tirto.id - Baru-baru ini, di media sosial, beredar sebuah unggahan bahwa ada pasukan berani mati pembela Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersenjata celurit, yang ditangkap polisi. Unggahan ini menyertakan tangkapan layar artikel, yang diklaim berasal dari sebuah kantor berita.
Narasi tersebut disebarkan oleh sejumlah akun di Facebook, di antaranya “Ardhi Ardhaz” dan “Putry Medsos” pada Minggu (22/9/2024) yang menampilkan tangkapan layar artikel berita milik situs bernama kabaraktual.id berjudul “Pasukan Berani Mati Pembela Jokowi Bersenjata Celurit Ditangkap?”.
Sementara itu, narasi serupa yang diunggah oleh akun “Bambang Eko Pitojo” pada Senin (23/9/2024) juga menampilkan tangkapan layar artikel berita milik situs bernama democrazy.id berjudul “Alamak! Pasukan Berani Mati Bela Jokowi Bersenjata 'Celurit' Ditangkap”.
Thumbnail pada kedua situs tersebut menampilkan gambar yang sama, yaitu foto sejumlah orang berjalan jongkok sambil diawasi oleh beberapa orang berseragam Polisi. Nampak juga ada sejumlah senjata tajam seperti celurit yang dipegang oleh beberapa orang dalam foto tersebut.
“Ngakak njir 😂😂😂 Pasukan berani mati bela jokowi bersenjata celurit di tangkap...🙃🤪🤫😁” tulis salah satu akun di takarir unggahan.
Sepanjang Minggu (22/9/2024) hingga Jumat (4/10/2024), atau selama 12 hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan itu telah memperoleh 36 tanda suka, 9 komentar dan telah 2 kali dibagikan.
Lantas, benarkah klaim yang menyebut bahwa ada pasukan berani mati pembela Presiden Jokowi bersenjata celurit ditangkap polisi?
(GFD-2024-23198) Hoaks, Pasukan Berani Mati Pembela Jokowi Ditangkap Polisi
Sumber:Tanggal publish: 04/10/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Riset Tirto melakukan penelusuran dengan mengeklik tautan yang disertakan dalam unggahan. Tautan tersebut mengarahkan kami ke artikel di situs kabaraktual.id dan democrazy.id.
Di situs kabaraktual.id, kami menemukan bahwa tautan tersebut mengarah ke artikel dengan judul “Pasukan Berani Mati Pembela Jokowi Bersenjata Celurit Ditangkap?” yang diunggah pada Sabtu (21/9/2024), sama seperti yang terlihat dalam foto tangkapan layar.
Artikel tersebut memberitakan bahwa ada sekelompok remaja bersenjata celurit yang ditangkap polisi seperti yang tertera dalam foto thumbnail. Lalu, berdasarkan salah satu komentar warganet di media sosial, foto sekelompok remaja bersenjata celurit yang ditangkap polisi tersebut diklaim merupakan pasukan berani mati pembela Jokowi.
Namun, artikel yang sama menjelaskan bahwa sekelompok remaja tersebut bukanlah pasukan berani mati pembela Jokowi. Mereka adalah kelompok gangster asal Sidoarjo bernama SANGGONG (Satuan Golongan Anti Kesombongan) yang berhasil ditangkap oleh Raimas Samapta Polresta Sidoarjo pada Sabtu (10/8/2024).
Sementara itu, tautan yang disertakan dalam unggahan lain juga mengarahkan kami ke artikel di situs democrazy.id berjudul “Alamak! Pasukan Berani Mati Bela Jokowi Bersenjata 'Celurit' Ditangkap” yang diunggah pada Minggu (22/9/2024).
Artikel yang juga menampilkan foto sekelompok remaja bersenjata yang ditangkap polisi tersebut, juga tidak membuktikan klaim bahwa sekelompok remaja tersebut adalah pasukan berani mati pembela Jokowi. Artikel tersebut justru memuat pernyataan mantan pemimpin FPI, Rizieq Shihab, soal pasukan berani mati pembela Jokowi.
Jadi, tidak ada satupun pemberitaan dalam kedua artikel tersebut yang membenarkan klaim bahwa ada pasukan berani mati pembela Presiden Jokowi bersenjata celurit ditangkap polisi.
