• (GFD-2024-22483) [HOAKS] Tiga Waktu Mandi yang Berbahaya bagi Tubuh

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/09/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi yang menyebutkan terdapat tiga waktu mandi yang berbahaya bagi tubuh dan dapat menyebabkan kematian.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi tiga waktu mandi yang berbahaya dibagikan oleh akun Facebook ini pada Rabu (4/9/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Mandi bisa mengakibatkan kematian? Jangan lakukan di jam berikut:

    15:00-15:30

    Darah di jam tersebut dalam keadaan panas, jika dilakukan badan bisa lelah berkepanjangan. Jantung pun akan berdebar lebih cepat dan membuat kinerjanya semakin melemah.

    18:00-19:00

    Tubuh bisa mengalami kaget yang akan menyebabkan beberapa organ tubuh terganggu dan mengundang penyakit paru-paru basah.

    19:00-24:00

    Jantung yang seharusnya beristirahat bisa mengalami kerusakan. Selain itu kinerja jantung bisa melemah dan menyebabkan peredaran darah ke jantung lebih lambat. Juga mengundan datangnya penyakit Reumatik.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, narasi tiga waktu mandi yang berbahaya pernah beredar pada 2021 dan telah dibantah oleh ahli kesehatan.

    Kepala Departemen Dept Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) dr Renan Sukmawan menegaskan, informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

    "Hoaks itu," kata Renan, seperti diberitakan Kompas.com, 26 November 2021.

    Renan menyebutkan, mandi justru bisa membawa pengaruh baik bagi kesehatan jika dilakukan dengan metode yang benar. Salah satunya mandi air hangat saat malam hari.

    "Ada penelitian yang di-publish di 'Journal Heart' tahun 2020. Mandi air hangat yang dilakukan biasanya malam hari di Jepang menurunkan risiko penyakit jantung 28 persen dan stroke 26 persen," ujar Renan.

    Studi tersebut dilakukan kepada 61.000 orang, dengan rentang waktu pemantauan hingga 20 tahun.

    "Diketahui bahwa mandi air hangat malam hari seperti di Jepang itu menurunkan tekanan darah karena efek vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah," tutur Renan.

    Ia pun menyarankan kepada masyarakat agar tidak perlu takut mandi pada waktu-waktu tertentu.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tiga waktu mandi yang berbahaya adalah hoaks berulang.

    Hoaks tersebut pernah beredar pada 2021 dan telah dibantah ahli kesehatan. Mandi justru bisa membawa pengaruh baik bagi kesehatan jika dilakukan dengan metode yang benar. Salah satunya mandi air hangat saat malam hari.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22484) [HOAKS] Promo Gebyar Undian Berhadiah Bank BJB 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/09/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan yang mengeklaim PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB mengadakan program promo gebyar undian berhadiah 2024.

    Namun setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.

    Unggahan soal program undian berhadiah dari Bank BJB muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan poster dan tautan yang menampilkan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta beberapa pejabat lainnya.

    Unggahan diberi keterangan sebagai berikut:

    ???????????????????????? ???????????????????????????? ???????????????? ???????????? ???????????????? ???????????????????????????????????? ???????????????????????? ????????????????????????????????|???????????? ???????????????????????????????? ???????????? ????????????????????????!!!

    Festival byDIGI ?ank ?J? Mengadakan Undian Berhadiah Milyaran Rupiah !! Ayokk Cetak dan Ambil Kupon mu sekarang untuk memenangkan Undian Berhadiah ?J?.Khusus pengguna bank ?J?.?lik ????????????????????????

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook undian berhadiah Bank BJB

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, poster dalam unggahan identik dengan yang ada di laman infobisnis.id ini.

    Poster aslinya bukan soal undian berhadiah, melainkan tentang seminar nasional mengenai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

    Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek tautan menggunakan WhereGoes. Hasilnya, tautan itu tidak mengarah ke situs resmi Bank BJB.

    Tautan tersebut berisi permintaan untuk mengisi data pribadi dan perbankan. Waspada, jangan sampai menjadi korban penipuan.

    Sementara, melalui akun Instagram-nya, Bank BJB menyatakan tidak pernah meminta data pribadi nasabah untuk undian berhadiah.

    Bank BJB meminta masyarakat untuk berhati-hati dengan modus penipuan tersebut.

    Adapun ciri-ciri akun palsu mengatasnamakan Bank BJB, yakni:

    Kesimpulan

    Unggahan soal program promo gebyar undian berhadiah Bank BJB 2024 tidak benar atau hoaks.  

    Tautan dalam unggahan tidak mengarah ke situs resmi Bank BJB. Tautan tersebut berisi permintaan untuk mengisi data pribadi yang mengarah pada penipuan.

    Sementara, Bank BJB tidak pernah meminta data pribadi nasabah untuk undian berhadiah.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22485) [HOAKS] Tautan Mengatasnamakan Bantuan Dana BPJS Kesehatan

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/09/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan di media sosial yang menyertakan tautan untuk mendapatkan bantuan dana Rp 1 juta mengatasnamakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.

    Tautan bantuan dana Rp 1 juta mengatasnamakan BPJS Kesehatan dibagikan oleh akun Facebook ini pada Selasa (3/9/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Bagi peserta BPJS selamat dapat bantuan pemerintah senilai 1juta langsung klik link di bawah

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Kesehatan untuk mengonfirmasi kebenaran informasi bantuan dana tersebut.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi itu hokas dan merupakan modus penipuan.

    "Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/9/2024).

    Ia menyarankan masyarakat untuk menghubungi saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan apabila memiliki pertanyaan atau keluhan.

    Saluran komunikasi tersebut antara lain:

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan bantuan dana Rp 1 juta mengatasnamakan BPJS Kesehatan yang beredar di Facebook adalah hoaks.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi itu hokas dan merupakan modus penipuan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22491) [HOAKS] Bantuan Dana Rp 27 Juta Mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/09/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar informasi dalam sebuah unggahan di media sosial, yang menyebut adanya bantuan dana Rp 27 juta mengatasnamakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.

    Informasi bantuan dana Rp 27 juta mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan dibagikan oleh akun Facebook ini pada Rabu (4/9/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    INFO RESMI DARIBPJS PUSATizin DEPNAKER RI

    -No.002/RI-11/2023izin KOMINFO RI

    -No.017/2023/07-11izin DEPSOS RI

    -No.01-IV/RI-11/2023Selamat Anda Terpilih

    Sebagai salah satu penerimahDana Bantuan BPJSSebesar Rp.27.000.000.

    PIN LOCKED ANDA(BP47J9S)

    UNTUK INFORMASI CARAPENERIMAAN DANABANTUAN BPJS ANDASILAHKAN HUBUNGIADMIN BPJS PUSAT

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Ketenagakerjaan untuk mengonfirmasi kebenaran informasi bantuan dana tersebut.

    Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun mengatakan, informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan," kata Oni, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/4/2024).

    Ia mengatakan, seluruh informasi resmi terkait BPJS Ketenagakerjaan dapat diakses melalui situs www.bpjsketenagakerjaan.go.id.

    Dengan demikian, kita sebaiknya waspada dan tidak langsung percaya sejumlah informasi yang menjanjikan bantuan uang. Kita bisa menjadi korban penipuan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi bantuan dana Rp 27 juta mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan yang beredar di Facebook adalah hoaks.

    Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun mengatakan, informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Rujukan