(GFD-2024-22034) [PENIPUAN] Video Rhoma Irama dan Dennis Lim Mengiklankan Situs Judi
Sumber: SNACKVIDEOTanggal publish: 10/08/2024
Berita
NARASI: cek video.
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video hasil MANIPULASI menggunakan kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence) yang menyebabkan kesimpulan yang SALAH. FAKTA: selain menggunakan suara hasil SUNTINGAN dan terlihat kekurangan (artifact/distortion) di bagian mulut dan sekitarnya, video yang ASLI adalah yang dimuat di kanal YouTube Rhoma Irama di episode “BISIKAN RHOMA #87: INSPIRATIF! CERITA KOH DENNIS LIM DULU BANDAR JUDI SEKARANG JADI DA’I”.
Kesimpulan
Hasil MANIPULASI menggunakan kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence). FAKTA: selain menggunakan suara hasil SUNTINGAN dan terlihat kekurangan (artifact/distortion) di bagian mulut dan sekitarnya, video yang ASLI adalah yang dimuat di kanal YouTube Rhoma Irama di episode “BISIKAN RHOMA #87: INSPIRATIF! CERITA KOH DENNIS LIM DULU BANDAR JUDI SEKARANG JADI DA’I”.
(GFD-2024-21794) [HOAKS] Produk Rokok Resmi Olimpiade 1984
Sumber:Tanggal publish: 10/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Sebuah produk rokok dengan merek "Marathon" diklaim sebagai rokok resmi Olimpiade 1984.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu tidak benar atau hoaks.
Foto produk rokok "Marathon" dan diklaim sebagai produk resmi Olimpiade 1984 disebarkan oleh akun Threads ini dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Rabu (7/8/2024):
Excited about the Olympics?The Official Cigarette of the 1984 Olympics.
Foto dengan narasi serupa juga ditemukan di akun Facebook ini dan ini.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu tidak benar atau hoaks.
Foto produk rokok "Marathon" dan diklaim sebagai produk resmi Olimpiade 1984 disebarkan oleh akun Threads ini dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Rabu (7/8/2024):
Excited about the Olympics?The Official Cigarette of the 1984 Olympics.
Foto dengan narasi serupa juga ditemukan di akun Facebook ini dan ini.
Hasil Cek Fakta
Komite Olimpiade Internasional atau IOC mencatat ada 34 perusahaan yang memberikan kontribusi finansial dan nilai pada Olimpiade Los Angeles 1984.
IOC menginvestasikan surplus sebesar 233 juta dollar AS untuk mendirikan LA84 Foundation, yang mendukung program olahraga remaja dan pendidikan publik di kota tersebut.
Dilansir Snopes, seorang pustakawan LA84 Foundation mengatakan, tidak ada merek rokok "Marathon" atau merek rokok lain yang menjadi mitra, penyuplai, atau memakai lisensi resmi Olimpiade 1984.
Peneliti Stanford Research Into the Impact of Tobacco Advertising (SRITA), Robert Jackler mengatakan, Olimpiade Los Angeles 1984 tidak memiliki sponsor resmi dari perusahaan berbasis tembakau.
Kendati demikian, perusahaan rokok masih tetap terhubung dengan Olimpiade melalui saluran iklan, berdasarkan penelitian mengenai hubungan antara industri tembakau dan Olimpiade.
Penelitian yang tidak dipublikasikan itu dikirimkan Jackler kepada Snopes.
Meski merek bernama Marathon tidak ditemukan, tetapi rokok dengan merek Camel, Lucky Strike, Carlton, Merit, dan Salem masuk dalam daftar.
Misalnya, perusahaan rokok R.J. Reynolds Tobacco Company yang menerbitkan iklan Olimpiade untuk merek Camel. Iklan itu dicetak di Los Angeles Times dan Sports Illustrated.
Ada pula American Tobacco Company, yang meluncurkan Program Undian Olimpiade untuk rokok Lucky Strike, dengan hadiah utama paket wisata.
Iklan itu terpampang di Majalah Time, Sports Illustrated, TV Guide, dan Newsweek.
SRITA menulis, iklan rokok pertama kali muncul di Olimpiade pada 1920.
Iklan rokok biasanya muncul dalam program resmi atau menampilkan atlet Olimpiade dalam iklan.
Iklan rokok dalam Olimpiade mencapai puncaknya pada 1970-an dan 1980-an. Namun, iklan dari perusahaan rokok tidak lagi disukai karena sorotan terhadap dampak kesehatan.
Perusahaan rokok mempertahankan hubungan dengan Olimpiade, sampai Komite Olimpiade Nasional Kanada melarang pemasaran tembakau pada musim dingin 1988.
Alasannya, mereka mendukung lingkungan bebas rokok.
