Suara.com - Beredar di media sosial sebuah unggahan yang mengklaim bukti foto presiden Jokowi memalsukan identitas ibu kandungnya sendiri.
Dalam gambar pertama yang diunggah di Facebook terlihat Jokowi bersama seorang wanita tua berambut putih. Sedangkan gambar kedua, terlihat Jokowi bersama wanita tua yang mengenakan jilbab berwarna merah.
Berikut narasi yang disampaikan:
"Sekejam kejamnya Fir’aun, dia gak akan memalsukan Ibu kandungnya Sampai Kapanpun Ibu Tak Akan Bisa Terganti,"
Lantas benarkah klaim tersebut?
(GFD-2024-22929) Cek Fakta: Bukti Jokowi Palsukan Sosok Ibu Kandung
Sumber:Tanggal publish: 17/09/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran fakta Suara.com, Klaim seperti ini sebenarnya sudah beberapa kali dibahas di turnbackhoax.id, kompas.com, maupun liputan6.com. Berdasarkan beberapa sumber temuan tersebut, diketahui jika nama ibu kandung Jokowi adalah Sujiatmi Notomiharjo. Saat dicocokkan dengan bantuan Google Lens, sosok wanita berkerudung merah tersebutlah yang merupakan ibu kandung dari Presiden Jokowi.
Sedangkan sosok wanita tua yang berambut putih tersebut sebelumnya juga sudah beberapa kali diklaim oleh beberapa akun di media sosial jika beliau adalah Sulami, seorang tokoh Gerawan yang juga diklaim sebagai ibu kandung Jokowi.
Namun, berdasarkan dari pembahasan artikel Liputan 6 yang berjudul “[Cek Fakta] Kabar Ibu Jokowi Aktivis Gerwani Adalah Hoaks”, tidak dikonfirmasi jika wanita tua tersebut adalah Sulami, seorang tokoh Gerwani sekaligus ibu kandung Jokowi.
Sedangkan sosok wanita tua yang berambut putih tersebut sebelumnya juga sudah beberapa kali diklaim oleh beberapa akun di media sosial jika beliau adalah Sulami, seorang tokoh Gerawan yang juga diklaim sebagai ibu kandung Jokowi.
Namun, berdasarkan dari pembahasan artikel Liputan 6 yang berjudul “[Cek Fakta] Kabar Ibu Jokowi Aktivis Gerwani Adalah Hoaks”, tidak dikonfirmasi jika wanita tua tersebut adalah Sulami, seorang tokoh Gerwani sekaligus ibu kandung Jokowi.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa narasi tentang bukti presiden Jokowi memalsukan identitas ibu kandungnya tidak benar. Unggahan tersebut termasuk dalam konten yang menyesatkan.
(GFD-2024-22675) Cek Fakta: Tidak Benar BRI Bagikan Saldo Rp 300 Ribu Program Gebyar BRImo Festival 2024
Sumber:Tanggal publish: 17/09/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim BRI bagikan saldo Rp 300 ribu program gebyar BRImo Festival 2024, informasi tersebut dibagikan akun Facebook, pada 14 September 2024.
Klaim BRI bagikan saldo Rp 300 ribu program gebyar BRImo Festival 2024 berupa tulisan sebagai berikut.
"Program Gebyar BRImo Festival 2024
Seluruh nasabah BRI yang sudah aktif BRImo ikuti pendaftaran dan mendapat saldo aktif sebesar Rp.300.000 dapatkan juga Kupon UndianBRImo Festival dengan cara klik *DAFTAR*Menangkan hadiah menarik berikut ini.
*HADIAH UTAMA*
° 10 tiket umroh
° 5 unit Suzuki Ertiga
° 5 unit Honda HRV
° 5 unit Honda Brio
° 25 unit Motor Beat
° 20 unit Vespa Matic
° 50 unit kulkas LG
° 30 unit handphone Iphone 15pro
° 50 unit sepeda listrik
° 50 unit televisi LG
° 50 unit mesin cuci
° uang tunai ratusan juta rupiah.
