(GFD-2024-21636) Cek Fakta: Tidak Benar Foto Rontgen Pasien di India, Ada Kecoa di dalam Dadanya
Sumber:Tanggal publish: 05/08/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim hasil rontgen pasien di India dan terdapat seekor kecoa di dalam dadanya beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkah salah satu akun Facebook pada 28 Juli 2024. Pada foto tersebut terlihat ada seekor kecoa dalam sebuah dada pasien berdasarkan foto hasil rontgen.
"Hasil rontgen seorang pasien India menunjukkan ada seekor kecoa kecil didalam dadanya, dan dokter India memintanya pergi ke luar negeri dan menjalani operasi untuk menghilangkannya.
Baca Juga
Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Ini Gibran Sedang Menyantap Katak
Kapan Pendaftaran Calon Kepala Daerah Pilkada 2024? Simak Jadwal dan Tahapannya
Ma'ruf Amin Kecam Pembunuhan Ismail Haniyeh: Bisa Ganggu Perundingan Damai Israel dan Palestina
Pasien ini pergi ke Singapura untuk persiapan operasi. Dokter Singapura memberi tahu dia bahwa tidak ada kecoa kecil di dada Anda, tetapi ada kecoa kecil di mesin rontgen di negara Anda," tulis narasi dalam foto tersebut.
"Nah ini parah," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 27 kali direspons dan mendapat 11 komentar dari warganet.
Benarkah dalam foto tersebut terdapat seekor kecoa di dalam dada pasien di India? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim hasil rontgen pasien di India dan terdapat seekor kecoa di dalam dadanya. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "x ray images cockroach india" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang meluruskan mengenai foto tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "A morphed photo is being shared as a real photo of a Cockroach found in a chest X-ray" yang dimuat situs factly.in pada 6 Maret 2024.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa foto rontgen tersebut juga viral di India. Narasinya juga serupa, namun si pasien diminta menjalani operasi di Mumbai.
Setelah ditelusuri, tidak ada laporan atau berita kredibel yang mengonfirmasi kejadian seorang pria terdapat kecoa di dalam dadanya berdasarkan hasil rontgen.
Factly.in juga melakukan penelusuran gambar terbalik pada foto tersebut. Hasil penelusuran mengarah ke foto rontgen dada tanpa kecoa. Gambar tersebut ditemukan di situs radlines.org, sebuah situs web ahli radiologi.
Menurut deskripsi dari web radlines.org, foto tersebut mewakili 'radiogram dada posteroanterior' dari seorang wanita berusia 21 tahun yang mengeluh nyeri dada sebelah kiri setelah tabrakan saat pertandingan sepak bola. Hasil rontgen menunjukkan dada normal tanpa ada tanda cedera. Foto ini diunggah oleh Mikael Häggström.
Kesimpulan
Foto yang diklaim hasil rontgen pasien di India dan terdapat seekor kecoa di dalam dadanya ternyata tidak benar. Faktanya, foto tersebut merupakan hasil editan dan tidak ada informasi valid yang mendukung klaim tersebut.
Rujukan
(GFD-2024-21644) Cek Fakta: Pendaftaran Undian BRI 2024 Festival BRImo HUT ke-128 Ini Tidak Benar
Sumber:Tanggal publish: 05/08/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendpati klaim pendaftaran undian BRI 2024 Festival BRImo HUT ke-128, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Juli 2024.
Unggahan klaim pendaftaran undian BRI 2024 Festival BRImo HUT ke-128 tersebut berupa tulisan sebagai berikut.
"𝙋𝙧𝙤𝙜𝙧𝙖𝙢 𝘽𝘼𝙉𝙆 𝘽𝙍𝙄 𝟮𝟬𝟮𝟰, FESTIVAL BRImo Hadir lagi, ikuti Undian nya dan menangkan Hadiah utama nya, pendaftaran secara 𝙂𝙍𝘼𝙏𝙄𝙎
Dengan cara klik 𝗱𝗮𝗳𝘁𝗮𝗿 di postingan ini Pemenang akan di umumkan pada tgl 17 Agustus 2024.
Buruan daftarkan diri anda, siapa tau anda jadi pemenang 🎉"
Klaim pendaftaran undian BRI 2024 Festival BRImo HUT ke-128 menampilkan gambar beragam kendaraan yang diklaim sebagai grandprize undian, emas dan smartphone.
Tulisan tersebut mengarahkan kita untuk mengklik tautan "https://cgtrecuponid.wsi.web.id/?fbclid=IwY2xjawEdcsxleHRuA2FlbQIxMQABHcirnXxCUoOIa3KkCHSDnq4SuaVo_gi2ceSotMUpXIjNtYuzA5_BB0S0mw_aem_gpUHZP9kCB2n13BRFZKZ6Q" yang diklaim sebagai formulir pendaftaran, tautan ini mengarah pada sebuah situs.
Benarkah klaim pendaftaran undian BRI 2024 Festival BRImo HUT ke-128? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pendaftaran undian BRI 2024 Festival BRImo HUT ke-128, penelusuran mengarah pada tulisan berjudul "Waspada Modus Social Engineering" yang dimuat situs resmi BRI bri.co.id, tulisan tersebut memuat infografis yang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai social engineering yaitu sebuah teknik memperoleh informasi rahasia dengan cara menipu atau memanipulasi korban.
BRI pun mengingatkan agar kita selalu waspada terhadap setiap email, WhatsAp, telepon, alamat web atau tautan dan akun yang mentasnamakan BRI.
Selain itu juga menjaga kerahasiaan data seperti PIN, password, OTP, CVV/CVC dan M-token agar tidak diberitahukan pada pihak manapun termasuk pertugas BRI.
Artikel berjudul "Cek Fakta: Waspada Hoaks Link Pendaftaran BI Fast Catut Nama Bank BRI" yang dimuat situs Liputan6.com menyebutkan, BRI hanya menggunakan saluran resmi website dan sosial media resmi yang sudah centang biru atau terverifikasi sebagai media komunikasi.
Website resmi BRI beralamat di www.bri.co.id, akun Instagram @bankbri_id, akun Facebook: Bank BRI serta Twitter: @bankbri_id, @kontakbri, dan @promo_bri.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pendaftaran undian BRI 2024 Festival BRImo HUT ke-128 tidak benar.
BRI hanya menggunakan saluran resmi website dan sosial media resmi yang sudah centang biru atau terverifikasi sebagai media komunikasi.
Website resmi BRI beralamat di www.bri.co.id, akun Instagram @bankbri_id, akun Facebook: Bank BRI serta Twitter: @bankbri_id, @kontakbri, dan @promo_bri.
Rujukan
(GFD-2024-21647) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Tim Tenis Meja Putri AS Kalahkan China di Olimpiade Paris 2024
Sumber:Tanggal publish: 05/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar foto dengan narasi yang mengeklaim tim tenis meja Amerika Serikat mengalahkan China di Olimpiade Paris 2024, dan membawa pulang medali emas.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut perlu diluruskan karena informasinya keliru.
Narasi tim tenis meja AS mengalahkan China di Olimpiade Paris 2024 dan membawa pulang medali emas dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, serta akun Threads ini pada Sabtu (3/8/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
The gold winning USA table tennis team that beat China (Tim tenis meja Amerika Serikat yang meraih emas setelah mengalahkan China)
Narasi tersebut disertai foto yang menunjukkan lima atlet keturunan Asia yang mengenakan jersey berlogo bendera AS.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut perlu diluruskan karena informasinya keliru.
Narasi tim tenis meja AS mengalahkan China di Olimpiade Paris 2024 dan membawa pulang medali emas dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, serta akun Threads ini pada Sabtu (3/8/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
The gold winning USA table tennis team that beat China (Tim tenis meja Amerika Serikat yang meraih emas setelah mengalahkan China)
Narasi tersebut disertai foto yang menunjukkan lima atlet keturunan Asia yang mengenakan jersey berlogo bendera AS.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, foto yang sama telah diunggah akun Facebook tim tenis meja AS, USA Table Tennis (terverifikasi), pada 26 Juli 2024.
Foto itu memang memperlihatkan tim tenis meja Amerika Serikat yang merupakan keturunan Asia.
Berikut takarir (caption) yang dicantumkan:
Postcards from Paris with our Team USA Table Tennis women squad Amy, Rachel and Lily with alternate athlete Sally as well as Coach Gao at their practice session.
Kenang-kenangan dari Paris bersama skuad putri Tim Tenis Meja AS, Amy, Rachel dan Lily dengan atlet cadangan Sally serta Pelatih Gao pada sesi latihan mereka.
Akan tetapi, tim tenis meja putri AS pada Olimpiade Paris 2024 belum meraih satu pun medali. Sejauh ini, cabang tenis meja masih didominasi China.
Dikutip dari Olympics.com, dari tiga kategori yang sudah mencapai babak final, China menyapu medali emas.
Tiga medali emas dan satu medali perak cabang tenis meja Olimpiade Paris 2024 dikantongi tim China. China meraih emas di kategori tunggal putra, tunggal putri, dan ganda campuran.
Tim tenis meja AS belum mendapatkan medali hingga saat ini. Pencapaian terbaik pemain putri AS diraih Lily Zhang yang masuk hingga babak 16 besar, sebelum dia dikalahkan petenis meja Korea Selatan Shin Yubin.
AS masih memiliki asa di babak tim putri, yang akan berhadapan dengan tim putri Jerman pada 6 Agustus 2024 di babak 16 besar. Belum ada laga antara tim putri AS melawan China.
Namun, China masih menjadi unggulan dalam kategori ini. Di babak 16 besar, tim putri China akan melawan Mesir.
Foto itu memang memperlihatkan tim tenis meja Amerika Serikat yang merupakan keturunan Asia.
Berikut takarir (caption) yang dicantumkan:
Postcards from Paris with our Team USA Table Tennis women squad Amy, Rachel and Lily with alternate athlete Sally as well as Coach Gao at their practice session.
Kenang-kenangan dari Paris bersama skuad putri Tim Tenis Meja AS, Amy, Rachel dan Lily dengan atlet cadangan Sally serta Pelatih Gao pada sesi latihan mereka.
Akan tetapi, tim tenis meja putri AS pada Olimpiade Paris 2024 belum meraih satu pun medali. Sejauh ini, cabang tenis meja masih didominasi China.
Dikutip dari Olympics.com, dari tiga kategori yang sudah mencapai babak final, China menyapu medali emas.
Tiga medali emas dan satu medali perak cabang tenis meja Olimpiade Paris 2024 dikantongi tim China. China meraih emas di kategori tunggal putra, tunggal putri, dan ganda campuran.
Tim tenis meja AS belum mendapatkan medali hingga saat ini. Pencapaian terbaik pemain putri AS diraih Lily Zhang yang masuk hingga babak 16 besar, sebelum dia dikalahkan petenis meja Korea Selatan Shin Yubin.
AS masih memiliki asa di babak tim putri, yang akan berhadapan dengan tim putri Jerman pada 6 Agustus 2024 di babak 16 besar. Belum ada laga antara tim putri AS melawan China.
Namun, China masih menjadi unggulan dalam kategori ini. Di babak 16 besar, tim putri China akan melawan Mesir.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tim tenis meja AS mengalahkan China di Olimpiade Paris 2024 dan membawa pulang medali emas perlu diluruskan.
Tim tenis meja putri AS belum mendapatkan satu pun medali dari cabang tenis meja Olimpiade Paris 2024.
Konten itu merupakan satire karena tim tenis meja AS diperkuat atlet keturunan Asia, yang memiliki penampilan fisik mirip dengan atlet dari China.
Tim tenis meja putri AS belum mendapatkan satu pun medali dari cabang tenis meja Olimpiade Paris 2024.
