• (GFD-2024-22417) Foto Hasil Rontgen Pasien di India Terdapat Kecoa di Dadanya? Cek Faktanya

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/08/2024

    Berita

    Foto Hasil Rontgen Pasien di India Terdapat Kecoa di Dadanya? Cek Faktanya

    Benarkah ada kecoa di dalam dada seorang pasien di India? Simak penelusurannya

    Beredar sebuah foto yang diklaim hasil rontgen pasien di India dan terdapat seekor kecoa di dalam dadanya. Pada foto tersebut terlihat seekor kecoa dalam sebuah dada pasien berdasarkan foto hasil rontgen.

    Dalam narasinya, dikatakan dokter India memintanya pergi ke luar negeri dan menjalani operasi untuk menghilangkannya

    Benarkah ada kecoa di dalam dada seorang pasien di India? Simak penelusurannya:

    Hasil Cek Fakta

    Melansir dari Factly.in, tidak ada laporan atau berita kredibel yang mengonfirmasi kejadian seorang pria terdapat kecoa di dalam dadanya berdasarkan hasil rontgen.

    Factly.in juga melakukan penelusuran gambar terbalik pada foto tersebut. Hasil penelusuran mengarah ke foto rontgen dada tanpa kecoa. Gambar tersebut ditemukan di situs radlines.org, sebuah situs web ahli radiologi.

    Menurut keterangan foto, foto tersebut merupakan 'radiogram dada posteroanterior' dari seorang wanita berusia 21 tahun yang mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri setelah bertabrakan saat pertandingan sepak bola. Hasil rontgen menunjukkan dada normal tanpa tanda-tanda cedera. Foto ini diunggah oleh Mikael Häggström ke 'radlines.org.'

    Dengan demikian, jelaslah bahwa gambar sinar-X milik Häggström telah diedit dengan menambahkan seekor kecoa, sehingga menciptakan ilusi seekor kecoa yang tertangkap dalam sinar-X dada.

    Kesimpulan

    Foto hasil rontgen pasien di India ada kecoa di dalam dadanya adalah tidak benar.

    Foto yang beredar merupakan hasil editan. Sehingga menciptakan ilusi seekor kecoa yang tertangkap dalam sinar-X dada.

    Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21681) Salah, Layanan Mikrotrans Tidak Lagi Gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/08/2024

    Berita

    tirto.id - Pembahasan mengenai JakLingko memanas dalam beberapa hari belakangan. Pekan lalu, ratusan pengemudi angkutan Mikrotrans, yang merupakan armada terkait sistem pembayaran JakLingko, menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota Jakarta. Mereka menuntut sejumlah kebijakan yang dinilai kurang adil.

    Sekitar sepekan kemudian, Mikrotrans (sering disebut publik sebagai JakLingko) kembali mendapat sorotan. Kali ini dari isu yang beredar di media sosial mengenai perubahan tarif baru dari armada transportasi dari Pemprov DKI Jakarta tersebut. Mikrotrans, yang selama ini bertarif Rp0 alias gratis, diklaim akan mulai berbayar.

    Akun Thread @mahdihasni227 mengunggah tangkapan layar pada 6 Agustus 2024 dengan keterangan, "Jangan kaget dan sedih Bagi yg sering naik jaklingko ada tarif baru."

    Bersama unggahan tersebut, disertakan pula infografis dengan informasi sebagai berikut:

    "Saat ini, layanan JakLingko tidak lagi gratis. Tarif ditentukan berdasarkan jenis kartu yang dimiliki. Berikut rinciannya:

    1.Kartu JakLingko Utama Rp3.500

    2.Kartu JakLingko Anak Rp1.750

    3.Kartu JakLingko Lansia Rp1.750

    4.Kartu JakLingko Disabilitas Rp1.750

    5.Kartu JakLingko Non-DKI Rp5.000."

    Tirto menemukan unggahan serupa dari unggahan akun "Santi Syamsudin" dan "Lilik Makcihuy" di Facebook. Di X (dulu Twitter), unggahan yang memuat tangkapan gambar serupa ditemukan dari unggahan akun @hasni33064.