Semoga sobat BRI terpilih sebagai salah satu pemenang hadiah undiannya.
#BRImoFSTVL #BRImo"
Tulisan tersebut juga menampilkan tautan yang diklaim sebagai formulir pendaftaran, berikut tautannya.
"https://ceksekarang.year.lat/?fbclid=IwY2xjawFWJ3FleHRuA2FlbQIxMQABHZW-3a7nP0oO_-WQtgJfi-6ZVknpVz2cnYZnsiGRATPJaUShFo_kO0HjRA_aem_5jsx7kxqhTJ6ZM3SDNeLxg"
Benarkah klaim BRI bagikan saldo Rp 300 ribu program gebyar BRImo Festival 2024? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim BRI bagikan saldo Rp 300 ribu program gebyar BRImo Festival 2024, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Waspada Penipuan Online Mencatut BRI di Media Sosial, Simak Cara Lindungi Diri Anda" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 1 September 2024.
Dalam artikel Liputan6.com, Direktur BRI, Andrijanto, mengingatkan agar nasabah tetap waspada dan tidak memberikan informasi pribadi atau data perbankan kepada pihak yang tidak jelas atau tidak resmi.
"Hindari memberikan data pribadi seperti nomor rekening, nomor kartu, PIN, username dan password internet banking, OTP, dan informasi sensitif lainnya melalui tautan atau situs yang tidak terverifikasi," tegasnya.
Belakangan ada pihak yang memanfaatkan nama besar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) untuk menjerat korban, dengan berbagai modus yang sulit dibedakan dari komunikasi resmi.
Modus yang sering digunakan adalah melalui pesan-pesan yang mengklaim berasal dari BRI, baik melalui email, SMS, maupun media sosial seperti Facebook, X, dan Instagram. Salah satu taktik favorit mereka adalah menawarkan undian berhadiah menggiurkan, mulai dari uang tunai hingga mobil mewah.
Contohnya, bulan lalu, muncul penipuan online yang mengatasnamakan BRImo FSTVL di media sosial. Mereka mengiming-iming hadiah fantastis, namun ternyata itu semua hanyalah jebakan. Link yang mereka bagikan, bukanlah situs resmi BRI.
Ingat, situs resmi BRI hanya dapat diakses melalui https://bri.co.id/. Jika mengecek akun media sosial resmi BRI, khususnya di Instagram @bankbri_id, kamu tidak akan menemukan informasi mengenai BRImo FSTVL.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu memverifikasi keabsahan informasi dari sumber yang terpercaya atau saluran komunikasi resmi BRI.
Saluran resmi BRI meliputi Instagram: @bankbri_id, Facebook: Bank BRI, X: @BankBRI_id, @promo_BRI, dan @kontakBRI, serta TikTok: bankbri_id. Nasabah juga dapat menghubungi Sabrina di nomor 0812 1214 017, melalui email di call@bri.co.id, atau kontak BRI di 1500017, serta mengunjungi www.bri.co.id. #BRI #Sabrina #TanyaSabrinaAja
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim BRI bagikan saldo Rp 300 ribu program gebyar BRImo Festival 2024 tidak benar.
Belakangan ada pihak yang memanfaatkan nama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) untuk menjerat korban penipuan, dengan berbagai modus yang sulit dibedakan dari komunikasi resmi.
Modus yang sering digunakan adalah melalui pesan-pesan yang mengklaim berasal dari BRI, baik melalui email, SMS, maupun media sosial seperti Facebook, X, dan Instagram. Salah satu taktik favorit mereka adalah menawarkan undian berhadiah menggiurkan, mulai dari uang tunai hingga mobil mewah.
(GFD-2024-22676) [KLARIFIKASI] Video Tidak Perlihatkan Demonstran Dibayar untuk Pasukan Berani Mati Jokowi
Sumber:Tanggal publish: 17/09/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menampilkan salah satu warga ikut aksi Pasukan Berani Mati Dukung Jokowi (Presiden Joko Widodo), yang mengaku dibayar untuk melakukan demonstrasi.
