(GFD-2024-22681) [SALAH]: Minuman herbal bisa menggantikan cuci darah untuk gagal ginjal
Sumber: tiktok.comTanggal publish: 18/09/2024
Berita
Gagal Ginjal? Stop Cuci Darah
Hasil Cek Fakta
Beredar klaim bahwa minuman herbal dapat menggantikan cuci darah untuk penderita gagal ginjal. Namun setelah dilakukan penelusuran klaim tersebut tidak benar.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam, dr. Andi Khomeini Takdir, minuman rempah tidak dapat menggantikan proses cuci darah bagi pasien gagal ginjal. Meskipun minuman rempah mungkin memiliki manfaat bagi pasien diabetes, klaim tersebut harus didukung oleh penelitian yang valid. Hal ini ditegaskan pula oleh dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, yang menyatakan bahwa pengobatan alternatif tidak dianjurkan untuk menggantikan cuci darah karena tidak ada bukti yang mendukung efektivitasnya dalam mengobati gagal ginjal.
Ginjal yang mengalami kerusakan parah tidak dapat dipulihkan, sehingga pasien yang berada pada tahap akhir gagal ginjal memerlukan penggantian fungsi ginjal melalui cuci darah, CAPD, atau transplantasi ginjal. Pengobatan alternatif dianggap tidak efektif berdasarkan pedoman medis internasional, dan penanganan medis ginjal tergantung pada penyebab utama seperti diabetes atau hipertensi.
Pada kasus gagal ginjal, terutama yang kronis, gejalanya mencakup kelelahan, kulit kering, muntah, dan perubahan pada produksi urin. Perawatan seperti hemodialisis dan CAPD digunakan untuk menggantikan fungsi ginjal, dan obat-obatan diberikan untuk mengatasi gejala atau komplikasi tambahan, bukan untuk memperbaiki kerusakan ginjal itu sendiri.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam, dr. Andi Khomeini Takdir, minuman rempah tidak dapat menggantikan proses cuci darah bagi pasien gagal ginjal. Meskipun minuman rempah mungkin memiliki manfaat bagi pasien diabetes, klaim tersebut harus didukung oleh penelitian yang valid. Hal ini ditegaskan pula oleh dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, yang menyatakan bahwa pengobatan alternatif tidak dianjurkan untuk menggantikan cuci darah karena tidak ada bukti yang mendukung efektivitasnya dalam mengobati gagal ginjal.
Ginjal yang mengalami kerusakan parah tidak dapat dipulihkan, sehingga pasien yang berada pada tahap akhir gagal ginjal memerlukan penggantian fungsi ginjal melalui cuci darah, CAPD, atau transplantasi ginjal. Pengobatan alternatif dianggap tidak efektif berdasarkan pedoman medis internasional, dan penanganan medis ginjal tergantung pada penyebab utama seperti diabetes atau hipertensi.
Pada kasus gagal ginjal, terutama yang kronis, gejalanya mencakup kelelahan, kulit kering, muntah, dan perubahan pada produksi urin. Perawatan seperti hemodialisis dan CAPD digunakan untuk menggantikan fungsi ginjal, dan obat-obatan diberikan untuk mengatasi gejala atau komplikasi tambahan, bukan untuk memperbaiki kerusakan ginjal itu sendiri.
Kesimpulan
Pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal tahap akhir, yang disebut sebagai gagal ginjal kronis, pengobatan memerlukan prosedur medis seperti cuci darah yang tidak bisa digantikan oleh ramuan rempah atau pengobatan alternatif. Ginjal yang rusak parah tidak dapat pulih, dan satu-satunya cara untuk menggantikan fungsi penyaringan ginjal adalah melalui hemodialisis, CAPD, atau transplantasi ginjal.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2024/07/29/salah-rebusan-alang-alang-dan-setengah-jeruk-nipis-bisa-cegah-dan-sembuhkan-gagal-ginjal/
- https://turnbackhoax.id/2024/08/10/salah-terapi-minuman-rempah-bisa-menggantikan-cuci-darah-untuk-penderita-gagal-ginjal/
- https://www.urmc.rochester.edu/conditions-and-treatments/kidney-failure
- https://www.antaranews.com/berita/3435468/dokter-tak-anjurkan-pasien-gangguan-ginjal-berobat-alternatif
(GFD-2024-22684) [SALAH]: Pijat di kaki bisa sembuhkan sesak nafas
Sumber: facebook.comTanggal publish: 18/09/2024
Berita
Pijat Syaraf Kejepit
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah klaim bahwa memijat bagian kaki dapat meredakan sesak nafas. Namun setelah dilakukan penelusuran klaim tersebut tidak benar.
Menurut dr. Eva Sri Diana, spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi paru, sesak napas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk gagal jantung, penyempitan saluran pernapasan seperti PPOK atau asma bronkial, TBC, pneumonia, bronkiektasis, anemia, obesitas, gastritis, gagal ginjal, dan asites. Faktor psikologis seperti kecemasan dan stres juga dapat memicu sesak napas.
