“Lihat apa kata Presiden Rusia terhadap Indonesia”.
“Presiden Rusia Vladimir Putin : Tidak Ada UntungNya Buat Indonesia Demo Dan Injak Bendera Israel, Yang Ada Munafik Di Mata Dunia”.
(GFD-2024-21910) [SALAH] Artikel Detik News: “Presiden Rusia Vladimir Putin : Tidak Ada UntungNya Buat Indonesia Demo Dan Injak Bendera Israel, Yang Ada Munafik Di Mata Dunia”
Sumber: FacebookTanggal publish: 16/08/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook bernama Mazmur Daud mengunggah tangkapan layar dari media Detik News mengenai Presiden Putin yang mengatakan Indonesia tidak ada gunanya berdemo melawan Israel. Pada tangkapan layar tersebut juga terlihat bahwa Putin bilang aksi Indonesia tersebut justru membuat Indonesia terlihat munafik di mata dunia. Tulisan dan tangkapan layar tersebut diunggah pada 7 Agustus 2024.
Setelah melakukan pencarian judul tersebut di laman resmi Detik News, tidak ditemukan artikel berita dengan judul demikian.
Selain itu, pencarian juga dilakukan dengan mencari gambar Presiden Putin yang digunakan di artikel Detik News seperti yang terlihat di tangkapan layar Mazmur Daud. Hasil pencarian Tin Eye dan Google Reverse Image Search salah satunya menunjukkan artikel Detik News yang dipublikasikan pada 2015 silam, dengan nama penulis yang sama seperti di tangkapan layar akun Facebook Mazmur Daud. Namun, judul yang asli yang tertulis di artikel tersebut adalah “Vladimir Putin Jadi Orang Paling Berpengaruh di Dunia untuk Ketiga Kalinya”.
Tanda lain yang juga terlihat yaitu adanya garis bergelombang berwarna merah di bawah tulisan sumber foto. Hal tersebut menandakan bahwa halaman tersebut sedang diedit.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh akun Facebook Mazmur Daud adalah konten yang dimanipulasi.
Setelah melakukan pencarian judul tersebut di laman resmi Detik News, tidak ditemukan artikel berita dengan judul demikian.
Selain itu, pencarian juga dilakukan dengan mencari gambar Presiden Putin yang digunakan di artikel Detik News seperti yang terlihat di tangkapan layar Mazmur Daud. Hasil pencarian Tin Eye dan Google Reverse Image Search salah satunya menunjukkan artikel Detik News yang dipublikasikan pada 2015 silam, dengan nama penulis yang sama seperti di tangkapan layar akun Facebook Mazmur Daud. Namun, judul yang asli yang tertulis di artikel tersebut adalah “Vladimir Putin Jadi Orang Paling Berpengaruh di Dunia untuk Ketiga Kalinya”.
Tanda lain yang juga terlihat yaitu adanya garis bergelombang berwarna merah di bawah tulisan sumber foto. Hal tersebut menandakan bahwa halaman tersebut sedang diedit.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh akun Facebook Mazmur Daud adalah konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Konten yang dimanipulasi. Tangkapan layar tersebut merupakan judul artikel DetikNews yang telah diedit.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2024/08/16/salah-artikel-detik-news-presiden-rusia-vladimir-putin-tidak-ada-untungnya-buat-indonesia-demo-dan-injak-bendera-israel-yang-ada-munafik-di-mata-dunia/
- https://www.detik.com/search/searchall?query=Presiden+Rusia+Vladimir+Putin+%3A+Tidak+Ada+UntungNya+Buat+Indonesia+Demo+dan+Injak+Bendera+Israel%2C+Yang+Ada+Munafik+di+Mata+Dunia
- https://news.detik.com/internasional/d-3063541/vladimir-putin-jadi-orang-paling-berpengaruh-di-dunia-untuk-ketiga-kalinya
(GFD-2024-21911) [BELUM TERBUKTI] Getah Mahkota Duri Bisa Obati Gigi Berlubang
Sumber: FacebookTanggal publish: 16/08/2024
Berita
“GETAH MAHKOTA DURI BISA OBATI SAKIT GIGI BERLOBANG…”.
Hasil Cek Fakta
Artikel disadur dari Kompas.com.
Akun Facebook “Peace Be” mengunggah video pendek yang menjelaskan bahwa getah dari bunga mahkota duri bisa mengobati sakit gigi berlubang. Pada video tersebut juga dijelaskan bahwa aplikasi getah dari bunga mahkota duri tersebut dilakukan dua kali sehari, dan jangan sampai terkena pada gigi yang sehat. Video pendek tersebut telah disukai oleh 29 orang.
Berdasarkan hasil penelusuran tim Kompas, informasi tersebut menyesatkan. Guru Besar Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Purwantyastuti, menyatakan kepada Kompas bahwa tidak ada uji klinik dan bukti medis yang dapat mendukung klaim tersebut.
Purwantyastuti juga menambahkan kepada pihak Kompas bahwa tidak ada riwayat tradisional mengenai penggunaan getah bunga mahkota duri oleh nenek moyang kita. Hingga saat ini, tidak ada uji klinik yang telah dilakukan.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh akun Facebook “Peace Be” merupakan konten yang menyesatkan.
Akun Facebook “Peace Be” mengunggah video pendek yang menjelaskan bahwa getah dari bunga mahkota duri bisa mengobati sakit gigi berlubang. Pada video tersebut juga dijelaskan bahwa aplikasi getah dari bunga mahkota duri tersebut dilakukan dua kali sehari, dan jangan sampai terkena pada gigi yang sehat. Video pendek tersebut telah disukai oleh 29 orang.
Berdasarkan hasil penelusuran tim Kompas, informasi tersebut menyesatkan. Guru Besar Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Purwantyastuti, menyatakan kepada Kompas bahwa tidak ada uji klinik dan bukti medis yang dapat mendukung klaim tersebut.
Purwantyastuti juga menambahkan kepada pihak Kompas bahwa tidak ada riwayat tradisional mengenai penggunaan getah bunga mahkota duri oleh nenek moyang kita. Hingga saat ini, tidak ada uji klinik yang telah dilakukan.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh akun Facebook “Peace Be” merupakan konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Konten yang menyesatkan. Tidak ada bukti medis yang valid mengenai getah mahkota duri untuk mengobati gigi berlubang.
Rujukan
(GFD-2024-21919) Menyesatkan, Video yang Diklaim Penggerebekan Tempat Olahan Makanan Gorengan yang Dicampur Narkoba
Sumber:Tanggal publish: 16/08/2024
Berita
Sebuah video beredar di WhatsApp dan Facebook akun ini, ini, ini yang diklaim memperlihatkan penggerebekan tempat produksi makanan gorengan dan ayam geprek yang mengandung narkotika di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Video itu memperlihatkan sejumlah personil kepolisian memeriksa sebuah rumah yang tampak dilengkapi sejumlah peralatan memasak. Video juga memperlihatkan tepung dan benda mirip gorengan. Narasi yang beredar menyebut narkotika dicampur pada bahan-bahan makanan gorengan dan ayam geprek lalu dijual ke warga.
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah video itu memperlihatkan produksi gorengan yang dicampur narkoba yang dilakukan di Bogor?HATI2 NARKOTIKA AYAM GEPREK
Ini jauuuuh lebih berbahaya dari pengguna narkoba. Harus dicari pemodal dan kartelnya, tembak mati seluruh jaringannya. Sudah subversi Ngeri PRODUKSI Dan PENYEBARAN-Nya ADA DI BOGOR,, Di Gunung Putri,, Di Cibinong,, Cisarua Lalu Di Cigombong,, Sekarang Di Sentul,, Untuk Ibu-Ibu Dan Orang-tua,, Waspada Dan Hati-Hati Untuk Yang Suka Beli Ayam geprek / Gorengan,, Mau-Pun Tepung Buat Goreng Makanan,, Sekarang Ada MODUS BARU,, Gorengan-Nya Di Campur Bubuk Narkoba Biar Lebih Crispy Dan Enak,, Hingga Nanti-Nya Ketagihan Setelah Ketagihan Disitulah Akan Ada Gejala Seperti Demam Dan Menggigil Yang Sangat Dahsyat,, Jika Tidak Di Belikan Gorengan Yang Biasa Dikonsumsi,, Maka Lebih Menderita Seperti Orang Pesakitan,, Epilepsi/Ayan Dan Bahkan Lebih FATAL !!! Pelaku-Nya Sudah Di Tangkap Di Daerah Sentul-Bogor. Hati2..!, Tolong Bantu VIRALKAN !! Gilaaaak ya segitunya membunuh orang lain.
Video itu memperlihatkan sejumlah personil kepolisian memeriksa sebuah rumah yang tampak dilengkapi sejumlah peralatan memasak. Video juga memperlihatkan tepung dan benda mirip gorengan. Narasi yang beredar menyebut narkotika dicampur pada bahan-bahan makanan gorengan dan ayam geprek lalu dijual ke warga.
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah video itu memperlihatkan produksi gorengan yang dicampur narkoba yang dilakukan di Bogor?HATI2 NARKOTIKA AYAM GEPREK
Ini jauuuuh lebih berbahaya dari pengguna narkoba. Harus dicari pemodal dan kartelnya, tembak mati seluruh jaringannya. Sudah subversi Ngeri PRODUKSI Dan PENYEBARAN-Nya ADA DI BOGOR,, Di Gunung Putri,, Di Cibinong,, Cisarua Lalu Di Cigombong,, Sekarang Di Sentul,, Untuk Ibu-Ibu Dan Orang-tua,, Waspada Dan Hati-Hati Untuk Yang Suka Beli Ayam geprek / Gorengan,, Mau-Pun Tepung Buat Goreng Makanan,, Sekarang Ada MODUS BARU,, Gorengan-Nya Di Campur Bubuk Narkoba Biar Lebih Crispy Dan Enak,, Hingga Nanti-Nya Ketagihan Setelah Ketagihan Disitulah Akan Ada Gejala Seperti Demam Dan Menggigil Yang Sangat Dahsyat,, Jika Tidak Di Belikan Gorengan Yang Biasa Dikonsumsi,, Maka Lebih Menderita Seperti Orang Pesakitan,, Epilepsi/Ayan Dan Bahkan Lebih FATAL !!! Pelaku-Nya Sudah Di Tangkap Di Daerah Sentul-Bogor. Hati2..!, Tolong Bantu VIRALKAN !! Gilaaaak ya segitunya membunuh orang lain.
Hasil Cek Fakta
Hasil penelusuran Tempo menunjukkan video tersebut tidak menunjukkan lokasi pembuatan makanan gorengan dan ayam geprek yang dicampur dengan narkotika. Lokasi yang digerebek polisi tersebut adalah laboratorium untuk memproduksi ganja sintetis.
Konten tersebut bersumber dari video yang ditayangkan oleh Humas Polri tentang laboratorium terselubung di kawasan Sentul, Bogor. Personil kepolisian yang tampak dalam video merupakan Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, yang menggeledah rumah tersebut yang dijadikan tempat pengolahan cannabinoid alias ganja sintetis.
Dilansir Antara, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan video tersebut tidak memperlihatkan tempat produksi gorengan dicampur narkotika.
Video sesungguhnya memperlihatkan tempat, peralatan, bahan, dan pelaku produksi ganja sintetis di laboratorium ilegal tersebut. Selain itu, tepung yang tampak dalam video sesungguhnya bukan tepung untuk gorengan, melainkan tepung bahan pembuatan narkotika sintetis.
"Tepung yang disebut mengandung narkoba, merupakan salah satu serbuk kimia yang menjadi bahan pembuatan Pinaca, yang merupakan bahan utama pembuatan tembakau sintetis," kata Ade Ary.