Namun, setelah ditelusuri video tersebut dibagikan dengan konteks keliru.
Video tersebut diambil pada 2015 atau lebih dari sembilan tahun lalu, dan tidak ada kaitan dengan aksi Pasukan Berani Mati Dukung Jokowi.
Sebagai konteks, pada 22 September mendatang akan ada aksi apel akbar yang mengatasnamakan Pasukan Berani Mati Dukung Jokowi. Apel akbar itu kemudian menjadi sorotan sejumlah tokoh, termasuk mantan Ketua MPR RI Amien Rais.
Video yang diklaim menampilkan pasukan berani mati Jokowi muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Faceboook ini, ini dan X ini.
Video itu menampilkan seorang perempuan mengaku ikut demo mendukung Jokowi karena mendapat bayaran. Video diberi keterangan sebagai berikut:
Pasukan Berani Mati Jokowi Siap Masuk Jakarta
Mendukung kowi lantik jadi Polri, udehhh"Konon 20Kini 20.000Pasukan berani mati ????
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim sebagai pasukan berani mati Jokowi
Namun, setelah ditelusuri video tersebut dibagikan dengan konteks keliru.
Video tersebut diambil pada 2015 atau lebih dari sembilan tahun lalu, dan tidak ada kaitan dengan aksi Pasukan Berani Mati Dukung Jokowi.
Sebagai konteks, pada 22 September mendatang akan ada aksi apel akbar yang mengatasnamakan Pasukan Berani Mati Dukung Jokowi. Apel akbar itu kemudian menjadi sorotan sejumlah tokoh, termasuk mantan Ketua MPR RI Amien Rais.
Video yang diklaim menampilkan pasukan berani mati Jokowi muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Faceboook ini, ini dan X ini.
Video itu menampilkan seorang perempuan mengaku ikut demo mendukung Jokowi karena mendapat bayaran. Video diberi keterangan sebagai berikut:
Pasukan Berani Mati Jokowi Siap Masuk Jakarta
Mendukung kowi lantik jadi Polri, udehhh"Konon 20Kini 20.000Pasukan berani mati ????
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim sebagai pasukan berani mati Jokowi
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, video tersebut identik dengan yang ada di kanal YouTube Jakartanicus ini, yang diunggah pada 12 Februari 2015. Video itu merupakan potongan klip mulai menit 2:08.
Video menggambarkan momen ketika sejumlah orang melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara lebih dari sembilan tahun lalu. Unjuk rasa tidak ada kaitan dengan apel akbar Bela Jokowi.
Saat itu, massa menuntut Presiden Jokowi untuk segera melantik Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan sebagai Kapolri.
Pada periode Januari hingga Februari 2015, Budi Gunawan menjadi perhatian setelah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka korupsi saat menjabat Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian.
Padahal, Budi Gunawan merupakan calon tunggal Kapolri yang menggantikan Jenderal Sutarman. Komisi III DPR juga sudah melakukan uji kepatutan dan kelayakan, dan meloloskan BG.
Budi Gunawan kemudian melakukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang sidang perdananya digelar 2 Februari 2015.
Saat demonstrasi berlangsung, proses praperadilan masih berlangsung. Ketika ditanya, beberapa demonstran mengaku dibayar untuk mengikuti aksi. Mereka tidak mengetahui esensi dari demonstrasi tersebut.
Sehingga, dapat dipastikan video itu tidak terkait dengan Pasukan Berani Mati Dukung Jokowi.
Video menggambarkan momen ketika sejumlah orang melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara lebih dari sembilan tahun lalu. Unjuk rasa tidak ada kaitan dengan apel akbar Bela Jokowi.
Saat itu, massa menuntut Presiden Jokowi untuk segera melantik Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan sebagai Kapolri.
Pada periode Januari hingga Februari 2015, Budi Gunawan menjadi perhatian setelah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka korupsi saat menjabat Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian.
