• (GFD-2024-21625) [SALAH] PRABOWO PAKSA GIBRAN MUNDUR JADI CAWAPRES

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 05/08/2024

    Berita

    PRABOWO USIR GIBRAN!? BEGINI KRONOLOGINYA – PILPRES 2024 – PEMILU 2024

    BERITA TERBARU
    ANGKAT KAKI DARI KOALISI
    GIBRAN DI PAKSA MUNDUR OLEH PRABOWO JADI CAWAPRES

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah video bernarasikan Gibran Rakabuming Raka dipaksa mundur oleh Prabowo jadi cawapres beredar dari channel youtube bernama Kabar Akurat pada 28 Juli 2024.

    Setelah menonton keseluruhan dari isi video, tidak ditemukan informasi yang mendukung klaim narasi yang beredar. Thumbnail pada video tersebut juga hanya menampilkan gabungan dari beberapa gambar berbeda.

    Narasi yang dibacakan dalam video tersebut bersumber dari artikel wartaekonomi.co.id berjudul “Rocky Gerung Nilai Prabowo Akan Serahkan IKN ke Gibran”.

    Artikel tersebut membahas tentang pengamat politik Rocky Gerung yang menilai Presiden terpilih Prabowo Subianto akan menyerahkan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kepada Wakil Presiden (Wapres) terpilih Gibran Rakabuming Raka.

    Berdasarkan penjelasan di atas klaim narasi yang menyatakan Gibran dipaksa mundur oleh Prabowo jadi cawapres adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
    Faktanya, judul dan isi video tidak berkaitan. Tidak ditemukan pemberitaan terkait Gibran dipaksa mundur oleh Prabowo jadi cawapres. Selain thumbnail merupakan hasil manipulasi, video tersebut hanya berisi beberapa cuplikan video berbeda yang ditambahi dengan narasi menyesatkan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21626) [SALAH] Bonus Rp 10 Juta bagi Polisi yang Buktikan Suap Tilang

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 05/08/2024

    Berita

    Bagi POLISI yang bisa membuktikan ada warga yg menyuap Polisi, Polisi tersebut mendapatkan BONUS sebesar Rp. 10jt / 1 warga dan penyuap kena denda hukum 10th

    Hasil Cek Fakta

    Beredar unggahan di media sosial Facebook mengenai bonus Rp 10 juta bagi polisi yang dapat membuktikan adanya suap oleh pengendara saat dikenai tilang. Selain itu, pengendara yang terbukti melakukan suap akan terancam hukuman penjara 10 tahun.

    Dilansir melalui akun Twitternya (@DivHumas_Polri), Divisi Humas Polri menginformasikan bahwa tidak ada hadiah bagi polisi yang bisa membuktikan suap oleh pengendara yang terkena tilang. Larangan pungutan liar atau pungli oleh anggota Polri telah diatur dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Pasal 9 PP Nomor 2 Tahun 2003 menyebutkan, anggota Polri akan mendapat tindakan disiplin berupa teguran lisan sampai pencopotan jabatan. Tindakan memberi uang damai saat kena tilang tergolong penyuapan dan justru lebih berisiko mendapat hukuman pidana lebih berat.

    Selain itu, narasi yang beredar juga menyertakan besaran denda yang tidak sesuai undang-undang. Aturan mengenai penindakan pelanggaran lalu lintas diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

    Malui penelusuran tersebut maka dapat disimpulkan klaim mengenai bonus Rp 10 juta bagi polisi yang dapat membuktikan suap oleh pengendara saat terkena tilang adalah tidak benar. Pada 2020, Divisi Humas Polri menyatakan tidak ada hadiah bagi polisi yang bisa membuktikan suap saat penerapan tilang.

    Kesimpulan

    Klaim mengenai bonus Rp 10 juta bagi polisi yang dapat membuktikan suap oleh pengendara saat terkena tilang adalah tidak benar. Pada 2020, Divisi Humas Polri menyatakan tidak ada hadiah bagi polisi yang bisa membuktikan suap saat penerapan tilang.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21630) Hoaks Atlet Olimpiade Muntah karena Berenang di Sungai Seine

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/08/2024

    Berita

    tirto.id - Gelaran Olimpiade Paris 2024 mendapat banyak sorotan. Tak terkecuali soal penggunaan Sungai Seine sebagai lokasi untuk beberapa cabang olahraga.