Untuk memastikan kebenaran klaim ini, kami mencoba menelusuri asal usul foto sekelompok remaja bercelurit yang ditangkap polisi seperti yang disertakan dalam klaim unggahan tersebut. Tirto mengambil tangkapan layar tersebut kemudian menelusurinya dengan menggunakan teknik reverse image search dari Google Images.
Hasilnya, kami menemukan foto tersebut kemungkinan besar berasal dari artikel berita milik suluhnusantaranews yang diunggah pada Minggu (11/8/2024). Hal ini disebabkan, dilihat dari keterangan waktu, artikel ini lebih dulu diunggah dari kedua artikel yang dicatut unggahan di atas.
Dalam artikel tersebut, dijelaskan, foto sekelompok remaja yang ditangkap oleh polisi tersebut adalah sekelompok anggota gangster di Sidoarjo yang hendak melakukan tawuran.
Senada, kelompok bernama SANGGONG ini disebut berhasil ditangkap di Desa Beciro Ngigor, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, oleh Raimas Samapta Polresta Sidoarjo pada Sabtu (10/8/2024) sekitar pukul 04.00 WIB.
Selebihnya, hingga Jumat (4/10/2024), atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, tidak ada satupun informasi kredibel dan pemberitaan yang membenarkan klaim bahwa ada pasukan berani mati pembela Presiden Jokowi bersenjata celurit ditangkap polisi.
Di situs kabaraktual.id, kami menemukan bahwa tautan tersebut mengarah ke artikel dengan judul “Pasukan Berani Mati Pembela Jokowi Bersenjata Celurit Ditangkap?” yang diunggah pada Sabtu (21/9/2024), sama seperti yang terlihat dalam foto tangkapan layar.
Artikel tersebut memberitakan bahwa ada sekelompok remaja bersenjata celurit yang ditangkap polisi seperti yang tertera dalam foto thumbnail. Lalu, berdasarkan salah satu komentar warganet di media sosial, foto sekelompok remaja bersenjata celurit yang ditangkap polisi tersebut diklaim merupakan pasukan berani mati pembela Jokowi.
Namun, artikel yang sama menjelaskan bahwa sekelompok remaja tersebut bukanlah pasukan berani mati pembela Jokowi. Mereka adalah kelompok gangster asal Sidoarjo bernama SANGGONG (Satuan Golongan Anti Kesombongan) yang berhasil ditangkap oleh Raimas Samapta Polresta Sidoarjo pada Sabtu (10/8/2024).
Sementara itu, tautan yang disertakan dalam unggahan lain juga mengarahkan kami ke artikel di situs democrazy.id berjudul “Alamak! Pasukan Berani Mati Bela Jokowi Bersenjata 'Celurit' Ditangkap” yang diunggah pada Minggu (22/9/2024).
Artikel yang juga menampilkan foto sekelompok remaja bersenjata yang ditangkap polisi tersebut, juga tidak membuktikan klaim bahwa sekelompok remaja tersebut adalah pasukan berani mati pembela Jokowi. Artikel tersebut justru memuat pernyataan mantan pemimpin FPI, Rizieq Shihab, soal pasukan berani mati pembela Jokowi.
Jadi, tidak ada satupun pemberitaan dalam kedua artikel tersebut yang membenarkan klaim bahwa ada pasukan berani mati pembela Presiden Jokowi bersenjata celurit ditangkap polisi.
Untuk memastikan kebenaran klaim ini, kami mencoba menelusuri asal usul foto sekelompok remaja bercelurit yang ditangkap polisi seperti yang disertakan dalam klaim unggahan tersebut. Tirto mengambil tangkapan layar tersebut kemudian menelusurinya dengan menggunakan teknik reverse image search dari Google Images.
Hasilnya, kami menemukan foto tersebut kemungkinan besar berasal dari artikel berita milik suluhnusantaranews yang diunggah pada Minggu (11/8/2024). Hal ini disebabkan, dilihat dari keterangan waktu, artikel ini lebih dulu diunggah dari kedua artikel yang dicatut unggahan di atas.
Dalam artikel tersebut, dijelaskan, foto sekelompok remaja yang ditangkap oleh polisi tersebut adalah sekelompok anggota gangster di Sidoarjo yang hendak melakukan tawuran.
Senada, kelompok bernama SANGGONG ini disebut berhasil ditangkap di Desa Beciro Ngigor, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, oleh Raimas Samapta Polresta Sidoarjo pada Sabtu (10/8/2024) sekitar pukul 04.00 WIB.