Konten itu merupakan satire karena tim tenis meja AS diperkuat atlet keturunan Asia, yang memiliki penampilan fisik mirip dengan atlet dari China.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=418232751222129&set=a.127369480308459
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=7796809573762466&set=a.116181695158664
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=3797346273843542&set=gm.493971943281655&idorvanity=258133816865470
- https://www.threads.net/@jaddevouerofficial/post/C-MVYtEMhLn
- https://www.facebook.com/usatabletennis/posts/pfbid0Y5UkX9g6MKCVdASqJM46BthSFncfvpbeYPbbaGyeVe7GS7SQk22TNnJJmVE7VMtPl
- https://olympics.com/en/paris-2024/medals/table-tennis?utm_campaign=dp_google
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-21648) [HOAKS] Video Dedi Mulyadi Bagikan Rp 10 Juta
Sumber:Tanggal publish: 05/08/2024
Berita
KOMPAS.com- Sebuah video mengeklaim politikus Partai Gerindra Dedi Mulyadi akan membagikan uang Rp 10 juta kepada setiap orang yang membutuhkan.
Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipualsi
Video yang diklaim menampilkan Dedi Mulyadi membagikan uang Rp 10 juta muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini (arsip)
Dalam video, Dedi menyebutkan, untuk mendapatkan uang Rp 10 juta yakni cukup dengan cara menyukai dan meneruskan konten tersebut.
"Assalamu'alaikum semua hari ini saya akan membagikan Ro 10 juta per-orang. Bagi siapa saja yang sedang membutuhkan. Syarat cukup tekan love dan tanda panah saja," ujar Dedi dalam video.
Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipualsi
Video yang diklaim menampilkan Dedi Mulyadi membagikan uang Rp 10 juta muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini (arsip)
Dalam video, Dedi menyebutkan, untuk mendapatkan uang Rp 10 juta yakni cukup dengan cara menyukai dan meneruskan konten tersebut.
"Assalamu'alaikum semua hari ini saya akan membagikan Ro 10 juta per-orang. Bagi siapa saja yang sedang membutuhkan. Syarat cukup tekan love dan tanda panah saja," ujar Dedi dalam video.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, video yang menampilkan Dedi Mulyadi identik dengan unggahan di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada 26 Juli 2024.
Dalam video aslinya Dedi tidak mengatakan terkait pembagian uang Rp 10 juta. Namun, ia memberikan apresiasi kepada Titin Prialianti, kuasa hukum mantan terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon, Saka Tatal.
Menurut Dedi, Titin merupakan orang yang paling paham konstruksi hukum kasus pembunuhan Vina dan Eky pada 2016.
Saka Tatal telah dinyatakan bebas murni setelah sempat menjalani hukuman penjara selama 3 tahun 8 bulan.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek suara Dedi Mulyadi yang diklaim membagikan uang Rp 10 juta.
Hasil pemeriksaan menggunakan Hive Moderation menunjukkan suara Dedi memiliki probabilitas 98,2 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) .
Dalam video aslinya Dedi tidak mengatakan terkait pembagian uang Rp 10 juta. Namun, ia memberikan apresiasi kepada Titin Prialianti, kuasa hukum mantan terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon, Saka Tatal.
Menurut Dedi, Titin merupakan orang yang paling paham konstruksi hukum kasus pembunuhan Vina dan Eky pada 2016.
Saka Tatal telah dinyatakan bebas murni setelah sempat menjalani hukuman penjara selama 3 tahun 8 bulan.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek suara Dedi Mulyadi yang diklaim membagikan uang Rp 10 juta.
Hasil pemeriksaan menggunakan Hive Moderation menunjukkan suara Dedi memiliki probabilitas 98,2 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) .
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan Dedi Mulyadi akan membagikan uang Rp 10 juta tidak benar dan merupakan hasil manipulasi.
Dalam video aslinya, Dedi memberikan apresiasi kepada Titin Prialianti, kuasa hukum mantan terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon, Saka Tatal.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Dedi yang diklaim membagikan Rp 10 juta memiliki probabilitas 98,2 persen dihasilkan oleh AI.
Dalam video aslinya, Dedi memberikan apresiasi kepada Titin Prialianti, kuasa hukum mantan terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon, Saka Tatal.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Dedi yang diklaim membagikan Rp 10 juta memiliki probabilitas 98,2 persen dihasilkan oleh AI.
Rujukan
Halaman: 3126/7945
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4909559/original/020304900_1722833778-Rontgen1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4909563/original/011974600_1722834334-BritaKecoa1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4909865/original/092327200_1722850020-BRI_hut_ke_126.jpg)