• (GFD-2024-22546) [HOAKS] Bantuan Dana untuk Pekerja Migran Mengatasnamakan BP2MI

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/09/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi di media sosial dengan klaim adanya bantuan dana untuk pekerja migran mengatasnamakan Badan Pelindungan Peerja Migran Indonesia (BP2MI).

    Narasi itu disertai video Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengumumkan soal pemberian bantuan dana Rp 1,5 miliar untuk 20 pekerja migran.

    Berdasaran penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi bantuan dana mengatasnamakan BP2MI dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini, pada 30 Agustus 2024 dan 3 September 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    BANTUAN DANA TKI

    Assalamu Alaikum, Kami dari kantor BP2MI memberikan dana bantuan khususnya seluruh warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.

    Bagi yang belum menerima dana bantuan tersebut diwajibkan untuk menghubungi kami secepatnya supaya segera kami cairkan.

    Dana bantuan dari Kantor BP2MI resmi diberikan kepada seluruh TKI sebesar Rp.75.000.000Dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dalam rangka program kesehatan kedisiplinan mentaati aturan dalam rangka pekerja sebagai TKI berasal dari Indonesia.

    Untuk info penerimaan dana bantuan segera

    Hasil Cek Fakta

    Kepala Biro Hukum dan Humas BP2MI Hadi Wahyuningrum membantah narasi bantuan dana Rp 1,5 miliar mengatasnamakan BP2MI.

    "Video yang diedarkan oleh oknum tidak bertanggungjawab di media sosial Facebook dapat dipastikan adalah video palsu atau hoaks yang dibuat secara manipulatif menggunakan teknologi deepfake," kata Yayuk pada 6 September 2024, dikutip dari situs BP2MI.

    Ia menjelaskan, BP2MI tidak pernah memberikan sejumlah uang sebagaimana video yang beredar dan apabila masyarakat menemukan video atau informasi serupa, maka dipastikan bahwa hal tersebut adalah hoaks.

    "Kami mengimbau kepada para pekerja migran Indonesia untuk berhati-hati terhadap informasi mencurigakan yang berisi penipuan melalui akun palsu yang mengatasnamakan BP2MI," ujar Yayuk.

    Informasi dari BP2MI dapat diakses melalui saluran komunikasi resmi, antara lain:

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, Narasi bantuan dana mengatasnamakan BP2MI yang beredar di Facebook adalah hoaks.

    Kepala Biro Hukum dan Humas BP2MI Hadi Wahyuningrum mengatakan, video yang beredar adalah hasil manipulasi dan dihasilkan dengan teknik deepfake.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22555) [HOAKS] Bupati Brebes Terkena Cacar Monyet

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/09/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan dengan narasi yang mengeklaim Bupati Brebes, Jawa Tengah terkena cacar monyet.

    Unggahan itu tidak menyebut nama, sedangkan saat ini Penjabat Bupati Brebes dipegang oleh Iwanuddin Iskandar.

    Setelah ditelusuri, unggahan yang menyebut Bupati Brebes mengidap cacar monyet atau Mpox tidak benar atau hoaks.

    Narasi yang mengeklaim Bupati Brebes terkena cacar monyet muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan foto seorang pria yang terkena penyakit kulit dan diberi keterangan:

    Hari hati teman teman virus cacar monyet udh smpe ke Indonesia waspada bisa mengakibatkan kematian

    Jaga Kesehatan utk rekan2 Virus Monyet adh sampai Brebes, ini bupati Brebes korban pertama

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut bupati Brebes terkena cacar monyet

    Hasil Cek Fakta

    Dikutip dari laman, Brebeskab.go.id, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes Tatag Koes Adianto memastikan informasi tersebut adalah hoaks.

    Penjabat Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar dipastikan tidak terkena cacar monyet. 

    "Informasi yang tersebar di WA maupun medsos lainnya yang menyatakan Pj Bupati Brebes terserang cacar monyet atau monkeypox tidak benar atau hoaks," kata Tatag Sabtu (7/9/2024).

    Ia meminta masyarakat untuk jeli dalam menerima informasi. 

    Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Ineke Tri Sulistyowaty. Menurut Ineke, belum ada laporan terkait kasus cacar monyet di wilayahnya. 

    "Saya tandaskan, di Kabupaten Brebes sampai dengan saat ini tidak ada monkeypox, Brebes zero Mpox atau cacar monyet," kata Ineke.

    Sebelumnya di Kabupaten Brebes sempat muncul pasien yang diduga mengalami cacar monyet dan kemudian dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes.

    Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien tersebut dinyatakan hanya terkena cacar air.  

    "Terkait pasien terduga Mpox yang dirawat di RSUD Brebes, setelah mendapatkan pemeriksaan dokter spesialis kulit hanya menderita cacar air atau varicella. Pasien pada Jumat 6 September 2024 kondisinya sudah baik dan diperbolehkan pulang," ucap Ineke.

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim Bupati Brebes terkena cacar monyet tidak benar atau hoaks. Pemkab Brebes memastikan Pj Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar tidak terkena cacar monyet.

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, belum ada laporan terkait kasus cacar monyet di wilayahnya.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22556) [KLARIFIKASI] Video Perayaan Natal 2023 Diklaim sebagai Misa Bersama Paus Fransiskus

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/09/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menampilkan momen misa akbar umat Katolik bersama Paus Fransiskus di Stadion Gelora Bung Karno pada Kamis (5/9/2024).

    Namun, setelah ditelusuri video tersebut dibagikan dengan konteks keliru.

    Video yang diklaim menampilkan misa akbar bersama Paus Fransiskus di Stadion Gelora Bung Karno muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan Instagram ini.

    Akun tersebut membagikan video sejumlah orang menyalakan lilin dan diberi keterangan:

    Misa Umat KHATOLIK Bersama Bapak PAUS FRANSISKUS Di GBK????????Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim sebagai Misa bersama Paus Fransiskus di Stadion Gelora Bungkarno

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut menggunakan Google Lens.

    Hasilnya video tersebut identik dengan unggahan akun TikTok @jeffrifernandes pada 10 Desember 2023.

    Dalam keterangannya, video itu adalah momen perayaan Natal Gereja Tiberias di Stadion Gelora Bung Karno pada 2023.

    Dikutip dari Antara, perayaan itu dihadiri lebih dari 200.000 umat Kristen. Natal Tiberias 2023 merupakan yang ke-21 kalinya digelar di Stadion Gelora Bung Karno.

    Adapun video Misa Akbar bersama Paus Fransiskus yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno pada Kamis (5/9/2024) bisa dilihat di sini. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan misa akbar bersama Paus Fransiskus di Stadion Gelora Bung Karno dibagikan dengan konteks keliru. Video aslinya adalah momen perayaan Natal Gereja Tiberias di Stadion Gelora Bungkarno pada 2023. 

    Rujukan

  • (GFD-2024-26414) Viral Gibran Gagal Dilantik jadi Wakil Presiden Karena Akun Fufufafa Menghina Prabowo Terkuak, Cek Faktanya

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/09/2024

    Berita

    Viral Gibran Gagal Dilantik jadi Wakil Presiden Karena Akun Fufufafa Menghina Prabowo Terkuak, Cek Faktanya

    Benarkah, Gibran gagal dilantik sebagai wakil presiden karena menghina Prabowo di akun media Fufufafa?

    Media sosial digemparkan dengan akun bernama Fufufafa yang diduga milik Gibran Rakabuming Raka, dan disebut-sebut menghina Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan anaknya beberapa tahun yang lalu.

    Terkait ramainya akun Fufufafa, beredar sebuah video di YouTube menarasikan Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka gagal dilantik karena dianggap menghina anak Prabowo melalui akun Fufufafa yang diklaim punya Gibran.

    Video tersebut berjudul "GEMP4RR!! GIBRAN G4G4L DIL4NTIK SETELAH KETHU4N HINA PR4BOWO DAN ANAKNYA ~ BREAKING NEWS."

    Benarkah, Gibran gagal dilantik sebagai wakil presiden karena menghina Prabowo di akun media Fufufafa?

    Hasil Cek Fakta

    Cek fakta merdeka.com melakukan penelusuran dengan melihat secara keseluruhan video berdurasi 8 menit tersebut.

    Hasil video yang beredar hanya menampilkan beberapa cuplikan kebersamaan Gibran Rakabuming Raka dengan Prabowo Subianto.

    Sedangkan narator dalam video membacakan narasi yang beradal dari JawaPos.com berjudul "Kronologi Trending Topik Fufufafa yang Diduga Ditulis oleh Gibran Rakabuming Raka: Sebut Prabowo Subianto Punya Anak H*mo dan Pecatan TNI."

    Dalam artikel tersebut, tidak ada narasi yang menyebutkan Gibran gagal dilantik karena kontroversi jejak digitalnya.

    Sampai saat ini Gibran juga belum memberikan klarifikasi terkait akun Fufufafa. Kemudian tidak ditemukan informasi yang berasal dari media nasional terkait batalnya Gibran dilantik sebagai wakil presiden.

    Kesimpulan

    Video Gibran diklaim gagal dilantik jadi wakil presiden karena menghina Prabowo Subianto adalah tidak benar.

    Faktanya, tidak ditemukan informasi yang berasal dari media nasional terkait batalnya Gibran dilantik sebagai wakil presiden.

    Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Rujukan