    Pada Olimpiade 2024, Prancis memang ingin kembali menggelar beberapa cabang olahraga seperti renang dan triathlon untuk digelar di Sungai Seine yang membelah kota Paris, seperti pada tahun 1900. Namun, Sungai Seine di era modern telah terkontaminasi sampah urban, hingga di tahun 1923, ada pelarangan untuk berenang di Sungai Seine karena polusi air.

    Mengutip artikelNational Geographic, pada tahun 2015, Kota Paris meluncurkan rencana agar Sungai Seine bisa digunakan untuk berenang lagi dengan target perdana pada Olimpiade 2024. Berbagai upaya dilakukan, termasuk proyek pembersihan yang memakan biaya 1,5 miliar dolar.

    Pada akhirnya, Sungai Seine menjadi lokasi pembukaan Olimpiade Paris 2024, serta menjadi tempat kompetisi cabang olahraga triathlon, Rabu (31/7/2024). Sungai Seine menjadi titik start dari rute renang sepanjang 1,5 kilometer (km), yang dilanjutkan dengan 40 km bersepeda serta 10 km lari.

    Tetapi, media sosial kembali ramai dengan isu bahwa kontaminasi sungai tersebut masih di level yang mengkhawatirkan.

    Salah seorang atlet triathlon bahkan disebut muntah di garis finish usai berenang di Sungai Seine, seperti terlihat di sebuah foto yang tersebar di media sosial.

    "Momen para atlet muntah dan mabuk setelah berenang di Seine River," begitu tulis unggahan akun "Bill Arqam" di Facebook pada Rabu (31/7/2024), beberapa saat setelah perlombaan triathlon di Olimpiade Paris 2024 selesai (arsip).

    Sampai dengan Senin (5/8/2024), unggahan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 1,5 ribu tanda suka, sembilan komentar, dan dibagikan ulang setidaknya 1,7 ribu kali. Kami menemukan unggahan serupa dari akun "Smart Update" dan "Oky Kurnia Alam" di Facebook dan Instagram.

    Di X (dulu Twitter), unggahan serupa juga menyebar luas. Di antaranya dari unggahan akun X Breaking News berikut.

    Lalu bagaimana faktanya? Apakah benar atlet triathlon di Olimpiade Paris muntah setelah berenang di Sungai Seine?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba mencari foto asli dari kejadian tersebut. Hasil pencarian menggunakan metode reverse image search dengan Google Lens, mengarahkan ke foto The Sunberikut. foto tersebut diambil dari cuplikan tayangan BBC.

    Diketahui, atlet yang muntah dalam foto tersebut adalah Tyler Mislawchuk asal Kanada. Selain dia, Alex Yee asal Britania Raya yang akhirnya menjadi peraih emas lomba triatlon tersebut, juga terlihat kelelahan di dalam video.

    Tirto mencoba mencari lebih jauh tentang kejadian Mislawchuk yang muntah di Olimpiade 2024. Hasil pencarian mengarahkan ke artikel berikut dari New York Post.

    Dalam artikel tersebut, pria 29 tahun itu mengaku setidaknya muntah 10 kali setelah perlombaan. Namun, dalam penjelasannya kepada Triathlon Magazine, Mislawchuk menyebut panasnya suhu udara sebagai salah satu faktor terbesar dia mengalami muntah hari itu.

    “Saya hanyalah seorang anak dari Winnipeg, tepatnya Oak Bluff, yang suhunya mencapai -50 (Celsius) di musim dingin, dan saya ada di sini di Olimpiade Musim Panas,” tuturnya dalam sebuah pernyataan.

    Adapun saat perlombaan, melansir New York Post, tercatat suhu udara berkisar antara 26-27 derajat Celcius di awal hingga akhir perlombaan.