Namun, beberapa dekade setelahnya iklan dari perusahaan rokok tetap bertahan. Misalnya, pada 1996, iklan rokok masih terlihat di Olimpiade Atlanta.
Kemudian pada 2008, penyelenggara Olimpiade Beijing menerima penolakan setelah mencoba melarang rokok di Olimpiade.
Baru pada 2020, Jepang menerapkan larangan merokok ketika menjadi tuan rumah Olimpiade.
Merek rokok "Marathon" muncul di koran sampai toko daring, tetapi tidak ditemukan produsen asilnya.
Misalnya, iklan rokok "Marathon" yang muncul di koran lokal Ohio, Dayton Daily News, pada Maret dan Juli 2003.
Merek tersebut juga muncul di toko daring yang berbasis di China, CigarettesCigs.com dan berbasis di AS, CigOutlet.net.
IOC menginvestasikan surplus sebesar 233 juta dollar AS untuk mendirikan LA84 Foundation, yang mendukung program olahraga remaja dan pendidikan publik di kota tersebut.
Dilansir Snopes, seorang pustakawan LA84 Foundation mengatakan, tidak ada merek rokok "Marathon" atau merek rokok lain yang menjadi mitra, penyuplai, atau memakai lisensi resmi Olimpiade 1984.
Peneliti Stanford Research Into the Impact of Tobacco Advertising (SRITA), Robert Jackler mengatakan, Olimpiade Los Angeles 1984 tidak memiliki sponsor resmi dari perusahaan berbasis tembakau.
Kendati demikian, perusahaan rokok masih tetap terhubung dengan Olimpiade melalui saluran iklan, berdasarkan penelitian mengenai hubungan antara industri tembakau dan Olimpiade.
Penelitian yang tidak dipublikasikan itu dikirimkan Jackler kepada Snopes.
Meski merek bernama Marathon tidak ditemukan, tetapi rokok dengan merek Camel, Lucky Strike, Carlton, Merit, dan Salem masuk dalam daftar.
Misalnya, perusahaan rokok R.J. Reynolds Tobacco Company yang menerbitkan iklan Olimpiade untuk merek Camel. Iklan itu dicetak di Los Angeles Times dan Sports Illustrated.
Ada pula American Tobacco Company, yang meluncurkan Program Undian Olimpiade untuk rokok Lucky Strike, dengan hadiah utama paket wisata.
Iklan itu terpampang di Majalah Time, Sports Illustrated, TV Guide, dan Newsweek.
SRITA menulis, iklan rokok pertama kali muncul di Olimpiade pada 1920.
Iklan rokok biasanya muncul dalam program resmi atau menampilkan atlet Olimpiade dalam iklan.
Iklan rokok dalam Olimpiade mencapai puncaknya pada 1970-an dan 1980-an. Namun, iklan dari perusahaan rokok tidak lagi disukai karena sorotan terhadap dampak kesehatan.
Perusahaan rokok mempertahankan hubungan dengan Olimpiade, sampai Komite Olimpiade Nasional Kanada melarang pemasaran tembakau pada musim dingin 1988.
Alasannya, mereka mendukung lingkungan bebas rokok.
Namun, beberapa dekade setelahnya iklan dari perusahaan rokok tetap bertahan. Misalnya, pada 1996, iklan rokok masih terlihat di Olimpiade Atlanta.
Kemudian pada 2008, penyelenggara Olimpiade Beijing menerima penolakan setelah mencoba melarang rokok di Olimpiade.
Baru pada 2020, Jepang menerapkan larangan merokok ketika menjadi tuan rumah Olimpiade.
Merek rokok "Marathon" muncul di koran sampai toko daring, tetapi tidak ditemukan produsen asilnya.
Misalnya, iklan rokok "Marathon" yang muncul di koran lokal Ohio, Dayton Daily News, pada Maret dan Juli 2003.
Merek tersebut juga muncul di toko daring yang berbasis di China, CigarettesCigs.com dan berbasis di AS, CigOutlet.net.
Kesimpulan
Informasi mengenai produk rokok "Marathon" sebagai rokok resmi Olimpiade 1984 merupakan hoaks.
Merek rokok "Marathon" muncul di koran sampai toko daring, tetapi belum ditemukan produsen asilnya.
Merek rokok tersebut dan merek rokok lainnya tidak menjadi mitra, penyuplai, atau memakai lisensi resmi Olimpiade Los Angeles 1984.
Merek rokok "Marathon" muncul di koran sampai toko daring, tetapi belum ditemukan produsen asilnya.
Merek rokok tersebut dan merek rokok lainnya tidak menjadi mitra, penyuplai, atau memakai lisensi resmi Olimpiade Los Angeles 1984.
Rujukan
- https://www.threads.net/@neontalk/post/C9Iilf5IVTo
- https://www.threads.net/@justinwhangyt/post/C93HjCwpi9m
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=863173065842016&set=a.548775020615157
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1082326143262556&set=a.266924924802686
- https://olympics.com/ioc/news/los-angeles-1984-an-influential-legacy
- https://www.snopes.com/fact-check/marathon-cigarettes-1984-olympics/
- https://www.industrydocuments.ucsf.edu/tobacco/docs/#id=hpdk0096
- https://www.industrydocuments.ucsf.edu/docs/#id=lswj0144
- https://tobacco.stanford.edu/cigarettes/smoking-in-sports/olympics/
- https://broughttolight.ucsf.edu/2018/01/08/tobacco-industry-sponsorship-of-the-olympics-a-dive-into-the-ucsf-truth-tobacco-industry-documents/#:~:text=The%201996%20Centennial%20Olympic%20Games,planning%20promotions%20and%20marketing%20events.
- https://www.tobaccoinduceddiseases.org/2020-Olympics-legacy-for-tobacco-control-in-Japan,111611,0,2.html
- https://www.newspapers.com/newspage/410472623/
- https://www.newspapers.com/image/410416529/
- https://web.archive.org/web/20240804054903/
- https://www.cigarettescigs.com/marathon-cigarettes-marathon-100s-exclusive-premium-blend-cigarettes-10-cartons-p-3321.html
- https://www.cigoutlet.net/searchadv.html?query=marathon&x=0&y=0
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-21795) [KLARIFIKASI] Belum Ada Bukti Getah Bunga Mahkota Duri Sembuhkan Sakit Gigi
Sumber:Tanggal publish: 10/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Unggahan di media sosial mengeklaim, getah bunga mahkota duri dapat mengobati sakit akibat gigi berlubang.
Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut belum terbukti secara ilmiah.
Klaim bahwa getah bunga mahkota duri dapat mengobati sakit gigi berlubang dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini.
Caranya, dengan mengoleskan getah bunga mahkota duri ke bagian gigi berlubang menggunakan cotton bud.
Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut belum terbukti secara ilmiah.
Klaim bahwa getah bunga mahkota duri dapat mengobati sakit gigi berlubang dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini.
Caranya, dengan mengoleskan getah bunga mahkota duri ke bagian gigi berlubang menggunakan cotton bud.
Hasil Cek Fakta
Guru Besar Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Purwantyastuti mengatakan, sampai saat ini tidak ada uji klinik atas klaim tersebut.
Ia menuturkan, sebuah klaim perlu dibuktikan manfaat dan keamanannya melalui uji klinik.
Selain itu, tidak ada riwayat tradisional mengenai pemanfaatan getah bunga mahkota duri untuk mengobati sakit gigi.
"Tidak ada riwayat penggunaan oleh nenek moyang kita sehingga tidak ada riwayat tradisional. Sampai sekarang tidak ada uji klinik dilakukan," ujar Purwantyastuti kepada Kompas.com, Jumat (9/8/2024).
Ia pun belum bisa memastikan apakah getah tersebut aman jika dioleskan ke gigi.
Purwantyastuti menyarankan jika mengalami sakit gigi hendaknya pergi ke dokter, karena kuman yang berkumpul di lubang gigi bisa mengeluarkan racun yang menyerang ginjal.
Hal senada disampaikan dokter gigi di Puskesmas Kramat, Kabupaten Tegal, Belinda Chandra Hapsari.
Menurut dia, belum ada bukti ilmiah yang membuktikan getah bunga mahkota duri dapat menyembuhkan sakit gigi berlubang.
Belinda mengingatkan, penggunaan getah tanaman secara sembarangan bisa berbahaya karena dapat menimbulkan alergi.
"Penggunaan pengobatan sembarangan, seperti getah-getahan itu bisa berbahaya karena siapa tau si penderita memiliki alergi. Apalagi obat yang diambil langsung dari alam memiliki konsentrasi zat yang lebih tinggi," kata Belinda, Jumat.
Menurut Belinda penyakit gigi berlubang harus ditangani dengan serius karena bisa mengakibatkan kematian.
Ia menuturkan, sebuah klaim perlu dibuktikan manfaat dan keamanannya melalui uji klinik.
Selain itu, tidak ada riwayat tradisional mengenai pemanfaatan getah bunga mahkota duri untuk mengobati sakit gigi.
"Tidak ada riwayat penggunaan oleh nenek moyang kita sehingga tidak ada riwayat tradisional. Sampai sekarang tidak ada uji klinik dilakukan," ujar Purwantyastuti kepada Kompas.com, Jumat (9/8/2024).
Ia pun belum bisa memastikan apakah getah tersebut aman jika dioleskan ke gigi.
Purwantyastuti menyarankan jika mengalami sakit gigi hendaknya pergi ke dokter, karena kuman yang berkumpul di lubang gigi bisa mengeluarkan racun yang menyerang ginjal.
