tirto.id - Informasi mengenai lowongan pekerjaan hampir selalu menarik perhatian di media sosial. Sayangnya, tidak semua informasi lowongan kerja bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Sebelumnya, Tirto telah melakukan pemeriksaan fakta terkait klaim lowongan pekerjaan dari PT Pertamina (Persero) yang beredar di media sosial antara akhir Juli 2024 hingga awal Agustus 2024. Hasilnya, informasi lowongan pekerjaan mengatasnamakan PT Pertamina (Persero) yang beredar tersebut adalah hoaks.
Baru-baru ini, kami kembali menemukan klaim serupa terkait informasi lowongan pekerjaan yang mencatut nama PT Pertamina Marine Solutions. Unggahan ini menjabarkan posisi pekerjaan dan kualifikasi yang dibutuhkan, disertai dengan tautan ke sebuah situs.
Menurut unggahan, ada lowongan di PT Pertamina Marine Solutions untuk beragam posisi. Mulai dari pemeliharaan transmisi dan gardu induk, pemeliharaan distribusi, manajemen konstruksi, pemasaran dan pelayanan pelanggan, hingga pemeliharaan distribusi serta teknologi informasi.
Disebutkan, posisi tersebut nantinya akan mendapat gaji perbulan antara Rp5 juta hingga Rp40 juta dengan sejumlah fasilitas seperti seragam, makan, dan serta asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Lowongan dibuka bagi pria maupun wanita dengan batas usia antara 17-45 tahun dengan kualifikasi syarat pendidikan SMP, SMA, SMK, dan sederajat. Di akhir unggahan, pelamar diminta mengeklik sebuah tautan untuk mendaftar di lowongan pekerjaan tersebut. Adapun pendaftaran ini diklaim tidak dipungut biaya.
Narasi itu diunggah oleh akun Facebook bernama “Pertamina Group 2024” pada Sabtu (17/8/2024) dan Minggu (18/8/2024). Sepanjang Sabtu (17/8/2024) hingga Kamis (22/8/2024) atau selama lima hari tersebar di Facebook, unggahan tersebut telah memperoleh satu tanda suka.
Lantas, benarkah informasi lowongan pekerjaan dari PT Pertamina Marine Solutions tersebut?
(GFD-2024-22051) Hoaks Lowongan Kerja Mengatasnamakan Pertamina Marine Solutions
Sumber:Tanggal publish: 22/08/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Sebagai informasi, PT Pertamina Marine Solutions (PMSol), merupakan anak perusahaan dari PT Pertamina Trans Kontinental, yang bergerak di bidang manajemen kru dan kapal.
Untuk menelusuri kebenaran informasi yang beseliweran di Facebook ini, tim riset Tirto memeriksa situs yang disertakan lewat pengecek tautan WhereGoes. Alih-alih mengarahkan ke situs resmi milik perusahaan, tautan yang dicantumkan justru mengarahkan kami ke situs tak dikenal.
Kami juga mencoba mengeklik tautan tersebut, yang kemudian mengarahkan kami ke sebuah situs. Tautan dalam situs tersebut mencantumkan logo Kementerian BUMN dan Pertamina. Namun, setelah dilakukan penelusuran, situs tersebut bukanlah situs resmi milik kedua instansi tersebut.
Di halaman depan situs, terdapat formulir pendaftaran pekerjaan yang harus diisi untuk mendaftar lowongan pekerjaan tersebut yang terdiri dari pertanyaan nama lengkap sesuai e-KTP, usia, jenis kelamin, dan nomor telepon yang terkoneksi dengan aplikasi pesan Telegram. Terdapat juga kolom persetujuan bagi pelamar untuk mendapatkan pesan dari admin terkait lowongan pekerjaan tersebut.
Untuk memastikan kebenaran informasi lowongan pekerjaan ini kami melakukan penelusuran dengan mengunjungi situs resmi PT Pertamina Marine Solutions.