Kronologi Pengungkapan
Dilansir Tempo, pengungkapan laboratorium terselubung itu diawali informasi yang didapat kepolisian terkait rencana kedatangan bahan narkotika sintetis asal Cina ke Indonesia, pada tanggal 27 April 2024.
Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suyudi Ario Seto menjelaskan transaksi antar-negara tersebut dilakukan dengan pembayaran mata uang crypto. Tersangka pembawa bahan ilegal itu ditangkap di di Ocean Park BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
Kemudian pembelinya ditangkap di SPBU Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dari sana, pengungkapan dilanjutkan dengan menggerebek laboratorium terselubung yang mereka gunakan, di di klaster Mountain View, Sentul, Kabupaten Bogor.
Dari rumah tersebut, kepolisian menyita sejumlah barang bukti, di antaranya empat plastik gel mengandung pinaca, ponsel, dan sejumlah serbuk mengandung pinaca. Di sana, komplotan itu memproduksi narkotika jenis cannabinoid/MDMB-4en-Pinaca atau ganja sintetis.
Konten tersebut bersumber dari video yang ditayangkan oleh Humas Polri tentang laboratorium terselubung di kawasan Sentul, Bogor. Personil kepolisian yang tampak dalam video merupakan Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, yang menggeledah rumah tersebut yang dijadikan tempat pengolahan cannabinoid alias ganja sintetis.
Dilansir Antara, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan video tersebut tidak memperlihatkan tempat produksi gorengan dicampur narkotika.
Video sesungguhnya memperlihatkan tempat, peralatan, bahan, dan pelaku produksi ganja sintetis di laboratorium ilegal tersebut. Selain itu, tepung yang tampak dalam video sesungguhnya bukan tepung untuk gorengan, melainkan tepung bahan pembuatan narkotika sintetis.
"Tepung yang disebut mengandung narkoba, merupakan salah satu serbuk kimia yang menjadi bahan pembuatan Pinaca, yang merupakan bahan utama pembuatan tembakau sintetis," kata Ade Ary.
Kronologi Pengungkapan
Dilansir Tempo, pengungkapan laboratorium terselubung itu diawali informasi yang didapat kepolisian terkait rencana kedatangan bahan narkotika sintetis asal Cina ke Indonesia, pada tanggal 27 April 2024.
Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suyudi Ario Seto menjelaskan transaksi antar-negara tersebut dilakukan dengan pembayaran mata uang crypto. Tersangka pembawa bahan ilegal itu ditangkap di di Ocean Park BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
Kemudian pembelinya ditangkap di SPBU Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dari sana, pengungkapan dilanjutkan dengan menggerebek laboratorium terselubung yang mereka gunakan, di di klaster Mountain View, Sentul, Kabupaten Bogor.
Dari rumah tersebut, kepolisian menyita sejumlah barang bukti, di antaranya empat plastik gel mengandung pinaca, ponsel, dan sejumlah serbuk mengandung pinaca. Di sana, komplotan itu memproduksi narkotika jenis cannabinoid/MDMB-4en-Pinaca atau ganja sintetis.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan tempat produksi gorengan yang dicampur narkotika di Bogor, adalah klaim menyesatkan.
Video itu memang memperlihatkan pengungkapan clandestine laboratory atau laboratorium terselubung. Namun sesungguhnya produk yang dihasilkan di sana bukan gorengan, melainkan narkotika jenis ganja sintetis.
Video itu memang memperlihatkan pengungkapan clandestine laboratory atau laboratorium terselubung. Namun sesungguhnya produk yang dihasilkan di sana bukan gorengan, melainkan narkotika jenis ganja sintetis.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/360394770247349
- https://www.facebook.com/100074835803360/videos/1245599169754987/
- https://www.facebook.com/watch/?v=8324893177535553
- https://mediahub.polri.go.id/polda/metro-jaya/video/detail/58066-pengungkapan-clandestine-laboratory
- https://www.antaranews.com/berita/4118886/soal-tepung-gorengan-campur-narkoba-polisi-itu-berita-hoaks
- https://metro.tempo.co/read/1863277/polisi-ungkap-tempat-produksi-ganja-sintetis-pinaca-di-sentul-bahan-baku-dibeli-dari-cina-pakai-crypto
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2024-21920) Keliru, Video Tayangan Kompas TV dan Raffi Ahmad Promosikan Permainan Judi Online
Sumber:Tanggal publish: 16/08/2024
Berita
Sebuah video yang menampilkan presenter Kompas TV dan selebritis Raffi Ahmad mempromosikan permainan judi online, beredar di Facebook [ arsip ].
