• (GFD-2024-20080) [SALAH] “Dumatno Budi Utomo Pemilik Asli Foto Wisuda yang Diakui Jokowi”

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 25/05/2024

    Berita

    “Dumatno budi utomo pemilik asli foto wisuda yg di akui jokowi”

    “Viral dan damai perbincangan di masyarakat tertang ijazah palsu presiden… Berani tidak @DPR_RI Kuak / kupas / selidiki masalah ini agar rakyat mendapat kepastian tidak simpang siur…! @DPR_RI berhak loh…. Terkecuali dpr berubah nama…. ‘Dewan Pelindung Rezim’”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Twitter membagikan informasi bahwa Dumatno Budi Utomo merupakan pemilik asli foto wisuda yang diakui Jokowi. Pada narasinya postingan tersebut juga menyebut bahwa ijazah yang dimiliki Jokowi adalah ijazah palsu.

    Namun klaim tersebut menyesatkan, faktanya Dumatno Budi Utomo bukan merupakan alumnus UGM sedangkan toga yang digunakan dalam foto wisuda tersebut adalah toga wisuda UGM. Dilansir dari Brilio.net, foto tersebut diambil saat Jokowi wisuda pada 1985. Toga yang digunakan Jokowi dalam foto tersebut merupakan toga yang sama ia kenakan saat foto bersama rekan seangkatannya.

    Foto bersama rekan seangkatan yang dimaksud, telah dikonfirmasi benar keasliannya oleh Keluarga Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (KAGAMAHUT) angkatan 1980 saat menggelar konferensi pers seperti yang dilansir dari Koran Jakarta pada Oktober 2022. Mengutip dari Akurat.co, foto wisudawan Fakultas Kehutanan UGM tersebut diambil di Balairung UGM.

    “Sesungguhnya kami alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 adalah saksi hidup. Kami bukan hanya mendengar tapi kami melihat dan menyaksikan dan berinteraksi langsung dengan Bapak Insinyur Joko Widodo selama beliau mengikuti proses perkuliahan di Fakultas Kehutanan UGM dari tahun 1980 sampai dengan Pak Joko Widodo lulus tahun 1985,” ujar Mustoha Iskandar selaku PIC KAGAMAHUT Angkatan 1980 sekaligus mengkonfirmasi keaslian foto bersama tersebut.

    Hasil penelusuran melalui mesin pencarian Google untuk mengetahui siapa Dumatno Budi Utomo, Hallo.id menyebut bahwa Dumatno merupakan Ketua Umum ‘Kita Satu’ dan juga menjabat sebagai Direktur Utama PT. Bara Toba Energi. Diketahui juga dari Instagram @dpp_hanura, Dumatno merupakan Caleg DPR RI Dapil Jawa Tengah IX dari partai Hanura yang pernah mengenyam pendidikan di STIES Surakarta, bukan di UGM.

    Klaim terkait ijazah palsu Jokowi adalah hoaks lama yang berulang kali beredar dan sudah beberapa kali dibantah kebenaran akan klaim tersebut oleh Pemeriksa Fakta Mafindo dan media periksa fakta lainnya.

    Dengan demikian, Dumatno Budi Utomo pemilik asli foto wisuda yang diakui Jokowi adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah

    Faktanya toga wisuda yang dikenakan dalam foto tersebut merupakan toga wisuda UGM serupa dengan toga yang dikenakan Jokowi pada saat foto bersama. Sedangkan Dumatno Budi Utomo yang juga merupakan Caleg DPR RI Dapil Jawa Tengah IX dari partai Hanura yang diketahui mengenyam pendidikan STIES Surakarta, bukan di UGM.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20079) [KLARIFIKASI] Foto Ini Bukan Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar foto yang diklaim menunjukkan pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi, dan disertai narasi dihadiri jutaan orang.

    Sebagaimana diketahui, Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter di Provinsi Azerbaijan Timur, Iran, pada 19 Mei 2024.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto itu dibagikan dengan narasi keliru.

