KOMPAS.com - Beredar informasi bantuan dana senilai Rp 125 juta mengatasnamakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Informasi bantuan dana Rp 125 juta mengatasnamakan BPJS Kesehatan dibagikan oleh akun Facebook ini pada 24 Agustus 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
INFO RESMI BPJS KESEHATAN!!
PEMERINTAH RI MENYALURKAN IURAN BPJS KE TKI/TKW DI BERBAGAI NEGARA Tahun 2024.
Disampaikan Untuk segera melaporkan dan Mendaftarkan diri secepatnya.
KEMENKES telah mengeluarkan program pemberian Iuran BPJS Kesehatan atau Jaminan kerja yang akan di cairkan melalui Bank Indonesia sebanyak Rp. 125.000.000 Uang ini dapat di gunakan untuk dana kesehatan atau modal usaha, serta Jaminan keselamatan saat dalam pekerjaan.
SILAHKAN LANGSUNG HUBUNGI DAN CHAT DI MESSENGER KAMI.TERIMA KASIH
(GFD-2024-22367) [HOAKS] BPJS Kesehatan Salurkan Bantuan Dana Rp 125 Juta
Sumber:Tanggal publish: 30/08/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Kesehatan untuk mengonfirmasi kebenaran informasi bantuan dana tersebut.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi tersebut hoaks dan merupakan modus penipuan.
Dia pun meminta masyarakat berhati-hati dan jangan sampai menjadi korban penipuan.
"Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Agar masyarakat berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky saat dihubungi Kompas.com, Jumat (30/8/2024).
Masyarakat dapat menghubungi Care Center 165, aplikasi Mobile JKN, dan mengakses Pandawa (Pelayanan Melalui WA) di nomor 08118165165, jika memiliki pertanyaan dan keluhan terkait BPJS Kesehatan.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi tersebut hoaks dan merupakan modus penipuan.
Dia pun meminta masyarakat berhati-hati dan jangan sampai menjadi korban penipuan.
"Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Agar masyarakat berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky saat dihubungi Kompas.com, Jumat (30/8/2024).
Masyarakat dapat menghubungi Care Center 165, aplikasi Mobile JKN, dan mengakses Pandawa (Pelayanan Melalui WA) di nomor 08118165165, jika memiliki pertanyaan dan keluhan terkait BPJS Kesehatan.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi bantuan dana Rp 125 juta mengatasnamakan BPJS Kesehatan adalah hoaks.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, tidak ada bantuan dan program seperti dalam narasi yang beredar.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, tidak ada bantuan dan program seperti dalam narasi yang beredar.
Rujukan
(GFD-2024-22372) [HOAKS] Sri Mulyani Bagikan Uang Rp 15 Juta
Sumber:Tanggal publish: 30/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video yang menampilkan Menteri Keuangan Sri Mulyani akan membagikan uang sebesar Rp 15 juta.
Namun setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi.
Video yang menampilkan Sri Mulyani akan membagikan Rp 15 juta diunggah oleh akun TikTok ini.
Dalam video Sri Mulyani mengatakan, untuk mendapat bantuan Rp 15 juta cukup dengan menyukai dan membagikan unggahan tersebut.
Setelah melakukan seperti yang diinstrukriskan, video itu menyatakan Sri Mulyani akan menyalurkan bantuan lewat transfer.
Namun setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi.
Video yang menampilkan Sri Mulyani akan membagikan Rp 15 juta diunggah oleh akun TikTok ini.
Dalam video Sri Mulyani mengatakan, untuk mendapat bantuan Rp 15 juta cukup dengan menyukai dan membagikan unggahan tersebut.
Setelah melakukan seperti yang diinstrukriskan, video itu menyatakan Sri Mulyani akan menyalurkan bantuan lewat transfer.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut menggunakan perangkat Yandex. Hasilnya, ditemukan video identik di unggahan Instagram pribadi Sri Mulyani pada 26 Juli 2024.
Dalam video aslinya Sri Mulyani menjelaskan soal agenda pertemuan G20 yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil pada Juli 2024.
Menurut Sri Mulyani pertemuan itu membahas tentang kondisi perekonomian global. Sri Mulyani tidak menjanjikan akan membagikan uang Rp 15 juta.
Kemudian setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Sri Mulyani memiliki probabilitas 82,5 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dalam video aslinya Sri Mulyani menjelaskan soal agenda pertemuan G20 yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil pada Juli 2024.
Menurut Sri Mulyani pertemuan itu membahas tentang kondisi perekonomian global. Sri Mulyani tidak menjanjikan akan membagikan uang Rp 15 juta.
Kemudian setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Sri Mulyani memiliki probabilitas 82,5 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kesimpulan
Video yang menampilkan Sri Mulyani akan membagikan Rp 15 juta adalah hasil manipulasi.
Dalam video aslinya Sri Mulyani memaparkan soal agenda pertemuan G20 yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil pada Juli 2024.
Ketika dicek menggunakan Hive Moderation, suara Sri Mulyani memiliki probabilitas 82,5 persen dihasilkan kecerdasan buatan atau AI.
