• (GFD-2024-21652) [KLARIFIKASI] Kasus Keracunan Permen Semprot Terjadi di Palembang

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/08/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Warganet dihebohkan kasus dugaan keracunan permen semprot yang dialami empat siswa sekolah dasar (SD).

    Narasi yang beredar menyebutkan, korban dirawat di Rumah Sakit Bunda karena mengalami kejang setelah mengonsumsi permen semprot.

    Ada yang mengeklaim kasus tersebut terjadi di Gorontalo, Surabaya, dan Pamekasan. Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru.

    Sejumlah akun Facebook menginformasikan kasus keracunan permen semprot dengan lokasi yang berbeda, beda.

    Misalnya seperti yang diinformasikan oleh akun Facebook ini pada Jumat (2/8/2024) yang mengeklaim peristiwa terjadi di Gorontalo.

    Berikut narasi yang ditulis:

    sekedar info skrng di igd RS Bunda (Gorontalo) banyak anak anak sekolah yg kejang kejang krna makan permen semprot ini, tolong di pantau untuk yg punya anak anak kecil yg hobi jajan di warung, sekolahan,

    Saling mengingatkan sebelum terjadi

    Sementara, akun ini dan ini menyebutkan lokasi kejadian di Pamekasan, Madura.

    Kemudian akun ini menyebutkan, kasus keracunan permen terjadi di Surabaya, Jawa Barat.

    Hasil Cek Fakta

    Kasus dugaan keracunan permen semprot yang menimpa empat siswa SD Negeri 39 di Jalan Kapten Marzuki, Kecamatan Ilir Timur 1, Palembang, Sumatera Selatan pada Senin (29/7/2024).

    Dilansir Kompas.com, Kepala Sekolah SD Negeri 39 Palembang, Mailah mengatakan, empat siswanya mendadak muntah-muntah dan pingsan usai mengonsumsi permen semprot. Mereka kemudian dilarikan ke RS Bunda.

    Keempat korban mengonsumsi permen dengan merk QeQe.

    Produk tersebut terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor registrasi MD266631013261.

    Permen terdaftar atas nama PT Aneka Anugrah Abadi Jakarta Barat yang berproduksi di Kabupaten Tangerang, Banten.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Palembang Tedy Wirawan mengatakan, permen semprot tersebut masih diperiksa di laboratorium.

    "Sampelnya masih diuji dengan parameter yang sama untuk melihat tingkat cemaran kimia yang terkandung,"kata Teddy pada Kamis (1/8/2024) dikutip dari Kompas.com.

    Ada 14 murid yang mengkonsumsi permen semprot. Di mana 12 anak mengalami gejala dan empat menjalani perawatan di RS Bunda.

    Setelah mendapatkan perawatan medis, kondisi empat murid tersebut kembali normal.

    Kesimpulan

    Kasus dugaan keracunan permen semprot yang menimpa murid SD terjadi di Palembang, Sumatera Selatan.

    Ada 14 murid SD Negeri 39 Palembang yang mengonsumsi permen semprot. Empat murid menjalani perawatan di RS Bunda dan telah pulih.

    Sampel permen semprot sedang diuji oleh BPOM.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21653) [KLARIFIKASI] Manipulasi Foto Komedian Thailand Jadi Petembak Olimpiade

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/08/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar foto seorang petembak di Olimpiade Paris 2024 yang memegang cermin dan membidik dengan membelakangi target.

    Dalam foto, tampak pria berpakaian putih dan polkadot biru itu menempatkan pistol hitam di bahu kirinya dan mengarahkan ke belakang.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut merupakan konten manipulatif.

    Foto petembak Olimpiade membidik dengan membelakangi target disebarkan oleh akun Threads ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (2/8/2024):

    The Olympics has a new legend.

    Foto serupa juga beredar di Facebook, seperti yang diunggah oleh akun ini, ini, dan ini.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode reverse image search untuk mengetahui jejak digital foto yang beredar.

    Hasil pencarian di TinEye mengarahkan gambar di situs Imgur, yang diunggah pada 31 Juli 2024.

    Foto tersebut menampilkan petembak asal Turkiye, Yusuf Dikec.

    Ia berlomba dalam nomor 10 meter air pistol pada Olimpiade Paris 2024 di Chateauroux Shooting Centre, Selasa (30/7/2024).

    Terdapat kemiripan pada latar belakang foto Dikec, dengan foto yang beredar di media sosial.

    Foto tersebut kemungkinan besar telah disunting dengan mengganti sosok Dikec dengan pria berbaju polkadot.

    Pria berbaju polkadot merupakan komedian asal Thailand. Akun X media Thailand @ThaiEnquirer mengunggah konten satire, Jumat (2/8/2024).

    "Penembak lain telah memasuki lokasi: komedian Thailand Pongsak 'Theng Therdtherng' Pongsuwa," tulisnya dalam terjemahan bahasa Indonesia.