Selebihnya, hingga Jumat (4/10/2024), atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, tidak ada satupun informasi kredibel dan pemberitaan yang membenarkan klaim bahwa ada pasukan berani mati pembela Presiden Jokowi bersenjata celurit ditangkap polisi.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan bukti yang membenarkan klaim bahwa ada pasukan berani mati pembela Presiden Jokowi bersenjata celurit, yang ditangkap polisi.
Foto aslinya menunjukkan kelompok remaja anggota gangster di Sidoarjo, bernama SANGGONG, yang ditangkap polisi saat hendak tawuran.
Jadi, informasi yang menyebut bahwa ada pasukan berani mati pembela Presiden Jokowi bersenjata celurit ditangkap polisi bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Foto aslinya menunjukkan kelompok remaja anggota gangster di Sidoarjo, bernama SANGGONG, yang ditangkap polisi saat hendak tawuran.
Jadi, informasi yang menyebut bahwa ada pasukan berani mati pembela Presiden Jokowi bersenjata celurit ditangkap polisi bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Rujukan
- https://web.facebook.com/photo/?fbid=516418894327436&set=a.194498039852858
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=446541091732908&id=100091310625939
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=2266695073706556&id=100010982565701
- https://www.kabaraktual.id/news/pasukan-berani-mati-bela-jokowi-bersenjata-celurit-ditangkap/index.html
- https://www.democrazy.id/2024/09/alamak-pasukan-berani-mati-bela-jokowi.html?m=1&=0&fbclid=IwY2xjawFsHldleHRuA2FlbQIxMQABHe-OPk8SvJHursAuj_srZmtFBZ-JGDcuYGzmPNSpUeAtqAiST7MiyI6A7Q_aem_Q5MXH3ynxUSjxRkBauEcsw
- https://suluhnusantara.news/polisi-berhasil-ciduk-anggota-gangster-di-sidoarjo-yang-diduga-hendak-tawuran/
(GFD-2024-23202) Cek Fakta: Tidak Benar Minuman Kopi Kemasan Saset Dalam Video Ini Bercampur Obat Berbahaya
Sumber:Tanggal publish: 04/10/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video minuman kopi kemasan saset bercampur obat berbahaya. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.
klaim video minuman kopi kemasan saset bercampur obat berbahaya berupa video yang menampilkan dua piring yang berisi serbuk berwarna hitam dan terdapat sebagian berwarna merah.
Orang dalam video tersebut mengambil kemasan berwarna emas bertuliskan "INDOCAFE 3 In 1 Coffemix" Kemudian bubuk di salah satu piring tersebut dibuang untuk diisi kembali oleh bubuk yang ada di kemasan tersebut.
Dalam kegiatan tersebut terdapat narasi suara sebagai berikut.
"kopi yang baru daru Indocafe mau dibuka sekarang, ini baru ok sekarang kita buka, dibuang dulu ok, kita buka lihat masih ada obatnya lagi atau nggak yang merah-merah. Oh my god."
"Hati hati Indocafe mengandung DRUGS, disini ada ibu2 ( ibunya temanku ) sesudah minum itu langsung pusing2 masuk Emergency room."
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Tolong viral kan ke seluruh saudara dan saudara" di gruop" kalian, dan seluruh rakyat indonesia. Ini ada penemuan baru minuman kopi kemasan saset di Indonesia, bercampur obat berbahaya, tujuan nya mematikan agar mengurangi jumlah penduduk. Maka hati hatilah konsumsi kemasan persaset dari luar dan dari dalam negeri. Terima kasih banyak. Jika anda bantu sebarkan berapa jiwa yg anda selamatkan. Semoga akan menjadi pahala jariyah sampai akhirat, aamiin."
Benarkah klaim video minuman kopi kemasan saset bercampur obat berbahaya? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video minuman kopi kemasan saset bercampur obat berbahaya, penelusuran mengarah pada akun Instagram resmi Indocafe @indocafeid yang mengunggah informasi sebagai berikut.
"Happy weekend! Buat kalian yang lagi menikmati weekend sambil browsing website dan social media, jangan biarkan info hoax mengelabui kalian yah, pilih sumber informasi yang terpercaya, seperti kopi Indocafe :)
Jangan konsumsi hoax! lebih baik menikmati nikmatnya kopi Indocafe, daripada HOAX!
Produk-produk PT.SIF diracik dengan penelitian yang mendalam dan ketelitian yang tinggi. Dengan pengalaman lebih dari 38 tahun dalam bidang ini, tim R&D kami memastikan setiap produk dirancang dengan seni pengembangan dan inovasi terbaru.
Oleh karenanya kami menjamin kualitas mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi sesuai standar yang ketat sampai tahap pengemasan. Kualitas bahan kemasan yang digunakan juga dipilih dengan cermat untuk menjamin kualitas produk dinikmati konsumen sebelum masa kadaluarsa sesuai standar BPOM.
Ini adalah bukti komitmen kami dalam menyediakan produk berkualitas tinggi kepada kalian pelanggan kami, serta menjaga kepercayaan yang telah kami bangun selama ini."
Situs resmi Indoncafe indocafe.co.id pun telah mengeluarkan pemberitahuan yang berisi pernyataan kuasa hukum Kantor Advokat M. Kamaluddin SH & Associates berikut isinya.
"Untuk dan Atas nama Client Kami PT SARI INCOFOO CORPORATION berlamat di Jalan Bukit Barisan No.3 B Medan, dengan ini memberitahukan kepada masyarakat Umum Khususnya Masyarakat yang mempergunakan media sosial, dalam hal sebagai berikut:
1. Sehubungan dengan video yang sedang beredar di media sosial saat ini perihal produk kami yaitu Indocafe Coffeemix yang mengandung Drugs, maka dengan ini kami membantah dengan sekeras-kerasnya hal tersebut adalah tidak benar dan merupakan pemberitaan yang bohong.
2. Bahwa client kami dalam memproduksi produk Indocafe Coffeemix diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).
3. Atas hal tersebut kami meminta dan menghimbau kepada seluruh masyarakat di Indonesia maupun diluar Indonesia untuk tidak menyebarkan lagi video tersebut dan saat ini masih dalam proses tindak Pidana di tingkat Kepolisan sebagai diatu dalam Undang-undang (UU) No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo. Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang ITE.
4. Bahwa apabila masih ada pihak-pihak yang menyebarkan video tidak benar tersebut serta mendapatkan keuntungan dari berita bohong tersebut untuk kepentingan pribadi, maka Client kami akan menempuh jalur hukum baik pidana maupun perdata.
Demikian hal ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih"
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video minuman kopi kemasan saset bercampur obat berbahaya tidak benar.
Indocafe sebagai pihak yang menjadi objek video tersebut telah menyatakan, video yang sedang beredar di media sosial saat ini perihal yaitu Indocafe Coffeemix mengandung drugs adalah tidak benar dan merupakan pemberitaan yang bohong.
Rujukan
(GFD-2024-23204) Salah, PSSI Undang Timnas Portugal untuk Lawan Timnas Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 04/10/2024
Berita
tirto.id - Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia belakangan ini tengah menjadi sorotan publik. Hal ini tak lepas dari kiprah Tim Garuda yang saat ini tengah berjuang di ronde 3 kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Sebagai informasi, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Timnas Indonesia berhasil lolos sampai ke ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Performa skuad asuhan Shin Tae-yong di Grup C ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia bisa dibilang cukup gemilang.
Hal ini terlihat dalam dua laga awal, Rizky Ridho dan kawan-kawan berhasil menahan imbang Arab Saudi dan Australia, tim yang memiliki peringkat FIFA jauh lebih tinggi dibanding Indonesia. Hal ini membuat eksistensi Tim Garuda banyak mendapatkan sorotan dari masyarakat luas.
Di tengah perbincangan masyarakat tentang Timnas Indonesia, beredar sebuah narasi yang mengeklaim bahwa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sukses mengundang Timnas Portugal untuk bertanding melawan Timnas Indonesia dalam laga persahabatan yang diklaim akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Tak hanya itu, narasi yang sama mengeklaim bahwa bintang sepak bola dunia yang juga pemain Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, dipastikan ikut bermain dalam laga persahabatan itu. Narasi ini disebarkan oleh akun Instagram bernama “pendekar_sby” lewat unggahan video reels pada Minggu (29/9/2024).
“Berita gembira menghampiri para pecinta sepak bola Indonesia. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah sukses mengundang Timnas Portugal untuk bertanding melawan Timnas Indonesia dalam sebuah laga yang dijamin membara.
