• (GFD-2024-23191) Keliru, Klaim Kasus Autoimun Meledak Pasca Vaksinasi Covid-19

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/10/2024

    Berita



    Sebuah akun di Facebook [ arsip ] mengunggah narasi tentang hubungan antara vaksinasi Covid-19 dengan penyakit autoimun. Pengunggah mengklaim bahwa semakin banyak ilmuwan yang melaporkan dalam penelitiannya terkait berbagai jenis penyakit autoimun dari yang paling ringan seperti dermatitis, hingga kelas Berat yang menimbulkan kerusakan organ, kelumpuhan, bahkan kematian.

    Hal tersebut disebabkan oleh reaktivitas silang antara protein SARS-CoV-2 dari vaksin dan protein manusia yang menimbulkan kerusakan pada sel-sel organ dari level ringan hingga level berat.

     

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tanggal 25 Juli 2024 tersebut sudah disukai 226 dan dibagikan 96 kali. Benarkah penyakit autoimun disebabkan oleh efek samping vaksin Covid-19?

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim di atas dengan mewawancarai peneliti virologi dan imunologi David Virya Chen. Menurut David, klaim bahwa autoimun merupakan efek samping dari vaksinasi Covid-19 tidak akurat.  

    Menurut dia, untuk mengevaluasi secara keseluruhan efektivitas vaksin, membutuhkan waktu lama. Namun sejauh ini, vaksin Covid-19 memiliki risiko sangat kecil. 

    Dalam sistem regulatori obat maupun vaksin di seluruh dunia, kata dia, terdapat uji klinik masa keempat atau fase yang terakhir yakni uji klinik setelah obat atau vaksin tersebar di masyarakat. Efek samping apapun dari penggunaan obat atau vaksin tersebut, akan dilaporkan secara teoritik ke Badan POM.

    “Selanjutnya, BPOM akan meninjau berkala apakah betul efek samping disebabkan oleh obat atau vaksin tersebut,” kata David, peneliti di Center for Infectious Disease Education and Research, Osaka University.

    Dalam peninjauan tersebut, BPOM akan melibatkan ahli, meninjau pasien, tempat obat dijual dst. Jika ditemukan bahwa penyakit tertentu disebabkan oleh obat atau vaksin, maka BPOM akan mengambil tindakan seperti menarik obat atau vaksin. 

    “Penanganan yang sama juga berlaku pada vaksin Covid. Semua pihak terkait masih terus mengamati apakah ada efek samping jangka Panjang, biasanya dalam kurun waktu 10 tahun,” kata dia.

    Penyakit autoimun sendiri tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan vaksin Covid-19, karena bisa terjadi karena perubahan  pola hidup manusia atau virus. Riset Jung dkk., (2024) di Korea yang terbit di Jurnal Nature, menunjukkan belum ada hubungan jangka panjang yang jelas antara vaksinasi COVID-19 berbasis mRNA dan perkembangan penyakit jaringan ikat autoimun (AI-CTD). 

    Dalam studi kohort berbasis populasi nasional, peneliti melibatkan 9.258.803 individu, mencakup lebih dari 1 tahun observasi. Mereka kemudian menganalisis risiko AI-CTD dengan membuat stratifikasi demografi dan profil vaksinasi serta memperlakukan vaksinasi penguat sebagai kovariat yang bervariasi dari waktu ke waktu.

    Riset itu menyimpulkan risiko dengan sebagian besar AI-CTD tidak terjadi peningkatan setelah vaksinasi mRNA, kecuali untuk jenis lupus eritematosus sistemik dengan risiko 1,16 kali lipat pada individu yang divaksinasi relatif terhadap kontrol. 

    Hasil yang sebanding dilaporkan dalam analisis stratifikasi untuk usia, jenis kelamin, jenis vaksin mRNA, dan riwayat vaksinasi non-mRNA sebelumnya. Namun, vaksinasi penguat dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa AI-CTD termasuk alopecia areata, psoriasis, dan arthritis reumatoid. 

    “Secara keseluruhan, riset tersebut menyimpulkan bahwa vaksinasi berbasis mRNA tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko sebagian besar AI-CTD, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan terkait potensi hubungannya dengan kondisi tertentu,” kata David mengutip hasil penelitian tersebut.

    Kesimpulan



    Hasil verifikasi Tempo tentang klaim kasus autoimun meledak pasca vaksinasi Covid-19 adalahkeliru. Tidak ditemukan hubungan kausalitas antara vaksinasi Covid-19 dengan penyakit autoimun.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23192) [KLARIFIKASI] Video Ledakan Pom Bensin di Yaman Diklaim Serangan Iran ke Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menunjukkan dampak serangan Iran ke Israel pada Selasa (1/10/2024). Tampak kobaran api membumbung tinggi di wilayah perkotaan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut tidak benar.

    Sebagai konteks, Garda Revolusi Iran (IRGC) menembakkan sekitar 180 rudal ke wilayah Israel pada Selasa (1/10/2024).

    Serangan itu adalah balasan atas pembunuhan pemimpin kelompok perlawanan di Lebanon dan Palestina, yang selama ini didukung Iran.

    Video kobaran api di sebuah wilayah perkotaan yang diklaim sebagai dampak serangan Iran ke Israel dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Selasa (1/10/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Video yang beredar di grup Telegram Israel menunjukkan dampak dari serangan Iran ke Israel. Api masih berkobar. Israel telah meminta orang-orang untuk tidak mengedarkan video dan atau membagikan foto-foto tersebut.

