• (GFD-2024-22572) Keliru, Ridwan Kamil Janjikan Bantuan Rp10 Juta Untuk Biaya Sekolah dan Bayar Utang

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/09/2024

    Berita



    Video berdurasi 21 detik yang memperlihatkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjanjikan bantuan Rp10 juta untuk digunakan biaya sekolah, usaha, dan bayar utang sempat viral di Tiktok sebelum akhirnya dihapus.

    Dalam video tersebut, Ridwan Kamil menjanjikan bantuan Rp10 juta dan meminta masyarakat untuk memilih jenis bantuan yang dibutuhkan. Bantuan hanya diperuntukan untuk biaya sekolah, modal usaha, atau bayar utang.



    Hingga artikel ini ditulis, video tersebut sudah 80 ribu kali dibagikan dan 77 ribu kali disukai. Lantas benarkah mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjanjikan bantuan Rp10 juta untuk digunakan biaya sekolah, usaha, dan bayar utang?

    Hasil Cek Fakta



    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa video tersebut hasil rekayasa digital menggunakan teknologi kecerdasan buatan generatif atau deepfake. Faktanya, Ridwan Kamil dalam video aslinya tidak membagikan berbagai jenis bantuan tersebut. 

    Atalia Praratya, istri Ridwan Kamil melalui akun resmi Instagramnya pada 5 September 2024, telah membantah informasi tersebut. Atalia menyebut informasi Ridwan Kamil menjanjikan bantuan Rp 10 juta untuk digunakan biaya sekolah, usaha, dan bayar utang adalah informasi hoax yang sengaja muncul di musim pemilihan kepala daerah.

    Atalia mengatakan video hoax tersebut disebar via Tiktok, WA dan WAG. Ia meminta masyarakat untuk memeriksa sumber informasi dari akun-akun resmi dan terpercaya, menghindari menyebarkan konten yang belum jelas kebenarannya. 

    Tempo kemudian menelusuri sumber video yang dibagikan dengan terlebih dahulu memfragmentasi menjadi gambar dengan menggunakan tools InVID, lalu memeriksa gambar dengan Google Image. 

    Hasilnya video tersebut identik dengan video Ridwan Kamil untuk memberikan semangat pada  seorang mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi. Video aslinya diunggah akun resmi ridwan kamil di Tiktok pada 16 Mei 2023. 



    Dalam video tersebut Ridwan Kamil tidak menyebutkan akan memberikan bantuan sebesar Rp10 juta yang digunakan untuk membiayai sekolah, usaha, dan membayar utang.     

    Tempo juga memeriksa suara yang digunakan dalam video tersebut dengan menggunakan tools AI Voice Detector. Mulanya Tempo mengunduh video itu dan mengubahnya ke ke format audio (mp3) dengan menggunakan tools Cloud Convert. 



    Video yang telah diubah ke format suara lalu diperiksa dengan menggunakan tools Hive Moderation. Hasilnya, suara dalam video tersebut diketahui merupakan hasil rekayasa digital dengan menggunakan kecerdasan buatan Artificial Intelligence dengan tingkat probabilitas mencapai 91 persen.

    Kesimpulan



    Hasil pemeriksaan fakta Tempo, video berdurasi 21 detik yang memperlihatkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjanjikan bantuan Rp10 juta untuk digunakan biaya sekolah, usaha, dan bayar utang adalah keliru. 

    Suara dalam video tersebut diketahui merupakan hasil rekayasa digital dengan menggunakan kecerdasan buatan Artificial Intelligence dengan tingkat kemungkinan mencapai 91 persen.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22573) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Kamala Harris Akan Menutup X

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/09/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris, disebut akan menutup media sosial X (Twitter), apabila terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat dalam Pemilu 2024.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu perlu diluruskan karena informasinya tidak tepat.

    Narasi yang mengeklaim Kamala Harris akan menutup X dibagikan oleh politisi AS Robert F Kennedy Jr di X pada 3 September 2024.

    Kennedy membagikan cuplikan video Harris dengan narasi sebagai berikut:

    Kamala Harris: “Dia [Elon Musk] telah kehilangan hak istimewanya.”

    Dapatkah seseorang menjelaskan kepadanya bahwa kebebasan berbicara adalah sebuah HAK, bukan “hak istimewa”?

    Kamala Harris: “Harus ada tanggung jawab yang dibebankan kepada situs-situs media sosial ini untuk memahami kekuatan mereka.”

    Terjemahan: “Jika mereka tidak mengawasi konten agar sesuai dengan narasi yang disetujui pemerintah, mereka akan ditutup.”

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, video Harris yang dibagikan Kennedy telah dibagikan oleh The Hill di X pada 16 Oktober 2019.

    Unggahan The Hill disertai takarir (caption) sebagai berikut:

    Senator Kamala Harris: Presiden Trump “telah kehilangan hak istimewanya dan [akun Twitter-nya] harus ditutup .... [Situs media sosial] secara langsung berbicara kepada jutaan dan jutaan orang tanpa pengawasan atau regulasi. Dan itu harus dihentikan.”

    Merujuk unggahan tersebut, Harris tidak mewacanakan penutupan X. Ia mendesak agar akun Twitter Donald Trump ditutup, dan platform harus berada dalam pengawasan.