Kami memang menemukan informasi lowongan pekerjaan di situs tersebut, namun terlihat dari sisi posisi dan kualifikasi nampak berbeda seperti yang tercantum dalam unggahan. Disebutkan juga bahwa aplikasi pendaftaran untuk posisi tersebut telah ditutup sejak 1 Agustus 2024 lalu.
Meski begitu, kami menemukan klarifikasi resmi dari pihak Pertamina Marine Solutions, yang menyebut informasi lowongan pekerjaan yang beredar di Facebook adalah palsu/hoaks.
Dalam keterangan yang sama, juga dilampirkan contoh poster dan tautan akun penyebar informasi hoaks tersebut, yang merupakan poster dan akun yang sama dengan pengunggah klaim diatas.
Lebih lanjut, perusahaan tersebut mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan PT Pertamina Marine Solutions, sekaligus mengingatkan bahwa seluruh proses rekrutmen hanya diumumkan di situs dan sosial media resmi perusahaan.
Untuk menelusuri kebenaran informasi yang beseliweran di Facebook ini, tim riset Tirto memeriksa situs yang disertakan lewat pengecek tautan WhereGoes. Alih-alih mengarahkan ke situs resmi milik perusahaan, tautan yang dicantumkan justru mengarahkan kami ke situs tak dikenal.
Kami juga mencoba mengeklik tautan tersebut, yang kemudian mengarahkan kami ke sebuah situs. Tautan dalam situs tersebut mencantumkan logo Kementerian BUMN dan Pertamina. Namun, setelah dilakukan penelusuran, situs tersebut bukanlah situs resmi milik kedua instansi tersebut.
Di halaman depan situs, terdapat formulir pendaftaran pekerjaan yang harus diisi untuk mendaftar lowongan pekerjaan tersebut yang terdiri dari pertanyaan nama lengkap sesuai e-KTP, usia, jenis kelamin, dan nomor telepon yang terkoneksi dengan aplikasi pesan Telegram. Terdapat juga kolom persetujuan bagi pelamar untuk mendapatkan pesan dari admin terkait lowongan pekerjaan tersebut.
Untuk memastikan kebenaran informasi lowongan pekerjaan ini kami melakukan penelusuran dengan mengunjungi situs resmi PT Pertamina Marine Solutions.
Kami memang menemukan informasi lowongan pekerjaan di situs tersebut, namun terlihat dari sisi posisi dan kualifikasi nampak berbeda seperti yang tercantum dalam unggahan. Disebutkan juga bahwa aplikasi pendaftaran untuk posisi tersebut telah ditutup sejak 1 Agustus 2024 lalu.
Meski begitu, kami menemukan klarifikasi resmi dari pihak Pertamina Marine Solutions, yang menyebut informasi lowongan pekerjaan yang beredar di Facebook adalah palsu/hoaks.
Dalam keterangan yang sama, juga dilampirkan contoh poster dan tautan akun penyebar informasi hoaks tersebut, yang merupakan poster dan akun yang sama dengan pengunggah klaim diatas.
Lebih lanjut, perusahaan tersebut mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan PT Pertamina Marine Solutions, sekaligus mengingatkan bahwa seluruh proses rekrutmen hanya diumumkan di situs dan sosial media resmi perusahaan.
Kesimpulan
Menurut hasil penelusuran fakta, informasi lowongan pekerjaan di Facebook yang mengatasnamakan PT Pertamina Marine Solutions bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Unggahan yang ada di media sosial memuat tautan yang mengarahkan ke situs lain berupa formulir yang meminta data pribadi. Situs tersebut tidak terafiliasi dengan situs resmi milik PT Pertamina Marine Solutions. Pihak perusahaan juga telah memastikan bahwa informasi lowongan pekerjaan yang beredar di Facebook adalah hoaks.
Unggahan yang ada di media sosial memuat tautan yang mengarahkan ke situs lain berupa formulir yang meminta data pribadi. Situs tersebut tidak terafiliasi dengan situs resmi milik PT Pertamina Marine Solutions. Pihak perusahaan juga telah memastikan bahwa informasi lowongan pekerjaan yang beredar di Facebook adalah hoaks.
