampaikan dan mempromosikan metode baru penyembuhan mata.
Namun, setelah dilakukan pencarian gambar, video tersebut identik dengan unggahan di kanal Youtube dr. Zaidul Akbar Official pada 18 Maret 2024 yang berjudul “Puasa Dengan Kondisi Khusus (Menyusui, Stroke, dll) – dr. Zaidul Akbar Official”. Dalam video tersebut dr. Zaidul tidak membahas mengenai pengobatan mata melainkan tentang tips berpuasa dengan kondisi khusus seperti menyusui dan stroke.
Malui penelusuran tersebut maka dapat disimpulkan klaim mengenai dr Zaidul Akbar mempromosikan metode penyembuhan mata adalah tidak benar. Video tersebut diedit dengan menggunakan AI sehingga suara dan gerakan bibir mirip dengan aslinya.
Namun, setelah dilakukan pencarian gambar, video tersebut identik dengan unggahan di kanal Youtube dr. Zaidul Akbar Official pada 18 Maret 2024 yang berjudul “Puasa Dengan Kondisi Khusus (Menyusui, Stroke, dll) – dr. Zaidul Akbar Official”. Dalam video tersebut dr. Zaidul tidak membahas mengenai pengobatan mata melainkan tentang tips berpuasa dengan kondisi khusus seperti menyusui dan stroke.
Malui penelusuran tersebut maka dapat disimpulkan klaim mengenai dr Zaidul Akbar mempromosikan metode penyembuhan mata adalah tidak benar. Video tersebut diedit dengan menggunakan AI sehingga suara dan gerakan bibir mirip dengan aslinya.
Kesimpulan
Klaim mengenai dr. Zaidul Akbar mempromosikan metode penyembuhan mata adalah hasil manipulasi dengan AI sehingga suara dr. Zaidul Akbar terdengar mirip dengan suara aslinya.
Rujukan
(GFD-2024-21475) Disinformasi! BPOM bedakan warna tutup botol air mineral berdasarkan sumbernya
Sumber:Tanggal publish: 30/07/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video beredar di media sosial menarasikan warna tutup botol pada air mineral dalam kemasan (AMDK) menunjukan perbedaan sumber airnya.
Dalam video tersebut dinarasikan jika tutup botol berwarna biru tua berarti air diambil dari bawah tanah yang dipompa lalu mengalami proses penyulingan dan dilabeli sebagai air mineral asli.
Kemudian, jika tutup botol berwarna putih, berarti airnya berasal dari air pipa tanah yang diberi bahan kimia pada proses penyulingannya. Hal itu membuat keaslian air jadi menghilang, sehingga harganya cenderung lebih murah.
Lalu, jika tutup botol berwarna hijau, air berasal dari sumber air dalam tanah di lokasi tertentu yang memiliki kandungan mineral yang sangat tinggi.
Namun, benarkah BPOM bedakan warna tutup botol pada air mineral kemasan berdasarkan jenis airnya?
Dalam video tersebut dinarasikan jika tutup botol berwarna biru tua berarti air diambil dari bawah tanah yang dipompa lalu mengalami proses penyulingan dan dilabeli sebagai air mineral asli.
Kemudian, jika tutup botol berwarna putih, berarti airnya berasal dari air pipa tanah yang diberi bahan kimia pada proses penyulingannya. Hal itu membuat keaslian air jadi menghilang, sehingga harganya cenderung lebih murah.
Lalu, jika tutup botol berwarna hijau, air berasal dari sumber air dalam tanah di lokasi tertentu yang memiliki kandungan mineral yang sangat tinggi.
Namun, benarkah BPOM bedakan warna tutup botol pada air mineral kemasan berdasarkan jenis airnya?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan informasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kepada ANTARA, tidak ada hubungan warna tutup botol dengan kandungan atau sumber airnya. Warna dan desain kemasan termasuk tutup botol merupakan desain dari produsen AMDK.