Padahal, Budi Gunawan merupakan calon tunggal Kapolri yang menggantikan Jenderal Sutarman. Komisi III DPR juga sudah melakukan uji kepatutan dan kelayakan, dan meloloskan BG.
Budi Gunawan kemudian melakukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang sidang perdananya digelar 2 Februari 2015.
Saat demonstrasi berlangsung, proses praperadilan masih berlangsung. Ketika ditanya, beberapa demonstran mengaku dibayar untuk mengikuti aksi. Mereka tidak mengetahui esensi dari demonstrasi tersebut.
Sehingga, dapat dipastikan video itu tidak terkait dengan Pasukan Berani Mati Dukung Jokowi.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan Pasukan Berani Mati Dukung Jokowi melakukan demonstrasi dibagikan dengan informasi yang keliru.
Adapun video aslinya memperlihatkan peristiwa ketika sejumlah orang melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara menuntut Jokowi segera melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri. Ketika ditanya, beberapa demonstran mengaku dibayar untuk mengikuti aksi tersebut.
Namun, peristiwa itu terjadi pada 2015, dan tidak ada kaitan dengan rencana apel akbar Pasukan Berani Mati Dukung Jokowi pada 22 September mendatang.
Adapun video aslinya memperlihatkan peristiwa ketika sejumlah orang melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara menuntut Jokowi segera melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri. Ketika ditanya, beberapa demonstran mengaku dibayar untuk mengikuti aksi tersebut.
Namun, peristiwa itu terjadi pada 2015, dan tidak ada kaitan dengan rencana apel akbar Pasukan Berani Mati Dukung Jokowi pada 22 September mendatang.
Rujukan
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1067169041676499&id=100051502381519&mibextid=oFDknk&rdid=F1YDd6I4AEoV1QVK
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=3583817691764070&id=100004076243791&mibextid=oFDknk&rdid=9QTKM8z5IMasDkfR
- https://twitter.com/MasBRO_back/status/1834245842842083750
- https://www.youtube.com/watch?v=PG2Wziah6l4
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22695) [HOAKS] Akun Facebook Catut Pimpinan BRI Bagikan Undian Berhadiah
Sumber:Tanggal publish: 17/09/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar akun Facebook mengatasnamakan Wakil Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Catur Budi Harto, yang membagikan informasi undian berhadiah uang tunai.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, akun Facebook tersebut palsu.
Akun Facebook mengatasnamakan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto membagikan tiga unggahan undian berhadiah pada Kamis (12/9/2024), yaitu ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang dibagikan:
Sobat BRI. Khususnya yang sudah pengguna aplikasi BRImo.!!
Ayo ikuti program undian BRI FESTIVAL berhadiah kami. Anda bisa ikutan daftar secara Gratis. Jangan sia-siakan kesempatan ini & memenangkan Total hadiah.
Rp.10jutaRp.20jutaRp.30juta
Rp.40jutaRp.50jutaRp.60juta
Rp.70jutaRp.80jutaRp.90jutaRp.100juta & Seterusnya sampai 1.Miliar
buruan klik daftar ambil kupon anda sekarang. Hadiah langsung dibagikan ke aplikasi BRImo Anda.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, akun Facebook tersebut palsu.
Akun Facebook mengatasnamakan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto membagikan tiga unggahan undian berhadiah pada Kamis (12/9/2024), yaitu ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang dibagikan:
Sobat BRI. Khususnya yang sudah pengguna aplikasi BRImo.!!
Ayo ikuti program undian BRI FESTIVAL berhadiah kami. Anda bisa ikutan daftar secara Gratis. Jangan sia-siakan kesempatan ini & memenangkan Total hadiah.
Rp.10jutaRp.20jutaRp.30juta
Rp.40jutaRp.50jutaRp.60juta
Rp.70jutaRp.80jutaRp.90jutaRp.100juta & Seterusnya sampai 1.Miliar
buruan klik daftar ambil kupon anda sekarang. Hadiah langsung dibagikan ke aplikasi BRImo Anda.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com memeriksa akun Facebook mengatasnamakan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto, dan menemukan indikasi bahwa akun itu palsu.
