KOMPAS.com - Beredar narasi bahwa presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, akan menikahi Sofiatun Gudono pada 20 Mei 2024.
Sofiatun merupakan mertua dari Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Informasi mengenai Prabowo akan menikahi mertua Kaesang disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (28/4/2024):
Sofiatun Gudono, ibu mertua Kaesang, besan Jokowi.Tgl 20 Mei 2024 akan menikah dg Prabowo SubiantoTanggal 20 mei ada aksi demo di istanaParah sudah kita punya negeri mau di buat sistem kerajaan sistem di nastiSelain obral jabatan pangkat ternyata obral setempuk jugaPantasan ketua MK bisa lari dari jalur nyaPantasan ibu kota Jakarta di pindahkan ke Kalimantan iKNApa jangan jangan Monas sudah di pindahkan ya
(GFD-2024-19573) [HOAKS] Prabowo Akan Menikahi Mertua Kaesang
Sumber:Tanggal publish: 02/05/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan kabar Prabowo akan menikahi mertua Kaesang tidak benar.
"Hoaks," kata Dahnil, pada Rabu (1/5/2024), dikutip dari Kompas.com.
Sebagai konteks, suami Sofiatun, Gudono telah meninggal pada 2016.
Ayah Erina Gudono tersebut merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sementara, Prabowo tidak memiliki istri karena telah bercerai dengan Titiek Soeharto, anak dari Presiden Soeharto.
Meski telah bercerai tetapi hubungan Prabowo dan Titiek di media sosial dan di hadapan publik tampak hangat.
"Hoaks," kata Dahnil, pada Rabu (1/5/2024), dikutip dari Kompas.com.
Sebagai konteks, suami Sofiatun, Gudono telah meninggal pada 2016.
Ayah Erina Gudono tersebut merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sementara, Prabowo tidak memiliki istri karena telah bercerai dengan Titiek Soeharto, anak dari Presiden Soeharto.
Meski telah bercerai tetapi hubungan Prabowo dan Titiek di media sosial dan di hadapan publik tampak hangat.
Kesimpulan
Narasi mengenai Prabowo akan menikahi mertua Kaesang merupakan hoaks. Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan kabar tersebut tidak benar.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=3790240547968266&set=a.1382336725425339
- https://www.facebook.com/groups/1064526307892930/posts/1159401281738765/
- https://www.facebook.com/muksin.dona/posts/pfbid0RUY12CcfYK1ei6gMmnmvy9QcZxrJBgNUp4xhFuVH1VvZ7td8p4d61JJA8936xpr1l
- https://nasional.kompas.com/read/2024/05/01/18105221/prabowo-diisukan-akan-nikahi-mertua-kaesang-jubir-bilang-hoaks
- https://www.kompas.com/edu/read/2022/12/10/111631371/sosok-prof-gudono-calon-besan-jokowi-pernah-jadi-guru-besar-ugm?page=all
- https://nasional.kompas.com/read/2024/04/25/14520621/ini-status-perkawinan-prabowo-dan-titiek-soeharto?page=all
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-19572) Cek Fakta: Hoaks Foto Gedung dengan Tulisan Mukidi Korporation
Sumber:Tanggal publish: 03/05/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan foto gedung dengan tulisan Mukidi Korporation. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 26 April 2024.
Di dalam postingannya terdapat foto gedung berpilar dengan tulisan Mukidi Korporation.
Akun itu menambahkan narasi "Mukidi Kentut"
Lalu benarkah postingan foto gedung dengan tulisan Mukidi Korporation?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menggunakan Google Lens. Hasilnya ada beberapa foto yang identik dengan postingan.
Salah satunya foto dari website resmi Mahkamah Konstitusi, MKRI.id. Di sana terdapat tur virtual gedung MK yang terletak di Jakarta Pusat. Kesamaan terdapat pada bentuk gedung dan juga pilar yang ada di foto tersebut.
Selain itu gedung tinggi di belakang tulisan Mukidi Korporation juga identik dengan postingan.
Beberapa website portal berita juga punya koleksi foto yang sama dengan postingan. Namun dalam foto asli bertuliskan Mahkamah Konstitusi bukan Mukidi Korporation.
Kesimpulan
Postingan foto gedung dengan tulisan Mukidi Korporation adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2024-19571) Cek Fakta: Hoaks Uzbekistan Didiskualifikasi dari Piala Asia Akibat Menyuap Wasit saat Melawan Timnas Indonesia U-23
Sumber:Tanggal publish: 03/05/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Uzbekistan didiskualifikasi dari Piala Asia U-23 karena menyuap wasit saat melawan Timnas Indonesia. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 2 Mei 2024.
Dalam postingannya terdapat video dengan narasi yang menyebut Uzbekistan didiskualifikasi dari Piala Asia U-23 karena terbukti menyuap wasit saat laga semifinal. Narasi video juga menyebutkan semua poin Uzbekistan dihapus dan membuat Timnas Indonesia lolos ke final.
Akun itu menambahkan narasi "Uzbekistan diskualifikasi, teamnas masuk final"
Lalu benarkah postingan yang mengklaim Uzbekistan didiskualifikasi dari Piala Asia U-23 karena menyuap wasit saat melawan Timnas Indonesia?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri ke laman resmi Piala Asia U-23, The-afc.com. Di sana tidak terdapat informasi yang menyebut Uzbekistan didiskualifikasi.
Selain itu dalam website tersebut juga tidak ada perubahan jadwal untuk laga final. Uzbekistan akan menantang Jepang di Jassim Bin Ahmad Stadium, Jumat (3/5/2024) malam.
