Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial YouTube mengeklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto mengerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) setelah Malaysia dan Singapura disebut mengancam kedaulatan Indonesia.
Unggahan tersebut menampilkan potongan video dan narasi yang menggambarkan seolah-olah terjadi konflik di perbatasan Selat Malaka, serta menyebut Prabowo akan menurunkan jet tempur dan kapal perang.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“MALAYSIA BERANI LANGGAR BATAS WILAYAH PICU AMARAH INDONESIA
PECAHNYA KONFLIK INDONESIA MALAYSIA DI PERBATASAN SELAT MALAKA”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Prabowo kerahkan alutsista?
(GFD-2026-34061) Hoaks! Prabowo kerahkan alutsista untuk serang Malaysia
Sumber:Tanggal publish: 05/05/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah maupun laporan media kredibel yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengerahkan alutsista akibat ancaman dari Malaysia dan Singapura.
Faktanya, video yang digunakan dalam unggahan tersebut merupakan potongan dari peristiwa lain yang tidak berkaitan. Cuplikan yang menampilkan Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, berasal dari konferensi pers dalam rangka KTT ASEAN ini yang diunggah pada 25 Oktober 2025.
Sementara itu, video lainnya terkait Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, berasal dari pertemuan darurat Menteri Luar Negeri ASEAN terkait situasi di Timur Tengah pada 13 Maret 2026. Video selengkapnya dapat dilihat di sini.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kedua pernyataan tersebut tidak membahas ancaman terhadap kedaulatan Indonesia.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo mengerahkan alutsista karena ancaman dari Malaysia dan Singapura merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Prabowo kerahkan alutsista karena Malaysia dan Singapura ancam kedaulatan RI
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Faktanya, video yang digunakan dalam unggahan tersebut merupakan potongan dari peristiwa lain yang tidak berkaitan. Cuplikan yang menampilkan Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, berasal dari konferensi pers dalam rangka KTT ASEAN ini yang diunggah pada 25 Oktober 2025.
Sementara itu, video lainnya terkait Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, berasal dari pertemuan darurat Menteri Luar Negeri ASEAN terkait situasi di Timur Tengah pada 13 Maret 2026. Video selengkapnya dapat dilihat di sini.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kedua pernyataan tersebut tidak membahas ancaman terhadap kedaulatan Indonesia.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo mengerahkan alutsista karena ancaman dari Malaysia dan Singapura merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Prabowo kerahkan alutsista karena Malaysia dan Singapura ancam kedaulatan RI
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-34062) Hoaks! Megawati sebut guru honorer "sampah negara"
Sumber:Tanggal publish: 05/05/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menyebut guru honorer sebagai “sampah negara”.
Unggahan tersebut menyertakan narasi yang menyatakan bahwa jika ingin melihat “sampah negara”, maka lihatlah guru honorer.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Megawati Soekarnoputri ingatkan kalo mau lihat sampah negara maka lihatlah guru honorer karena merekalah sampah negara”
Namun, benarkah Megawati sebut guru honorer sebagai sampah negara?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Unggahan tersebut menyertakan narasi yang menyatakan bahwa jika ingin melihat “sampah negara”, maka lihatlah guru honorer.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Megawati Soekarnoputri ingatkan kalo mau lihat sampah negara maka lihatlah guru honorer karena merekalah sampah negara”
Namun, benarkah Megawati sebut guru honorer sebagai sampah negara?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebut bahwa Megawati Soekarnoputri pernah mengeluarkan pernyataan tersebut.
Foto yang digunakan dalam unggahan tersebut serupa dengan unggahan Instagram Puan Maharani ini dan tidak berkaitan dengan narasi yang beredar.
Foto tersebut merupakan dokumentasi saat Megawati menerima gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University di Riyadh, Arab Saudi, pada 9 Februari 2026.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Megawati Soekarnoputri menyebut guru honorer sebagai “sampah negara” adalah informasi yang tidak berdasar.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: Megawati sebut guru honorer “sampah negara”
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Foto yang digunakan dalam unggahan tersebut serupa dengan unggahan Instagram Puan Maharani ini dan tidak berkaitan dengan narasi yang beredar.
Foto tersebut merupakan dokumentasi saat Megawati menerima gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University di Riyadh, Arab Saudi, pada 9 Februari 2026.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Megawati Soekarnoputri menyebut guru honorer sebagai “sampah negara” adalah informasi yang tidak berdasar.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: Megawati sebut guru honorer “sampah negara”
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-34063) Hoaks! Menteri Agama kecewa masyarakat tak dukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun
Sumber:Tanggal publish: 05/05/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Threads menarasikan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar merasa kecewa karena masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun.
