• (GFD-2024-23489) [SALAH] Tangkapan Layar tvniasnews.com “Sandiaga Uno Bakal Polisikan Anis Baswedan Bila Utang Anis yang 52,3 Miliar Tidak Segera Dibayar”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 04/10/2024

    Berita

    Beneran ga nih?” (di post/cuitan).

    * “SANDIAGA UNO BAKAL POLISIKAN ANIS BASWEDAN BILA UTANG ANIS YANG 52,3 MILYAR TIDAK SEGERA DIBAYAR” (di tangkapan layar).

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan 7 Jenis Mis- dan Disinformasi oleh First Draft News, termasuk “Konten yang Menyesatkan: Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”. [1]
    SUMBER membagikan foto tangkapan layar yang berasal dari akun pembuat konten PELINTIRAN atau HOAKS yang menimbulkan kesimpulan yang MENYESATKAN.
    FAKTA: selain memelesetkan atau mencatut logo TVRI, alamat domain tvniasnews.com TIDAK ditemukan karena TIDAK terdaftar.
    Verifikasi Foto
    Logo yang dipelesetkan atau dicatut dari situs resmi TVRI [2]
    Referensi Lainnya yang Berkaitan
    Verifikasi domain tvniasnews.com menggunakan MXToolBox, hasilnya: “The remote name could not be resolved: ‘tvniasnews.com‘ (http://tvniasnews.com)”. [3]
    Akun sumber pelintiran/hoaks, @ikn_news di TikTok. [4]
    Artikel periksa fakta yang sebelumnya dengan sumber dari akun yang sama, turnbackhoax.id pada 27 Agu 2024: “Hasil SUNTINGAN menunggangi aksi demo menolak revisi UU Pilkada yang sedang menjadi tren/trending, FAKTA: judul artikel ASLI yang terbit di cnnindonesia.com pada Kamis, 22 Agu 2024 15:20 WIB adalah “Cara Atasi Perih akibat Gas Air Mata saat Demo, Bukan Pakai Odol”.” [5]

    Kesimpulan

    MENYESATKAN, berasal dari akun pembuat konten PELINTIRAN atau HOAKS. FAKTA: selain memelesetkan atau mencatut logo TVRI, alamat domain tvniasnews.com TIDAK ditemukan karena TIDAK terdaftar.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23234) [HOAKS] Video Pasukan Berani Mati Jokowi Ditangkap Polisi

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video menampilkan sekelompok orang bertelanjang dada, yang diklaim sebagai pasukan pembela Joko Widodo (Jokowi), dibekuk aparat kepolisian.

    Dalam video, polisi tampak menyita celurit. Celurit itu diklaim sebagai senjata untuk melancarkan aksi menjelang peringatan Gerakan 30 September atau G30S.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.

    Video pasukan berani mati Jokowi yang ditangkap polisi disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun:

    Pasukan berani mati Jokowi PKI sebagian sudah ketangkap. Perhatikan dengan seksama senjata2 mereka. Rakyat harus bersiap siaga menghadapi mereka menjelang hari ulang tahun PKI

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar identik dengan video yang diunggah oleh akun Instagram @ini_polisi, 12 Agustus 2024.

    Keterangan video menjelaskan, Polresta Sidoarjo menangkap 16 anggota gangster dan mengamankan tujuh senjata tajam berupa celurit panjang.

    Mereka menamai kelompoknya Satuan Golongan Anti Kesombongan atau Sanggong.

    Kelompok ini ditangkap di Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur pada 10 Agustus 2024.

    Video dari sudut pandang berbeda terkait penangkapan tersebut terdapat di kanal YouTube Official iNews, 11 Agustus 2024.

    Dari 16 anggota gangster yang diamankan, 13 di antaranya di bawah umur.

    Dalam melakukan aksinya, mereka berkeliling di jalan raya menggunakan motor dan membawa senjata tajam.

    Tidak ada bukti atau informasi yang mendukung bahwa kelompok gangster ini adalah pasukan berani mati Jokowi.