Timnas Indonesia sendiri pada Kamis (2/5/2024) telah menjalani laga perebutan tempat ketiga sekaligus jatah tiket langsung ke Olimpiade 2024. Dalam laga melawan Irak, Garuda Muda kalah dengan skor 1-2 di babak perpanjangan waktu.
Penelusuran juga dilanjutkan dengan membuka laman resmi FIFA, FIFA.com. Di sana juga tidak terdapat informasi valid terkait klaim dalam postingan.
Kesimpulan
Postingan yang mengklaim Uzbekistan didiskualifikasi dari Piala Asia U-23 karena menyuap wasit saat melawan Timnas Indonesia adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2024-19570) VAR tak ditampilkan dan Presiden FIFA nyatakan gol kontroversial Irak tidak sah, benarkah?
Sumber:Tanggal publish: 03/05/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Pertandingan perebutan posisi ketiga Indonesia melawan Irak yang berlangsung di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, Kamis (2/5/2024) menjadi sorotan.
Dimenit ke-19 Indonesia berhasil mencetak gol hingga skor menjadi 1-0. Kemudian, Irak berhasil menyamakan skor 1-1 atas Indonesia di pertandingan perebutan juara 3 Piala Asia U-23 2024. Gol Irak tak dicek VAR meski sempat terjadi masalah di gawang Ernando Ari.
Sebuah unggahan video menarasikan bahwa Presiden FIFA mempermasalahkan gol kontroversial irak atas Indonesia tersebut. Menurutnya, gol tersebut tidak sah karena offside.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“BUAT APA ADA VAR GOL Kontroversial IRAQ, FIFA Langsung Lakukan Hal Ini Ke Wasit VAR Asal Thailand”
Berikut transkrip Presiden FIFA:
“Kejadian lagi wasit seperti ini, seharusnya gol Zaid Tahseen itu tidak disahkan melihat secara detail ini VAR harus ditayangkan tapi kenapa VAR itu tidak dilakukan itu sangat merugikan ini harus diusut tuntas”
Namun, benarkah Presiden FIFA nyatakan gol kontroversial Irak atas Indonesia tidak sah?
Dimenit ke-19 Indonesia berhasil mencetak gol hingga skor menjadi 1-0. Kemudian, Irak berhasil menyamakan skor 1-1 atas Indonesia di pertandingan perebutan juara 3 Piala Asia U-23 2024. Gol Irak tak dicek VAR meski sempat terjadi masalah di gawang Ernando Ari.
Sebuah unggahan video menarasikan bahwa Presiden FIFA mempermasalahkan gol kontroversial irak atas Indonesia tersebut. Menurutnya, gol tersebut tidak sah karena offside.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“BUAT APA ADA VAR GOL Kontroversial IRAQ, FIFA Langsung Lakukan Hal Ini Ke Wasit VAR Asal Thailand”
Berikut transkrip Presiden FIFA:
“Kejadian lagi wasit seperti ini, seharusnya gol Zaid Tahseen itu tidak disahkan melihat secara detail ini VAR harus ditayangkan tapi kenapa VAR itu tidak dilakukan itu sangat merugikan ini harus diusut tuntas”
Namun, benarkah Presiden FIFA nyatakan gol kontroversial Irak atas Indonesia tidak sah?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, video Gianni tersebut serupa dengan unggahan ESPN FC yang berjudul “Gianni Infantino’s speech: FIFA president lashes out at Europe on the eve of World Cup | ESPN FC” yang diunggah pada 19 November 2022.
Dalam keterangan video tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino telah mengecam apa yang dia gambarkan sebagai "kemunafikan" dan "rasisme" dari negara-negara yang bermoral tentang Piala Dunia Qatar dan mengklaim Eropa harus "meminta maaf untuk 3.000 tahun ke depan" atas kesalahan masa lalu.
Dalam monolog satu jam yang menakjubkan yang membuka konferensi pers hari Sabtu di Doha, Infantino, membidik kritik terhadap Qatar dan FIFA dengan membela perlakuan terhadap pekerja migran, mengatakan orang-orang LGBTQ+ diterima dan bersikeras bahwa dia masih mengendalikan turnamen meskipun ada larangan alkohol di stadion menit-menit terakhir.
Dengan demikian, pernyataan Presiden FIFA nyatakan gol kontroversial Irak atas Indonesia tidak sah merupakan keliru.
Klaim: Presiden FIFA nyatakan gol kontroversial Irak atas Indonesia tidak sah
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Dalam keterangan video tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino telah mengecam apa yang dia gambarkan sebagai "kemunafikan" dan "rasisme" dari negara-negara yang bermoral tentang Piala Dunia Qatar dan mengklaim Eropa harus "meminta maaf untuk 3.000 tahun ke depan" atas kesalahan masa lalu.
Dalam monolog satu jam yang menakjubkan yang membuka konferensi pers hari Sabtu di Doha, Infantino, membidik kritik terhadap Qatar dan FIFA dengan membela perlakuan terhadap pekerja migran, mengatakan orang-orang LGBTQ+ diterima dan bersikeras bahwa dia masih mengendalikan turnamen meskipun ada larangan alkohol di stadion menit-menit terakhir.
Dengan demikian, pernyataan Presiden FIFA nyatakan gol kontroversial Irak atas Indonesia tidak sah merupakan keliru.
Klaim: Presiden FIFA nyatakan gol kontroversial Irak atas Indonesia tidak sah
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
Halaman: 2944/7214

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4820621/original/095769100_1714719171-cek_fakta_mukidi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2971182/original/009771800_1574134491-Ilustrasi_Cek_Fakta_banner_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4820234/original/070608100_1714699266-cek_fakta_uzbekistan.jpg)