    Foto yang diklaim menunjukkan pemakaman Presiden Iran dihadiri jutaan orang dibagikan oleh akun Facebook ini pada Jumat (24/5/2024). Foto serupa dibagikan akun X (Twitter) ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Western empherialist says Raisi was unpopular in Iran. I saw millions of people at his funeral.

    (Imperialis Barat mengatakan bahwa Raisi tidak populer di Iran. Saya melihat jutaan orang di pemakamannya.)

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com memverifikasi narasi tersebut dengen menelusuri pemberitaan dari media kredibel tentang pemakaman Raisi.

    Dilansir Al Jazeera, pemakaman Raisi digelar pada Kamis (23/5/2024). Ribuan orang berbaris di kota timur Birjand untuk melepas kepergian sang presiden.

    Raisi dimakamkan di kota kelahirannya Mashhad, tepatnya di mausoleum Imam Reza, yang dianggap sebagai tempat suci oleh masyarakat Iran.

    Sementara itu, foto yang dibagikan unggahan Facebook tersebut bukan pemakaman Raisi, melainkan pemimpin Garda Revolusi Iran, Jenderal Qasem Soleimani.

    Menurut pemeriksa fakta Check Your Fact, foto serupa ditemukan di situs berbagi foto Alamy. Deskripsi foto menyebutkan bahwa gambar itu diambil pada 5 Januari 2020.

    Berikut deskripsi yang dicantumkan:

    Peti mati Jenderal Qassem Soleimani dan beberapa orang lainnya yang terbunuh di Irak oleh serangan pesawat tak berawak AS, diangkut ke sebuah truk yang dikelilingi oleh para pelayat saat prosesi pemakaman, di kota Mashhad, Iran, Minggu, 5 Januari 2020.

    Kematian Soleimani pada hari Jumat di Irak semakin meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Washington setelah berbulan-bulan saling bertukar serangan dan ancaman yang membuat Timur Tengah yang lebih luas menjadi tegang. (Mohammad Hossein Thaghi/Kantor Berita Tasnim via AP)

    Screenshot Tangkapan layar foto pemakaman Jenderal Iran Qasem Soleimani di situs Alamy

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto yang diklaim menunjukkan pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi dihadiri jutaan orang perlu diluruskan.

    Foto itu dibagikan dengan narasi keliru. Foto tersebut bukan menunjukkan pemakaman Raisi, melainkan pemimpin Garda Revolusi Iran, Jenderal Qasem Soleimani.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20078) [HOAKS] Modus Baru Mencampur Gorengan dengan Narkoba

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi mengenai modus baru untuk membuat gorengan menjadi lebih renyah dan enak, yakni dengan mencampurkan adonannya dengan narkoba.

    Beberapa pengguna media sosial menyebut pelaku telah ditangkap di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.

    Narasi mengenai modus penjual gorengan yang mencampur adonan dengan narkoba disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Pengunggah menyertakan video berdurasi 1 menit 29 detik yang menampilkan polisi dan tersangka, serta alat-alat yang dipakai untuk membuat narkoba.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (23/5/2024):

    Hati2 buat yg suka beli gorengan. Skrng ada modus baru gorengannya di campur bubuk narkoba biar lebih crispy dan enak.Pelakunya sdh di tangkap di daerah Sentul Bogor.

    Hasil Cek Fakta

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memastikan, narasi mengenai modus peredaran narkoba dalam gorengan adalah hoaks.

    "Setelah ditelisik lebih jauh, informasi tersebut dipastikan hoaks atau berita bohong," kata Ade, pada Kamis (23/5/2024), seperti diberitakan Kompas.com.

    Sementara, video yang beredar merupakan penggerebekan industri rumahan clandestine laboratory penghasil pinaca atau cannabinoid.

    Penggerebekan dilakukan oleh Subdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya belum lama ini.

    "Tepung yang disebut mengandung narkoba merupakan salah satu serbuk kimia yang menjadi bahan pembuatan pinaca, yang merupakan bahan utama pembuatan tembakau sintetis," kata Ade.