BPOM juga menyarankan konsumen untuk selalu mengecek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membeli.
Sehingga, klaim BPOM bedakan warna tutup botol pada air mineral kemasan berdasarkan jenis airnya merupakan keliru.
Klaim: BPOM bedakan warna tutup botol AMDK berdasarkan sumbernya
Rating: Disinformasi
Baca juga: Kandungan BPA pada galon isi ulang berbahaya? Ini penjelasan BPOM
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
BPOM juga menyarankan konsumen untuk selalu mengecek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membeli.
Sehingga, klaim BPOM bedakan warna tutup botol pada air mineral kemasan berdasarkan jenis airnya merupakan keliru.
Klaim: BPOM bedakan warna tutup botol AMDK berdasarkan sumbernya
Rating: Disinformasi
Baca juga: Kandungan BPA pada galon isi ulang berbahaya? Ini penjelasan BPOM
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
(GFD-2024-21731) [SALAH] “di Indonesia sudah lama tidak ada wabah Polio”
Sumber: Instagram.comTanggal publish: 30/07/2024
Berita
NARASI: “di Indonesia sudah lama tidak ada wabah Polio…” (selanjutnya di arsip video di bagian SUMBER).
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video yang berisi klaim yang MENYESATKAN. FAKTA: Indonesia telah mengalami berbagai KLB Polio sejak tahun 2022 dengan 12 kasus kelumpuhan di 8 provinsi: Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Banten. WHO mengategorikan Indonesia sebagai wilayah berisiko tinggi penularan polio, dengan 32 provinsi (84%) dan 399 kabupaten/kota (78%) masuk dalam kategori ini.
Verifikasi Klaim
Mengutip penjelasan dari dr. Basra Amru (Koordinator Sekretariat Kelompok Kerja Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat untuk
Program Kesehatan Prioritas, Kemenkes RI), Sehat Negeriku pada 20 Juli 2024: “Indonesia telah mengalami berbagai KLB Polio sejak tahun 2022 dengan 12 kasus kelumpuhan di 8 provinsi: Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Banten. WHO mengategorikan Indonesia sebagai wilayah berisiko tinggi penularan polio, dengan 32 provinsi (84%) dan 399 kabupaten/kota (78%) masuk dalam kategori ini.” (Foto pertama) [2]
“KLB ini menegaskan pentingnya pemberian Imunisasi tetes tambahan polio secara masal dan serentak dalam Pekan Imunisasi Nasional (PIN) untuk melindungi anak-anak dari virus polio yang menyebar cepat dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Langkah preventif melalui imunisasi adalah cara efektif untuk mencegah penyebaran dan dampak buruk penyakit ini.” (Foto kedua) [2]
Referensi Lainnya yang Berkaitan
Sehat Negeriku pada 19 Juli 2024: “Pemberian imunisasi pada PIN Polio sangat penting untuk mencegah virus polio yang dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi polio lengkap. Apabila cakupan imunisasi polio di suatu wilayah rendah selama beberapa tahun maka kekebalan kelompok di wilayah tersebut tidak terbentuk serta banyak anak yang tidak kebal terhadap virus polio sehingga berisiko munculnya kembali kasus polio” [3]
RRI.co.id pada 16 Jan 2024: “Negara Indonesia pernah menjadi 1 dari 11 negara South East Asia Regional Office (SEARO) yang berhasil menerima sertifikat Bebas Polio dari World Health Organization (WHO) 27 Maret 2014” [4]
BBC News Indonesia pada 19 Nov 2022: “Sebagai catatan, Indonesia telah mendapatkan sertifikat bebas polio dari WHO pada 2014 karena berhasil menanggulangi penyakit yang diakibatkan oleh virus polio liar. Status bebas polio ini masih berlaku hingga sekarang. Meskipun sudah dinyatakan bebas, surveilans untuk kasus lumpuh layu (flaccid paralysis) terus dilakukan. Penemuan satu kasus sudah cukup untuk dinyatakan sebagai KLB, kata Maxi. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan no. 1501 tahun 2010, status KLB diberikan pada kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah.” [5]