Penyebab sesak napas harus diatasi dari akar masalahnya, karena gejalanya tidak dapat hilang hanya dengan pijat. Pijat mungkin memberikan efek pada sistem saraf, terutama pada masalah sisa stroke atau kelelahan, tetapi tidak mengobati penyebab utama penyakit, termasuk asma, yang tidak dapat disembuhkan dengan pijat karena merupakan kondisi genetik yang dipicu oleh berbagai faktor seperti debu, udara dingin, atau stres.
Website Siloam Hospital juga menyebutkan berbagai penyebab sesak napas, dari yang ringan hingga serius, seperti obesitas, merokok, penyakit paru-paru, dan penyakit jantung. Pengobatan sesak napas bervariasi sesuai dengan penyebabnya, meliputi pemberian oksigen, obat inhaler untuk asma, antibiotik untuk infeksi paru, atau bahkan tindakan bedah untuk kondisi seperti pneumotoraks.
Dengan demikian klaim tersebut tidak benar dengan kategori konten yang menyesatkan.
Menurut dr. Eva Sri Diana, spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi paru, sesak napas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk gagal jantung, penyempitan saluran pernapasan seperti PPOK atau asma bronkial, TBC, pneumonia, bronkiektasis, anemia, obesitas, gastritis, gagal ginjal, dan asites. Faktor psikologis seperti kecemasan dan stres juga dapat memicu sesak napas.
Penyebab sesak napas harus diatasi dari akar masalahnya, karena gejalanya tidak dapat hilang hanya dengan pijat. Pijat mungkin memberikan efek pada sistem saraf, terutama pada masalah sisa stroke atau kelelahan, tetapi tidak mengobati penyebab utama penyakit, termasuk asma, yang tidak dapat disembuhkan dengan pijat karena merupakan kondisi genetik yang dipicu oleh berbagai faktor seperti debu, udara dingin, atau stres.
Website Siloam Hospital juga menyebutkan berbagai penyebab sesak napas, dari yang ringan hingga serius, seperti obesitas, merokok, penyakit paru-paru, dan penyakit jantung. Pengobatan sesak napas bervariasi sesuai dengan penyebabnya, meliputi pemberian oksigen, obat inhaler untuk asma, antibiotik untuk infeksi paru, atau bahkan tindakan bedah untuk kondisi seperti pneumotoraks.
Dengan demikian klaim tersebut tidak benar dengan kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Klaim bahwa pijat kaki bisa menyembuhkan sesak napas menahun adalah keliru. Penyebab sesak napas sangat beragam, mulai dari penyakit paru-paru, jantung, hingga faktor psikologis. Pengobatan sesak napas harus disesuaikan dengan penyebab utamanya. Sebelum penyebab dasar sesak napas diatasi, gejalanya tidak dapat hilang hanya dengan pijat. Pijat mungkin membantu meredakan gejala sementara pada masalah saraf, tetapi tidak menyembuhkan penyebab mendasar dari sesak napas.
Rujukan
(GFD-2024-22686) [SALAH] Tornado dan Hujan Es Sapu Bersih Ratusan Rumah di Sumatera Utara
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 18/09/2024
Berita
Sumatera Utara Porak Poranda!! Tornado & Hujan Es Sapu Bersih Ratusan Rumah Dalam Sekejap
Hasil Cek Fakta
Pada 3 September 2024 lalu muncul sebuah unggahan video di Youtube memberikan sebuah klaim pada judul Sumatera Utara porak poranda, tornado dan hujan es sapu bersih ratusan rumah dalam sekejap.
Namun, setelah disimak dan dilakukan pencarian Google ternyata narator hanya membacakan sebuah artikel yang diunggah oleh CNN yang berjudul “Hujan Es dan Angin Puting Beliung di Taput: 8 Rumah Rusak, 1 Meninggal”. Dalam artikel tersebut tidak dijelaskan bahwa angin puting beliung dan hujan es menyapu bersih ratusan rumah.
Dilansir dari CNN, hujan es yang disusul hujan deras disertai angin puting beliung hanya sebabkan delapan rumah warga rusak parah. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim yang mengatakan hujan es dan angin puting beliung sapu bersih ratusan rumah di Sumatera Utara adalah tidak benar.
Namun, setelah disimak dan dilakukan pencarian Google ternyata narator hanya membacakan sebuah artikel yang diunggah oleh CNN yang berjudul “Hujan Es dan Angin Puting Beliung di Taput: 8 Rumah Rusak, 1 Meninggal”. Dalam artikel tersebut tidak dijelaskan bahwa angin puting beliung dan hujan es menyapu bersih ratusan rumah.
Dilansir dari CNN, hujan es yang disusul hujan deras disertai angin puting beliung hanya sebabkan delapan rumah warga rusak parah. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim yang mengatakan hujan es dan angin puting beliung sapu bersih ratusan rumah di Sumatera Utara adalah tidak benar.