    Kesimpulan

    Video penangkapan gangster di Sidoarjo, Jawa Timur disebarkan dengan konteks keliru.

    Faktanya, video menampilkan anggota Sanggong yang ditangkap Polresta Sidoarjo pada 10 Agustus 2024.

    Tidak ada bukti bahwa kelompok gangster ini adalah pasukan berani mati Jokowi.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23171) Cek Fakta: Netanyahu Berlari Mencari Perlindungan di Dalam Bunker

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/10/2024

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah klip video yang menunjukkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diduga berlari mencari perlindungan di dalam bunker.

    Disebutkan Netanyahu mencari perlindungan saat rudal Iran, beberapa di antaranya hipersonik, memasuki wilayah udara Israel, sirene dibunyikan di seluruh negeri, mendorong ribuan orang mencari tempat aman.

    Akun media sosial pro-Iran membagikan klip video yang diduga menunjukkan Benjamin Netanyahu berlari melintasi lorong-lorong bunker yang diduga.

    Berikut narasi yang disampaikan:

    "Momen-momen ketika Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melarikan diri ke bunker saat menghadapi respons Iran," klaim salah satu unggahan.

    "Seseorang tolong beri Benjamin Netanyahu tempat untuk bersembunyi. Orang malang itu bahkan tidak melarikan diri. Bagaimanapun, dia menyelamatkan hidupnya dengan bersembunyi di bunker. Dia melarikan diri dan bersembunyi, meninggalkan orang-orang senegaranya untuk berjuang sendiri," klaim yang lain.

    Lantas benarkah demikian?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran fakta Suara.com, video tersebut diduga sudah berusia setidaknya tiga tahun, fakta yang diperkuat oleh unggahan di Facebook yang membagikan video yang sama pada tahun 2021.

    Video asli diduga memperlihatkan Benjamin Netanyahu bergegas melewati koridor Knesset, parlemen Israel.

    Sementara itu, tak lama setelah serangan terjadi, Netanyahu juga langsung menyampaikan kecaman pada Iran.

    Netanyahu menyebut serangan rudal Iran sebagai "kesalahan besar" dan bersumpah untuk membuat Teheran "membayarnya". "Iran membuat kesalahan besar malam ini dan akan membayarnya," katanya. "Siapa pun yang menyerang kami, kami serang mereka."

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebut Netanyahu berlari mencari perlindungan di dalam bunker tidak benar alias hoaks.
  • (GFD-2024-23179) Prabowo Subianto resmikan partai baru besutan Anies Baswedan, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/10/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube menarasikan bahwa Presiden Terpilih yang juga Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bersama dengan petinggi sejumlah partai lainnya yakni Partai NasDem, PKS, hingga PPP ikut meresmikan partai besutan politikus Anies Baswedan.

    Dalam thumbnail tersebut juga menampilkan foto Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Ahmad Syaikhu, Surya Paloh dan Sandiaga Uno berada dalam satu panggung.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “NASDEM, PPP, PKS, PRABOWO, MERAPAT RESMIKAN PARTAI PERUBAHAN ANIES”

    Namun, benarkah Prabowo Subiantor dan petinggi partai lain ikut meresmikan partai baru Anies?

    Hasil Cek Fakta

    Menurut penelusuran ANTARA, video yang ditampilkan pada unggahan tersebut merupakan potongan video YouTube Refly Harun yang berjudul : “LIVE! SURAT BUAT ANIES (LAGI): NETRAL & SEGERA DEKLARASI PARTAI! SETUJU?!".

    Pada postingan tersebut pakar hukum Refly Harun menyampaikan “surat” kepada Anies Baswedan dan berpesan tiga hal yang harus dihindari dalam pembentukan partai baru itu, mulai dari pengkultusan akan sosok Anies Baswedan, dibiayai oleh pemodal dan oligarki, dan jangan sampai menjadi partai yang pragmatis.

    Dalam video tersebut tidak ada narasi Prabowo serta petinggi partai meresmikan partai baru. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait rencana pembentukan partai yang digagas Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

    Klaim:  Prabowo Subiantor resmikan partai baru besutan Anies Baswedan

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan