(GFD-2026-33994) Cek Fakta: Klarifikasi Menteri Desa Bakal Tutup Indomaret - Alfamart Demi Koperasi Desa
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto akan menutup Indomaret dan Alfamart demi koperasi desa. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 23 Februari 2026.
Dalam postingannya terdapat foto Mendes dengan narasi:
"Menteri Desa akan Tutup Alfamart - Indomaret Demi Koperasi Desa"
Lalu benarkah postingan yang mengklaim Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto akan menutup Indomaret dan Alfamart demi koperasi desa?
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan klarifikasi dari Mendes Yandri Susanto. Bantahan itu ditulis Liputan6.com dalam artikel berjudul "Mendag Temui Mendes, Ternyata Ini Penjelasan Wacana Stop Ekspansi Alfamart Cs Diganti Kopdes" yang tayang 26 Februari 2026.
Ia menyatakan, retail modern seperti Alfamart dan Indomaret yang sudah beroperasi di desa tetap akan berjalan.
"Seolah-olah saya ingin menutup Indomaret dan Alfamart yang sudah ada, tidak. Yang kita setop itu, setop ekspansi yang baru, setop izin yang baru," tegas Mendes PDT.
Namun ke depan, pemerintah bakal mendorong Kopdes Merah Putih agar bisa lebih berjaya di desa. Lantaran 20 persen keuntungan dari KDKMP akan dikembalikan kepada desa.
"Kita sukseskan Koperasi Desa Merah Putih yang dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Keuntungannya nanti untuk desa sekurang-kurangnya 20 persen kembali menjadi pendapatan asli desa," ujar dia.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Postingan yang mengklaim Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto akan menutup Indomaret dan Alfamart demi koperasi desa telah diklarifikasi.
Rujukan
(GFD-2026-34260) Salah, Narasi Putin Akan Lindungi Indonesia dari Ancaman Amerika
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2026
Berita
tirto.id - Beredar sebuah unggahan video di media sosial Facebook yang mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan akan melindungi Indonesia dari ancaman Amerika Serikat.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Aisyah Qirania” (arsip) pada Rabu (15/04/2026). Dalam unggahan video berdurasi 26 detik tersebut menampilkan Putin bersama dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh lainnya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Vladimir Putin sudah deklarasi bakal lindungi Indonesia dari ancaman Amerika Serikat. Prabowo berhasil menjawab kritik setelah diisukan mengizinkan pesawat AS melintas di langit RI. Presiden Indonesia ini berani terbang ke Kremlin untuk meminta perlindungan Rusia. Hebatnya permintaan tanah air direspon dengan sangat baik oleh Putin. (0:20) Dirinya bakal memberikan perlindungan penuh sekaligus mentransfer kekuatan militer ke Nusantara.” Begitu narasi yang diucapkan dalam unggahan video tersebut.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan keterangan pada unggahan “Vladimir Putin bakal lindungi Indonesia dari ancaman Amerika Serikat.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (04/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 3,4 ribu tanda suka, 250 komentar, dan 148 kali dibagikan. Kolom komentar terbagi dua, beberapa komentar menyatakan kepercayaannya dan menuliskan bahwa Indonesia memiliki hubungan baik dengan Rusia dan sebagian lainnya mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun YouTube bernama @SEAupdate yang menampilkan video serupa dengan klaim Putin yang menyatakan akan melindungi Indonesia dari ancaman Amerika.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Putin Undang Lagi Prabowo ke Rusia Mei dan Juli Mendatang
Periksa Fakta Putin Deklarasi Lindungi Indonesia. foto/Hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Aisyah Qirania” (arsip) pada Rabu (15/04/2026). Dalam unggahan video berdurasi 26 detik tersebut menampilkan Putin bersama dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh lainnya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Vladimir Putin sudah deklarasi bakal lindungi Indonesia dari ancaman Amerika Serikat. Prabowo berhasil menjawab kritik setelah diisukan mengizinkan pesawat AS melintas di langit RI. Presiden Indonesia ini berani terbang ke Kremlin untuk meminta perlindungan Rusia. Hebatnya permintaan tanah air direspon dengan sangat baik oleh Putin. (0:20) Dirinya bakal memberikan perlindungan penuh sekaligus mentransfer kekuatan militer ke Nusantara.” Begitu narasi yang diucapkan dalam unggahan video tersebut.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan keterangan pada unggahan “Vladimir Putin bakal lindungi Indonesia dari ancaman Amerika Serikat.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (04/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 3,4 ribu tanda suka, 250 komentar, dan 148 kali dibagikan. Kolom komentar terbagi dua, beberapa komentar menyatakan kepercayaannya dan menuliskan bahwa Indonesia memiliki hubungan baik dengan Rusia dan sebagian lainnya mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun YouTube bernama @SEAupdate yang menampilkan video serupa dengan klaim Putin yang menyatakan akan melindungi Indonesia dari ancaman Amerika.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Putin Undang Lagi Prabowo ke Rusia Mei dan Juli Mendatang
Periksa Fakta Putin Deklarasi Lindungi Indonesia. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Kami justru diarahkan ke laman Kompas yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengaku berkonsultasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026).
Prabowo menyatakan perlunya konsultasi dengan Rusia di tengah ketidakpastian situasi geopolitik dunia. Adapun pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kemitraan strategis kedua negara dan tidak membahas ancaman militer dari AS terhadap Indonesia.
Melansir laman Kementerian Sekretariat Negara RI, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin (13/04/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kerjasama strategis Indonesia dan Rusia di tengah dinamika geopolitik global yang berkembang pesat. Prabowo sekaligus berkonsultasi dengan Putin terkait situasi geopolitik dunia dan tidak ada deklarasi yang dikeluarkan oleh kedua negara.
“Saya juga datang untuk konsultasi, karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat. Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini,” begitu keterangan Presiden Prabowo.
Dalam laman Dewan Pertimbangan Presiden RI, Rusia memang pernah mengeluarkan deklarasi bersama Indonesia pada 19 Juni 2025. Namun, deklarasi itu sebatas kemitraan strategis. Deklarasi tersebut berisi hubungan bilateral Indonesia-Rusia, mencakup pendidikan dan ekonomi digital, investasi, transportasi, serta penguatan konektivitas antar lembaga strategis.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menyaksikan langsung prosesi pertukaran sejumlah dokumen kerja sama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Rusia di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, pada Kamis, 19 Juni 2025. Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara menyepakati “Deklarasi Kemitraan Strategis antara Federasi Rusia dan Republik Indonesia”.
Selain itu, salah satu tayangan pada detik ke-12 dari video yang beredar menampilkan Putin. Klip yang dipakai merupakan pertemuan Putin dan Prabowo tahun lalu di YouTube Sekretariat Presiden, yaitu pertemuan Prabowo dengan Putin di Istana Kremlin, Moskow, pada 10 Desember 2025.
Dengan demikian, narasi yang menyebutkan Putin mendeklarasikan Indonesia dari ancaman Amerika Serikat adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.
Baca juga:Kado Presiden Prabowo untuk Buruh di May Day 2026
Kami justru diarahkan ke laman Kompas yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengaku berkonsultasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026).
Prabowo menyatakan perlunya konsultasi dengan Rusia di tengah ketidakpastian situasi geopolitik dunia. Adapun pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kemitraan strategis kedua negara dan tidak membahas ancaman militer dari AS terhadap Indonesia.
Melansir laman Kementerian Sekretariat Negara RI, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin (13/04/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kerjasama strategis Indonesia dan Rusia di tengah dinamika geopolitik global yang berkembang pesat. Prabowo sekaligus berkonsultasi dengan Putin terkait situasi geopolitik dunia dan tidak ada deklarasi yang dikeluarkan oleh kedua negara.
“Saya juga datang untuk konsultasi, karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat. Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini,” begitu keterangan Presiden Prabowo.