    Meski belum banyak mendapat respon publik, persebarannya di beberapa akun media sosial membuat unggahan tersebut berpotensi menyebar lebih luas lagi.

    Lalu, bagaimana faktanya? Apakah informasi, mengenai perubahan tarif Mikrotrans yang tersebar di media sosial, benar adanya?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencari informasi terkait perubahan tarif Mikrotrans ini dari sejumlah sumber resmi. Pencarian kami mengarah ke unggahan dari akun Instagram resmi Dinas Perhubungan DKI Jakarta, yakni @dishubdkijakarta, berikut.

    Dalam unggahan bersama @jalahoaks (Jakarta Lawan Hoaks), yang merupakan salah satu bagian dari Pemprov DKI, pihak Dishub DKI Jakarta telah memberi klarifikasi bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar.

    "Informasi di atas merupakan HOAKS dengan jenis Konten/Informasi Sesat (Misleading Content)," bunyi unggahan pada 5 Agustus 2024 tersebut.

    Lebih lanjut, informasi dari situs resmi Jalahoaks juga menyebut kalau informasi tersebut banyak menyebar di aplikasi pesan singkat, WhatsApp. Melansir dari Jalahoaks, sejauh ini belum ada informasi mengenai kenaikan tarif Mikrotrans.

    "Diketahui bahwa Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan PT Transjakarta tidak merilis informasi terkait kenaikan tarif Mikrotrans seperti yang terdapat pada infografis tersebut," begitu isi pesan dalam artikel tersebut.

    Dalam unggahan klarifikasi tersebut, terdapat pula penjelasan mengenai istilah JakLingko dan Mikrotrans.

    "Penyebutan JakLingko tidak tepat untuk angkutan Mikrotrans. JakLingko merupakan sistem pembayaran, sedangkan angkutannya disebut Mikrotrans," begitu informasi tambahan dari Jalahoaks.

    Pencarian lebih lanjut mengarahkan Tirto ke artikel dari Media Indonesiaberikut. Dalam artikel tersebut, Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, juga mematahkan klaim ini.

    "Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar mengenai tarif Mikrotrans, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menyampaikan bahwa pemberitaan tersebut adalah salah," katanya saat dikonfirmasi, Senin (5/8/2024), kepada Media Indonesia.

    Ia juga menyatakan, masyarakat yang memerlukan informasi mengenai lalu lintas dan transportasi, sebaiknya bisa mengakses akun resmi milik Dishub DKI Jakarta.

    Sementara Direktur Operasional PT Transjakarta, Daud Joseph, juga menyatakan kalau tidak ada perubahan tarif untuk layanan Mikrotrans, yang masih berstatus gratis.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan informasi mengenai perubahan tarif Mikrotrans yang tidak lagi gratis bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Berdasarkan keterangan dari pihak Dishub DKI Jakarta, per 5 Agustus 2024, penggunaan layanan armada Mikrotrans masih gratis. Informasi senada juga disampaikan oleh pihak PT Transjakarta.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21685) Cek Fakta: Tidak Benar Video Pep Guardiola Tolak Salaman dengan Perwakilan Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/08/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video manajer Manchester City Pep Guardiola menolak bersalaman dengan perwakilan Israel. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Threads. Akun itu mempostingnya pada 7 Agustus 2024.
    Dalam postingannya terdapat video Guardiola tak bersalaman dengan orang yang diberikan gambar bendera Israel. Video berdurasi 10 detik itu diberikan narasi "Taktik baru Pep Guardiola membuat luka tak berdarah".
    Akun itu menambahkan narasi "Respect for coach Mr Pep, free Palestine."
    Hingga saat ini video tersebut telah dilihat lebih dari 118 ribu kali.
    Lalu benarkah postingan video manajer Manchester City Pep Guardiola menolak bersalaman dengan perwakilan Israel?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah akun The Emirates FA Cup pada 7 Agustus 2023.
    Video itu sendiri merupakan seremoni usai laga Arsenal Vs Manchester City di ajang Community Shield 2023. Saat itu Manchester City kalah adu penalti dengan skor 1-4.
    Selain itu penelusuran dilanjutkan dan menemukan artikel dari Reuters berjudul "Fact Check: Video does not show Man City boss snubbing Israeli representative" yang tayang pada 29 Mei 2024.
    Dalam artikel tersebut dijelaskan orang yang tidak diajak bersalaman dengan Guardiola adalah eks manajer Crystal Palace, Alan Smith. Kepada Reuters, Smith mengatakan dia bukan dan tidak pernah menjadi perwakilan Israel.
    Smith menjadi tamu dalam pertandingan tersebut karena undangan dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA).
    Selain itu ada juga artikel dari Sportbible.com berjudul "Fans spot Pep Guardiola snub former manager during Community Shield medal ceremony" yang tayang pada 7 Agustus 2023.
    Dalam artikel tersebut Smith sempat membalas pertanyaan netizen di Twitter terkait penolakan salam dari Guardiola.
    "Saya tidak yakin tapi sepertinya Guardiola tidak bahagia atau dia pikir saya pendukung Arsenal," kata Smith.

