• (GFD-2022-10642) [SALAH] Video “Semua Tak Menyangka Ratusan Polisi Jemput Rizky Billar Tangisan Lesti Kejora Pecah”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 08/10/2022

    Berita

    NARASI: * “Semua Tak Menyangka !! Ratusan Polisi Jemput Rizky Billar, Tangisan Lesti Kejora Pecah” (di post).

    * “BARU SAJA LESTI PULANG DARI RUMAH SAKIT
    RIZKY BILLAR LANGSUNG DI JEMPUT PAKSA POLISI” (di gambar pratinjau video).

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan konten yang TIDAK sesuai dengan fakta, sehingga menyebabkan kesimpulan yang SALAH. Video yang dibagikan menggunakan judul umpan klik (click bait), isinya TIDAK sesuai dengan judul yang berisi pembacaan isi artikel dari beberapa media dan menggunakan gambar pratinjau (thumbnail) hasil SUNTINGAN dari beberapa sumber.

    Salah satu sumber foto pertama yang digunakan untuk gambar pratinjau, detikHot: “Jakarta – Endang Mulyana kini mau tidak mau melepaskan Lesti Kejora untuk ikut dengan Rizky Billar. Sebagai ayah, Endang Mulyana ikhlas dan hanya bisa memberikan doa untuk kebahagiaan sang anak.” [2]

    Video sumber foto kedua yang digunakan untuk gambar pratinjau, Rizky Billar di YouTube: “DEDE LESTI NANGIS TERHARU BANGET! | GARA – GARA DAPET HADIAH BAJAJ.. SUMPAH BIKIN NGAKAK!!” (di 10:55) [3]

    Salah satu sumber foto ketiga yang digunakan untuk gambar pratinjau, TribunJabar.id: “JATINANGOR, TRIBUNJABAR.CO.ID – Untuk memfasilitasi dan meningkatkan keahlian menembak anggotanya, Satbrimob Polda Jabar tengah membangun lapangan tembak di Bukit Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.” [4]

    Salah satu sumber foto keempat yang digunakan untuk gambar pratinjau, REPUBLIKA.CO.ID: “MEDAN — Seorang bandar narkoba asal Aceh tewas ditembak petugas saat pengembangan kasus di Medan, Sumatra Utara. Dari tangannya, petugas menyita 2 kg dari total 50 kg sabu yang belum sempat diedarkan.” [5]

    Artikel yang dibacakan di video, SINDOnews.com: “JAKARTA – Sebanyak lima polisi mendatangi rumah Rizky Billar dan Lesti Kejora yang berada di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan hari ini, Senin (3/10/2022). Pihak kepolisian tersebut diketahui dari Polsek Cilandak.” [6]

    Artikel periksa fakta sebelumnya yang menggunakan sumber foto yang sama dari REPUBLIKA.CO.ID, turnbackhoax.id: [SALAH] Video “Najwa Shihab Berhasil Polisikan Nikita Mirzani, Kini Berakhir Dijeruji Besi” [7]

    Kesimpulan

    Judul umpan klik (click bait). FAKTA: isi video TIDAK sesuai dengan judul, berisi pembacaan isi artikel dari beberapa media dan menggunakan gambar pratinjau (thumbnail) hasil SUNTINGAN dari beberapa sumber.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10641) Keliru, Video Berjudul Aku Butuh PKI

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 07/10/2022

    Berita


    Pembaca Cek Fakta Tempo mengirimkan sebuah video yang berjudul “Aku Butuh PKI” melalui tipline WhatsApp Cek Fakta. Dalam video ini terlihat sekumpulan orang berbaju merah dan membawa bendera.
    Dalam video ini satu di antara mereka meneriakkan kalimat yang sepintas terdengar “Aku PDI Perjuangan, Aku butuh PKI, HTI Jancok, Khilafah keluar dari Indonesia, Ini tanah airku, ini NKRI. NKRI Harga Mati”. Lalu orang di sekitar berteriak “Merdeka, Merdeka”.
    Tangkapan layar video yang diterima Tim Cek Fakta Tempo melalui tipline WhatsApp
    Video berdurasi 20 detik ini beredar melalui pesan singkat WhatsApp. Apakah orang dalam video ini meneriakkan “Aku Butuh PKI”? Berikut hasil pemeriksaan faktanya.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, video ini beredar sejak tahun 2022 di berbagai media sosial. Massa aksi dalam video ini merupakan simpatisan dan aktivis PDI Perjuangan yang melakukan aksi massa terkait pembakaran bendera partai. 
    Bendera partai PDIP dibakar dalam demonstrasi Persaudaraan Alumni (PA) 212 di depan Gedung DPR RI Jakarta, tanggal 24 Juni 2020. Tidak terima dengan pembakaran bendera partai, massa PDIP di beberapa wilayah melakukan aksi massa menuntut polisi mengusut pelaku pembakaran bendera tersebut.
    Tim Cek Fakta Tempo melakukan verifikasi video ini dengan menelusuri sumber asli, lokasi pengambilan video dan berita terkait aksi tersebut. Tempo menggunakan Yandex Search Images, Fake News Debunker by InVid, dan Google Map.
    Video 1 
    Potongan video ini berdasarkan penelusuran Tempo, identik dengan video yang diunggah akun YouTube Desy Tiyana berjudul “AKU PDI PERJUANGAN, AKU DUDU PKI”. Video ini diunggah tanggal 27 Juni 2020. 
    Fragmen video 1
    Tempo mendengar dengan seksama teriakan orang dalam video ini. Pada detik ke 0:06 ada teriakan “Aku dudu PKI”. Kata “dudu” adalah bahasa Jawa yang berarti bukan, lain, atau beda. Kata “dudu” biasa dipakai oleh masyarakat Surabaya dan  sebagian Jawa Timur. 
    Kata “dudu” sama dengan “mboten” dalam bahasa Jawa Krama, bahasa Jawa yang biasa digunakan di wilayah Jawa Tengah hingga Jogjakarta. Dalam video ini juga muncul kata “Jancok”, makian atau umpatan yang biasa dipakai warga Surabaya dan sekitarnya.
    Video 2
    Sumber asli video ini tidak menuliskan dengan jelas lokasi pengambilan gambar. Dari kata “dudu dan jancok” Tempo mempersempit pencarian lokasi aksi tersebut di Surabaya.
    Dengan menggunakan Google Map dan InVID Magnifier Image, Tempo menemukan petunjuk lokasi pengambilan video. Lokasi tersebut identik dengan gerbang utama Polrestabes Surabaya di Jl. Sikatan No. 1 Krembangan Selatan Surabaya. 
    Sumber: Google Maps
    Ada dua petunjuk yang identik, yaitu papan peringatan “ X Ray Checkpoint ( Pos Pemeriksaan X Ray)”  pada gerbang masuk dan patung Jendral Polis RS. Soekanto.  Cat bagunan yang jadi latar dalam video juga identik.
    Fragmen video 2
    Dilansir Memorandum, pada tanggal 26 Juni 2020, massa PDIP mengadakan aksi di halaman  Polrestabes Surabaya. Massa aksi menuntut Kepolisian mengusut pembakaran bendera PDIP pada demonstrasi Persaudaraan Alumni (PA) 212 di depan Gedung DPR RI Jakarta, tanggal 24 Juni 2020.

    Kesimpulan


    Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Cek Fakta Tempo, judul “Aku butuh PKI” dalam video ini adalah keliru.
    Orang dalam video ini mengatakan “Aku Dudu PKI” yang berarti “Aku Bukan PKI”. Potongan video ini kerap dibagikan menjelang peristiwa politik.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10640) [SALAH] Kader Partai Nasional Demokrat Mengundurkan Diri setelah Deklarasi Anies Baswedan

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 07/10/2022

    Berita

    Akun Twitter dengan nama pengguna “FirzaHusain” mengunggah sebuah foto hasil tangkapan layar potongan artikel yang menyatakan bahwa beberapa pengurus dan kader Partai Nasional Demokrat di Kalimantan Timur mengundurkan diri. Unggahan tersebut juga disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa penguduran diri tersebut terjadi setelah deklarasi Anies Baswedan.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, pengunduran diri dalam artikel berita bukan disebabkan karena deklarasi Anies Baswedan. Potongan artikel tersebut merupakan potongan dari artikel berjudul “Kader NasDem Kaltim Ramai-ramai Mundur, Bakar Seragam dan Atribut” yang telah diunggah detikNews pada 21 Februari 2013 lalu. Adapun penyebab dari pengunduran diri adalah keputusan untuk menonaktifkan Hamdani HB sebagai Ketua DPW Partai Nasional Demokrat sejak 1 Februari 2013.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “FirzaHusain” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa A.

    Bukan karena deklarasi Anies Baswedan. Faktanya, potongan artikel tersebut merupakan potongan dari artikel berjudul “Kader NasDem Kaltim Ramai-ramai Mundur, Bakar Seragam dan Atribut” yang telah diunggah detikNews pada tahun 2013 lalu.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10639) [SALAH] “SUPORTER SEPAK BOLA LIGA JERMAN SEKALIGUS MEMPERINGATI MAULID NABI MEMBENTUK FORMASI YA HABIBI YA RASULULLAH”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 06/10/2022

    Berita

    NARASI: * “Katanya Indonesia muslim terbesar di didunia tapi tidak ada gelagat muslimnya…

    Ini Jerman 👇

    MASYAALLAH TA BARAKALLAH
    Bravo 👏👏👏👏” (di cuitan).

    * “SUPORTER SEPAK BOLA LIGA JERMAN SEKALIGUS
    MEMPERINGATI MAULID NABI MEMBENTUK FORMASI YA
    HABIBI YA RASULULLAH,SUBHANALLAH

    INDONESIA MANA
    SYARA NYA,MUSLIM
    TERBESAR DI DUNIA” (di dalam video).

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video dengan narasi yang konteksnya TIDAK sesuai dengan fakta, sehingga menyebabkan kesimpulan yang SALAH. BUKAN di Jerman, FAKTA: atraksi koreografi fans klub Al Ittihad membentuk tulisan حبيبي يا رسول الله di Liga Arab pada 20 Februari 2015.

    Salah satu video dengan konteks yang benar, Atti Sport newspaper pada 21 Februari 2015: “Aerial photography of Tivo Al-Ittihad, my love, oh Messenger of God”. [2]

    BOLA.COM pada 27 Februari 2015: “Bola.com, Jeddah – Suporter klub-klub Indonesia yang kerap berbuat onar di dalam stadion nampaknya harus mencontoh apa yang dilakukan fans klub Arab Saudi Al Ittihad. Atraksi mereka di dalam stadion belum lama ini menghebohkan dunia maya dan membuat kagum banyak orang.” [3]

    Artikel periksa fakta sebelumnya pada 8 September 2019, turnbackhoax.id: [SALAH] “penonton Liga Jerman membuat ‘konfigurasi’ menghormati Rasulullah” [4]

    Kesimpulan

    Pelintiran daur ulang. BUKAN di Jerman, FAKTA: atraksi koreografi fans klub Al Ittihad membentuk tulisan حبيبي يا رسول الله di Liga Arab pada 20 Februari 2015.

    Rujukan