    Screenshot Video ledakan pom bensin di Aden, Yaman, dibagikan dengan konteks keliru

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri potongan video tersebut dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, video serupa diunggah oleh akun YouTube DailyBuzzToday pada 31 Agustus 2024. Judul video menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di Aden, Yaman.

    Penelusuran lebih lanjut menemukan video serupa diunggah oleh akun YouTube CGTN Europe pada 31 Agustus 2024. Deskripsi video menyebutkan, peristiwa itu terjadi di Aden, Yaman.

    Menurut deskripsi yang dicantumkan, sebuah pom bensin di Aden meledak dan memicu kebakaran besar. Insiden itu menewaskan lima orang dan melukai 13 orang lainnya

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video kobaran api di sebuah wilayah perkotaan yang diklaim sebagai dampak serangan Iran ke Israel perlu diluruskan.

    Video itu bukan menunjukkan dampak serangan Iran ke Israel. Video tersebut adalah insiden ledakan pom bensin di Aden, Yaman, pada 31 Agustus 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23197) [KLARIFIKASI] Video Ini Tidak Menunjukkan Netanyahu Kabur ke Bunker

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menunjukkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berlari ke bunker saat Iran menyerang Israel pada Selasa (1/10/2024).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut perlu diluruskan.

    Sebagai konteks, Garda Revolusi Iran (IRGC) menembakkan sekitar 180 rudal ke wilayah Israel.

    Serangan itu adalah balasan atas pembunuhan pemimpin kelompok perlawanan di Lebanon dan Palestina, yang selama ini didukung Iran.

    Narasi Netanyahu berlari kabur ke bunker saat serangan Iran dibagikan oleh akun Facebook ini pada Rabu (2/10/2024). Berikut narasi yang dibagikan:

    Netanyahu panik kabur ke bungker

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan video yang sama diunggah oleh akun X (Twitter) Netanyahu @netanyahu (terverifikasi) pada 14 Desember 2021.

    Menurut takarir (caption) video, Netanyahu berlari di gedung Knesset, parlemen Israel.

     

    Sementara itu, kantor PM Israel mengonfirmasi kepada Reuters bahwa klip itu adalah video lama ketika Netanyahu bergegas menghadiri pertemuan Knesset untuk memberikan suara.

    "Ini sudah lama, video dari Knesset di mana dia (Netanyahu) bergegas untuk memberikan suara," demikian penjelasan kantor PM Israel melalui email.

    Menurut media Israel, Netanyahu sedang menghadiri pertemuan keamanan di sebuah bunker di pegunungan Yerusalem pada saat Iran melancarkan serangan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan PM Israel Benjamin Netanyahu berlari ke bunker saat Iran menyerang Israel perlu diluruskan.

    Video tersebut menunjukkan Netanyahu bergegas menghadiri pertemuan Knesset, dan diunggah oleh sang perdana menteri di X pada 14 Desember 2021.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23203) [HOAKS] Video Maarten Paes Lancar Berbahasa Indonesia Saat Diwawancara

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang menampilkan kiper Maarten Paes menggunakan bahasa Indonesia dengan lancar saat diwawancara usai laga melawan Arab Saudi pada 6 September 2024.

    Namun setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Sebagai konteks, Paes merupakan kiper keturunan Belanda. Ia menjadi warga negara Indonesia (WNI) setelah menjalani pengambilan sumpah di Jakarta pada 30 April 2024.

    Paes telah bermain dua kali bersama Timnas Indonesia yakni ketika melawan Arab Saudi dan Australia di ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

    Video yang menampilkan Maarten Paes menggunakan bahasa Indonesia dengan lancar saat diwawancarai oleh wartawan muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Dalam video Paes mengatakan, Indonesia bermain baik sebagai tim ketika melawan Arab Saudi.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarakan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut identik dengan unggahan akun TikTok ini.

    Dalam video, Paes berbicara menggunakan bahasa Inggris, bukan bahasa Indonesia.

    Ia menjawab pertanyaan wartawan soal penampilan Timnas Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi.

    Menurut Paes, Timnas Indonesia sudah bermain bagus. Pertahanan Indonesia tampil sangat baik di 35 menit awal pertandingan.

    Akan tetapi, setelah itu para pemain sedikit kelelahan dan tertekan. Kendati begitu ia cukup senang dengan performa timnya.

    Tim Cek Fakta Kompas.com lantas mengecek suara Paes berbicara dengan bahasa Indonesia menggunakan Hive Moderation.

    Hasilnya, suara Paes terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI dengan probabilitas 76.3 persen.

    Sementara, saat ini Paes masih belajar berbicara dalam bahasa Indonesia.

    Dikutip dari Kompas.id, ia membawa buku pelajaran bahasa Indonesia ketika bertolak dari Amerika Serikat. 

    Menurut Paes, setiap hari ia menyempatkan waktu untuk menambah kosakata baru bahasa Indonesia.

    Maarten Paes juga mendapat bantuan dari bek sayap kanan, Sandy Walsh untuk belajar bahasa Indonesia. 

    Kesimpulan

    Video yang menampilkan Maarten Paes menggunakan bahasa Indonesia dengan lancar saat diwawancarai merupakan hasil manipulasi.

    Dalam video aslinya, Paes berbicara dalam bahasa Inggris ketika ditanya wartawan terkait penampilan Indonesia ketika melawan Arab Saudi pada 6 September 2024.

    Saat dicek menggunakan Hive Moderation, suara Paes berbicara dengan bahasa Indonesia terdektesi dihasilkan AI. 

    Rujukan