Unggahan tersebut beredar dalam bentuk foto dan narasi yang menyebutkan bahwa Menteri Agama menyalahkan masyarakat atas minimnya dukungan terhadap rencana pengumpulan dana tersebut.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Menteri Agama kecewa masyarakat tak mendukung kumpulkan dana 1000 Triliun
Jika tak percaya dengan ahli agama itu sama saja tak percaya dengan danya pahala dan akhirat”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Menteri Agama kecewa masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun?
Unggahan tersebut beredar dalam bentuk foto dan narasi yang menyebutkan bahwa Menteri Agama menyalahkan masyarakat atas minimnya dukungan terhadap rencana pengumpulan dana tersebut.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Menteri Agama kecewa masyarakat tak mendukung kumpulkan dana 1000 Triliun
Jika tak percaya dengan ahli agama itu sama saja tak percaya dengan danya pahala dan akhirat”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Menteri Agama kecewa masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah atau media kredibel yang menyebutkan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hal tersebut.
Kementerian Agama, melalui Instagram resminya, membantah pernyataan kekecewaan Menteri Agama terhadap masyarakat terkait pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun.
Ia memang pernah membahas potensi besar dana umat dalam beberapa kesempatan, seperti dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026 dan program siniar Satu Meja pada 25 Maret 2026.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan klaim pengumpulan dana Rp1.000 triliun maupun kekecewaan kepada masyarakat.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Menteri Agama kecewa terhadap masyarakat karena tidak mendukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Menteri Agama kecewa masyarakat tak dukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Kementerian Agama, melalui Instagram resminya, membantah pernyataan kekecewaan Menteri Agama terhadap masyarakat terkait pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun.
Ia memang pernah membahas potensi besar dana umat dalam beberapa kesempatan, seperti dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026 dan program siniar Satu Meja pada 25 Maret 2026.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan klaim pengumpulan dana Rp1.000 triliun maupun kekecewaan kepada masyarakat.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Menteri Agama kecewa terhadap masyarakat karena tidak mendukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Menteri Agama kecewa masyarakat tak dukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-34064) Hoaks! Akun TikTok Sekretariat Jenderal Kemenkeu tawarkan bantuan dana
Sumber:Tanggal publish: 05/05/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial TikTok menarasikan adanya akun yang mengatasnamakan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan yang menawarkan bantuan dana kepada masyarakat.
Unggahan tersebut menampilkan sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta mengajak masyarakat untuk mendaftar bantuan melalui nomor WhatsApp yang tertera di akun.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“silahkan untuk hubungi WhatsApp untuk mendaftar 085849938227”
Namun, benarkah akun TikTok Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan menawarkan bantuan dana tersebut?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Unggahan tersebut menampilkan sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta mengajak masyarakat untuk mendaftar bantuan melalui nomor WhatsApp yang tertera di akun.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“silahkan untuk hubungi WhatsApp untuk mendaftar 085849938227”
Namun, benarkah akun TikTok Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan menawarkan bantuan dana tersebut?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, akun tersebut bukan akun resmi dan tidak memiliki keterkaitan dengan Kementerian Keuangan.
Kementerian Keuangan melalui akun Instagram resminya juga membantah video yang diunggah oleh akun TikTok tersebut.
Faktanya, akun dengan nama “official.bantuan5” diketahui telah mengunggah sejumlah video yang menampilkan sosok Menteri Keuangan seolah-olah menawarkan bantuan keuangan dan meminta pengguna menghubungi nomor tertentu untuk pendaftaran.
Video yang beredar menunjukkan sejumlah kejanggalan, seperti ketidaksesuaian gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah yang tidak alami, sehingga mengindikasikan bahwa konten tersebut merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: Akun TikTok Sekretariat Jenderal Kemenkeu tawarkan bantuan dana
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Kementerian Keuangan melalui akun Instagram resminya juga membantah video yang diunggah oleh akun TikTok tersebut.
Faktanya, akun dengan nama “official.bantuan5” diketahui telah mengunggah sejumlah video yang menampilkan sosok Menteri Keuangan seolah-olah menawarkan bantuan keuangan dan meminta pengguna menghubungi nomor tertentu untuk pendaftaran.
Video yang beredar menunjukkan sejumlah kejanggalan, seperti ketidaksesuaian gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah yang tidak alami, sehingga mengindikasikan bahwa konten tersebut merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: Akun TikTok Sekretariat Jenderal Kemenkeu tawarkan bantuan dana
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
Halaman: 273/8126