    Lebih jauh, sebuah artikel dari triathlete.com menyebut, berdasar hasil riset, gejala distress gastrointestinal (GI), termasuk mual dan kembung, cukup umum terjadi selama lomba ketahanan seperti maraton dan triathlon. Atlet sering mengira bahwa ini disebabkan oleh konsumsi karbohidrat berlebihan (minuman olahraga, gel, dan sebagainya). Namun, sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise menunjukkan bahwa ada faktor-faktor lain seperti durasi lomba, cuaca panas, yang juga bisa mempengaruhi kondisi gastrointestinal atlet.

    Pencarian Tirto ke perlombaan Olimpiade lain juga menunjukkan kasus serupa. Pada Olimpiade Tokyo 2020 misalnya, peraih emas, Kristian Blummenfelt, atlet Norwegia, juga terlihat muntah, beberapa detik setelah mencapai finish.

    Sebuah artikel ilmiah dari Pawel Samborski dan rekan-rekannya juga menyebut mual dan muntah merupakan gejala penyakit gastrointestinal, atau GI, yang sering terjadi pada atlet, terutama mereka yang melakukan disiplin olahraga ketahanan. Hal tersebut adalah reaksi fisiologis yang wajar terhadap latihan berat dan dapat diatasi dengan hidrasi yang tepat.

    Meski begitu, beberapa atlet memang sempat mengeluhkan tentang rute berenang di Sungai Seine. Atlet Belgia, Jolien Vermeylen, menyebut pengalaman yang kurang menyenangkan saat sedang berenang.

    "Saat berenang di bawah jembatan, saya merasakan dan melihat hal-hal yang seharusnya tidak terlalu kita pikirkan," ujarnya dikutip dari Metro.

    Sementara atlet Belanda, Rachel Klamer menyebut pengalaman tersebut sangat menjijikkan. "Kita lihat saja nanti apakah aku sakit. Aku benar-benar menelan banyak air," ujarnya dikutip RTL Nieuws.

    Sementara itu mengutip Politico, pihak panitia penyelenggara telah memastikan level polusi sungai tersebut berada di bawah batas berbahaya. "Sampel yang diambil kemarin antara pukul 5 dan 6 pagi menunjukkan tingkat E-coli antara 192 dan 308 yang dianggap sangat baik oleh World Triathlon," kata Anne Descamps, juru bicara panitia penyelenggara Olimpiade Paris, dalam konferensi pers Komite Olimpiade Internasional, 1 Agustus 2024.

    Standar dari World Triathlon terkait konsentrasi E-coli adalah 900 colony-forming units (cfu) per 100 milliliter, untuk air dinyatakan berbahaya untuk dipakai untuk berenang.

    Namun, Fluidion, perusahaan yang mendapat penugasan dari Pemerintah Kota Paris untuk memonitor bakteri di sungai sebelum penyelenggaraan lomba, menyebut, sebenarnya, menurut penelusuran mereka, kandungan E-Coli di Sungai Seine lebih tinggi dari yang disebut oleh panitia Olimpiade.

    Konsentrasinya pada hari itu berkisar antara 516-860 cfu/100 ml. Memang masih di bawah batas berbahaya.

    "Hasil resmi secara signifikan meremehkan jumlah E. Coli yang sebenarnya, dan risiko sebenarnya bagi para atlet tidak tertangani dan masih belum diketahui," kata Fluidion di situsnya.

    Sampai dengan Senin (5/8), belum ada pula informasi yang menyebut dampak kesehatan yang menimpa para atlet triathlon yang berenang di Sungai Seine.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan, atlet yang muntah di Olimpiade 2024, setelah berenang di Sungai Seine, adalah karena udara panas.

    Kejadian muntah setelah menyelesaikan trek triathlon juga bukan merupakan hal yang aneh. Kejadian serupa pernah terjadi di perlombaan-perlombaan sebelumnya. Jurnal ilmiah juga menyebut kalau reaksi tubuh seperti itu wajar terjadi pada atlet yang berlatih dengan keras.

    Meski begitu, memang ada keluhan-keluhan terkait kebersihan Sungai Seine dari beberapa atlet Olimpiade, meski kandungan E. Coli di sungai tersebut masih di bawah level berbahaya.

