• (GFD-2026-34056) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan PT HM Sampoerna

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/05/2026

    Berita

    Akun Facebook “Info Terkini 2025” pada Kamis (23/4/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    Open rekrutmen lagi nih yukk teman-teman ambil kesempatan berkarir bersama PT HM SAMPOERNA TBK penempatan seluruh Indonesia 

    Klik link pendaftaran yaaa 

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “ lowongan kerja pt hm sampoerna” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan kompas.com “PT Sampoerna Buka Lowongan Kerja Maret 2026, Simak Posisi dan Kualifikasinya”.

    Dari pemberitaan yang tayang pada Jumat (13/3/2026) itu diketahui PT HM Sampoerna Tbk membuka lowongan kerja pada Maret 2026 yang terbuka untuk lulusan S1 dan juga S2. Sejumlah posisi yang dibuka itu berbeda dengan unggahan akun Facebook “Info Terkini 2025”.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “penipuan lowongan kerja pt hm sampoerna” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke unggahan akun resmi Linkedin  PT HM Sampoerna “PT HM Sampoerna Tbk”.

    Dalam unggahannya pada Desember 2025, perusahaan mengingatkan masyarakat untuk memastikan info lowongan berasal dari kanal  resmi sampoerna.com/id/careers/ dan join.pmicareers.com/gb/en/indonesia

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran lowongan PT HM Sampoerna” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34058) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Rekrutmen Manajer Koperasi Desa Merah Putih

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 30 April 2026.
    Klaim link rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih berupa tulisan sebagai berikut.
    "REKRUTMEN
    30.000 MANAJER KOPERASI
    Kemenkop DESA/KELURAHAN MERAH PUTIH 2026
    Kementerian Koperasi
    Republik Indonesia
    AYO BURUAN DAFTAR SEKARANG
    SEBELUM PENDAFTARAN DI TUTUP
    Posisi: Manager KDKMP: 30.000 lowongan
    Manajer Operasional KNMP: 1,369 lowongan
    Kepala Produksi KNMP: 1.369 lowongan
    Penjamin Mutu KNMP: 1,369 lowongan
    Administrasi Keuangan KNMP: 1,369 lowonganSyarat:
    Selessi terbuka bagi lulusan D3, D4, dan S1IPK minimal 2,75
    Batas usia 35 tahun"
    Dalam unggahan tersebut terdapat menu daftar segera, jika diklik akan muncul link berikut.
    "https://h6.2026apply-segera.xyz/?fbclid=IwY2xjawRmczNleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFsNDZWUkY1dDV5VVprb2RMc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHo4U6mmCWClXBcDiHZQ-OnyTtIvLjBeFdc3ajDYBlFijIwgGnu8ElJDoLIrr_aem_yufbFWmKbGduQ7Zk6nTr-g"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah data pribadi berupa nama sesuai KTP dan nomor Telegram.
    Benarkah klaim link rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih Diumumkan, Simak Akses Resmi untuk Hindari Penipuan" yang dimuat Liputan6.com, pada 27 April 2026.
    Artikel Liputan6.com menyebutkan, pelamar dapat mengakses portal resmi di https://phtc.panselnas.go.id/. 
    Penelusuran juga mengarah pada akun Instagram resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI @bakom.ri, unggahan tersebut menyebutkan, pendaftaran hanya dilakukan melalui kanal resmi phtc.panselnas.go.id. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penipuan, karena seluruh proses seleksi dilaksanakan secara adil dan tidak dipungut biaya apapun.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih tidak benar.
    Pendaftaran hanya dilakukan melalui kanal resmi phtc.panselnas.go.id. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penipuan, karena seluruh proses seleksi dilaksanakan secara adil dan tidak dipungut biaya apapun.
  • (GFD-2026-34059) Hoaks! Menteri Agama larang sembelih hewan saat Idul Adha

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menarasikan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar melarang masyarakat menyembelih hewan kurban dan menggantinya dengan uang.

    Unggahan tersebut berbentuk video yang menampilkan potongan pernyataan Menteri Agama, disertai teks yang seolah-olah menyatakan bahwa ibadah kurban tidak perlu dilakukan dengan penyembelihan hewan.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Menteri agama otak nyah makin koplak Lebaran kurban, Gk boleh nyembelih hewan, Suruh ganti uang

    MENTERI AGAMA bilang gak usah HEWAN KORBAN, suruh ganti Uang aja, Gimana sih nih.???"

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah Menteri Agama melarang masyarakat untuk menyembelih hewan kurban dan diganti dengan uang?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah maupun laporan media kredibel yang menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar melarang penyembelihan hewan kurban.

    Faktanya, video dalam unggahan tersebut merupakan potongan dari kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada 2 April 2026.

    Dalam konteks aslinya, Menteri Agama tidak melarang ibadah kurban, melainkan menyampaikan gagasan agar pengelolaan kurban dapat dilakukan secara lebih tertata dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Selain itu, Kementerian Agama melalui Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik menegaskan bahwa narasi yang beredar merupakan disinformasi akibat pemotongan video yang tidak utuh.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Menteri Agama melarang penyembelihan hewan kurban dan menggantinya dengan uang adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Klaim: Menteri Agama larang sembelih hewan saat Idul Adha

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34060) Cek fakta, laki-laki tidak perlu mendapatkan vaksin HPV

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa laki-laki tidak perlu mendapatkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) karena tidak memiliki rahim atau serviks.

    Unggahan tersebut menyertakan narasi yang menyatakan bahwa vaksin HPV hanya dibutuhkan perempuan untuk mencegah kanker serviks, sehingga laki-laki dianggap tidak perlu divaksin.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Tapi pada akhir-akhir ini, kira-kira 1 dekade ini, penelitian berlanjut pada laki-laki. Nah laki-laki kan nggak punya serviks, laki-laki kan enggak punya rahim. Kenapa disamakan? Kenapa disuntik?”

    Namun, benarkah laki-laki tidak perlu mendapatkan vaksin HPV?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari otoritas kesehatan maupun media kredibel yang mendukung klaim tersebut.

    Justru, Prof. Hartono Gunardi dari Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia, dilansir dari ANTARA, menegaskan bahwa vaksin HPV penting diberikan kepada laki-laki maupun perempuan sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus HPV.

    Ia juga menegaskan virus HPV dapat menginfeksi siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, dan dapat menular melalui kontak kulit maupun selaput lendir.

    Pada laki-laki, infeksi HPV juga dapat menyebabkan berbagai jenis kanker, seperti kanker tenggorokan, anus, hingga kanker penis.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Oleh karena itu, vaksinasi HPV tidak hanya bertujuan melindungi perempuan dari kanker serviks, tetapi juga melindungi laki-laki dari risiko infeksi dan penularan virus tersebut.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut laki-laki tidak perlu mendapatkan vaksin HPV adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan