• (GFD-2024-21698) Keliru, Video dengan Klaim Perlakuan Orang Islam di Bangladesh terhadap Perempuan Non-Muslim

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/08/2024

    Berita



    Menyusul kerusuhan yang terjadi di Bangladesh dalam sepekan terakhir, sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan dengan kondisi mulut tertutup dengan kaki dan tangan terikat, beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi perlakuan orang Islam di Bangladesh terhadap perempuan non-muslim.

    Video itu beredar di X oleh akun ini [ arsip ], Facebook, dan YouTube pada 7 Agustus 2024. Akun tersebut mengklaim video tersebut sebagai perlakúan orang Islam di Bangladesh terhadap perempuan non-muslim.

    "Islam membuat muslim Bangladesh menjadi sadis, brutal, tidak ada hati nurani, dan tak berperikemanusiaan. Indonesia diam saja, hanya peduli Gaza saja karena tidak ada Yahudi di sini," cuitnya.

    Di India video tersebut beredar di media sosial dengan beberapa klaim berbeda. Ada yang mengunggah video tersebut di Youtube dengan klaim "Gadis Hindu Bangladesh diikat oleh Massa Muslim".



    Apa benar ini video perlakuan orang Islam di Bangladesh terhadap perempuan non-muslim?

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi video tersebut  dengan memfragmentasi video menggunakan perangkat InVid, kemudian melakukan penelusuran dengan reverse image. Hasilnya, video tersebut merupakan aksi teatrikal yang dilakukan mahasiswa India dari kampus Universitas Jagannath, sebagai bántuk protes atas dugaan hasutan yang menyebabkan seorang mahasiswa melakukan aksi bunuh diri. 

    Dilansir dari media berbahasa Bangla, Thenews24.com, perempuan dalam video itu bernama Trisna, mahasiswa jurusan musik angkatan 2021 di Universitas Jagannath, India. Kepada The News, Trisna mengatakan bahwa kejadian dalam video yang viral itu merupakan adegan dalam aksi teatrikal di hari penyalaan lilin kematian Avantika Apu.

    Fairuz Sadaf Avantika, mahasiswa Departemen Hukum Universitas Jagannath angkatan 2017, bunuh diri dengan cara gantung diri di rumahnya pada 16 Maret. Dalam insiden ini, sebuah kasus diajukan terhadap asisten pengawas universitas dan teman sekelasnya karena menghasut untuk bunuh diri. 

    Para mahasiswa universitas tersebut mengadakan berbagai program agar tidak ada lagi yang meninggal karena bunuh diri seiring dengan persidangan mereka. Sebagai bagian dari ini, Trisna berpartisipasi dalam pertunjukan jalanan. Setelah video aksi teatrikalnya viral, Trisna mengaku trauma.

    Segera setelah video itu viral dan menuai protes di kalangan netizen India, upaya klarifikasi disampaikan melalui akun Facebook JnU Short Stories pada 26 Juli 2024.

    "Video ini adalah adegan dari drama untuk mengenang kematian Avantika. Namun, beberapa orang menyebarkan video tersebut di Facebook dengan menampilkan gadis tersebut sebagai pemimpin Liga Chhatra dengan mengacu pada masa pergerakan saat ini," bunyi klarifikasi tersebut.

    "Tiga hari setelah kematian mahasiswa kami Fairuz Avantika, kami mengadakan pertunjukan seni menyalakan lilin. Video ini berasal dari hari itu," kata Samira Mou, mahasiswa Departemen Film dan Televisi Universitas Jagannath, kepada Tim Cek Fakta Ajkerpatrika.com.  

    Ia juga membagikan beberapa gambar seni pertunjukan tersebut. Dalam salah satu gambarnya, mahasiswa Universitas Jagannath menampilkan seni pertunjukan dengan menyalakan lilin di lingkungan Universitas Jagannath yang sepi. Trisna sedang duduk di sebelah persiapan (patung) Genosida dan Perang Kemerdekaan tahun 1971 dengan wajah diikat dengan selotip dan tangannya diikat ke belakang.

