(GFD-2024-23030) Cek Fakta: Hoaks Samsung Bagikan 800 Ponsel Baru di Facebook dalam Rangka Merayakan Ulang Tahun ke-84
Sumber:Tanggal publish: 30/09/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan Samsung membagikan 800 ponsel baru dalam rangka merayakan ulang tahun ke-84. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun bernama Samsung Fans mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 27 September 2024.
Dalam postingannya terdapat narasi sebagai berikut:
"Untuk merayakan ulang tahun Samsung ke-84, tim @SAMSUNG akan mengirimkan 800 ponsel Samsung baru kepada semua orang yang mengucapkan "Selamat Ulang Tahun" di halaman resmi kami sebelum 30 September."
Lalu benarkah postingan Samsung membagikan 800 ponsel baru dalam rangka merayakan ulang tahun ke-84?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan akun bernama Samsung Fans bukanlah akun resmi Samsung ataupun Samsung Indonesia.
Di Facebook akun resmi Samsung bernama @SamsungIndonesia yang sudah bercentang biru atau terverifikasi. Dalam akun tersebut juga tidak ditemukan informasi valid mereka akan membagikan 800 ponsel dalam rangka ulang tahun ke-84.
Sementara website resmi Samsung adalah Samsung.com. Di sana juga tidak ada informasi valid terkait pembagian ponsel seperti dalam postingan.
Dalam website resminya, Samsung Electronics sendiri baru berdiri tahun 1969. Artinya umur mereka saat ini baru 55 tahun.
Di dalam kolom komentar postingan juga terdapat ajakan untuk mengklik tautan tertentu. Ini merupakan modus pencurian data atau pinjaman online ilegal sehingga postingan seperti ini tidak bisa dipercaya dan harus dihindari.
Kesimpulan
Postingan Samsung membagikan 800 ponsel baru dalam rangka merayakan ulang tahun ke-84 adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2024-23033) Pelantikan presiden diundur jadi Desember 2024, benarkah?
Sumber:Tanggal publish: 30/09/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube berdurasi delapan menit menarasikan Prabowo terkejut mengetahui pelantikan dirinya sebagai Presiden 2024-2029 diundur.
Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) PKPU Nomor 3 Tahun 2022, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024 seharusnya pada 20 Oktober 2024. Namun dalam unggahan video yang beredar tersebut, pelantikan akan diundur menjadi Desember 2024.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“PRABOWO KAGET!! PELANTIKAN PRESIDEN DI UNDUR”
Namun, benarkah pelantikan presiden diundur jadi Desember 2024?
Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) PKPU Nomor 3 Tahun 2022, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024 seharusnya pada 20 Oktober 2024. Namun dalam unggahan video yang beredar tersebut, pelantikan akan diundur menjadi Desember 2024.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“PRABOWO KAGET!! PELANTIKAN PRESIDEN DI UNDUR”
Namun, benarkah pelantikan presiden diundur jadi Desember 2024?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, narator hanya membacakan narasi dari berita Kompas yang berjudul “Jadwal Pelantikan Presiden-Wapres Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming”. Dalam berita tersebut, tidak ada narasi jadwal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2024 diundur.
Selain itu, salah satu potongan video serupa dengan unggahan YouTube Tribunnews yang berjudul “Mahfud MD Sindir Presiden yang Cari Akal untuk Perpanjang Masa Jabatan, Bandingan dengan BJ Habibie”. Dalam video tersebut, Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD memuji kepemimpinan Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Pujian itu disampaikan saat Mahfud menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion Kerapuhan Etika Penyelenggara Negara "Etika Sosial dan Pendidikan" pada Senin (2/9/2024).
Dengan demikian, klaim pelantikan presiden diundur menjadi Desember 2024 merupakan pernyataan yang keliru.