Dalam laman Dewan Pertimbangan Presiden RI, Rusia memang pernah mengeluarkan deklarasi bersama Indonesia pada 19 Juni 2025. Namun, deklarasi itu sebatas kemitraan strategis. Deklarasi tersebut berisi hubungan bilateral Indonesia-Rusia, mencakup pendidikan dan ekonomi digital, investasi, transportasi, serta penguatan konektivitas antar lembaga strategis.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menyaksikan langsung prosesi pertukaran sejumlah dokumen kerja sama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Rusia di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, pada Kamis, 19 Juni 2025. Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara menyepakati “Deklarasi Kemitraan Strategis antara Federasi Rusia dan Republik Indonesia”.
Selain itu, salah satu tayangan pada detik ke-12 dari video yang beredar menampilkan Putin. Klip yang dipakai merupakan pertemuan Putin dan Prabowo tahun lalu di YouTube Sekretariat Presiden, yaitu pertemuan Prabowo dengan Putin di Istana Kremlin, Moskow, pada 10 Desember 2025.
Dengan demikian, narasi yang menyebutkan Putin mendeklarasikan Indonesia dari ancaman Amerika Serikat adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.
Baca juga:Kado Presiden Prabowo untuk Buruh di May Day 2026
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Putin mendeklarasikan akan melindungi Indonesia dari ancaman Amerika Serikat adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Presiden Prabowo Subianto pernah berkonsultasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kerjasama strategis Indonesia dan Rusia di tengah dinamika geopolitik global.
Adapun deklarasi Rusia bersama Indonesia pernah dilakukan pada 19 Juni 2025. Namun, deklarasi itu sebatas kemitraan strategis dan tidak ada pembahasan terkait perlindungan Indonesia dari AS.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Presiden Prabowo Subianto pernah berkonsultasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kerjasama strategis Indonesia dan Rusia di tengah dinamika geopolitik global.
Adapun deklarasi Rusia bersama Indonesia pernah dilakukan pada 19 Juni 2025. Namun, deklarasi itu sebatas kemitraan strategis dan tidak ada pembahasan terkait perlindungan Indonesia dari AS.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/4460504834185055
- https://archive.today/ZOooz
- https://www.youtube.com/shorts/AT0xDMVbvUI
- https://tirto.id/putin-undang-lagi-prabowo-ke-rusia-mei-dan-juli-mendatang-huir
- https://www.kompas.tv/internasional/662681/prabowo-konsultasi-dengan-putin-atas-situasi-geopolitik-sebut-rusia-berperan-positif-menghadapinya
- https://www.setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_dan_presiden_putin_perkuat_arah_baru_kemitraan_strategis_indonesia_rusia
- https://wantimpres.go.id/id/2025/06/presiden-prabowo-dan-presiden-putin-sepakati-deklarasi-kemitraan-strategis/
- https://www.youtube.com/watch?v=An2UBq_cqck
- https://tirto.id/kado-presiden-prabowo-untuk-buruh-di-may-day-2026-hvpr
(GFD-2026-34011) Cek Fakta: Tidak Benar Pemerintah Menggalang Dana untuk Bantu APBN Lunasi Utang
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim Pemerintah menggalang dana untuk membantu APBN melunasi utang negara. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 30 April 2026.
Dalam postingannya terdapat tangkapan layar foto Presiden Prabowo berlatar belakang salah satu website penggalangan dana dengan narasi:
"Patungan APBN untuk Bantu Negara Lunasi Hutang
Donasi tersedia: Rp 137.420.000.000.
Donasi terkumpul:
Rp 137.420.000.000 dari target Rp 800.000.000.000.000"
Akun itu menambahkan narasi:
"Menteri Keuangan ngomong klo "Uang Kita Masih Banyak"
Jadi sebenarmya Patungan ini utk APBN atau untuk MBG?
Krn bisa saja digunakan utk MBG dan Koperasi Desa yg konon kabarnya dijadikan alat nyerap suara persiapan Pilpres 2029!"
