• (GFD-2024-22466) Salah, Dokumen WEF Sebut 6 Miliar Orang Akan Meninggal pada 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/09/2024

    Berita

    tirto.id - Forum Ekonomi Dunia (World Economy Forum/WEF) kembali dicatut dalam konten media sosial yang perlu dicek kebenarannya. Sebelumnya, muncul klaim hoaks bahwa WEF menetapkan flu burung sebagai pandemi. Kini, muncul klaim bahwa lembaga ini menyatakan akan ada depopulasi atau penurunan jumlah penduduk pada 2025.

    Salah satu akun Facebook bernama “Budi Kurniawan Winata” menyebarkan klaim bahwa dokumen WEF memastikan sebanyak 6 miliar manusia akan meninggal tahun depan.

    “Laporan Forum Ekonomi Dunia yang tersembunyi menegaskan bahwa lebih dari enam miliar orang akan meninggal pada tahun 2025 – dan menurut laporan dari Davos, Klaus Schwab telah mengonfirmasi bahwa tujuan yang disebutkan tersebut sesuai dengan target yang ingin dicapai,” bunyi takarir dari akun tersebut pada Sabtu (24/8/2024).

    Akun itu menyertakan sebuah artikel dari The People’s Voice dengan judul yang sama, yakni “WEF Document Confirms 6 Billion Humans Will Die In 2025”. Artikel tersebut mencatut nama Klaus Schwab, salah satu pendiri WEF, dan menyinggung soal pertemuan media dengan WEF di Davos, Swiss, pada awal Agustus lalu.

    Agenda itu diklaim menjadi momen di mana Schwab memberi pengarahan kepada media arus utama tentang narasi mana yang harus dipromosikan untuk memajukan agenda globalis.

    Sampai Kamis (5/9/2024), unggahan akun “Budi” telah memperoleh 1 reaksi emoji. Meski impresinya tipis, narasi ini ramai diperbincangkan dan disebarkan oleh beberapa akun Facebook lain, seperti ini dan ini.

    Lantas, bagaimana faktanya?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk diketahui, Tim Riset Tirto sebelumnya telah menyanggah unggahan yang menggunakan referensi artikel The People’s Voice. Berdasarkan identifikasi Media Bias/Fact Check, sumber itu merupakan situs yang memiliki kredibilitas rendah.

    Artikel-artikel yang diunggah di situs itu disebut seringkali memuat berita palsu dan mengandung muatan propaganda, hingga konspirasi. Situs yang berbasis di Amerika Serikat (AS) itu juga memiliki bias ekstrem kanan.

    Dengan memasukkan kata kunci “WEF*humans will die in 2025” di kolom pencarian Google, Tirto menemukan narasi ini telah dibantah sejumlah lembaga pemeriksa fakta, termasuk PolitiFact dan Lead Stories, yang berbasis di AS.

    Pihak WEF telah menyatakan kepada Lead Stories, Rabu (28/8/2024), bahwa klaim yang menghubungkan organisasi itu dengan konspirasi depopulasi tidak berdasar dan berakar pada disinformasi. WEF mengungkap pihaknya tidak mendukung atau mengadvokasi tentang depopulasi.

    Alih-alih menautkan dokumen WEF, artikel The People’s Voice merujuk pada laman Deagel.com, sebuah situs yang tampak tidak mengidentifikasi kepemilikannya dan menyebut dirinya sebagai "panduan untuk peralatan militer dan penerbangan sipil”.

    Deagel.com dalam artikelnya meramalkan penurunan jumlah populasi di banyak negara, termasuk AS, yang dikatakan akan menurun dari 326,6 juta orang menjadi 99,5 juta orang. Meski demikian, artikel Deagel.com yang hanya tersedia versi arsip tersebut tidak menyebutkan kerangka waktu untuk ramalannya.

    Di bagian bawah halaman Deagel.com yang diarsipkan, sebuah catatan mengatakan, "Ada sebagian kecil data yang berasal dari berbagai sumber bayangan seperti pakar internet, laporan yang tidak ditandatangani, dan lainnya. … Kami berasumsi bahwa data resmi, khususnya ekonomi, yang dirilis oleh pemerintah adalah palsu, direkayasa, atau terdistorsi dalam beberapa derajat."

    Saat ini, populasi dunia mencapai 8,2 miliar orang. Tirto pun tidak menemukan berita kredibel atau sumber resmi yang menunjukkan bahwa dokumen WEF "mengonfirmasi 6 miliar manusia" — atau lebih dari 70 persen populasi dunia — bakal meninggal pada tahun 2025.

    Adapun pertemuan WEF dengan media di Davos pada awal Agustus 2024 yang disebut dalam artikel The People’s Voice juga diketahui tidak terbukti berdasarkan informasi di situs resmi WEF.

    Sebaliknya, organisasi tersebut mengadakan pertemuan tahunan khusus undangan di Davos pada bulan Januari setiap tahun. Pada tahun 2024, pertemuan tahunan ke-54 WEF diadakan pada tanggal 15 - 19 Januari dengan tema utama "Membangun Kembali Kepercayaan."

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta yang sudah dilakukan, narasi di jagat maya terkait dokumen Forum Ekonomi Dunia (World Economy Forum/WEF) sebut 6 miliar orang akan meninggal pada 2025 bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Pihak WEF telah menyatakan bahwa klaim yang menghubungkan organisasi itu dengan konspirasi depopulasi tidak berdasar dan berakar pada disinformasi yang berasal dari sumber tak kredibel.

    Tirto sebelumnya telah menyanggah unggahan yang menggunakan referensi artikel The People’s Voice. Berdasarkan identifikasi Media Bias/Fact Check, sumber yang disertakan dalam unggahan itu merupakan situs yang memiliki kredibilitas rendah.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22467) CEK FAKTA: Hoaks! HMI Tolak Kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia

    Sumber: https://x.com/Tita83079013/status/1831204927886225885
    Tanggal publish: 05/09/2024

    Berita

    Beredar sebuah poster di media sosial X (dahulu: Twitter) yang berisi seruan aksi penolakan kedatangan Paus Fransiskus oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Raya. Poster tersebut diunggah akun X @Tita83079013 pada 4 September 2024.

    Dalam poster tersebut, terdapat foto Paus Fransiskus dan logo HMI disertai tanggal dan nama yang disebut penanggung jawab dan korlap.

    Adapun tulisan dalam poster tersebut sebagai berikut: 
    HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM Cabang Jakarta Raya TOLAK KEDATANGAN PAUS FRANSISKUS DI INDONESIA

    Pantauan Tim Cek Fakta TIMES Indonesia pada Rabu (4/9/2024) pukul 21:06 WIB, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 157 ribu kali, dan disukai (Like) 782 kali, direpost 216 kali, dan dikomentari 537 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Penelusuran Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, informasi mengenai HMI menolak kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia, tidak benar atau hoaks.

    Melalui penelusuran dengan kata kunci tertentu di mesin pencari Google, ditemukan pernyataan dari Ketua Umum PB HMI, Bagus Kurniawan yang justru menyambut baik kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia.

    "Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman, dan kita mampu hidup berdampingan dalam harmoni," kata Bagas saat dihubungi di Jakarta, Selasa (3/9/2024).

    Bagas bahkan  mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus dengan rasa syukur dan menjadikan keteladanannya itu sebagai inspirasi, terutama bagi generasi muda Indonesia.

    Selengkapnya baca di sini: https://www.antaranews.com/berita/4304915/pb-hmi-sebut-kunjungan-paus-kesempatan-unjuk-semangat-toleransi-di-indonesia

    Kami juga menemukan pernyataan dari Ketua Bidang Hukum, Pertahanan dan Keamanan PB HMI Rifyan Ridwan Saleh. Dalam keterangan tertulisnya, PB HMI berharap kedatangan Paus Fransiskus menjadi momentum bagi Indonesia menyuarakan perdamaian dunia.

    "Menurut pandangan saya, kunjungan pemimpin umat Katolik dunia ini tidak hanya relevan bagi komunitas Katolik saja. Tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia yang selama ini menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman dan kesatuan untuk membangun kerukunan umat beragama," ujar Rifyan dalam keterangannya.

    Selengkapnya baca di sini: https://news.detik.com/berita/d-7523189/pb-hmi-kedatangan-paus-fransiskus-momen-ri-kontribusi-untuk-perdamaian-dunia

    Selain menemukan pernyatan dari PB HMI, Tim Ceka Fakta juga menemukan penelusuran fakta atas informnasi serupa, seperti artikel yang dipublikasikan oleh kabar24.bisnis.com (https://kabar24.bisnis.com/read/20240904/621/1796732/cek-fakta-viral-poster-hmi-serukan-demo-tolak-kedatangan-paus-fransiskus-di-indonesia) dan medcom.id (https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/GbmD453N-cek-fakta-hmi-tolak-kedatangan-paus-fransiskus-ke-indonesia-ini-faktanya).

    Kesimpulan

    Kesimpulan

    Informasi dalam poster menegnai HMI menolak kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia adalah tidak benar alias hoaks. Faktanya, PB HMI menyambut baik kedatangan pemimpin tertinggi gereja Katolik sedunia tersebut. Informasi tersebut termasuk dalam kategori konten menyesatkan (misleading content). 

    Rujukan

  • (GFD-2024-22472) Keliru, Video Berisi Klaim Gibran Rakabuming Raka Kumandangkan Takbir untuk Bayi

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/09/2024

    Berita



    Sebuah akun media sosial Facebook [ arsip ], membagikan video mirip Gibran Rakabuming Raka mengumandangkan takbir pada bayi yang sedang digendongnya.  

    Dalam video, pembuat konten menulis keterangan seperti berikut ini: “Si Samsul mengadzani bayinya yg baru lahir, malah takbiran. Untung tidak dibawa keliling kampung.”

    Video yang sama juga diunggah di media sosial lainnya, termasuk di sini dan di sini.



    Sejak diunggah pada Senin, 26 Agustus 2024, video ini sudah disukai 25 pengguna Facebook, 12 komentar dan 2,8 ribuan kali ditonton. Namun, benarkah Gibran Rakabuming Raka mengumandangkan takbir untuk bayi?

    Hasil Cek Fakta



    Penelusuran Tempo menemukan, pria dalam video tersebut sebenarnya bukan Gibran Rakabuming Raka, melainkan Vicky Jackson sedang menggendong bayinya yang baru lahir. Wajah Vicky kemudian diubah dengan wajah Gibran.

    Video aslinya sudah pernah diunggah di akun TikTok milik Vicky Jackson @Vickyjackson200 pada 23 Februari 2022. Pada unggahan itu, Vicky menulis keterangan: “Azankan anak malah takbiran.”.



    Tiga hari kemudian, video tersebut juga diunggahnya di Instagram pribadinya pada 26 Februari 2024. “Viral, anak pertama kami Zain al Fatih Jackson,” tulis Vicky.

    Saat itu, Vicky Jackson mengumandangkan takbir di telinga anaknya, namun seorang perempuan menyela agar yang dikumandangkan adzan bukan takbiran. "Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar," kata pria itu.

    Lalu terdengar ada suara wanita yang menegurnya. "Itu takbiran bang, azan, bukan takbiran," ucap si wanita.

    Tempo mengidentifikasi ada sejumlah kejanggalan dalam video yang menunjukkan bahwa video tersebut hasil manipulasi menggunakan kecerdasan buatan. 



    Pertama, pada warna telinga yang lebih terang atau cerah dibandingkan warna kulit bagian wajah dan leher. Kedua, bayangan rambut di atas kening hingga jambang di bagian pipi. Ketiga, gerakan bibir yang tidak sinkron dengan audio.

    Kesimpulan



    Berdasarkan pemeriksaan fakta, video berisi klaim Gibran Rakabuming Raka adzan untuk bayi,keliru.

    Pria dalam video tersebut sebenarnya bukan Gibran Rakabuming Raka, melainkan Vicky Jackson, sedang menggendong bayinya yang baru lahir.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22473) Cek Fakta: Hoaks Poster HMI Tolak Kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/09/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah gambar poster berisi penolakan atas kedatangan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus beredar di media sosial. Gambar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 4 September 2024.
    Dalam poster terlihat gambar Paus Fransiskus dan terdapat tulisan berisi penolakan atas kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia yang mencatut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
    "HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM Cabang Jakarta Raya TOLAK KEDATANGAN PAUS FRANSISKUS DI INDONESIA," demikian narasi dalam poster tersebut.
    "Ada bnyk agama
    Kenapa hanya dari umat islam saja yg rese..?" tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 212 kali direspons dan mendapat 103 komentar dari warganet.
    Benarkah poster berisi penolakan atas kedatangan Paus Fransiskus yang diklaim berasal dari HMI? Berikut penelusurannya.
     
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri poster berisi penolakan atas kedatangan Paus Fransiskus yang diklaim berasal dari HMI. Penelusuran dilakukan dengan menghubungi Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Bagas Kurniawan.
    Ia membantah bahwa HMI menolak kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia. Menurut dia, poster yang berisi penolakan terhadap kedatangan Paus Fransiskus merupakan informasi bohong atau hoaks.
    "Itu tidak benar," kata Bagas saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/9/2024).
    Dikutip dari Antara, Bagas menyebut bahwa kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia merupakan kesempatan untuk menunjukkan semangat toleransi yang dijunjung tinggi masyarakat Indonesia.
    "Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman, dan kita mampu hidup berdampingan dalam harmoni," kata Bagas.
    Dia melanjutkan toleransi beragama merupakan salah satu fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia.
    "Mari kita jaga dan kembangkan sikap saling menghormati dan memahami antarsesama, demi terciptanya kedamaian dan kesejahteraan bersama," kata Ketua Umum PB HMI.
    Dalam kesempatan sama, Bagas juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus dengan rasa syukur dan menjadikan keteladanannya itu sebagai inspirasi, terutama bagi generasi muda Indonesia.
    "Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga semangat toleransi dan kerukunan di tengah-tengah masyarakat yang majemuk. HMI berkomitmen menjadi garda terdepan mempromosikan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati di antara semua elemen masyarakat," kata dia.
    Ia menegaskan, selebaran poster yang mengatasnamakan HMI dan berisi ajakan berdemonstrasi untuk memprotes kunjungan Paus Fransiskus merupakan berita bohong atau hoaks. PB HMI, Bagas menegaskan, justru menyambut baik kedatangan Paus Fransiskus.
     

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Poster berisi penolakan atas kedatangan Paus Fransiskus yang diklaim berasal dari HMI ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Bagas Kurniawan mengatakan, pihaknya justru menyambut baik kedatangan Paus Fransiskus. 
    Sedangkan selebaran poster yang mengatasnamakan HMI dan berisi ajakan berdemonstrasi untuk memprotes kunjungan Paus Fransiskus merupakan informasi bohong atau hoaks.

    Rujukan