Tetapi yang membuat semuanya menjadi lebih menarik adalah kehadiran mega bintang dunia Cristiano Ronaldo yang dikonfirmasi akan beraksi di pertandingan tersebut setelah berbulan-bulan negosiasi sengit pssi akhirnya berhasil memastikan kehadiran Timnas Portugal sebagai lawan Timnas Indonesia yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta,” bunyi narasi di unggahan tersebut.
Sepanjang Minggu (29/4/2024) hingga Jumat (4/10/2024), atau selama lima hari tersebar di Instagram, unggahan ini telah memperoleh 4 tanda suka. Lantas, benarkah klaim yang menyebut bahwa PSSI sukses mengundang Timnas Portugal untuk bertanding melawan Timnas Indonesia?
Sebagai informasi, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Timnas Indonesia berhasil lolos sampai ke ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Performa skuad asuhan Shin Tae-yong di Grup C ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia bisa dibilang cukup gemilang.
Hal ini terlihat dalam dua laga awal, Rizky Ridho dan kawan-kawan berhasil menahan imbang Arab Saudi dan Australia, tim yang memiliki peringkat FIFA jauh lebih tinggi dibanding Indonesia. Hal ini membuat eksistensi Tim Garuda banyak mendapatkan sorotan dari masyarakat luas.
Di tengah perbincangan masyarakat tentang Timnas Indonesia, beredar sebuah narasi yang mengeklaim bahwa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sukses mengundang Timnas Portugal untuk bertanding melawan Timnas Indonesia dalam laga persahabatan yang diklaim akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Tak hanya itu, narasi yang sama mengeklaim bahwa bintang sepak bola dunia yang juga pemain Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, dipastikan ikut bermain dalam laga persahabatan itu. Narasi ini disebarkan oleh akun Instagram bernama “pendekar_sby” lewat unggahan video reels pada Minggu (29/9/2024).
“Berita gembira menghampiri para pecinta sepak bola Indonesia. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah sukses mengundang Timnas Portugal untuk bertanding melawan Timnas Indonesia dalam sebuah laga yang dijamin membara.
Tetapi yang membuat semuanya menjadi lebih menarik adalah kehadiran mega bintang dunia Cristiano Ronaldo yang dikonfirmasi akan beraksi di pertandingan tersebut setelah berbulan-bulan negosiasi sengit pssi akhirnya berhasil memastikan kehadiran Timnas Portugal sebagai lawan Timnas Indonesia yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta,” bunyi narasi di unggahan tersebut.
Sepanjang Minggu (29/4/2024) hingga Jumat (4/10/2024), atau selama lima hari tersebar di Instagram, unggahan ini telah memperoleh 4 tanda suka. Lantas, benarkah klaim yang menyebut bahwa PSSI sukses mengundang Timnas Portugal untuk bertanding melawan Timnas Indonesia?
Hasil Cek Fakta
Tim Riset Tirto melakukan penelusuran dengan menonton video reels yang disertakan dalam unggahan dari awal hingga akhir.
Dari keseluruhan pembacaan narasi dalam video, kami tidak menemukan satupun adanya pernyataan resmi dari PSSI maupun sejumlah pihak terkait yang membenarkan klaim bahwa PSSI sukses mengundang Timnas Portugal untuk bertanding melawan Timnas Indonesia.
Penelusuran dilanjutkan dengan mengunjungi situs resmi milik PSSI. Hasilnya, tidak ada satupun informasi resmi terkait klaim bahwa PSSI sukses mengundang Timnas Portugal untuk bertanding melawan Timnas Indonesia. Serupa, penelusuran di akun media sosial resmi milik PSSI di Instagram dan X juga tak memberikan informasi apapun terkait klaim tersebut.
Sebagai informasi, menilik pada jadwal resmi pertandingan Timnas Indonesia yang tertera di situs PSSI, tidak ada satupun jadwal pertandingan melawan Timnas Portugal.
Dalam waktu dekat, Timnas Indonesia diketahui akan melawan Bahrain pada Kamis (10/10/2024) dan China PR pada Selasa (15/10/2024) dalam lanjutan ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup C. Setelah itu, masih dalam kompetisi yang sama, Tim Garuda dijadwalkan akan melawan Timnas Jepang pada Kamis (14/11/2024) dan Arab Saudi pada Sabtu (19/11/2024).
Kemudian, kami melakukan penelusuran lanjutan ke sejumlah pemberitaan media terkait isu ini. Kami memasukan kata kunci “PSSI Sukses Mengundang Timnas Portugal untuk Bertanding Melawan Timnas Indonesia” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ada satupun informasi resmi dari PSSI maupun pemberitaan media kredibel yang membenarkan klaim ini.