Dalam video aslinya Sri Mulyani memaparkan soal agenda pertemuan G20 yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil pada Juli 2024.
Ketika dicek menggunakan Hive Moderation, suara Sri Mulyani memiliki probabilitas 82,5 persen dihasilkan kecerdasan buatan atau AI.
Rujukan
(GFD-2024-22373) [HOAKS] Kuburan di Pakistan Digembok agar Tidak Diperkosa
Sumber:Tanggal publish: 30/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi yang mengeklaim orangtua di Pakistan menggembok kuburan anak perempuan agar jenazahnya tidak diperkosa.
Pengguna media sosial mengunggah foto sebuah kuburan yang dipasangi terali berwarna hijau dan gembok.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Foto kuburan di Pakistan diterali dan digembok agar jenazah tidak diperkosa disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 11 Juli 2024, dalam terjemahan bahasa Indonesia:
Di Pakistan, para orang tua kini memasang PADLOCKS di kuburan anak perempuan mereka yang telah meninggal untuk mencegah mereka digali dan diperkosa.
Negara-negara Barat harus berhenti mengimpor jutaan pria seperti ini, yang tidak memiliki kapasitas intelektual untuk memahami bahwa pemerkosaan adalah tindakan yang salah.
Narasi serupa juga beredar dalam bahasa Indonesia, seperti diunggah oleh akun ini dan ini.
Pengguna media sosial mengunggah foto sebuah kuburan yang dipasangi terali berwarna hijau dan gembok.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Foto kuburan di Pakistan diterali dan digembok agar jenazah tidak diperkosa disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 11 Juli 2024, dalam terjemahan bahasa Indonesia:
Di Pakistan, para orang tua kini memasang PADLOCKS di kuburan anak perempuan mereka yang telah meninggal untuk mencegah mereka digali dan diperkosa.
Negara-negara Barat harus berhenti mengimpor jutaan pria seperti ini, yang tidak memiliki kapasitas intelektual untuk memahami bahwa pemerkosaan adalah tindakan yang salah.
Narasi serupa juga beredar dalam bahasa Indonesia, seperti diunggah oleh akun ini dan ini.
Hasil Cek Fakta
Kuburan yang diterali dan digembok bukan berlokasi di Pakistan, melainkan India.
Akun X Mohammad Asif Khan mengunggah foto kuburan tersebut pada 30 April 2023. Ia menjelaskan, kuburan tersebut berlokasi di Hyderabad, India.
Peta lokasi kuburannya dapat dilihat di Google Maps ini.
Terali dan gembok dipasang untuk mencegah penggalian untuk jenazah baru, di atas kuburan yang sudah ada.
Dilansir ALT News, 30 April 2023, pemakaman ini terletak di seberang Masjid E Salar Mulk, sebuah masjid di Koloni Darab Jung, Madannapet, Hyderabad, India.
Pekerja sosial bernama Abdul Jaleel yang merupakan warga Hyderabad mengatakan, kuburan yang digembok berusia sekitar 1,5 hingga 2 tahun.
Kuburan itu milik seorang perempuan tua yang meninggal pada usia 70-an. Putranya memasang terali di atas kuburan sekitar 40 hari setelah dia dikuburkan.
Pemasangan terali dan gembok itu tidak ada hubungannya dengan nekrofilia atau Pakistan.
Narasi keliru mengenai kuburan tersebut juga telah dibantah oleh Snopes dan AFP.
Akun X Mohammad Asif Khan mengunggah foto kuburan tersebut pada 30 April 2023. Ia menjelaskan, kuburan tersebut berlokasi di Hyderabad, India.
Peta lokasi kuburannya dapat dilihat di Google Maps ini.
Terali dan gembok dipasang untuk mencegah penggalian untuk jenazah baru, di atas kuburan yang sudah ada.
Dilansir ALT News, 30 April 2023, pemakaman ini terletak di seberang Masjid E Salar Mulk, sebuah masjid di Koloni Darab Jung, Madannapet, Hyderabad, India.
Pekerja sosial bernama Abdul Jaleel yang merupakan warga Hyderabad mengatakan, kuburan yang digembok berusia sekitar 1,5 hingga 2 tahun.
Kuburan itu milik seorang perempuan tua yang meninggal pada usia 70-an. Putranya memasang terali di atas kuburan sekitar 40 hari setelah dia dikuburkan.
Pemasangan terali dan gembok itu tidak ada hubungannya dengan nekrofilia atau Pakistan.
Narasi keliru mengenai kuburan tersebut juga telah dibantah oleh Snopes dan AFP.
Kesimpulan
Foto kuburan yang diterali dan digembok di Hyderabad, India disebarkan dengan konteks keliru.
Kuburan diterali dan digembok untuk mencegah penggalian untuk jenazah baru, di atas kuburan yang sudah ada. Tidak ada hubungannya dengan nekrofilia di Pakistan.
Kuburan diterali dan digembok untuk mencegah penggalian untuk jenazah baru, di atas kuburan yang sudah ada. Tidak ada hubungannya dengan nekrofilia di Pakistan.