Pertama, akun Facebook tersebut tidak memiliki tanda terverifikasi (centang biru). Kemudian, akun tersebut baru dibuat pada Kamis (12/9/2024).
Semua unggahan adalah informasi undian berhadiah. Tidak ada unggahan yang menunjukkan aktivitas sebagai Wakil Direktur Utama BRI. Akun itu juga hanya memiliki dua pengikut.
Sementara itu, Kompas.com menemukan akun Instagram Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto dengan tanda centang biru, yang artinya telah terverifikasi.
Akun Instagram dengan handle @catur.budi.harto itu dibuat pada Januari 2018, dan mendapatkan status terverifikasi pada Mei 2022.
Akun Instagram tersebut memiliki lebih dari 17.000 pengikut, dan berisi unggahan yang menunjukkan aktivitas Catur Budi Harto selaku Wakil Direktur Utama BRI.
Dari perbandingan kedua akun tersebut, dapat disimpulkan bahwa akun Facebook mengatasnamakan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto adalah akun peniru atau palsu.
Kompas.com telah menghubungi BRI untuk meminta tanggapan terkait temuan akun peniru itu. Namun, BRI belum memberikan tanggapan.
Pertama, akun Facebook tersebut tidak memiliki tanda terverifikasi (centang biru). Kemudian, akun tersebut baru dibuat pada Kamis (12/9/2024).
Semua unggahan adalah informasi undian berhadiah. Tidak ada unggahan yang menunjukkan aktivitas sebagai Wakil Direktur Utama BRI. Akun itu juga hanya memiliki dua pengikut.
Sementara itu, Kompas.com menemukan akun Instagram Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto dengan tanda centang biru, yang artinya telah terverifikasi.
Akun Instagram dengan handle @catur.budi.harto itu dibuat pada Januari 2018, dan mendapatkan status terverifikasi pada Mei 2022.
Akun Instagram tersebut memiliki lebih dari 17.000 pengikut, dan berisi unggahan yang menunjukkan aktivitas Catur Budi Harto selaku Wakil Direktur Utama BRI.
Dari perbandingan kedua akun tersebut, dapat disimpulkan bahwa akun Facebook mengatasnamakan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto adalah akun peniru atau palsu.
Kompas.com telah menghubungi BRI untuk meminta tanggapan terkait temuan akun peniru itu. Namun, BRI belum memberikan tanggapan.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, akun Facebook mengatasnamakan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto adalah akun palsu.
Akun Facebook tersebut tidak memiliki tanda terverifikasi (centang biru). Kemudian, akun tersebut baru dibuat pada Kamis (12/9/2024).
Sementara, akun Instagram Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto telah terverifikasi dan memiliki tanda centang biru. Akun Instagram tersebut dibuat pada Januari 2018.
Akun Facebook tersebut tidak memiliki tanda terverifikasi (centang biru). Kemudian, akun tersebut baru dibuat pada Kamis (12/9/2024).
Sementara, akun Instagram Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto telah terverifikasi dan memiliki tanda centang biru. Akun Instagram tersebut dibuat pada Januari 2018.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0PaXVjJRZWQdpXrbvixZUAdkcJcVBrFrRa5L5dwHzzh5z5uXxTsvB7MrS2mzU83eRl&id=61565406914960
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02K64XStgR7TWL8jqmsuRVncr5eNpcYo4anfNphFmDoURfpFn4raXEnR7EuCjR8sZnl&id=61565406914960
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid05CkJ7eAUkH8AMSSw2p4J4tdyj7XE1tVVBQKsWyfXv1e4yUxY3fwxcn3nobZvY5ADl&id=61565406914960&_rdc=1&_rdr
- https://www.facebook.com/profile.php?id=61565936933584
- https://www.instagram.com/catur.budi.harto/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2841/7915
