• (GFD-2024-22459) Cek Fakta: Tidak Benar Video Orang Bernyanyi di Dalam Masjid Istiqlal Sebagai Persiapan Menyambut Paus Fransiskus

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/09/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video sejumlah orang menyanyi di dalam Masjid Istiqlal sebagai persiapan menyambut Paus Fransiskus. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Threads. Akun itu mempostingnya pada 4 September 2024.
    Dalam postingannya terdapat video sejumlah orang menyanyi lagu Indonesia Raya menggunakan baju merah putih. Video itu disertai narasi:
    "Persiapan menyambut Paus di Masjid Istiqlal"
    Akun itu menambahkan narasi "Astaghfirullahaladziiiim... Tolong segera ingatkan, tegur dan bubarkan...suruh pindah ke tempat yg semestinya, mesjid bukan utk hyporia... Mesjid tempat ibadah"
    Lalu benarkah postingan video sejumlah orang menyanyi di dalam Masjid Istiqlal sebagai persiapan menyambut Paus Fransiskus?
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel dari Republika.co.id berjudul "Viral Jamaah Berpeci Merah Putih Nyanyi Lagu Kebangsaan di Masjid Istiqlal" yang tayang pada 3 September 2024.
    Dalam artikel tersebut terdapat penjelasan dari Wakil Kepala Bidang Penyelenggara Peribadatan Masjid Istiqlal, Ustadz Abu Hurairah. Ia menjelaskan kegiatan tersebut bukan persiapan untuk menyambut Paus Fransiskus tetapi kegiatan Dzikir Nasional, Doa Bersama dan Pengajian Anti Gempa Manaqib Syeikh Abdul Qosir Al Jailani OS.
    Dalam artikel juga terdapat klarifikasi dari Direktur Pendidikan Pesantren Peradaban Dunia Jagat Asy, Tata Masta. Ia menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan qiyamul lail, dzikir, sholat Subuh, manaqib Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani, dan ditutup ceramah agama.
    "Kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia, sehingga kami menolak jika dikaitkan dengan pemimpin agama dunia yang secara waktu berdekatan. Perencanaan kegiatan ini jauh sebelum berita rencana kedatangan Paus Paulus di Indonesia," Tata menambahkan.

    Kesimpulan


    Postingan video sejumlah orang menyanyi di dalam Masjid Istiqlal sebagai persiapan menyambut Paus Fransiskus adalah tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22460) Cek Fakta: Hoaks Daftar Motor yang Tidak Boleh Isi BBM Pertalite

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/09/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan berisi daftar motor yang tidak boleh isi BBM Pertalite. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 3 September 2024.
    Dalam postingannya terdapat poster dengan narasi: "Motor yang dilarang mengisi Pertalite mulai 1 Oktober 2024."
    Beberapa merek dan jenis motor juga disebutkan dalam postingan itu seperti Honda PCX, Honda ADV 150, Suzuki Satria R150, Yamaha Lexi, hingga Ninja ZX10R.
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Na Baco lur...Motor yg dilarang isi pertalite??Alhamdulillah aku Honda beat jadi pacak isi pertalite"
    Lalu benarkah postingan berisi daftar motor yang tidak boleh isi BBM Pertalite?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan meminta penjelasan dari VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso. Ia menjelaskan bahwa postingan tersebut tidak benar.
    "Itu hoaks ya. Sampai saat ini belum ada aturan tersebut," ujar Fadjar saat dihubungi Kamis (5/9/2024).
    Ia juga menjelaskan sampai saat ini pembelian Pertalite masih melayani semua kendaraan roda dua.
    "Masih melayani. Kami hanya mengimbau BBM subsidi seharusnya untuk masyarakat yang berhak. Bagi yang memiliki mobil dan motor mewah sebaiknya bisa membeli BBM non-subsidi agar subsidi bisa lebih tepat sasaran," ujarnya menegaskan.

    Kesimpulan


    Postingan berisi daftar motor yang tidak boleh isi BBM Pertalite adalah hoaks.
  • (GFD-2024-22464) Hoaks! HMI tolak kedatangan Paus di Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/09/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan menampilkan poster digital dengan logo Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jakarta Raya menolak kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3-6 September 2024.

    Dalam poster lainnya, juga terdapat ajakan demo untuk menolak kedatangan Paus, memboikot Kedubes Vatikan, dan meminta agar Paus datang ke Palestina sebagai simbol kedamaian.

    Unggahan tersebut dilihat oleh hampir satu juta pengguna X dan banyak komentar negatif dalam unggahan tersebut.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Islam selalu gaduh. Kunjungan terhormat di tolak giliran orang yaman di jilati.

    HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM CABANG JAKARTA RAYA TOLAK KEDATANGAN PAUS FRANSISKUS DI INDONESIA”

    Namun, benarkah HMI tolak kedatangan Paus di Indonesia?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran ANTARA, poster digital tersebut tidak terdapat di media sosial resmi HMI Jakarta, yang berarti poster tersebut tidak resmi diterbitkan oleh HMI.

    Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Bagas Kurniawan menegaskan selebaran poster yang mengatasnamakan HMI dan berisi ajakan berdemonstrasi untuk memprotes kunjungan Paus Fransiskus merupakan berita bohong atau hoaks.

    Bagas menegaskan justru menyambut baik kedatangan Paus Fransiskus.

    Ia juga mengemukakan kunjungan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik se-Dunia Paus Fransiskus merupakan kesempatan untuk menunjukkan semangat toleransi yang dijunjung tinggi masyarakat Indonesia.

    "Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman, dan kita mampu hidup berdampingan dalam harmoni," kata Bagas, dilansir dari ANTARA.

    Klaim: HMI tolak kedatangan Paus di Indonesia

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

  • (GFD-2024-22465) Sebuah Foto Diklaim Pelaku Penembakan Sekolah di Georgia

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/09/2024

    Berita

    tirto.id - Penembakan di sekolah kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Associated Press melaporkan, pada Rabu (4/9/2024) waktu setempat, seorang siswa berusia 14 tahun melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah Georgia dan menewaskan empat orang, berdasarkan laporan terbaru per 5 September 2024 pagi waktu Indonesia.

    Empat orang itu diidentifikasi sebagai dua siswa dan dua guru Sekolah Menengah Apalachee di Winder, sekitar satu jam perjalanan dari Atlanta. Sementara 9 orang lainnya — delapan siswa dan satu guru — diketahui mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit.

    Informasi miring pun beredar di internet menyusul kabar tersebut, termasuk soal gambar-gambar yang berkaitan dengan kejadian. Sebuah akun X bernama “FordRichardsx” (arsip) misalnya, mengunggah rekaman video dan foto seseorang dengan hoodie berwarna abu.

    Seseorang dalam gambar itu terlihat membawa senjata dan diklaim sebagai sosok penembak di sekolah di Georgia yang baru-baru ini terjadi. Akun pengunggah membubuhkan takarir berbunyi “First Photo of Active Shooter at Apalachee High School in Winder, Georgia,” atau dalam bahasa Indonesia berarti “Foto Pertama Penembak di Sekolah Menengah Apalachee di Winder, Georgia”.

    Cuitan yang diunggah pada Kamis (5/9/2024) ini telah dilihat sebanyak 886 ribu kali per Kamis (5/9/2024). Impresinya pun tak kalah ramai, mencakup 321 replies, 144 repost, dan 830 likes.

    Foto dengan keterangan yang sama juga diunggah akun X lain, seperti bisa dilihat di sini (arsip).

    Namun, benarkah konteks foto tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Perlu diketahui bahwa Direktur Biro Investigasi Georgia, Chris Hosey, telah menyatakan lewat konferensi pers, Rabu (4/9/2024), bahwa penembak yang secara illegal menggunakan senjata merupakan siswa di SMA Apalachee bernama Colt Gray, yang berusia 14 tahun.

    Meski begitu, Hosey menyampaikan, pelaku telah ditahan dan akan didakwa dengan pembunuhan serta bakal diadili sebagai orang dewasa. Dengan demikian tak ada foto mengenai penembak yang dirilis oleh pihak berwenang.

    Mengutip CNN, penembak diketahui masuk sekolah pada pukul 10:20 pagi waktu setempat. Seorang siswa, Yela Sayarath (16), mengatakan kepada CNN bahwa tersangka penembak sebelumnya duduk di sebelahnya di kelas Aljabar.

    Sayarath bilang kalau Gray meninggalkan kelas lebih awal, sekitar pukul 9:45 pagi, tetapi tidak mengambil izin ke kamar mandi. Dia pikir Gray mungkin membolos.

    Untuk memeriksa konteks asli foto seseorang mengenakan hoodie yang berlalu-lalang, Tirto mencoba memasukkan foto yang diklaim sebagai penembak ini ke Google Image.

    Hasilnya, kami tak menemukan sumber kredibel yang menyatakan gambar ini merupakan tersangka penembak di sekolah di Georgia. Foto ini hanya diunggah oleh sejumlah akun media sosial yang tidak bisa dipastikan kebenarannya.

    Saat mencoba menelusuri klaim yang beredar lewat penelusuran Google, Tirto menemukan laporan media 9news yang menyatakan kalau foto yang beredar bukan merupakan pelaku penembakan di Georgia.

    Gambar aslinya hanya bagian dari sebuah presentasi mengenai respons situasi penembakan aktif yang dibuat oleh Reflex Protect, sebuah perusahaan keselamatan yang mempromosikan taktik pertahanan non-mematikan.

    Gambar dari klaim palsu bisa dijumpai di slide ke-15 presentasi tersebut, sebagai ilustrasi terkait indikator fisik untuk mengenali pelaku, yang harus diperhatikan ketika ada ancaman penembakan aktif.

    Teks dalam presentasi menyebut beberapa indikator fisik dari penampilan dan pakaian, yakni pakaian tidak sesuai dengan situasi, atau pakaian yang terlalu besar untuk menyembunyikan sesuatu, adanya tonjolan di dekat pinggang atau pinggul, yang mungkin berbentuk seperti senjata.

    Hal lain yang bisa dilihat juga meliputi kebiasaan menyentuh area tempat senjata yang mungkin disembunyikan, menyimpan tangan di saku atau menyembunyikan tangan dengan cara lain, dan tendensi mencondongkan satu sisi atau menyembunyikan sisi yang lain.

    Jadi, dapat disimpulkan bahwa foto seseorang mengenakan hoodie telah diberi konteks yang salah dan bukan merupakan foto dari penembak sekolah di Georgia.

    Berdasarkan pemantauan Tirto, belum ada kantor berita yang telah merilis foto dari pelaku penembakan di Georgia.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan kalau foto seseorang mengenakan hoodie yang diklaim sebagai pelaku penembakan di sekolah di Georgia yang terjadi pada Rabu (4/9/2024), bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Foto yang beredar telah diberi konteks salah dan gambar aslinya adalah bagian dari sebuah presentasi mengenai respons situasi penembakan aktif yang dibuat oleh Reflex Protect, sebuah perusahaan keselamatan yang mempromosikan taktik pertahanan non-mematikan.

    Rujukan