• (GFD-2024-20250) [KLARIFIKASI] Penertiban NIK di Jakarta Dilakukan Bertahap

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Tersiar informasi soal penertiban nomor induk kependudukan (NIK) warga Jakarta yang tidak sesuai domisili atau berada di luar wilayah.

    Apabila di situs Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta, NIK terdaftar dalam penataan dan penertiban, maka penonaktifan permanen akan dimulai 1 Juni 2024.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru dan perlu diluruskan.

    Informasi soal penonaktifan permanen mulai 1 Juni 2024 disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun, pada Senin (27/5/2024):

    Bapak Ibu warga Jakarta, mohon luangkan waktu sejenak untuk mengecek NIK KTP, sebelum di-nonaktifkan permanen per 1 Juni 2024 jika terdaftar dalam penataan dan penertiban.Sekilas info penertiban NIK DKI Jakarta.1. Masuk website dukcapil https://datawarga-dukcapil.jakarta.go.id/2. Masukkan NIK dan captha sesuai gambar3. Lihat hasil yang muncul4. Apabila muncul *tidak terdaftar dalam penataan dan penertiban* maka NIK tidak ada masalah, tidak perlu lakukan apapun5. Jika muncul hasil *terdaftar dalam penataan dan penertiban* maka perlu diurus ke kelurahan karena akan dinonaktifkan permanen per 1 Juni 2024.

    Hasil Cek Fakta

    Dinas Dukcapil DKI Jakarta sudah melakukan penataan dan penertiban NIK sejak tahun lalu.

    Tujuannya, agar NIK dan data warga dicatat sesuai domisili demi meningkatkan keakuratan data kependudukan.

    Berdasarkan laporan Harian Kompas, pada pekan ketiga Mei 2024, pemerintah mulai menonaktifkan NIK 81.300 warga yang telah meninggal dunia.

    Penonaktifan juga dilakukan bagi NIK 13.000 warga yang menempati rukun tetangga (RT) sudah tidak ada.

    "Mohon pengertian. Ini amanat undang-undang dan tertib administrasi, serta upaya agar bantuan sosial tepat sasaran. Selama ini, ada warga tidak tinggal di Jakarta, tetapi tetap dapat bantuan sosial," kata Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Budi Awaluddin, pada 15 April 2024.

    Berdasarkan informasi di akun Instagram Dinas Dukcapil DKI Jakarta, penonaktifan pada 1 Juni 2024 dimaksudkan bagi warga yang meninggal dan RT/RW yang sudah tidak ada.

    Adapun penonaktifan NIK dilakukan secara bertahap, bukan dilakukan serentak.

    Sementara, penonaktifan tidak berlaku bagi warga yang sudah mengurus perpindahan atau sudah melapor ke kelurahan dengan hasil verifikasi lapangan yang menguatkan.

    Meski di situs Dukcapil NIK terdaftar dalam penataan dan penertiban, warga tidak perlu khawatir.

    NIK tetap terdaftar di Data Warga dan tidak akan diajukan penonaktifan.

    "Penonaktifan tidak dilakukan permanen karena terdapat mekanisme pengaktifan kembali," dikutip dari akun @dukcapiljakarta.

    Kesimpulan

    Penonaktifan NIK mulai 1 Juni 2024 diberlakukan bagi warga yang telah meninggal atau alamat RT/RW yang tertera sudah tidak ada.

    Dinas Dukcapil DKI Jakarta tengah melakukan penataan dan penertiban data kependudukan secara bertahap.

    NIK yang terdaftar dalam penataan dan penertiban tidak dinonaktifkan permanen, karena ada mekanisme pengaktifan kembali.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20249) [SALAH] Video Biksu Beribadah di Masjid

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 31/05/2024

    Berita

    “Bismillah. Bukan begini maksud toleransinya, kan semua umat beragama yg berbeda agamanya sudah punya tempat ibadah nya masing2. Campur aduk begini, jadi meresahkan, astaghfirullahal adzim. Ada yg tau ini kejadian kapan dan di mesjid mana?”.

    Hasil Cek Fakta

    Penjelasan:
    Akun Twitter @NinzExe07 mengunggah video yang menunjukkan beberapa biksu di masjid. Pada video tersebut tertulis narasi “Astaghfirullah, kok masjid pun di acak2 gini?” dan “Bukankah ini jelas2 tololansi?”. Pengguna Twitter itu juga menambahkan keterangan bahwa biksu yang beribadah di masjid ini mulai meresahkan, serta ia bertanya kepada netizen mengenai waktu dan lokasi masjid tersebut. Cuitan dan video yang diunggah pada 20 Mei 2024 tersebut telah disukai hampir 300 orang, dikutip dan dibagikan ulang lebih dari 200 kali, serta telah dilihat lebih dari 22,000 kali.

    Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut menyesatkan. Video serupa telah diunggah oleh media okezone.com di TikTok resminya. Pada kolom keterangan tertulis bahwa rombongan biksu tersebut merupakan Biksu Tudhong yang sedang beristirahat di masjid di tengah menjalankan tradisi berjalan kaki menjelang perayaan puncak Tri Suci Waisak. okezone.com juga menulis bahwa sebelum meninggalkan masjid, para Biksu Tudhong mengucapkan doa sebagai ungkapan terima kasih sebelum meninggalkan masjid.

    Lebih lanjut, berita yang sama juga tertera di artikel Detik Jateng yang berjudul “Viral Biksu Thudong Istirahat di Masjid Bengkal Temanggung, Ini Kata Takmir”. Melansir dari artikel yang ditulis pada 20 Mei tersebut, rombongan Biksu Thudong beristirahat di Masjid Baiturrohmah Bengkal, Temanggung.

    Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @NinzExe07 merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Konten yang menyesatkan. Video tersebut menunjukkan para Biksu Tudhong yang diizinkan beristirahat di masjid daerah Temanggung saat melakukan perjalanan ke Candi Borobudur, bukan biksu yang dengan sengaja beribadah di masjid.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20248) [SALAH] Oreo Mengandung Babi dan Kutu Babi

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 31/05/2024

    Berita

    “Kutu babi busuk Oreo”.

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter @opposite6892 mengunggah video yang menarasikan bahwa Oreo mengandung babi, dan terdapat kutu babi ketika dilihat menggunakan mikroskp. Cuitan dan video yang diunggah pada 23 Mei tersebut telah disukai oleh 34 orang, dikutip dan dibagikan lebih dari 50 kali, serta telah dilihat hampir 5,000 kali.

    Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut palsu. Di Indonesia, produk makanan yang beredar wajib melalui pemeriksaan akan kandungan dan kehalalannya, seperti yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 39 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

    Terlebih lagi, ketika dilakukan pencarian produk Oreo di situs resmi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dari Kementerian Agama RI, terlihat bahwa 38 produk Oreo yang diproduksi PT. Mondelez Indonesia telah terbukti halal dan memiliki nomor sertifikat yang resmi.

    Lebih lanjut, ketika dilakukan pencarian di Google dengan kata kunci “Oreo mengandung babi”, terlihat banyak artikel yang menampik narasi tersebut.

    Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @opposite6892 merupakan konten palsu.

    Kesimpulan

    Konten palsu. Tidak ditemukan bukti yang valid mengenai kandungan babi dan kutu babi di Oreo, serta Oreo di Indonesia telah tersertifikasi halal.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20247) [SALAH] RS Sri Ratu Medan Resmi Tutup Setelah Viral Tolak Pasien

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 30/05/2024

    Berita

    “Cemana menurut klen we para netizen:scream::scream::scream::scream:”

    “RS SRI RATU MEDAN RESMI DI TUTUP SAMPAI SEMUA NYA SUDAH REDA SITUASI KEMBALI MENJADI SEMULA KITA MULAI DARI 0 LAGI UNTUK SEMUANYA, KAMI STAF” KARYAWAN RS MINTA MAAF ATAS KEJADIAN WAKTU ITU KAMI JUGA SUDAH MEMECAT BIDAN MELVI”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar unggahan Facebook membagikan informasi yang mengklaim bahwa RS Sri Ratu Medan tutup, disebutkan juga bahwa tutupnya rumah sakit tersebut karena video yang viral perawat menolak dan meremehkan pasien yang hendak berobat.

    Namun setelah ditelusuri klaim tersebut tidak benar. Melalui Instagram resminya, RS Sri Ratu Medan mengkonfirmasi bahwa mereka masih buka dan tetap melayani pasien seperti biasa.

    Dilansir dari Kompas.com, RS Sri Ratu Medan telah memecat perawat yang menolak dan meremehkan pasien yang hendak berobat tersebut karena telah melanggar etika komunikasi dan berkelakuan tidak sopan terhadap pasien yang bertentangan dengan kode etik pelayanan kesehatan.

    Dengan demikian, RS Sri Ratu resmi tutup setelah viral tolak pasien adalah tidak benar dengan kategori Konten Tiruan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah

    Melalui Instagram resminya RS Sri Ratu Medan mengkonfirmasi bahwa klaim tersebut tidak benar.

    Rujukan