• (GFD-2026-34062) Hoaks! Megawati sebut guru honorer "sampah negara"

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menyebut guru honorer sebagai “sampah negara”.

    Unggahan tersebut menyertakan narasi yang menyatakan bahwa jika ingin melihat “sampah negara”, maka lihatlah guru honorer.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Megawati Soekarnoputri ingatkan kalo mau lihat sampah negara maka lihatlah guru honorer karena merekalah sampah negara”

    Namun, benarkah Megawati sebut guru honorer sebagai sampah negara?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebut bahwa Megawati Soekarnoputri pernah mengeluarkan pernyataan tersebut.

    Foto yang digunakan dalam unggahan tersebut serupa dengan unggahan Instagram Puan Maharani ini dan tidak berkaitan dengan narasi yang beredar.

    Foto tersebut merupakan dokumentasi saat Megawati menerima gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University di Riyadh, Arab Saudi, pada 9 Februari 2026.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Megawati Soekarnoputri menyebut guru honorer sebagai “sampah negara” adalah informasi yang tidak berdasar.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Megawati sebut guru honorer “sampah negara”

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34063) Hoaks! Menteri Agama kecewa masyarakat tak dukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Threads menarasikan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar merasa kecewa karena masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun.

    Unggahan tersebut beredar dalam bentuk foto dan narasi yang menyebutkan bahwa Menteri Agama menyalahkan masyarakat atas minimnya dukungan terhadap rencana pengumpulan dana tersebut.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Menteri Agama kecewa masyarakat tak mendukung kumpulkan dana 1000 Triliun

    Jika tak percaya dengan ahli agama itu sama saja tak percaya dengan danya pahala dan akhirat”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah Menteri Agama kecewa masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah atau media kredibel yang menyebutkan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hal tersebut.

    Kementerian Agama, melalui Instagram resminya, membantah pernyataan kekecewaan Menteri Agama terhadap masyarakat terkait pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun.

    Ia memang pernah membahas potensi besar dana umat dalam beberapa kesempatan, seperti dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026 dan program siniar Satu Meja pada 25 Maret 2026.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan klaim pengumpulan dana Rp1.000 triliun maupun kekecewaan kepada masyarakat.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Menteri Agama kecewa terhadap masyarakat karena tidak mendukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Rating: Menteri Agama kecewa masyarakat tak dukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34064) Hoaks! Akun TikTok Sekretariat Jenderal Kemenkeu tawarkan bantuan dana

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial TikTok menarasikan adanya akun yang mengatasnamakan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan yang menawarkan bantuan dana kepada masyarakat.

    Unggahan tersebut menampilkan sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta mengajak masyarakat untuk mendaftar bantuan melalui nomor WhatsApp yang tertera di akun.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “silahkan untuk hubungi WhatsApp untuk mendaftar 085849938227”

    Namun, benarkah akun TikTok Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan menawarkan bantuan dana tersebut?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, akun tersebut bukan akun resmi dan tidak memiliki keterkaitan dengan Kementerian Keuangan.

    Kementerian Keuangan melalui akun Instagram resminya juga membantah video yang diunggah oleh akun TikTok tersebut.

    Faktanya, akun dengan nama “official.bantuan5” diketahui telah mengunggah sejumlah video yang menampilkan sosok Menteri Keuangan seolah-olah menawarkan bantuan keuangan dan meminta pengguna menghubungi nomor tertentu untuk pendaftaran.

    Video yang beredar menunjukkan sejumlah kejanggalan, seperti ketidaksesuaian gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah yang tidak alami, sehingga mengindikasikan bahwa konten tersebut merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Akun TikTok Sekretariat Jenderal Kemenkeu tawarkan bantuan dana

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34065) Hoaks! Purbaya tantang Luhut untuk transparansi program MBG

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di media sosial Facebook menarasikan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menantang Luhut Binsar Pandjaitan untuk membuka transparansi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Unggahan tersebut menyebut Purbaya meminta Luhut menjelaskan secara terbuka jumlah dapur MBG serta rincian anggaran per dapur agar publik mengetahui penggunaan dana program tersebut.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “MEMANAS GUYS MENKEU PURBAYA TANTANG LUHUT

    Menkeu PURBAYA tegaskan ke luhut panjait4n, tegaskan kata menkeu PURBAYA jika anda MBG ingin terus berjalan coba dong bapak berikan pernyataan terbuka ke masyarakat, jumlah dapur mbg berapa, per dapur mendapatkan anggaran berapa, biar jelas uangnya klo betul tidak di Korupsi Menurut kalian kira-kira Bagaimana guys??”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, Purbaya menantang Luhut untuk transparansi program MBG?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah atau media kredibel yang menyebut bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menantang Luhut Binsar Pandjaitan terkait transparansi program MBG.

    Hasil penelusuran menggunakan Google Lens menunjukkan bahwa gambar dalam unggahan tersebut identik dengan pemberitaan ini mengenai isu hubungan Purbaya dan Luhut saat sidang kabinet pada Oktober 2025.

    Dalam konteks aslinya, Purbaya memberikan klarifikasi bahwa tidak adanya interaksi saat sidang bukan disebabkan konflik, melainkan karena posisi duduk yang berjauhan. Ia juga menegaskan bahwa hubungan dengan Luhut tetap baik dan profesional.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hingga saat ini, tidak terdapat bukti bahwa Menteri Keuangan pernah menyampaikan tantangan terbuka kepada Luhut terkait transparansi program MBG.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menantang Luhut Binsar Pandjaitan terkait transparansi program MBG adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Rating: Purbaya tantang Luhut untuk transparansi program MBG

    Klaim: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan