• (GFD-2024-22543) [BELUM TERBUKTI] Seorang Pasien di RSUD Abepura Terinfeksi Mpox

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 10/09/2024

    Berita

    Syalom Selamat pagi semua keluarga besar .
    Jgn lupa keluar aktivitas menggunakan masker karena Hari ini saya Angela Pagawak bertugas di RS Abe sudah ada 1 pasien yg terdiagnosa Cacar monyat.
    Virus ini sendiri menyebar melalui udara dgn cepat mengakibatkan gangguan pada pernafasan dan melepuh seluruh kulit manusia seperti bentol2 pada kulit yg sangat nyeri hebat, paling fatal bisa membuat orang sampai meninggal dalam waktu singkat, dan virus ini lebih mengerikan dari COVID-19.
    Sekian dan Terimakasih
    Tuhan melindungi kita Semua Wawa

    Hasil Cek Fakta

    Artikel disadur dari Kompas.
    Beredar unggahan di media sosial Facebook mengklaim bahwa penyakit cacar monyet atau Mpox telah teridentifikasi pada seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Papua.

    Faktanya, klaim yang menyebut tidak benar. Dilansir dari Kompas, Kapolsek Abepura Kompol Komarul Huda memastikan kabar seorang pasien di RSUD Abepura terinfeksi Mpox adalah hoaks. Ia mengatakan, pihak rumah sakit mengkonfirmasi bahwa memang ada pasien yang menderita cacar air, namun pihak rumah sakit belum bisa memastikan apakah pasien tersebut mengidap penyakit Mpox. Pihak rumah sakit telah melakukan pengambilan sampel untuk diuji di Laboratorium Kesehatan RSUD Dok II Jayapura. Untuk foto yang viral tersebar di masyarakat adalah bukan pasien sebenarnya. Diduga foto tersebut sengaja dipajang guna menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

    Selain itu, Huda juga memastikan bahwa di RSUD Abepura tidak ada petugas bernama “Angela Pagawak” seperti dalam narasi yang beredar. Pihak Kepolisian akan menelusuri dengan melakukan penyelidikan terhadap penyebar informasi yang tidak benar tersebut tentang pasien pengidap Mpox sedang di rawat di RSUD Abepura. Masyarakat dihimbau untuk tidak mudah percaya dengan informasi belum jelas sumbernya atau tidak bisa dipastikan kebenarannya.

    Kesimpulan

    Klaim yang menyebut bahwa penyakit cacar monyet atau Mpox telah teridentifikasi pada seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Papua adala tidak benar. Narasi tersebut memuat keterangan sosok fiktif yang tidak bekerja di RSUD Abepura. Selain itu, pihak rumah sakit juga mengatakan bahwa pasien bersangkutan terinfeksi cacar air.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22547) [SALAH] PM Singapura Sebut: Negara Gila Agama, Negara Yang Tidak Akan Maju ContohNya Indonesia

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/09/2024

    Berita

    PM Singapura Sebut: Negara Gila Agama, Negara Yang Tidak Akan Maju ContohNya Indonesia
    Arsip: https://archive.md/6A4Zt

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook dengan nama Kasan mengunggah sebuah tangkapan layar berita di CNN dengan judul “PM Singapura Sebut: Negara Gila Agama, Negara Yang Tidak Akan Maju ContohNya Indonesia.”

    Penelusuran fakta dilakukan dengan memanfaatkan fitur pencarian lanjutan di web CNBC. Pertama-tama di kolom search, masukkan kata kunci “PM Singapura”, kemudian atur tanggal berita dimuat sesuai yang tertera pada tangkapan layar yang beredar, yakni 19 Agustus 2024.

    Dari pencarian tersebut, terdapat 2 berita yang memiliki thumbnail sama dengan tangkapan layar yang beredar, namun diterbitkan pada waktu yang berbeda.

    Langkah selanjutnya, dari 2 berita tersebut, cocokkan berita yang terbit pada waktu yang sama dengan tangkapan layar yang beredar, yakni pukul 06.40. Hasilnya dari kedua temuan tersebut, sumber berita yang asli berjudul “Siaga Ekonomi ASEAN, PM Singapura Beri Peringatan. ”

    Tangkapan layar judul berita CNBC “PM Singapura Sebut: Negara Gila Agama, Negara Yang Tidak Akan Maju ContohNya Indonesia” merupakan hasil suntingan menggunakan inspect element, yakni dengan mengedit judul berita pada sebuah web tanpa mengubah tampilan aslinya. Sehingga ketika discreenshot, judul berita pada sebuah web tampak nyata.

    Beberapa konten hasil suntingan menggunakan inspect element yang sebelumnya pernah beredar seperti artikel hasil periksa fakta turnbackhoax.id berjudul [SALAH] Tangkapan Layar Judul Berita Detik: Prabowo Subianto siap terjunkan 80 Kopasus untuk penjagaan Kejagung Dan keluarga dan “[SALAH] Tangkapan Layar Berita Detik Jabar, Kemunculan hacker bjorka menanggapi kasus “Vina_Cirebon”.”

    Kesimpulan

    Faktanya, tidak ditemukan berita dengan judul demikian di situs CNBC. Judul berita merupakan hasil suntingan menggunakan inspect element dari berita aslinya yang terbit di tanggal dan waktu yang sama, dengan judul “Siaga Ekonomi ASEAN, PM Singapura Beri Peringatan.”

    Rujukan

  • (GFD-2024-22548) [SALAH] Arab Saudi Tiba-Tiba Banjir Seperti Tsunami Jeddah-Mekkah Hari Ini!! Sapu Semua Mobil dan Bangunan

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 10/09/2024

    Berita

    ARAB SAUDI TIBA-TIBA BANJIR SEPERTI JEDDAH-MEKKAH HARI INI!! SAPU SEMUA MOBIL DAN BANGUNAN.
    Pray for Mekkah – Jeddah!! Semua hanyut.. Seperti Tsunami … Hari ini 5/9/2024.

    Hasil Cek Fakta

    Telah beredar sebuah unggahan video pada channel YouTube pada tanggal 5 September 2024 memberikan klaim pada judul bahwa terjadi banjir mirip tsunami yang menyebabkan hanyutnya mobil dan bangunan di Jeddah-Mekkah.

    Berdasarkan penelusuran, banjir yang terjadi di Jeddah merupakan bencana masa lampau yang telah terjadi pada bulan November 2022. Dilansir dari artikel CNN pada 25 November 2022 yang berjudul “KJRI soal Banjir di Jeddah: Tak Sedahsyat Seperti di Medsos”, dituliskan bahwa Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Eko Hartono, membeberkan banjir yang melanda salah satu kota di Arab Saudi itu tak besar. Pada sumber terkait tidak dijelaskan bahwa banjir tersebut seperti tsunami bahkan menyebabkan tersapunya mobil dan bangunan di Jeddah. Selain itu, pada referensi berikutnya ditemukan bukti bahwa salah satu sumber gambar yang digunakan untuk manipulasi gambar pratinjau adalah banjir yang terjadi di Kenya.

    Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan telah terjadi banjir mirip tsunami yang menyebabkan tersapunya mobil dan bangunan di Jeddah-Mekkah pada 5 September 2024 adalah tidak benar.

    Kesimpulan

    Klaim yang menyatakan bahwa telah terjadi banjir yang mirip tsunami Jeddah – Mekkah pada 5 September 2024 adalah pernyataan yang tidak benar. Faktanya peristiwa banjir tersebut terjadi pada bulan November 2022.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22549) [SALAH] Berita Terkini Terkini ~ (Jokowi) Gibran dan Kaesang Terlibat!? Tangkap! Kabar Akurat

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 10/09/2024

    Berita

    BERITA TERKINI ~ (JOKOWI) GIBRAN DAN KAESANG TERLIBAT!? TANGKAP! KABAR AKURAT
    ~~ MENGEJUTKAN..!!!
    MASSA MAKIN TAK TERKONTROL RIBUAN PENDEMO NGAMUK DAN HANCURKAN RUANGAN JOKOWI

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah video di Youtube yang memberikan klaim pada judul yang menyatakan bahwa Jokowi, Gibran dan Kaesang terlibat. Selain itu pada unggahan tersebut juga mengklaim pada thumbnail bahwa massa makin tidak terkontrol karena adanya ribuan pendemo yang mengamuk dan hancurkan ruangan Jokowi.

    Setelah video disimak lebih lanjut, narator hanya membacakan ulang sebuah artikel dari CNN yang berjudul “Aktivis Jogja Tantang KPK Periksa Kaesang & Bobby Sebelum Jokowi Turun”. Pada artikel tersebut dituliskan bahwa telah terjadi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah aktivis di Kota Yogyakarta, DIY guna mendesak KPK agar segera memeriksa putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yakni Kaesang Pangarep untuk melakukan klarifikasi menyangkut fasilitas pesawat jet pribadi yang digunakan saat bepergian ke Amerika Serikat (AS). Selain itu, berdasarkan dari sumber referensi yang dilansir dari Riau Pos menunjukan bahwa gambar pratinjau pada konten tersebut diambil dari peristiwa demonstrasi yang dilakukan mahasiswa saat menduduki ruang sidang paripurna DPRD Riau mengenai kabut asap pada 16/9/2019.

    Hingga pada akhir video, tidak ada pernyataan yang membenarkan atas judul dan klaim yang diberikan. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa klaim narasi yang menyatakan bahwa Jokowi, Gibran dan Kaesang terlibat serta massa yang tidak terkontrol karena pendemo ngamuk dan rusak ruangan Jokowi tidak terbukti dan termasuk dalam konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Thumbnail merupakan hasil manipulasi, kemudian dalam video tersebut tidak ditemukan informasi yang menyatakan jika massa makin tak terkontrol, ribuan pendemo ngamuk dan hancurkan ruangan Jokowi.

    Rujukan