Dalam video itu, Raffi Ahmad menyatakan tidak akan menaikkan bet Rp800 ke situs judi miliknya. Menurutnya, orang bermain slot untuk mencari uang tambahan. Untuk itu Raffi Ahmad menyarankan bermain di situs miliknya agar bisa bermain di bet lebih rendah.
Hingga artikel ini ditulis, video yang diunggah pada 23 Juli tersebut disukai 16 ribu dan disaksikan 5,1 juta kali. Benarkah Kompas TV ikut mempromosikan judi online?
Hasil Cek Fakta
Verifikasi Tempo menunjukkan bahwa dalam video aslinya, Raffi Ahmad tidak mempromosikan bisnis judi online. Melainkan saat Raffi Ahmad dan Hotman Paris menggelar konferensi pers soal dugaan pencucian uang.
Video Raffi Ahmad tersebut ditayangkan oleh Kompas TV pada 5 Februari 2024. Raffi Ahmad sama sekali tidak menyinggung situs judi online sebagaimana dimaksud. Dugaan ini dihembuskan oleh National Corruption Watch (NCW) dalam unggahan video siniarnya di kanal YouTube resmi.
Dalam video itu, Raffi mengatakan semua yang dituduhkan NCW sama sekali tidak berdasar, dan jika memang memiliki bukti silakan adukan ke pihak berwajib. “Saya dituduh melakukan pencucian uang, membuka kasino, judi online, itu semua tidak benar,” kata dia.
Video yang berisi suara Raffi mempromosikan situs judi online UUS777 adalah hasil olah digital menggunakan kecerdasan buatan generatif audio. Tempo menggunakan alat pendeteksi AI, Deepware, untuk mengecek tingkat penggunaan AI.
Analisis Deepware menunjukkan penggunaan AI audio generatif tersebut berada di rentang 98-99 persen.
Audio dari presenter Kompas TV, Mercy Tirayoh, juga diubah dengan generated-AI seolah-olah ia membacakan berita tentang bisnis judi online yang dijalankan Raffi Ahmad.
Deepfake menggunakan kecanggihan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menghasilkan video atau audio yang benar-benar baru, dengan tujuan akhir untuk menggambarkan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi pada kenyataannya.
Tim Cek Fakta Tempo juga menghubungi Kepala Departemen Digital Kompas TV, Haris Mahardiansyah. Menurutnya, video tersebut bukan video milik Kompas TV.
“Bisa dipastikan itu bukan video asli Kompas TV. Gerak bibir dengan audio tidak sinkron. Begitu pun logo Kompas TV di CG (judul dan nama, red), masih menggunakan logo lama,” jelas Haris kepada Tempo, Rabu, 14 Agustus 2024.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa video promosi permainan judi online oleh Kompas TV adalah keliru. Video hasil rekayasa menggunakan generated-AI audio.
Rujukan
- https://www.facebook.com/100066358786855/videos/1201928274141696
- https://web.archive.org/web/20240815053027/
- https://www.facebook.com/100066358786855/videos/1201928274141696
- https://www.youtube.com/watch?v=nVHaNAx9qjo
- https://bisnis.tempo.co/read/1829930/awal-mula-kabar-raffi-ahmad-disebut-terlibat-pencucian-uang-hasil-kejahatan
- https://scanner.deepware.ai/result/a19dca80fede9bf40006472f84a4aaf0611da0c5-1723610361/
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
Halaman: 3055/7940