    Kesimpulan



    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim perlakuan orang Islam di Bangladesh terhadap perempuan non-muslim adalah keliru. 

    Perempuan dalam video itu bernama Trisna, mahasiswa jurusan musik angkatan 2021 di Universitas Jagannath, India. Kejadian dalam video itu merupakan bagian dari adegan teatrikal sebagai bentuk protes atas dugaan hasutan yang menyebabkan seorang mahasiswa melakukan aksi bunuh diri. 

    Rujukan

  • (GFD-2024-21708) Cek Fakta: Tidak Benar Pendaftaran Festival Undian BRImo 79 Tahun RI

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/08/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pendaftaran festival undian BRImo 79 tahun Republik Indonesia, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 8 Agustus 2024.
    klaim pendaftaran festival undian BRImo 79 tahun Republik Indonesia berupa banner digital yang menampilkan tulisan "Festival Undian BRImo 79 th Republik Indonesia."
    "Keseruan BRImo FSTVL Klik Tombol Daftar Di Bawah ini Untuk Dapatkan Kupon Undian"
    Unggahan tersebut disertai dengan keterangan sebagai berikut:
    "𝙂𝙚𝙗𝙮𝙖𝙧 Khusus nasabah BRI yang Sudah terdaftar di 𝘽𝙍𝙡𝙢𝙤 Buruan Dapatkan Kupon Undian Brimo Festival Dengan Cara klik 𝗗𝗔𝗙𝗧𝗔𝗥 Di Bawah👇
    Menangkan hadiah menarik lainnya berikut ini:𝗚𝗿𝗮𝗻𝗱 𝗣𝗿𝗶𝘇𝗲 :
    ° 50 Unit Mobil Inova Zenix𝗛𝗮𝗱𝗶𝗮𝗵 𝗟𝗮𝗶𝗻𝗻𝘆𝗮 :
    ° 20 Unit Mobil HRV
    ° 10 unit honda brio
    ° 200 motor beat street 2024
    ° 250 IPhone 15 Pro Max
    ° 70 Kulkas LG"
    Keterangan tersebut disertai dengan tautan pendaftaran online sebagai berikut "https://lkutansekarrang.bestcom62.biz.id/no.php", setelah tautan tersebut diklik, mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital.
    Formulir tersebut meminta sejumlah data pribadi seperi nama lengkap nasabah, nomor handphone dan saldi rekening tabungan.
    Benarkah klaim pendaftaran festival undian BRImo 79 tahun Republik Indonesia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     
     
     
     
     
     
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pendaftaran festival undian BRImo 79 tahun Republik Indonesia, penelusuran mengarah pada tulisan berjudul "Waspada Modus Social Engineering" yang dimuat situs resmi BRI bri.co.id, tulisan tersebut memuat infografis yang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai social engineering yaitu sebuah teknik memperoleh informasi rahasia dengan cara menipu atau memanipulasi korban.
    BRI pun mengingatkan agar kita selalu waspada terhadap setiap email, WhatsAp, telepon, alamat web atau tautan dan akun yang mentasnamakan BRI.
    Selain itu juga menjaga kerahasiaan data seperti PIN, password, OTP, CVV/CVC dan M-token agar tidak diberitahukan pada pihak manapun termasuk pertugas BRI.
    Artikel berjudul "Cek Fakta: Waspada Hoaks Link Pendaftaran BI Fast Catut Nama Bank BRI" yang dimuat situs Liputan6.com menyebutkan, BRI hanya menggunakan saluran resmi website dan sosial media resmi yang sudah centang biru atau terverifikasi sebagai media komunikasi.
    Website resmi BRI beralamat di www.bri.co.id, akun Instagram @bankbri_id, akun Facebook: Bank BRI serta Twitter: @bankbri_id, @kontakbri, dan @promo_bri.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim pendaftaran festival undian BRImo 79 tahun Republik Indonesia tidak benar.
    BRI hanya menggunakan saluran resmi website dan sosial media resmi yang sudah centang biru atau terverifikasi sebagai media komunikasi.
    Website resmi BRI beralamat di www.bri.co.id, akun Instagram @bankbri_id, akun Facebook: Bank BRI serta Twitter: @bankbri_id, @kontakbri, dan @promo_bri.
    Masyarakat diingatkan untuk mewaspadai social engineering yaitu sebuah teknik memperoleh informasi rahasia dengan cara menipu atau memanipulasi korban.
    Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
    Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
    Jika Anda memil

    Rujukan

  • (GFD-2024-21709) Cek Fakta: Hoaks Artikel Vladimir Putin Komentari Unjuk Rasa Indonesia pada Israel Tidak Ada Untungnya

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/08/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel Vladimir Putin mengomentari unjuk rasa Indonesia pada Israel tidak ada untungnya. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingny pada 7 Agustus 2024.
    Dalam postingannya terdapat artikel Detik News dengan narasi sebagai berikut:
    "Presiden Rusia Vladimir Putin: Tidak Ada UntungNya Buat Indonesia Demo dan Injak Bendera Israel, Yang Ada Munafik Di Mata Dunia"
    Lalu benarkah postingan artikel Vladimir Putin mengomentari unjuk rasa Indonesia pada Israel tidak ada untungnya?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menggunakan fitur pencarian di laman Detik.com. Hasilnya tidak ada artikel yang sesuai dengan postingan.
    Pencarian dilanjutkan dengan menggunakan kata kunci "Yudhistira Amran Saleh, Vladimir Putin" di mesin pencarian Google. Hasilnya ada artikel yang identik dengan postingan.
    Namun dalam artikel asli judulnya tidak sesuai dengan postingan. Dalam artikel asli berjudul "Vladimir Putin Jadi Orang Paling Berpengaruh di Dunia untuk Ketiga Kalinya".
    Kesamaan terdapat pada nama penulis yakni Yudhistira Amran Saleh dan tanggal waktu artikel diunggah yakni pukul 07.16 WIB. Namun dalam artikel yang diposting sudah mengalami perubahan tanggal yakni dari 6 November 2015 menjadi 27 Juli 2024.
    Berikut isi artikel aslinya:
    "Jakarta - Tahun ini, Forbes kembali merilis daftar orang-orang paling berpengaruh di dunia. Para petinggi dunia baik pria dan wanita, mulai dari kepala negara, dermawan, dan pengusaha ada di dalam daftar tersebut.
    Dilansir dari Forbes, Jumat (6/11/2015), Presiden Rusia Vladimir Putin muncul sebagai orang paling berpengaruh di dunia untuk ketiga kalinya dalam tiga tahun terakhir. Putin membuktikan sebagai pemimpin yang sangat kuat. Sanksi internasional terhadapnya soal Crimea telah mendorong Rusia ke dalam resesi. Pada bulan Oktober lalu, Dia juga membom pasukan ISIS di Suriah, kemudian dia bertemu dengan Presiden Assad dan membuat AS dan NATO lemah di wilayah tersebut.
    Sedangkan orang terkuat di dunia nomor dua adalah Kanselir Jerman Angela Merkel. Dia merupakan tulang punggung dari ke-28 anggota Uni Eropa dan dia mempunyai tindakan tegas tentang masalah pengungsi Suriah dan krisis keuangan Yunani.
    Presiden AS Barack Obama turun satu peringkat. Dia berada di posisi ke-3 orang paling berpengaruh di dunia. Amerika Serikat, negara yang dipimpinnya tetap mempunyai kekuatan ekonomi, budaya, diplomasi, teknologi, dan memiliki kekuatan militer terbesar di dunia. Pada tahun terakhirnya sebagai presiden, kebijakan luar negerinya terus menurun drastis di bawah 50%.
    Paus Fransiskus menempati urutan keempat sebagai pemimpin spiritual yang memiliki satu miliar pengikut umat Katolik. Sedangkan Doug McMillon, CEO Wal-Mart menempati urutan ke-32 sebagai orang yang mempunyai 2,2 juta pekerja.
    Berikutnya, untuk kepala negara, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud menempati urutan ke-14 sebagai kepala negara berpengaruh. Dia juga dianggap memiliki pengaruh dalam cadangan minyak dunia.
    Sementara itu, pendiri Microsoft Bill Gates menempati urutan ke-6 sebagai orang yang memiliki jumlah kekayaan bersih tertinggi di dunia. Hal itu dilihat dari aset perusahaan yang dimilikinya serta pendapatan perusahaannya.
    Lalu, dalam bisnis otomotif, CEO SpaceX Elon Musk menjadi orang paling berpengaruh di dunia urutan ke-38. Dia dinilai memiliki kekuatan dalam industri penerbangan SpaceX. Dia juga merupakan seorang miliader dan visioner teknologi yang sangat dihormati.
    Tak hanya itu saja, pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un juga masuk dalam daftar orang paling berpengaruh di dunia yang ke-46. Dia memiliki kendali mutlak atas kehidupan 25 juta orang yang tinggal di negaranya dan Dia dikenal akan hukum matinya jika ada yang berbeda pendapat dengannya."

    Kesimpulan


    Postingan artikel Vladimir Putin mengomentari unjuk rasa Indonesia pada Israel tidak ada untungnya adalah hoaks. Faktanya judul dalam artikel itu telah disunting.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21712) [HOAKS] Informasi Lowongan Kerja di SPBU Pertamina

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/08/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar informasi mengenai lowongan pekerjaan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.

    Namun, setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Informasi soal lowongan kerja di SPBU Pertamina dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan informasi lowongan untuk beberapa posisi, seperti operator SPBU dan staf administrasi, namun, tidak disebutkan lokasinya. 

    Dibuka kembali Lowongan Kerja-SPBU Pertamina-Lulusan:SMP SMA SMK D3 S1 yang siap kerjaPosisi yang di butuhkan1. Operator SPBU.Gaji Rp5,400.0002. Operator Pom Bensin. Gaji Rp4,500.0003. Deriver gaji Rp4,500.0004. Satpam/security gaji Rp4.200.0005. Chief security Rp4.500.0006. Staff administrasi keuangan Rp5.200.0007. kriteria:8. > Wanita/pria.> Umur 17thn - 30thn9. > Jujur,disiplin & rapih dalam penampilan10. > Bertanggung jawab dalam pekerjaan11. > mampu bekerja dengan team ( kompak )12. > Bisa baca tulis13. > Gaji pokok14. > bonus uang rokok/pulsaSilahkan Daftar Secara Online :Wa : https://wa.me/085757122651Engak di pungut biayaya????

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook lowongan kerja SPBU Pertamina

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi nomor WhatsApp yang tertera. Ketika dihubungi, nomor tersebut justru memberikan tautan yang tidak berisi lowongan kerja.

    Pjs Coorporate Secretary Pertamina Heppy Wulansasri mengatakan, rekrutmen di SPBU diserahkan kepada manajemen masing-masing.

    Menurut dia, lowongan kerja yang beredar di media sosial kemungkinan besar adalah hoaks karena tidak menyertakan lokasi SPBU.

    "Kalau saya lihat ini mengatakan loker SPBU Pertamina ya, dan tidak disebutkan lokasi SPBU secara detail, baik alamat maupun nomor SPBU-nya. Jadi kemungkinan besar hoaks," ujar Heppy kepada Kompas.com, Kamis (8/8/2024). 

    Heppy mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terkait lowongan kerja mencatut Pertamina.

    Ia mengatakan, jika menemukan lowongan kerja mencatut Pertamina, masyarakat bisa memastikan atau menanyakan ke call center Pertamina di nomor 135.

    Kesimpulan

    Informasi di media sosial soal lowongan kerja di SPBU Pertamina merupakan hoaks. Unggahan itu kemungkinan besar adalah hoaks karena tidak menyertakan lokasi SPBU.

    Rujukan