    Klaim atlet triathlon yang muntah sebab berenang di Sungai Seine bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Rujukan

  • (GFD-2024-21631) Hoaks Video Bagi-bagi Uang Mencatut Haji Agus Salim Bucar

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/08/2024

    Berita

    tirto.id - Konten yang mencatut nama figur publik yang diklaim melakukan bagi-bagi hadiah semakin banyak beredar di media sosial. Namun, beberapa konten ternyata menyebarkan informasi yang tidak tepat. Misalnya, unggahan yang mencatut nama Raffi Ahmad dan Presiden Joko Widodo yang diklaim membagi-bagi hadiah beberapa waktu lalu.

    Terbaru, kami kembali menemukan sebuah unggahan bagi-bagi hadiah, yang mencatut nama figur publik, yang terlihat mencurigakan. Unggahan tersebut tersebar di Facebook dengan mencatut nama Agus Salim Bucar, pengusaha kosmetik ternama asal Sulawesi Selatan.

    Konten tersebut berisikan sebuah video yang menunjukkan Agus menyampaikan pesan soal bagi-bagi uang.

    "Hari ini saya berjanji, saya, Agus Salim Bucar dan Ratu Glow membagikan hadiah. Siapa saja yang pencet love dan tanda panah, akan saya transfer Rp10 juta. Ini benar bukan hoaks, bukan untuk konten, akan saya buktikan sekarang," begitu bunyi konten dalam video.

    Video tersebut diunggah oleh akun "Dewi Rosalina" pada 3 Agustus 2024. Dalam keterangan penyerta unggahan, terdapat tautan ke kontak WhatsApp dengan nama yang sama seperti akun Facebook tersebut (arsip).

    Kami juga menemukan unggahan serupa yang tersebar di TikTok "hj.agussalimbucar" dan sejumlah kanal di Youtube.

    Sekilas, terdapat beberapa hal mencurigakan dari konten video yang tersebar di media sosial tersebut. Gerakan mulut dan audio yang ada dalam video terlihat tidak sinkron.

    Lalu bagaimana faktanya? Apakah benar Agus Salim Bucar melakukan kegiatan bagi-bagi uang yang disebar di media sosial?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan kecurigaan terkait ketidaksinkronan gerak bibir dan konten audio, Tirto melakukan pemindaian terhadap video ini, untuk mengecek kemungkinan konten ini dibuat dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI).

    Kami menggunakan perangkat Hive Moderation dan Deepware untuk meneliti konten tersebut. Hasil pemindaian Hive Moderation menyimpulkan 59,6 persen konten tersebut adalah konten yang diolah/disunting dengan kecerdasan buatan.

    Sementara pemindaian Deepware mendeteksi 96 persen konten adalah deepfake atau konten yang dibuat dengan AI untuk mengelabui orang. Deepware secara khusus menyoroti gerak bibir dari perempuan yang mendampingi Agus dalam video. Terlihat dalam video ada gerak bibir dari perempuan tersebut, namun konten audionya hanya suara Agus.

    Tirto kemudian mencoba mencari video asli dari konten tersebut. Menggunakan metode reverse search image, hasil pencarian Google Lens mengarahkan ke video berikut di TikTok.

    Dalam video 14 detik tersebut, terlihat video yang serupa dengan konten bagi-bagi uang yang diduga hoaks. Di video TikTok ini, gerak mulut Agus sinkron dengan kata-kata yang dikeluarkan, terlihat juga tidak ada gerak bibir perempuan yang mendampingi Agus, sesuai dengan konten audionya.

    Narasi dalam video TikTok, Agus menyampaikan terima kasih setelah melakukan kegiatan berbagi.

    Unggahan dari akun "Ratu Glow Indonesia" ini, meski tidak ada centang tanda akun terverifikasi, punya lebih dari 30 ribu pengikut dan mencantumkan situs resmi Ratu Glow di deskripsi akunnya. Akun ini juga secara konstan membagikan konten keseharian Agus yang mengindikasikan akun tersebut dikelola sendiri oleh Agus.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan, video bagi-bagi uang dari Agus Salim bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading). Konten yang tersebar di media sosial tersebut terpindai menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam proses penyuntingannya.

    Hasil pencarian Tirto juga menemukan konten asli video tersebut. Dalam video asli tersebut, Agus tidak melakukan bagi-bagi uang di media sosial.

    Rujukan