Klaim: Pelantikan presiden diundur jadi Desember 2024
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Selain itu, salah satu potongan video serupa dengan unggahan YouTube Tribunnews yang berjudul “Mahfud MD Sindir Presiden yang Cari Akal untuk Perpanjang Masa Jabatan, Bandingan dengan BJ Habibie”. Dalam video tersebut, Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD memuji kepemimpinan Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Pujian itu disampaikan saat Mahfud menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion Kerapuhan Etika Penyelenggara Negara "Etika Sosial dan Pendidikan" pada Senin (2/9/2024).
Dengan demikian, klaim pelantikan presiden diundur menjadi Desember 2024 merupakan pernyataan yang keliru.
Klaim: Pelantikan presiden diundur jadi Desember 2024
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-23034) [SALAH] Diksi Merdeka: “Warga Bali : Ini Bali Bukan Jawa Jadi Mohon Volume TOA Brengsek Di Perkecil”
Sumber: TikTokTanggal publish: 30/09/2024
Berita
“Warga Bali : Ini Bali Bukan Jawa Jadi Mohon Volume TOA Brengsek Di Perkecil”.
Hasil Cek Fakta
Akun TikTok @1q_223 (Alibaba) mengunggah tangkapan layar berita Diksi Merdeka yang berjudul “Warga Bali : Ini Bali Bukan Jawa Jadi Mohon Volume TOA Brengsek Di Perkecil”. Unggahan tersebut telah disukai 3,176 orang dan mendapatkan 2,564 komentar dalam waktu dua hari.
Ketika memasukkan judul berita tersebut di search bar web resmi Diksi Merdeka, tidak ditemukan artikel dengan judul demikian. Bahkan ketika memasukkan keyword “Ini Bali bukan Jawa volume TOA diperkecil” di pencarian Google, tidak ditemukan berita mengenai warga Bali yang memprotes suara TOA dan menyebutkan bahwa mereka ada di Bali bukan Jawa.
Setelah menelusuri foto utama berita yang terlihat di tangkapan layar, ditemukan beberapa artikel yang menggunakan foto sama persis, yang membahas mengenai Pramuka Bali, bukan toa masjid. Salah satunya artikel Kata Bali berjudul “Putri Suastini Koster Harap Pramuka Bali Jadi Contoh Pramuka Lain di Nusantara” dan artikel dari Media Pelangi yang berjudul “Ny. Putri Koster, Berharap Pramuka Bali Terus Bergerak Melalui Kegiatan dan Program Tepat Sasaran”.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh akun TikTok @1q_223 adalah konten yang dimanipulasi.
Ketika memasukkan judul berita tersebut di search bar web resmi Diksi Merdeka, tidak ditemukan artikel dengan judul demikian. Bahkan ketika memasukkan keyword “Ini Bali bukan Jawa volume TOA diperkecil” di pencarian Google, tidak ditemukan berita mengenai warga Bali yang memprotes suara TOA dan menyebutkan bahwa mereka ada di Bali bukan Jawa.
Setelah menelusuri foto utama berita yang terlihat di tangkapan layar, ditemukan beberapa artikel yang menggunakan foto sama persis, yang membahas mengenai Pramuka Bali, bukan toa masjid. Salah satunya artikel Kata Bali berjudul “Putri Suastini Koster Harap Pramuka Bali Jadi Contoh Pramuka Lain di Nusantara” dan artikel dari Media Pelangi yang berjudul “Ny. Putri Koster, Berharap Pramuka Bali Terus Bergerak Melalui Kegiatan dan Program Tepat Sasaran”.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh akun TikTok @1q_223 adalah konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Konten yang dimanipulasi. Media Diksi Merdeka tidak pernah menulis berita dengan judul tersebut dan tidak ada media yang menulis judul berita demikian.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2024/09/30/salah-diksi-merdeka-warga-bali-ini-bali-bukan-jawa-jadi-mohon-volume-toa-brengsek-di-perkecil/
- https://diksimerdeka.com/?s=Warga+Bali+%3A+Ini+Bali+Bukan+Jawa+Jadi+Mohon+Volume&post_type=post
- https://www.google.com/search?q=Ini+Bali+bukan+Jawa+volume+TOA+diperkecil
- https://katabali.com/2020/02/putri-suastini-koster-harap-pramuka-bali-jadi-contoh-pramuka-lain-di-nusantara/
- https://www.mediapelangi.com/2020/02/23/ny-putri-koster-berharap-pramuka-bali-terus-bergerak-melalui-kegiatan-dan-program-tepat-sasaran/
(GFD-2024-23035) [SALAH] Video Kecelakaan di Tanjung Uncang, Batam
Sumber: FacebookTanggal publish: 30/09/2024
Berita
“Kecelakaan di Tanjung uncang..
