• (GFD-2024-22227) [SALAH] “Jokowi dan Prabowo Itu Sama-sama Etnis Cina Hongkong, Ganjar Juga Keturunan Belanda”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 28/08/2024

    Berita

    “*SIAPA BILANG PRABOWO ITU PRIBUMI ASLI…PRABOWO ITU ETNIS CINA ASLI…:exclamation:AYAHNYA BELI GELAR RADEN … AYAH DAN IBU PRABOWO ADALAH ETNIS CINA ASLI… VIRALKAN KE SELURUH INDONESIA BIAR PRIBUMI INDONESIA TAU BAHWA JOKOWI DAN PRABOWO ITU SAMA – SAMA ETNIS CINA HONGKONG , HITAM KULITNYA. :pray::cold_sweat: KE 3 CALON PRESIDEN TIDAK ADA YANG PRIBUMI ASLI … GANJAR JUGA KETURUNAN BELANDA.* :face_with_peeking_eye: TAPI UMMAT ISLAM HARUS PILIH CAPRES YANG BERIMAN & CUCU PEJUANG Kemerdekaan.”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah informasi dari akun Facebook bernama Abdul Hamed pada 1 Agustus 2024 yang menyebut bahwa Jokowi dan Prabowo merupakan keturunan Cina Hongkong, sedangkan Ganjar merupakan keturunan Belanda.

    Setelah ditelusuri klaim tersebut menyesatkan. Menelusuri garis keluarga Jokowi, dari jalur ayah kakek Jokowi bernama Lamidi Wiryo Mihajo yang merupakan Kepala Desa Kragan, Kabupaten Karanganyar pada tahun 1950-an hingga periode orde baru pada pertengahan 1980-an.

    Pada masa pemerintahan orde baru, warga Tionghoa mengalami diskriminasi dan pembatasan sosial sehingga tidak mungkin kakek Jokowi bisa menjabat sebagai kepala desa jika memiliki keturunan Tionghoa atau Cina.

    Pemeriksa Fakta Mafindo dalam laporannya pada turnbackhoax.id juga sudah pernah membantah klaim Prabowo merupakan keturunan Cina, dan Ganjar adalah keturunan Belanda.

    Dalam laporannya disebutkan bahwa ayah dari Prabowo adalah Soemitro Djojohadikoesoemo, seorang ekonom yang paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia yang lahir di Kebumen. Soemitro merupakan keturunan keluarga ningrat Jawa, Raden Mas Margono Djojohadikusumo.

    Selain itu, Ganjar juga pernah membantah bahwa dirinya adalah keturunan Belanda. Mengutip dari turnbackhoax.id, Ganjar memiliki kakek buyut yang berasal dari Desa Kroyo Kulon, Kecamatan Kemiri, kakek buyut Ganjar ini diisukan merupakan cucu dari Kanjeng Raden Tumenggung Mandoyo Nagoro yang memiliki satu turunan dengan Sunan Kalijaga.

    Dengan demikian, Jokowi dan Prabowo merupakan keturunan Cina serta Ganjar merupakan keturunan Belanda adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah

    Faktanya kakek Jokowi dari jalur ayah adalah Lamidi Wiryo Mihajo yang merupakan Kepala Desa Kragan, Kabupaten Karanganyar. Sedangkan ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikoesoemo merupakan anak sulung dari keluarga ningrat Jawa, Raden Mas Margono Djojohadikusumo. Serta Ganjar diketahui memiliki kakek buyut yang berasal dari Desa Kroyo Kulon, Kecamatan Kemiri. Selengkapnya pada bagian penjelasan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22230) Berita Fakta Atau Hoax? Cek Disini - Liputan6.com

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/08/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim sebagai penemuan putri duyung di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 23 Agustus 2024.
    Video berdurasi 27 detik itu memperlihatkan seorang anak kecil tengah terbaring di pantai. Namun, penampakan anak kecil dalam video tersebut terlihat aneh, bagian pinggang hingga kakinya mirip tubuh ikan.
    Sejumlah orang terlihat mengamati dan memegang bagian tubuh yang mirip ikan tersebut. Video itu kemudian dikaitkan dengan penemuan putri duyung di Selayar, Sulawesi Selatan.
    "Penemuan putri duyung d Selayar," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 16 ribu kali direspons dan mendapat 1.200 komentar dari warganet.
    Benarkah dalam video tersebut merupakan penemuan putri duyung di Selayar, Sulawesi Selatan? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim penemuan putri duyung di Selayar, Sulawesi Selatan. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Yandex.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai video yang diklaim sebagai penemuan putri duyung. Satu di antaranya artikel berjudul "Does Video Show a Mermaid Found in Kenya?" yang dimuat situs snopes.com pada 12 April 2022 lalu.
    Ternyata video tersebut pernah viral pada 2022 lalu dan diklaim sebagai penemuan putri duyung di Afrika. Dikutip dari snopes.com, video itu diklaim merupakan kejadian di Afrika pada April 2022. Namun, ketika dikonfirmasi ke beberapa pejabat di Kenya dan Afrika Selatan, tidak ada laporan tentang penemuan putri duyung di pantai.
    "Harap dicatat bahwa Muizenberg SAPS tidak memiliki laporan tentang putri duyung yang hanyut di pantai atau laporan tentang seorang anak yang digigit ikan," demikian pernyataan seorang juru bicara.
     