Tirto menemukan artikel dari Liputan6 pada Mei 2024 lalu yang berisikan tanggapan Anggota Komite Eksekutif (EXCO) PSSI, Arya Sinulingga, terkait peluang digelarnya laga persahabatan antara Timnas Portugal melawan Timnas Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Arya menilai sulit bagi pihaknya untuk mengundang tim besar seperti Timnas Portugal untuk menggelar laga persahabatan melawan Timnas Indonesia. Hal ini disebabkan, padatnya jadwal Timnas Indonesia pada tahun 2024 ini.
"Tahun ini sangat padat. Saya tidah tahu apa ada ruang untuk mengundang timnas kuat. Kita lihat saja bagaimana nanti. Tapi tahun depan kalau kosong, mungkin kita cari (lawan) yang hebat hebat," ucap Arya Sinulingga dikutip dari Liputan6, yang dipublikasikan pada Sabtu (11/5/2024).
"Tahun ini (jadwal Timnas Indonesia) full. Bahkan kalau masuk putaran ketiga (Kualifikasi Piala Dunia), kemungkinan dan peluang kita bisa tembus 100 besar itu ada. Jadi saya rasa itu bukan mimpi ya," tandas dia.
Dari keseluruhan pembacaan narasi dalam video, kami tidak menemukan satupun adanya pernyataan resmi dari PSSI maupun sejumlah pihak terkait yang membenarkan klaim bahwa PSSI sukses mengundang Timnas Portugal untuk bertanding melawan Timnas Indonesia.
Penelusuran dilanjutkan dengan mengunjungi situs resmi milik PSSI. Hasilnya, tidak ada satupun informasi resmi terkait klaim bahwa PSSI sukses mengundang Timnas Portugal untuk bertanding melawan Timnas Indonesia. Serupa, penelusuran di akun media sosial resmi milik PSSI di Instagram dan X juga tak memberikan informasi apapun terkait klaim tersebut.
Sebagai informasi, menilik pada jadwal resmi pertandingan Timnas Indonesia yang tertera di situs PSSI, tidak ada satupun jadwal pertandingan melawan Timnas Portugal.
Dalam waktu dekat, Timnas Indonesia diketahui akan melawan Bahrain pada Kamis (10/10/2024) dan China PR pada Selasa (15/10/2024) dalam lanjutan ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup C. Setelah itu, masih dalam kompetisi yang sama, Tim Garuda dijadwalkan akan melawan Timnas Jepang pada Kamis (14/11/2024) dan Arab Saudi pada Sabtu (19/11/2024).
Kemudian, kami melakukan penelusuran lanjutan ke sejumlah pemberitaan media terkait isu ini. Kami memasukan kata kunci “PSSI Sukses Mengundang Timnas Portugal untuk Bertanding Melawan Timnas Indonesia” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ada satupun informasi resmi dari PSSI maupun pemberitaan media kredibel yang membenarkan klaim ini.
Tirto menemukan artikel dari Liputan6 pada Mei 2024 lalu yang berisikan tanggapan Anggota Komite Eksekutif (EXCO) PSSI, Arya Sinulingga, terkait peluang digelarnya laga persahabatan antara Timnas Portugal melawan Timnas Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Arya menilai sulit bagi pihaknya untuk mengundang tim besar seperti Timnas Portugal untuk menggelar laga persahabatan melawan Timnas Indonesia. Hal ini disebabkan, padatnya jadwal Timnas Indonesia pada tahun 2024 ini.
"Tahun ini sangat padat. Saya tidah tahu apa ada ruang untuk mengundang timnas kuat. Kita lihat saja bagaimana nanti. Tapi tahun depan kalau kosong, mungkin kita cari (lawan) yang hebat hebat," ucap Arya Sinulingga dikutip dari Liputan6, yang dipublikasikan pada Sabtu (11/5/2024).
"Tahun ini (jadwal Timnas Indonesia) full. Bahkan kalau masuk putaran ketiga (Kualifikasi Piala Dunia), kemungkinan dan peluang kita bisa tembus 100 besar itu ada. Jadi saya rasa itu bukan mimpi ya," tandas dia.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan sumber kredibel yang membenarkan klaim bahwa PSSI sukses mengundang Timnas Portugal untuk bertanding melawan Timnas Indonesia.
Tidak ada satupun informasi ataupun keterangan resmi dari PSSI ataupun pihak terkait yang membenarkan klaim ini. Merujuk pada jadwal Timnas Indonesia yang tertera di situs resmi PSSI hingga akhir tahun 2024, tidak ditemukan jadwal pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Timnas Portugal.
Jadi, informasi yang menyebut bahwa PSSI sukses mengundang Timnas Portugal untuk bertanding melawan Timnas Indonesia bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Tidak ada satupun informasi ataupun keterangan resmi dari PSSI ataupun pihak terkait yang membenarkan klaim ini. Merujuk pada jadwal Timnas Indonesia yang tertera di situs resmi PSSI hingga akhir tahun 2024, tidak ditemukan jadwal pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Timnas Portugal.
Jadi, informasi yang menyebut bahwa PSSI sukses mengundang Timnas Portugal untuk bertanding melawan Timnas Indonesia bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Rujukan
(GFD-2024-23205) [SALAH] Penyembelihan di RPH Pegirian Surabaya Tidak Sesuai Syariat Islam
Sumber: Twitter.com, SnackVideo.comTanggal publish: 04/10/2024
Berita
[SALAH] Penyembelihan di RPH Pegirian Surabaya Tidak Sesuai Syariat Islam
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter “Boediantar4” pada Rabu (25/9/2024) menyebarkan video yang diklaim sebagai dokumentasi penyembelihan daging sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, Surabaya. Dalam cuitannya, pengunggah menarasikan proses itu tidak sesuai syariat Islam sehingga daging tersebut haram dikonsumsi.
Video memperlihatkan seekor sapi yang terjatuh usai kepalanya ditembak dengan sebuah alat. Per Jumat (4/10/2024), unggahan telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali, dan dibagikan ulang dua ribu kali. Dari pengamatan pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax), video serupa juga beredar di platform Snack Video.
Setelah ditelusuri lewat mesin pencarian Google dengan kata kunci “Penyembelihan RPH Pegirian”, ditemukan artikel dari detik.com yang berisi keterangan dari Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto. Ia menjelaskan, proses dalam cukilan video tersebut merupakan stunning atau metode pemingsanan sapi sebelum dipotong.
Dikutip dari laman Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Wakil Ketua 2 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya, Muhammad Yazid, menegaskan proses stunning di RPH Surabaya sudah sesuai fatwa halal MUI. Satgas Halal Kementerian Agama (Kemenag), KH Muhammad Yahya, pun menerangkan RPH Surabaya memenuhi persyaratan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag.
Jadi, video dengan klaim “penyembelihan sapi di RPH Pegirian tidak sesuai syariat Islam” itu merupakan konten yang menyesatkan.
Video memperlihatkan seekor sapi yang terjatuh usai kepalanya ditembak dengan sebuah alat. Per Jumat (4/10/2024), unggahan telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali, dan dibagikan ulang dua ribu kali. Dari pengamatan pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax), video serupa juga beredar di platform Snack Video.
Setelah ditelusuri lewat mesin pencarian Google dengan kata kunci “Penyembelihan RPH Pegirian”, ditemukan artikel dari detik.com yang berisi keterangan dari Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto. Ia menjelaskan, proses dalam cukilan video tersebut merupakan stunning atau metode pemingsanan sapi sebelum dipotong.
Dikutip dari laman Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Wakil Ketua 2 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya, Muhammad Yazid, menegaskan proses stunning di RPH Surabaya sudah sesuai fatwa halal MUI. Satgas Halal Kementerian Agama (Kemenag), KH Muhammad Yahya, pun menerangkan RPH Surabaya memenuhi persyaratan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag.
Jadi, video dengan klaim “penyembelihan sapi di RPH Pegirian tidak sesuai syariat Islam” itu merupakan konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah
Video yang beredar bukanlah dokumentasi penyembelihan, melainkan stunning atau pemingsanan ternak sebelum disembelih. Proses tersebut sudah sesuai fatwa halal MUI.
Video yang beredar bukanlah dokumentasi penyembelihan, melainkan stunning atau pemingsanan ternak sebelum disembelih. Proses tersebut sudah sesuai fatwa halal MUI.
Rujukan
Halaman: 2698/7906


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4960233/original/075836800_1728030394-minuman_kopi_kemasan.jpg)