Rujukan
- https://tirto.id/tidak-benar-lowongan-pekerjaan-mencatut-pertamina-g2q9
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122105877968468337&id=61564050135557&mibextid=oFDknk&rdid=Qg23K0vq0n3rbGxo&_rdc=2&_rdr
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122106876710468337&id=61564050135557&mibextid=oFDknk&rdid=pDAgdMb64gRRJuQc&_rdc=1&_rdr
- https://www.pertamina-pmsol.com/about/
- https://wheregoes.com/trace/20244536896/
- https://www.pertamina-pmsol.com/recruitment/
- https://www.pertamina-pmsol.com/hati-hati-dengan-info-lowongan-kerja-palsu-tidak-valid-hoax/
(GFD-2024-22052) [SALAH] TRAH SOEHARTO TURUN, JOKOWI TERANCAM GAGAL REBUT GOLKAR
Sumber: youtube.comTanggal publish: 22/08/2024
Berita
Politik terkini – JKW GAGAL BEREBUT GOLKAR?@garispolitik1320
MENGEJUTKAN..!
TRAH SOEHARTO TURUN
JKW TERANCAM GAGAL REBUT GOLKAR
MENGEJUTKAN..!
TRAH SOEHARTO TURUN
JKW TERANCAM GAGAL REBUT GOLKAR
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah video dari channel youtube bernama Garis Politik bernarasikan Jokowi terancam gagal rebut Golkar karena trah Soeharto turun. Video tersebut diunggah pada 15 Agustus 2024.
Setelah dilakukan penelusuran, thumbnail yang menampilkan panggung dan kader Golkar tersebut merupakan momen ketika Ribuan kader dan simpatisan menghadiri Kampanye Akbar Partai Golkar yang digrelar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, 9 April 2019. Foto tersebut dimanipulasi dengan tambahan foto Titik Soeharto, Jokowi dan Gibran.
Foto aslinya dimuat dalam situs liputan6.com dengan judul “FOTO: Ribuan Kader Hadiri Kampanye Akbar Partai Golkar di Istora Senayan”.
Dalam video tersebut terdapat narasi yang membahas tentang pegiat media sosial Alifurrahman menganalisa ada tiga kubu yang menginginkan posisi Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto serta mampu untuk menempatkan sesorang di dalamnya. Narasi tersebut bersumber dari artikel wartaekonomi.co.id berjudul “Ada 3 Kubu yang Ingin Posisi Ketum Golkar Gantikan Airlangga”.
Selanjutnya narator juga membacakan ulang artikel lainnya dari wartaekonomi.co.id yang berjudul “Kunci Prabowo untuk Dapatkan Posisi Ketum Golkar”. Dalam artikel ini membahas tentang pegiat media sosial Alifurrahman menilai Presiden terpilih Prabowo Subianto mempunyai faktor lebih baik untuk mendapatkan posisi Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, yaitu mantan istrinya Titiek Soeharto.
Dengan demikian, klaim narasi yang menyatakan Jokowi terancam gagal rebut Golkar karena trah Soeharto turun adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.
Setelah dilakukan penelusuran, thumbnail yang menampilkan panggung dan kader Golkar tersebut merupakan momen ketika Ribuan kader dan simpatisan menghadiri Kampanye Akbar Partai Golkar yang digrelar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, 9 April 2019. Foto tersebut dimanipulasi dengan tambahan foto Titik Soeharto, Jokowi dan Gibran.
Foto aslinya dimuat dalam situs liputan6.com dengan judul “FOTO: Ribuan Kader Hadiri Kampanye Akbar Partai Golkar di Istora Senayan”.
Dalam video tersebut terdapat narasi yang membahas tentang pegiat media sosial Alifurrahman menganalisa ada tiga kubu yang menginginkan posisi Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto serta mampu untuk menempatkan sesorang di dalamnya. Narasi tersebut bersumber dari artikel wartaekonomi.co.id berjudul “Ada 3 Kubu yang Ingin Posisi Ketum Golkar Gantikan Airlangga”.
Selanjutnya narator juga membacakan ulang artikel lainnya dari wartaekonomi.co.id yang berjudul “Kunci Prabowo untuk Dapatkan Posisi Ketum Golkar”. Dalam artikel ini membahas tentang pegiat media sosial Alifurrahman menilai Presiden terpilih Prabowo Subianto mempunyai faktor lebih baik untuk mendapatkan posisi Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, yaitu mantan istrinya Titiek Soeharto.
Dengan demikian, klaim narasi yang menyatakan Jokowi terancam gagal rebut Golkar karena trah Soeharto turun adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
Informasi menyesatkan. Selain thumbnail merupakan hasil manipulasi, dalam video tersebut juga tidak ditemukan informasi valid terkait Jokowi terancam gagal rebut Golkar karena trah Soeharto turun.
Informasi menyesatkan. Selain thumbnail merupakan hasil manipulasi, dalam video tersebut juga tidak ditemukan informasi valid terkait Jokowi terancam gagal rebut Golkar karena trah Soeharto turun.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/photo/read/3937649/foto-ribuan-kader-hadiri-kampanye-akbar-partai-golkar-di-istora-senayan?page=2
- https://wartaekonomi.co.id/read541825/ada-3-kubu-yang-ingin-posisi-ketum-golkar-gantikan-airlangga?page=all
- https://wartaekonomi.co.id/read541828/kunci-prabowo-untuk-dapatkan-posisi-ketum-golkar?page=all
(GFD-2024-22053) [SALAH] MEDIA ASING BONGKAR KEBOBROKAN UPACARA DI IKN
Sumber: youtube.comTanggal publish: 22/08/2024
Berita
MAMPUSS !! PENCITRAAN JOKOWI GAGAL, MEDIA ASING RAMAI-RAMAI BONGKAR KEBOBROKAN IKN
BREAKING NEWS
JOKOWI BANJIR HUJATAN
MEDIA ASING T3LANJ4NG1 KEBUSUKAN UPACARA DI IKN
BREAKING NEWS
JOKOWI BANJIR HUJATAN
MEDIA ASING T3LANJ4NG1 KEBUSUKAN UPACARA DI IKN
Hasil Cek Fakta
Sebuah video bernarasikan media asing bongkar kebobrokan upacara di Ibu Kota Nusantara (IKN) beredar dari channel youtube bernama KOPI POLITIK pada 17 Agustus 2024.
Setelah ditelusuri, thumbnail yang menampilkan siaran televisi media asing seolah sedang membahas tentang Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut merupakan manipulasi dari salah satu potongan gambar dari video BBC News yang diunggah di web arsip. Dalam gambar aslinya tidak menampilkan pemberitaan terkait Ibu Kota Nusantara.
Narasi yang dibacakan dalam video tersebut bersumber dari artikel kompas.com berjudul “Kata Media Asing soal Upacara HUT RI di IKN, Sebut Pembangunan Belum Selesai”.
Artikel tersebut membahas tentang beberapa media asing yang menyoroti upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-79 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Beberapa media asing menyinggung pembangunan IKN yang belum selesai, suasana upacara dan tekad Indonesia membangun ibu kota baru menggantikan Jakarta.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim narasi yang memabahas tentang media asing bongkar kebobrokan upacara di IKN tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Setelah ditelusuri, thumbnail yang menampilkan siaran televisi media asing seolah sedang membahas tentang Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut merupakan manipulasi dari salah satu potongan gambar dari video BBC News yang diunggah di web arsip. Dalam gambar aslinya tidak menampilkan pemberitaan terkait Ibu Kota Nusantara.
Narasi yang dibacakan dalam video tersebut bersumber dari artikel kompas.com berjudul “Kata Media Asing soal Upacara HUT RI di IKN, Sebut Pembangunan Belum Selesai”.