Rujukan
- https://www.facebook.com/rruebenu/posts/pfbid02hmVEKckV1sQZzzdyWcmVdobhFRQTVwmBb9A5MyCCwwhGwck8HrgCtFKAaAzuKykkl
- https://www.facebook.com/tubbs.d.archipelago/posts/pfbid0EJDr47pcTnoQm7pxnDKSRXjkXWEBVDdukU36ehjdTN9oqJDFvsEdNwQujnjUoZxAl
- https://www.facebook.com/robert.pooley.372/posts/pfbid02HWkaR41Wgg2tbJWw1M77AhsxePBY4ELq5jsKZQNBNssccuA3J7coVbUvpFV1GwLBl
- https://www.facebook.com/mehmed.gagym/posts/pfbid02MVQNu61XQRGK5YKmTWXDktvG39hb7WvaseJExSC9VLWuQCvpL3k6bVcgAapzyvCjl
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02HYwG5771FcaU8aTHWyLNShd1Gt96Asj2mnxSjC1izXDxzw7NTDqixgEfZ7gvXGdPl&id=100089171020879
- https://twitter.com/imMAK02/status/1652679049419063296?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1652679049419063296%7Ctwgr%5E3d9190e4e749401381cceac1718116337259df11%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=
- https%3A%2F%2Ffactcheck.afp.com%2Fdoc.afp.com.33EA28V
- https://www.google.com/maps/@17.3532775,78.5002604,3a,70.2y,10.86h,65.39t/data=!3m7!1e1!3m5!1sfDoqNF4W2gBgnRAG7EWMhg!2e0!6s
- https:%2F%2Fstreetviewpixels-pa.googleapis.com%2Fv1%2Fthumbnail%3Fcb_client%3Dmaps_sv.tactile%26w%3D900%26h%3D600%26pitch%3D24.60601457866497%26panoid%3DfDoqNF4W2gBgnRAG7EWMhg%26yaw%3D10.855956870412259!7i13312!8i6656?hl=en&coh=205410&entry=ttu&g_ep=EgoyMDI0MDgyNy4wIKXMDSoASAFQAw%3D%3D
- https://www.altnews.in/media-misreport-viral-photo-of-grave-with-iron-grille-is-from-hyderabad-not-pakistan/
- https://www.snopes.com/fact-check/pakistan-padlock-on-grave/
- https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.33EA28V
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22424) Cek Fakta: Hoaks Gibran Rakabuming Tertangkap Pakai Narkoba di PIK
Sumber:Tanggal publish: 30/08/2024
Berita
Cek Fakta: Hoaks Gibran Rakabuming Tertangkap Pakai Narkoba di PIK
Benarkah Gibran Rakabuming Raka ditangkap polisi karena pakai narkoba di PIK? Simak penelusurannya
Viral di media sosial yang mengeklaim Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, tertangkap polisi karena pakai narkoba di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Unggahan tersebut berupa tangkapan layar pesan WhatsApp, dengan narasi sebagai berikut:
INFO A1 YG HARUS DIKETAHUI MASYARAKAT VIRAALL KAN...!!!
GIBRAN Tertangkap tangan oleh Aparat memakai Narkoba di PIK Jakarta Utara Berita langsung di Close Aparat...
Benarkah Gibran Rakabuming Raka ditangkap polisi karena pakai narkoba di PIK? Simak penelusurannya
Viral di media sosial yang mengeklaim Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, tertangkap polisi karena pakai narkoba di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Unggahan tersebut berupa tangkapan layar pesan WhatsApp, dengan narasi sebagai berikut:
INFO A1 YG HARUS DIKETAHUI MASYARAKAT VIRAALL KAN...!!!
GIBRAN Tertangkap tangan oleh Aparat memakai Narkoba di PIK Jakarta Utara Berita langsung di Close Aparat...
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, klaim Gibran Rakabuming Raka ditangkap polisi karena narkoba adalah tidak benar alias hoaks.
Pada tanggal 28 Agustus 2024, Gibran terlihat mendampingi pasangan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maemoen mendaftar ke KPU Jawa Tengah, Rabu (28/8).
Kemudian tidak juga ditemukan berita dari media nasional yang memberitakan soal penangkapan Gibran karena pakai narkoba.
Pada tanggal 28 Agustus 2024, Gibran terlihat mendampingi pasangan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maemoen mendaftar ke KPU Jawa Tengah, Rabu (28/8).
Kemudian tidak juga ditemukan berita dari media nasional yang memberitakan soal penangkapan Gibran karena pakai narkoba.
Kesimpulan
Gibran Rakabuming Raka ditangkap polisi karena pakai narkoba di PIK adalah hoaks.
Faktanya, Gibran pada tanggal 28 Agustus terlihat mendampingi Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maemoen mendaftar ke KPU Jawa Tengah
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Faktanya, Gibran pada tanggal 28 Agustus terlihat mendampingi Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maemoen mendaftar ke KPU Jawa Tengah
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Halaman: 2945/7926