Lalu benarkah postingan yang mengklaim Pemerintah menggalang dana untuk membantu APBN melunasi utang negara?
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka website Kitabisa.com yang menjadi latar belakang foto yang diposting. Dalam kolom pencarian tidak ditemukan adanya penggalangan dana untuk APBN.
Penelusuran dilanjutkan dan kami menemukan bantahan dalam akun @ppid.kemenkeu yang sudah bercentang biru atau terverifikasi. Di sana terdapat bantahan pada klaim yang beredar.
Bantahan itu diunggah pada 1 April 2026. Berikut isinya:
"Berita yang beredar mengenai peluncuran program "Patungan APBN untuk Bantu Negara Lunasi Utang" pada situs Kitabisa.com, merupakan berita hoaks.
Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Kementerian Keuangan."
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Postingan yang mengklaim Pemerintah menggalang dana untuk membantu APBN melunasi utang negara adalah tidak benar. Meski konten dalam postingan tersebut merupakan satir namun harus diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Rujukan
(GFD-2026-34012) Cek Fakta: Tidak Benar Video Prabowo Umumkan Bantuan untuk Modal Usaha dan Bayar Utang
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bantuan untuk masyarakat yang kesulitan ekonomi seperti modal usaha dan bayar utang. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 23 April 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Untuk mansyarakat indonesia yang ingin dibantu silahkan hubungi kami?"
Unggahan juga berisi video pernyataan Prabowo, berikut isinya:
"Siapapun dari kalian yang melihat video ini dan sedang dalam keadaan kesulitan ekonomi termasuk biaya untuk modal usaha, untuk bayar utang, uang sekolah dan lain lain tolong segera hubungi saya ya."
Terdapat menu kirim pesan dalam postingan tersebut.
Lalu benarkah klaim video Presiden Prabowo mengumumkan bantuan untuk masyarakat yang kesulitan ekonomi seperti modal usaha dan bayar utang? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Prabowo mengumumkan bantuan untuk modal usaha dan bayar utang. Penelusuran menunjukkan, video klaim identik dengan kegiatan Prabowo Subianto saat mengumumkan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui kewajiban penyimpanan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 17 Februari 2025.
Dalam pernyataanya, Prabowo mengatakan, kebijakan ini dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025.
"Dalam rangka memperkuat dan memperbesar dampak dari pengelolaan devisa hasil ekspor sumber daya alam maka pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2025," ujar Prabowo.
Melalui PP Nomor 8 Tahun 2025, pemerintah menetapkan bahwa eksportir di sektor pertambangan (kecuali minyak dan gas bumi), perkebunan, kehutanan, dan perikanan wajib menempatkan 100 persen DHE SDA dalam sistem keuangan nasional selama 12 bulan dalam rekening khusus di bank nasional. Sedangkan untuk sektor minyak dan gas bumi, aturan ini tetap mengacu pada PP Nomor 36 Tahun 2023.
"Dengan langkah ini, di tahun 2025 devisa hasil ekspor kita diperkirakan bertambah sebanyak 80 miliar dolar Amerika. Karena ini akan berlaku mulai 1 Maret, kalau lengkap 12 bulan hasilnya diperkirakan akan lebih dari 100 miliar dolar," ungkap Presiden.
Prabowo menjelaskan bahwa eksportir tetap diberikan fleksibilitas dalam menggunakan DHE SDA yang ditempatkan di dalam negeri. Diantaranya adalah untuk menukar ke rupiah di bank yang sama guna operasional bisnis, membayar kewajiban pajak dan penerimaan negara bukan pajak serta kewajiban lainnya dalam valuta asing, hingga membayar dividen dalam bentuk valuta asing.
Penelusuran juga dilakukan dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.
Hasil analisis Hive Moderation mengungkap bahwa video tersebut 44,7 persen merupakan buatan AI, sedangkan audio menunjukkan 98,3 persen dihasilkan oleh AI.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Prabowo mengumumkan bantuan untuk modal usaha dan bayar utang, tidak benar.
Rujukan
Halaman: 283/8128