Artikel tersebut membahas tentang beberapa media asing yang menyoroti upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-79 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Beberapa media asing menyinggung pembangunan IKN yang belum selesai, suasana upacara dan tekad Indonesia membangun ibu kota baru menggantikan Jakarta.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim narasi yang memabahas tentang media asing bongkar kebobrokan upacara di IKN tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
Faktanya tidak ditemukan pemberitaan terkait media asing bongkar kebobrokan upacara di IKN. Video tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang ditambahi dengan narasi menyesatkan dan thumbnail yang dimanipulasi.
Faktanya tidak ditemukan pemberitaan terkait media asing bongkar kebobrokan upacara di IKN. Video tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang ditambahi dengan narasi menyesatkan dan thumbnail yang dimanipulasi.
Rujukan
(GFD-2024-22054) [SALAH] Perusahaan Softex Larang Muslim Pakai Produknya
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 22/08/2024
Berita
Terus nanti pake apa pake kain
untung aku make charm
untung aku make charm
Hasil Cek Fakta
Artikel disadur dari Kompas
Beredar sebuah unggahan yang menyatakan bahwa salah satu perusahaan pembalut bernama Softex melarang umat muslim menggunakan produknya. Informasi ini diunggah oleh akun Facebook bernama @Resaterry pada 11 Agustus 2024.
Setelah dilakukan penelusuran ternyata tidak benar informasi tersebut. Akun di atas mengunggah pernyataan dengan menyertakan foto sebuah laman artikel yang mirip dengan tampilan halaman http://bisnis.com. Pemeriksa fakta Kompas mencoba mencari artikel yang diklaim di laman http://bisnis.com. Hasilnya, tidak ditemukan pernyataan mengenai perusahaan Softex yang melarang muslim memakai produknya.
Selain itu masih dilansir dari http://kompas.com, foto yang digunakan dalam klaim, tanggal artikel diunggah, dan nama penulis artikel memiliki kesamaan dengan artikel pada laman http://bisnis.com yang berjudul ‘Usai Akuisisi Softex US$ 1,2 Miliar, Ini Rencana Kimberly Clark’. Artikel ini membahas mengenai rencana Kimberly-Clark Corporation setelah mengakuisisi Softex Indonesia pada 2020. Dalam artikel ini juga tidak ada pernyataan mengenai larangan muslim memakai produk Softex. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim di atas tidak benar.
Beredar sebuah unggahan yang menyatakan bahwa salah satu perusahaan pembalut bernama Softex melarang umat muslim menggunakan produknya. Informasi ini diunggah oleh akun Facebook bernama @Resaterry pada 11 Agustus 2024.
Setelah dilakukan penelusuran ternyata tidak benar informasi tersebut. Akun di atas mengunggah pernyataan dengan menyertakan foto sebuah laman artikel yang mirip dengan tampilan halaman http://bisnis.com. Pemeriksa fakta Kompas mencoba mencari artikel yang diklaim di laman http://bisnis.com. Hasilnya, tidak ditemukan pernyataan mengenai perusahaan Softex yang melarang muslim memakai produknya.
Selain itu masih dilansir dari http://kompas.com, foto yang digunakan dalam klaim, tanggal artikel diunggah, dan nama penulis artikel memiliki kesamaan dengan artikel pada laman http://bisnis.com yang berjudul ‘Usai Akuisisi Softex US$ 1,2 Miliar, Ini Rencana Kimberly Clark’. Artikel ini membahas mengenai rencana Kimberly-Clark Corporation setelah mengakuisisi Softex Indonesia pada 2020. Dalam artikel ini juga tidak ada pernyataan mengenai larangan muslim memakai produk Softex. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim di atas tidak benar.
Kesimpulan
Unggahan di atas adalah hasil manipulasi. Tampilan laman, foto, dan nama penulis yang terdapat dalam klaim ditemukan dalam artikel http://bisnis.com yang membahas mengenai rencana Kimberly-Clark setelah mengakuisisi perusahaan Softex. Selain itu, dalam artikel juga tidak ada pernyataan mengenai larangan muslim memakai produk Softex.
Rujukan
Halaman: 3010/7929