Kesimpulan
Klaim yang mengatakan hujan es dan angin puting beliung sapu bersih ratusan rumah di Sumatera Utara adalah tidak benar. Faktanya hujan deras disertai angin puting beliung hanya sebabkan delapan rumah warga rusak.
Rujukan
(GFD-2024-22687) [SALAH] Moderna Mengakui Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kanker
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 18/09/2024
Berita
”Kebenaran akan mencari Jalan nya sendiri”
Moderna telah mengakui vaksin COVID mRNA-nya menyebabkan KANKER setelah miliaran fragmen DNA ditemukan dalam botol suntikan berbahaya tersebut.
Moderna telah mengakui vaksin COVID mRNA-nya menyebabkan KANKER setelah miliaran fragmen DNA ditemukan dalam botol suntikan berbahaya tersebut.
Hasil Cek Fakta
Artikel disadur dari Kompas.
Beredar unggahan di media sosial Facebook mengklaim bahwa perusahaan farmasi moderna telah mengakui bahwa vaksin Covid-19 buatan mereka menyebabkan kanker. Narasi tersebut disertai tautan menuju artikel berjudul “Moderna confirms mRNA COVID Vaccines cause Cancer” yang dimuat di situs expose-news.com.
Dilansir dari Kompas.com, narasi Moderna mengakui bahwa vaksin Covid-19 buatan mereka menyebabkan kanker adalah hoaks. Narasi tersebut disebarkan oleh Robert Malone, menurut PolitiFact.com Malone merupakan seseorang yang memiliki riwayat menyebarkan klaim palsu terkait pandemi dan Covid-19.
Permohonan paten tersebut terkait dengan vaksin RNA, tetapi komentar yang disoroti Malone adalah tentang vaksin DNA. Dalam deskripsinya tentang vaksin DNA, permohonan paten Moderna menyebutkan beberapa kekhawatiran teoritis terkait kanker sebagai contoh kelemahan teknologi tersebut. Salah satunya adalah kemungkinan mutagenesis sisipan, yang dapat menyebabkan aktivasi onkogen atau penghambatan gen penekan tumor.
Namun, kekhawatiran potensial soal mutagenesis yang disebutkan dalam permohonan paten Moderna adalah tentang vaksin yang menggunakan DNA sebagai bahan utamanya. Sementara, vaksin Covid-19 yang dikembangkan Moderna dan disetujui penggunaannya adalah vaksin bertipe mRNA, bukan vaksin DNA. Tidak ada sisa DNA yang mengkode gen penyebab kanker dalam vaksin mRNA.
Beredar unggahan di media sosial Facebook mengklaim bahwa perusahaan farmasi moderna telah mengakui bahwa vaksin Covid-19 buatan mereka menyebabkan kanker. Narasi tersebut disertai tautan menuju artikel berjudul “Moderna confirms mRNA COVID Vaccines cause Cancer” yang dimuat di situs expose-news.com.
Dilansir dari Kompas.com, narasi Moderna mengakui bahwa vaksin Covid-19 buatan mereka menyebabkan kanker adalah hoaks. Narasi tersebut disebarkan oleh Robert Malone, menurut PolitiFact.com Malone merupakan seseorang yang memiliki riwayat menyebarkan klaim palsu terkait pandemi dan Covid-19.
Permohonan paten tersebut terkait dengan vaksin RNA, tetapi komentar yang disoroti Malone adalah tentang vaksin DNA. Dalam deskripsinya tentang vaksin DNA, permohonan paten Moderna menyebutkan beberapa kekhawatiran teoritis terkait kanker sebagai contoh kelemahan teknologi tersebut. Salah satunya adalah kemungkinan mutagenesis sisipan, yang dapat menyebabkan aktivasi onkogen atau penghambatan gen penekan tumor.
Namun, kekhawatiran potensial soal mutagenesis yang disebutkan dalam permohonan paten Moderna adalah tentang vaksin yang menggunakan DNA sebagai bahan utamanya. Sementara, vaksin Covid-19 yang dikembangkan Moderna dan disetujui penggunaannya adalah vaksin bertipe mRNA, bukan vaksin DNA. Tidak ada sisa DNA yang mengkode gen penyebab kanker dalam vaksin mRNA.
Kesimpulan
Klaim yang menyebut bahwa perusahaan farmasi Moderna mengakui bahwa vaksin Covid-19 buatan mereka menyebabkan kanker adalah salah. Kekhawatiran potensial soal mutagenesis yang disebutkan dalam permohonan paten Moderna adalah tentang vaksin yang menggunakan DNA sebagai bahan utamanya. Sementara, vaksin Covid-19 yang dikembangkan Moderna dan disetujui penggunaannya adalah vaksin bertipe mRNA, bukan vaksin DNA.
Rujukan
Halaman: 2821/7915