    Kesimpulan


    Video yang diklaim sebagai penemuan putri duyung di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, tidak ada informasi valid yang mendukung kabar tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22231) Berita Fakta Atau Hoax? Cek Disini - Liputan6.com

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/08/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Bill Gates bergabung dengan WHO menyerukan agar penolak vaksin ditangkap militer. Postingan itu beredar sejak awal bulan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 3 Agustus 2024.
    Berikut isi postingannya:
    "Bill Gates dan WHO Serukan Militer untuk Menangkap Penolak Vaksin mRNA Selama Pandemi Flu BurungBill Gates telah bergabung dengan Organisasi Kesehatan Dunia dalam menyerukan agar para penolak vaksin ditangkap oleh militer dan disuntik paksa dengan mRNA selama pandemi berikutnya.
    Gates dan WHO telah memerintahkan pemerintah untuk meletakkan dasar guna memobilisasi militer karena mereka mengklaim bahwa skeptisisme vaksin adalah "tercela secara moral" dan penolakan vaksin adalah "tindakan agresi" yang harus dihadapi dengan kekerasan."
    Lalu benarkah postingan yang mengklaim Bill Gates bergabung dengan WHO menyerukan agar penolak vaksin ditangkap militer?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel AFP Fact Check berjudul "Misinformation about Gates, WHO forcing vaccination spreads online" yang tayang pada 6 Agustus 2024.
    Dalam artikel itu terdapat bantahan dari WHO. Mereka menyebut postingan tersebut tidak benar.
    "Klaim bahwa WHO telah mengusulkan keterlibatan militer seperti yang disebutkan dalam postingan adalah kebohongan dan kepalsuan yang jahat. Ini adalah disinformasi yang berbahaya," bunyi pernyataan WHO dalam surel kepada AFP Fact Check.
    "Negara-negara anggota WHO berdaulat untuk membuat kebijakan terkait kesehatan penduduknya. WHO juga tidak punya kemampuan untuk memaksakan mandat vaksinasi."
    Selain itu Yayasan The Gates kepada AFP juga menyatakan klaim tersebut tidak benar.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan yang mengklaim Bill Gates bergabung dengan WHO menyerukan agar penolak vaksin ditangkap militer adalah tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22234) [HOAKS] Video Barack Obama Ditahan di Guantanamo pada 2019

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/08/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi bahwa Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) Barrack Obama pernah dipenjara di Guantanamo, Kuba, pada 29 September 2019.

    Narasi itu disertai video Obama berada di dalam penjara. Ia tampak mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru dan celana panjang putih.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar.

    Narasi soal Obama dipenjara di Guantanamo pada 2019 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Minggu (25/8/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan: INI ADALAH VIDEO BARACK OBAMA SAAT MEMASUKI PENJARA GITMO PADA TANGGAL 29 SEPTEMBER 2019 KETIKA IA DITAHAN...

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, gambar yang sama ditemukan di artikel Business Insider. Artikel itu menyebutkan, Obama mengunjungi penjara di Robben Island, Afrika Selatan, tempat Nelson Mandela, Presiden Afrika Selatan pertama dan aktivitis anti-apartheid, ditahan selama 18 tahun.

    Ditemukan pula video YouTube yang diunggah kanal The Obama White House, yang menunjukkan Obama dan istrinya, Michelle, berkunjung ke Robben Island. pada 30 Juni 2013.

    Kesimpulan

    Narasi soal Barack Obama pernah dipenjara di Guantanamo pada 2019 adalah hoaks.

    Video yang disertakan adalah momen Obama dan istrinya mengunjungi penjara di Robben Island, Afrika Selatan, pada 30 Juni 2013.

    Penjara itu merupakan tempat Nelson Mandela, Presiden Afrika Selatan pertama dan aktivitis anti-apartheid, ditahan selama 18 tahun.

    Rujukan