    Kesimpulan


    Postingan video manajer Manchester City Pep Guardiola menolak bersalaman dengan perwakilan Israel adalah tidak benar. Faktanya orang tersebut adalah eks manajer Crystal Palace, Alan Smith.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21687) [KLARIFIKASI] Foto Atlet Karate Mesir Bentangkan Bendera Palestina Disebar dengan Konteks Keliru

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/08/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi di media sosial yang menyatakan atlet karate Mesir membentangkan bendera Palestina setelah mengalahkan Israel dalam Olimpiade Paris 2024.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek fakta Kompas.com, narasi tersebut perlu diluruskan.

    Narasi atlet karate Mesir membentangkan bendera Palestina setelah mengalahkan Israel dalam Olimpiade Paris 2024 dibagikan oleh akun Instagram ini, dan akun Threads ini.

    Berikut kutipan narasi yang dibagikan (diterjemahkan ke bahasa Indonesia):

    Olimpiade

    Dua pemegang sabuk hitam asal Mesir dengan bangga membentangkan bendera Palestina setelah mengalahkan lawannya dari Israel dalam kompetisi bela diri baru-baru ini.

    Narasi itu disertai foto atlet karate Mesir yang berdiri di podium juara pertama dan kedua membentangkan bendera Palestina.

    Sementara, di podium juara ketiga berdiri atlet yang membentangkan bendera Israel.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto tersebut dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, foto serupa diunggah oleh akun X (Twitter) ini pada 21 November 2022.

    Keterangan foto menyebutkan, gambar itu diambil dari kejuaraan karate internasional di Slovenia.

    Foto yang sama dimuat dalam pemberitaan berbagai media, salah satunya Egypt Independent, pada 21 November 2022. Berikut kutipan pemberitaan tentang foto tersebut:

    Dua atlet dari tim U-15 Mesir membentangkan bendera Palestina setelah meraih juara pertama dan kedua dalam Kejuaraan Karate Tradisional ITKF Dunia, yang diadakan di Slovenia.

    Kedua pemain tim karate tradisional Mesir ini menempati posisi pertama dan kedua dalam turnamen tersebut, mengungguli seorang pemain Israel yang berada di posisi ketiga.

    Selain itu, tidak ada pertandingan karate selama Olimpiade tahun ini. Menurut laman resmi Olimpiade, karate tidak dilombakan dalam Olimpiade Paris 2024.

    Kesimpulan

    Narasi atlet karate Mesir membentangkan bendera Palestina setelah mengalahkan Israel dalam Olimpiade Paris 2024 perlu diluruskan.

    Foto yang dibagikan diambil dari kejuaraan karate internasional di Slovenia pada 2022. Selain itu, karate tidak dilombakan dalam Olimpiade Paris 2024.

    Rujukan