Verifikasi Klaim
Mengutip penjelasan dari dr. Basra Amru (Koordinator Sekretariat Kelompok Kerja Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat untuk
Program Kesehatan Prioritas, Kemenkes RI), Sehat Negeriku pada 20 Juli 2024: “Indonesia telah mengalami berbagai KLB Polio sejak tahun 2022 dengan 12 kasus kelumpuhan di 8 provinsi: Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Banten. WHO mengategorikan Indonesia sebagai wilayah berisiko tinggi penularan polio, dengan 32 provinsi (84%) dan 399 kabupaten/kota (78%) masuk dalam kategori ini.” (Foto pertama) [2]
“KLB ini menegaskan pentingnya pemberian Imunisasi tetes tambahan polio secara masal dan serentak dalam Pekan Imunisasi Nasional (PIN) untuk melindungi anak-anak dari virus polio yang menyebar cepat dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Langkah preventif melalui imunisasi adalah cara efektif untuk mencegah penyebaran dan dampak buruk penyakit ini.” (Foto kedua) [2]
Referensi Lainnya yang Berkaitan
Sehat Negeriku pada 19 Juli 2024: “Pemberian imunisasi pada PIN Polio sangat penting untuk mencegah virus polio yang dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi polio lengkap. Apabila cakupan imunisasi polio di suatu wilayah rendah selama beberapa tahun maka kekebalan kelompok di wilayah tersebut tidak terbentuk serta banyak anak yang tidak kebal terhadap virus polio sehingga berisiko munculnya kembali kasus polio” [3]
RRI.co.id pada 16 Jan 2024: “Negara Indonesia pernah menjadi 1 dari 11 negara South East Asia Regional Office (SEARO) yang berhasil menerima sertifikat Bebas Polio dari World Health Organization (WHO) 27 Maret 2014” [4]
BBC News Indonesia pada 19 Nov 2022: “Sebagai catatan, Indonesia telah mendapatkan sertifikat bebas polio dari WHO pada 2014 karena berhasil menanggulangi penyakit yang diakibatkan oleh virus polio liar. Status bebas polio ini masih berlaku hingga sekarang. Meskipun sudah dinyatakan bebas, surveilans untuk kasus lumpuh layu (flaccid paralysis) terus dilakukan. Penemuan satu kasus sudah cukup untuk dinyatakan sebagai KLB, kata Maxi. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan no. 1501 tahun 2010, status KLB diberikan pada kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah.” [5]
Kesimpulan
Klaim yang MENYESATKAN. FAKTA: Indonesia telah mengalami berbagai KLB Polio sejak tahun 2022 dengan 12 kasus kelumpuhan di 8 provinsi: Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Banten. WHO mengategorikan Indonesia sebagai wilayah berisiko tinggi penularan polio, dengan 32 provinsi (84%) dan 399 kabupaten/kota (78%) masuk dalam kategori ini.
Rujukan
- http[1]
- https://firstdraftnews-org.translate.goog/long-form-article/understanding-information-disorder/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=en-US&_x_tr_pto=nui /
- https://archive.ph/iCp3w (arsip cadangan). [2]
- https://www.instagram.com/p/C94wEQ7zHhv/ /
- https://archive.ph/XZQZ1 (arsip cadangan) [3]
- https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20240720/2146061/pentingnya-pin-polio-untuk-mencegah-klb/ /
- https://archive.ph/2GNRb (arsip cadangan). [4]
- https://www.rri.co.id/index.php/kesehatan/517504/tahun-2014-indonesia-pernah-bebas-polio-oleh-who /
- https://archive.ph/MGCGe (arsip cadangan). [5]
- https://www.bbc.com/indonesia/articles/c041gz8kkx1o.amp /
- https://archive.ph/URFu3 (arsip cadangan).
Halaman: 3162/7945