Hal senada disampaikan dokter gigi di Puskesmas Kramat, Kabupaten Tegal, Belinda Chandra Hapsari.
Menurut dia, belum ada bukti ilmiah yang membuktikan getah bunga mahkota duri dapat menyembuhkan sakit gigi berlubang.
Belinda mengingatkan, penggunaan getah tanaman secara sembarangan bisa berbahaya karena dapat menimbulkan alergi.
"Penggunaan pengobatan sembarangan, seperti getah-getahan itu bisa berbahaya karena siapa tau si penderita memiliki alergi. Apalagi obat yang diambil langsung dari alam memiliki konsentrasi zat yang lebih tinggi," kata Belinda, Jumat.
Menurut Belinda penyakit gigi berlubang harus ditangani dengan serius karena bisa mengakibatkan kematian.
Kesimpulan
Klaim bahwa getah bunga mahkota duri dapat mengobati sakit gigi berlubang belum terbukti secara ilmiah.
Menurut ahli farmakologi, tidak ada riwayat tradisional penggunaan getah bunga mahkota duri untuk sakit gigi.
Sampai saat ini belum ada uji klinik untuk membuktikan manfaat getah bunga mahkota duri untuk menyembuhkan sakit gigi dan aspek keamanannya.
Menurut ahli farmakologi, tidak ada riwayat tradisional penggunaan getah bunga mahkota duri untuk sakit gigi.
Sampai saat ini belum ada uji klinik untuk membuktikan manfaat getah bunga mahkota duri untuk menyembuhkan sakit gigi dan aspek keamanannya.
Rujukan
(GFD-2024-21806) [HOAKS] Dedi Mulyadi Bagikan Rp 20 Juta Jelang HUT RI
Sumber:Tanggal publish: 10/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video mengeklaim, politikus Partai Gerindra Dedi Mulyadi membagikan uang Rp 20 juta jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 RI.
Namun, setelah ditelusuri, konten tersebut merupakan hasil manipulasi.
Klaim soal Dedi Mulyadi membagikan uang Rp 20 juta jelang peringatan kemerdekaan RI muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Dalam video disebutkan, pengguna media sosial harus menyukai dan membagikan konten tersebut untuk mendapatkan uang Rp 20 juta.
SPECIAL MENJELANG KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 agustus 1945.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Dedi Mulyadi membagikan Rp 20 juta menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Namun, setelah ditelusuri, konten tersebut merupakan hasil manipulasi.
Klaim soal Dedi Mulyadi membagikan uang Rp 20 juta jelang peringatan kemerdekaan RI muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Dalam video disebutkan, pengguna media sosial harus menyukai dan membagikan konten tersebut untuk mendapatkan uang Rp 20 juta.
SPECIAL MENJELANG KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 agustus 1945.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Dedi Mulyadi membagikan Rp 20 juta menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang menampilkan Dedi identik dengan unggahan di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, pada 24 Juli 2024.
Dalam video, Dedi menginformasikan soal acara hiburan rakyat yang digelar di Lapangan Sahate, Kota Purwakarta, pada 26 Juli 2024.
Acara tersebut dihadiri komedian Sule dan Ohang serta musisi Doel Sumbang. Mantan Bupati Purwakarta itu tidak mengatakan akan membagikan uang Rp 20 juta.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek suara Dedi dalam video soal pembagian uang Rp 20 juta menggunakan Hive Moderation.
Hasilnya, suara Dedi memiliki probabilitas 82,5 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dalam video, Dedi menginformasikan soal acara hiburan rakyat yang digelar di Lapangan Sahate, Kota Purwakarta, pada 26 Juli 2024.
Acara tersebut dihadiri komedian Sule dan Ohang serta musisi Doel Sumbang. Mantan Bupati Purwakarta itu tidak mengatakan akan membagikan uang Rp 20 juta.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek suara Dedi dalam video soal pembagian uang Rp 20 juta menggunakan Hive Moderation.
Hasilnya, suara Dedi memiliki probabilitas 82,5 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kesimpulan
Video dengan narasi soal Dedi Mulyadi membagikan uang Rp 20 juta jelang peringatan HUT RI merupakan hasil manipulasi.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, probabilitas suara Dedi dihasilkan oleh AI mencapai 82,5 persen.
Sementara, dalam video aslinya Dedi menginformasikan soal acara hiburan rakyat di Lapangan Sahate, Kota Purwakarta, pada 26 Juli 2024.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, probabilitas suara Dedi dihasilkan oleh AI mencapai 82,5 persen.
Sementara, dalam video aslinya Dedi menginformasikan soal acara hiburan rakyat di Lapangan Sahate, Kota Purwakarta, pada 26 Juli 2024.
Rujukan
Halaman: 3096/7944