    Video serupa ditemukan di akun Instagram @subdit3_narkoba.pmj yang diunggah pada 29 April 2024.

    Momen yang terekam merupakan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

    Sebelumnya, Subdirektorat 3 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek rumah yang memproduksi narkoba jenis Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol (PCC) di Tarikolot, Citeureup, Kabupaten Bogor.

    Warga dan pengurus RT tidak ada yang curiga karena rumah itu meminta izin untuk mengoperasikan bengkel.

    Namun, setelah ada laporan mengenai pengiriman pil PCC lewat jasa ekspedisi, polisi menangkap pria berinisial MH (43), pada Rabu (15/5/2024).

    Polisi menyita 1.215.000 pil PCC dan 1.024.000 butir hexymer.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai modus baru mencampurkan narkoba ke dalam adonan gorengan agar lebih renyah dan enak merupakan hoaks.

    Video yang beredar merupakan olah TKP terkait penggerebekan lokasi pembuatan bahan tembakau sintetis, pinaca, di Sentul, Bogor, pada 29 April 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20077) [KLARIFIKASI] Konteks Keliru Terkait Video Helikopter Medevac AS

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video diklaim menampilkan helikopter dengan teknologi night vision yang digunakan Turkiye untuk mencari lokasi kecelakaan Presiden Iran Ebrahim Raisi.

    Raisi dan beberapa pejabat Iran dinyatakan tewas dalam kecelakaan helikopter, pada Senin (20/5/2024).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video itu keliru dan perlu diluruskan.

    Video helikopter dengan teknologi night vision yang digunakan Turkiye untuk mencari lokasi kecelakaan Presiden Iran disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.

    Klip yang sama juga terdapat pada bagian awal video yang diunggah akun ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun Facebook pada Senin (20/5/2024) dalam terjemahan bahasa Indonesia:

    BREAKING: TURKI MENGERAHKAN HELIKOPTER NIGHT VISION UNTUK MENCARI PRESIDEN IRANTurki telah mengerahkan helikopter penglihatan malam untuk membantu pencarian presiden Iran yang hilang.

    “Kami mengirim 6 awak kendaraan dan 32 ahli ke Iran untuk melakukan pencarian dan penyelamatan di daerah pegunungan. Kami telah menyiagakan tim yang terdiri dari 15 ahli penelitian untuk pindah ke Iran. Lima tim kami hampir mendekati koordinat helikopter yang diumumkan oleh Ruang Angkasa Iran."

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar merupakan helikopter medevac atau medical evacuation, milik Brigade Penerbangan Tempur ke-82 Angkatan Udara Amerika Serikat (AS).

    Video serupa ditemukan di kanal YouTube AiirSource Military, pada 20 Maret 2012 dan situs web Angkatan Laut AS, 13 April 2012.

    Video tersebut merupakan bagian dari latihan lepas landas, mendarat, dan pengerahan petugas medis dengan kabel hoist.

    Turkiye memang memberikan bantuan dalam mencari lokasi kecelakaan helikopter Bell 212 yang ditumpangi Raisi.

    Seperti dilaporkan Al Jazeera, Otoritas Darurat Turkiye mengirimkan kendaraan serta ahli pencarian dan penyelamatan setelah Iran meminta bantuan.

    Turkiye mengerahkan pesawat nirawak atau drone Akinci yang diproduksi Baykar Defense, perusahaan pertahanan swasta yang pesawatnya digunakan Angkatan Bersenjata Turki.

    Kendati demikian, video yang beredar bukanlah helikopter dengan teknologi night vision yang dikerahkan Turkiye.

    Kesimpulan

    Video latihan helikopter medevac milik Brigade Penerbangan Tempur ke-82 Angkatan Udara AS disebarkan dengan konteks keliru.

    Video tersebut bukan memperlihatkan drone Akinci atau helikopter dengan teknologi night vision yang dikerahkan Turkiye untuk mencari lokasi kecelakaan helikopter Presiden Iran.

    Rujukan