    Dilansir The Quint, pernyataan Harris disampaikan saat berbicara dengan presenter CNN, Jake Tapper, dalam sebuah siaran televisi.

    Dilansir CNN, Harris pada waktu itu mendesak CEO Twitter Jack Dorsey untuk menutup akun Trump.

    Harris mengatakan bahwa Trump telah menggunakan akunnya untuk merundung pelapor yang mengungkap dugaan panggilan telepon Trump dengan pemimpin Ukraina.

    Informasi dari pelapor itu mendorong Partai Demokrat untuk meluncurkan penyelidikan pemakzulan terhadap Trump.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim Kamala Harris akan menutup X apabila terpilih sebagai Presiden AS perlu diluruskan.

    Dalam video yang dibagikan, Harris tidak bicara tentang penutupan X. Ia meminta akun X Donald Trump ditutup, dan platform harus berada dalam pengawasan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22574) Dokumen dengan materai tempel sebelum 6 September dianggap tidak memenuhi syarat, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/09/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sejumlah pendaftar seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) mengeluhkan gangguan pada situs e-materai yang terjadi sejak Selasa (3/9/2024).

    Banyak pelamar yang mengeluhkan tidak bisa mengakses laman Peruri menjelang batas akhir pendaftaran. Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 6 September pun memutuskan memperbolehkan para pelamar seleksi CASN 2024 memakai meterai tempel.

    Sebuah imbauan poster digital di Instagram menarasikan dokumen CASN yang menggunakan materai tempel sebelum tanggal 6 September maka akan dianggap Tidak Memenuhi Syarat (TMS) seleksi administrasi.

    Namun, benarkah pernyataan tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    BKN dalam akun Instagram resminya menyatakan imbauan yang beredar bukan dari BKN dan merupakan penyalahgunaan informasi atas nama template unggahan dan logo BKN.

    BKN menegaskan bahwa penulisan tanggal di materai tempel atau e-materai merujuk pada masing-masing pengumuman instansi. BKN di akun Instagram resminya juga mengingatkan para CPNS 2024 untuk selalu memastikan dan mengecek validasi informasi seleksi CPNS 2024 di akun resmi BKN dan instansi terkait.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-22578) [KLARIFIKASI] Kumpulan Video Ini Bukan Topan Super Yagi di Vietnam

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/09/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Topan Super Yagi melanda Vietnam pada Sabtu (7/9/2024). Setelah itu, media sosial diramaikan dengan video-video ketika terjadi topan.

    Salah satu video menampilkan tornado di belakang sebuah bangunan, diklaim sebagai Topan Super Yagi sertap beberapa video lainnya.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang beredar disebarkan dengan konteks keliru.

    Video tornado di belakang sebuah bangunan, diklaim sebagai Topan Super Yagi disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (9/9/2024):

    Ngeri ya Allah

    Smg indonesia di jauhkan dari marabahayaAamiin

    China dan Vietnam.di hantam badai topan

    akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, Senin (9/9/2024), mengenai Topan Super Yagi yang melanda Vietnam pada Sabtu (7/9/2024).

    Hasil Cek Fakta

    Terdapat sejumlah potongan klip dari video yang beredar. Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video lalu menelusurinya dengan metode reverse image search.

    Klip pertama menampilkan tornado di belakang sebuah bangunan. Hasil pencarian di Google Lens mengarahkan ke situs web EBU.

    Video aslinya bersumber dari kanal YouTube Tornado Trackers, 9 Oktober 2016.

    Video tersebut berisi dokumentasi selama terjadi Badai Matthew, yang melanda sebagian wilayah Florida, Amerika Serikat (AS) pada 2016.

    Klip lainnya menampilkan rangka atap sebuah gedung yang perlahan roboh akibat angin kencang.

    Hasil penelusuran Google Lens mengarahkan ke sebuah video di akun Dailymotion AB NEWS pada 31 Juli 2024.

    Kedua video diunggah sebelum terjadi Topan Super Yagi di Vietnam pada Sabtu (7/9/2024).

    Sementara salah satu klip menunjukkan, bangunan yang bukan berlokasi di Vietnam.

    Hasil pencarian Google Lens pada klip ini mengarahkan ke situs Singtao Usa, 27 Juli 2024.

    Situs tersebut memberitakan Quanzhou Strait Stadium, China yang rusak akibat Topan Dusuri pada 2023.

    Dikutip dari Associated Press, sedikitnya 14 orang tewas dan 176 lainnya luka-luka akibat Topan Yagi yang menghantam bagian utara Vietnam.

    Peristiwa tersebut merupakan topan paling kuat yang terjadi di wilayah tersebut selama satu dekade terakhir.

    Departemen meteorologi Vietnam memperkirakan akan terjadi hujan lebat di provinsi utara dan tengah.

    Peringatan banjir juga dikeluarkan di daerah dengan dataran rendah, potensi banjir bandang di sungai, dan tanah longsor di lereng yang curam.

    Kesimpulan

    Klip Badai Matthew di Florida, AS pada 2016 disebarkan dengan konteks keliru.

    Video tersebut tidak terkait Topan Super Yagi yang melanda Vietnam pada Sabtu (7/9/2024).s

    Kumpulan klip lainnya sudah beredar di internet sebelum terjadi Topan Super Yagi di Vietnam.

     

    Rujukan