    Penampilkan Pongsak Pongsuwan membidik dengan membelakangi target pernah tayang di acara komedi "Ching Roi Ching Larn" yang ditayangkan di stasiun televisi Thailand, Workpoint Entertainment.

    Penampilannya dapat dilihat di kanal YouTube Workpoint Official, 15 Agustus 2019, tepatnya pada menit ke-3 detik ke-10.

    Pongsuwan menggunakan cermin untuk membidik ke belakang untuk menembak balon di belakang punggungnya.

    Kesimpulan

    Foto petembak Olimpiade yang membidik dengan membelakangi target merupakan konten manipulatif bernada satire.

    Foto aslinya menampilkan petembak asal Turkiye Yusuf Dikec yang berlaga pada Olimpiade Paris 2024 di Chateauroux Shooting Centre, Selasa (30/7/2024).

    Sosok Dikec dalam foto diganti dengan komedian asal Thailand, Pongsak Pongsuwan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21622) Cek Fakta: Hoaks Raffi Ahmad Bagikan Uang Rp 35 Juta dengan Bermain Angka di Facebook

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/08/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan Raffi Ahmad akan membagikan uang Rp 35 juta hanya dengan bermain angka di Facebook. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun bernama Raffi Ahmad Real mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 24 Juli 2024.
    Dalam postingannya terdapat foto Raffi Ahmad bersama Prabowo Subianto dengan narasi sebagai berikut:
    "Stop di angka 2 jika kalian bisa saya TF 35 juta sekarang tanpa diundi"
    Lalu benarkah postingan Raffi Ahmad akan membagikan uang Rp 35 juta hanya dengan bermain angka di Facebook?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bahwa akun resmi Raffi Ahmad di Facebook bernama @RaffiAhmadLagi. Akun ini sudah bercentang biru atau terverifikasi.
    Sementara akun dalam postingan bernama @Raffi Ahmad Real yang merupakan akun palsu tidak terkait dengan Raffi Ahmad.
    Dalam akun Facebook asli Raffi Ahmad tidak ditemukan adanya program membagikan uang seperti dalam postingan.
    Selain itu dalam postingan terdapat link yang menghubungkan ke nomor grup Whatsapp tertentu untuk pengambilan hadiah. Hal ini merupakan indikasi penipuan yang bisa mengarahkan masyarakat untuk membagikan identitas pribadi atau terhubung dengan pinjaman online ilegal.
    Sementara foto dalam postingan merupakan unggahan Instagram Raffi Ahmad dalam akun resminya, @raffinagita1717 yang sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 31 Juli 2023.

    Kesimpulan


    Postingan Raffi Ahmad akan membagikan uang Rp 35 juta hanya dengan bermain angka di Facebook adalah hoaks.
  • (GFD-2024-21611) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Ini Gibran Sedang Menyantap Katak

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/08/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim Wakil Presiden Terpilih, Gibran Rakabuming Raka menyantap katak beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 27 Juli 2024.
    Video berdurasi 24 detik itu memperlihatkan seorang pria mirip Gibran yang sedang menyantap katak di dalam sebuah mobil. Ia tampak lahap dan menikmati makanan tersebut.
    "Lahap sekali makannya..
    inilah Calon Wakil Presiden 2024 kita nanti...yg mncontohkan makan Kodok..dan sangat sangat Doyan sekali makanan Haram...
    Apa nti yg akan trjadi bila seorang Yg bukan Muslim ini Memimpin Negeri ini.???
    ASTAGHFIRULLAH...!!!!
    Selamat Yaaa bagi pndukung Anak Jokodok..😃😃😀😂😂," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 23 kali ditonton warganet.
    Benarkah dalam video itu Gibran sedang menyantap katak? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim Wakil Presiden Terpilih, Gibran Rakabuming Raka menyantap katak. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs fakeimagedetector.com. Situs tersebut bisa mengidentifikasi sebuah gambar apakah hasil rekayasa atau asli.
    Hasilnya, foto yang diklaim merupakan Gibran sedang menyantap katak ternyata merupakan hasil rekayasa digital dan diduga menggunakan teknologi deepfake.
    Berikut gambar tangkapan layarnya.
    Video identik dengan klaim ditemukan di situs berbagi video YouTube. Video tersebut berjudul "क्या यह भी चीन के लोग खा लेते हैं? #chinafood #food #meatlovers #meat #meatpacking #chinesefood" yang dimuat kanal YouTube Rk blog pada 6 Juli 2024.
    Berikut gambar tangkapan layarnya.
     

    Kesimpulan


    Video yang diklaim Wakil Presiden Terpilih, Gibran Rakabuming Raka menyantap katak ternyata tidak benar. Faktanya, video tersebut telah diedit dengan teknologi deepfake. Wajah pria dalam video tersebut sengaja diubah dengan wajah Gibran.

    Rujukan