#batam
#TanjungUncang”.
#batam
#TanjungUncang”.
Hasil Cek Fakta
Artikel disadur dari Kompas.
Akun Facebook bernama Muhammad Rodja mengunggah video yang menunjukkan beberapa orang tergeletak berdarah setelah kecelakaan. Muhammad Rodja mengklaim video itu adalah kecelakaan di Tanjung Uncang, Batam.
Setelah dilakukan pencarian oleh tim Kompas, Kepala Unit Penegakan Hukum Lalu Lintas Polresta Barelang, Iptu Viktor Hutahaean telah memastikan bahwa kecelakaan tersebut tidak terjadi di Tanjung Uncang, tetapi Morowali. Informasi ini dilansir dari artikel Batam Pos yang berjudul “Polisi Pastikan Kecelakaan di Tanjunguncang Hoaks”.
Selain itu, melansir dari Tribun Palu, dugaan sementara kecelakaan di Tanjung Uncang tersebut terjadi ketika mobil pick up milik PT Senapati Sinergi Tujuh Tujuh (SSTT) terguling karena sopir pick up kehilangan kendali saat hendak menyalip bus dan kemudian muncul kendaraan lain dari arah yang berlawanan.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh akun Facebook Muhammad Rodja merupakan konteks yang salah.
Akun Facebook bernama Muhammad Rodja mengunggah video yang menunjukkan beberapa orang tergeletak berdarah setelah kecelakaan. Muhammad Rodja mengklaim video itu adalah kecelakaan di Tanjung Uncang, Batam.
Setelah dilakukan pencarian oleh tim Kompas, Kepala Unit Penegakan Hukum Lalu Lintas Polresta Barelang, Iptu Viktor Hutahaean telah memastikan bahwa kecelakaan tersebut tidak terjadi di Tanjung Uncang, tetapi Morowali. Informasi ini dilansir dari artikel Batam Pos yang berjudul “Polisi Pastikan Kecelakaan di Tanjunguncang Hoaks”.
Selain itu, melansir dari Tribun Palu, dugaan sementara kecelakaan di Tanjung Uncang tersebut terjadi ketika mobil pick up milik PT Senapati Sinergi Tujuh Tujuh (SSTT) terguling karena sopir pick up kehilangan kendali saat hendak menyalip bus dan kemudian muncul kendaraan lain dari arah yang berlawanan.
Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh akun Facebook Muhammad Rodja merupakan konteks yang salah.
Kesimpulan
Konteks yang salah. Video itu adalah kecelakaan di Morowali, Sulawesi Tengah, bukan Batam.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2024/09/30/salah-video-kecelakaan-di-tanjung-uncang-batam/
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/09/24/142800282/-klarifikasi-video-kecelakaan-di-morowali-dinarasikan-terjadi-di-batam
- https://metro.batampos.co.id/polisi-pastikan-kecelakaan-di-tanjunguncang-hoaks/
- https://palu.tribunnews.com/2024/09/22/pick-up-angkut-pekerja-di-bahodopi-morowali-terguling-2-karyawan-tewas#google_vignette
Halaman: 2740/7906
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4956208/original/075600500_1727658905-cek_fakta_samsung.jpg)


