• (GFD-2024-23281) [KLARIFIKASI] Manipulasi Video Penyelamatan Gajah di Atas Tebing

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim memperlihatkan penyelamatan seekor gajah yang terjebak di atas tebing curam.

    Video itu memperlihatkan ekskavator atau alat berat yang ditempatkan di tebing terjal, dan berusaha mengangkat gajah yang terjebak.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut bukan peristiwa asli dan hasil manipulasi.

    Video penyelamatan seekor gajah dibagikan oleh akun Facebook ini dalam format reels. Berikut narasi yang dibagikan:

    Penyelamatan seekor gajah yang terperangkap di atas tebing

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut menggunakan Google Search dengan kata kunci "elephant trapped on cliff".

    Hasilnya, ditemukan artikel bantahan dari pemeriksa fakta Fact Crescendo, Senin (7/10/2024).

    Menurut Fact Crescendo, video itu adalah hasil manipulasi digital dan bersumber dari akun YouTube @athinginside.

    Akun tersebut mengunggah video penyelamatan gajah di atas tebing pada 2 Oktober 2024.

    Akan tetapi, YouTube melabeli unggahan tersebut sebagai konten hasil modifikasi atau sintetis.

    Label tersebut diberikan untuk suara atau visual yang secara signifikan diedit atau dibuat secara digital.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video penyelamatan seekor gajah yang terjebak di tebing bukan peristiwa asli.

    Video tersebut dibuat oleh kreator YouTube, dan dilabeli oleh platform sebagai konten hasil modifikasi atau sintetis. Label itu menandakan konten diedit atau dibuat secara digital.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23282) [KLARIFIKASI] Fenomena Ikan Naik ke Pantai Bukan di Gorontalo, Bukan Indikasi Megathrust

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/10/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang menampilkan sejumlah orang sedang sedang menyaksikan fenomena sejumlah ikan laut yang naik ke pantai atau wilayah daratan.

    Dalam unggahan disebutkan, kejadian itu terjadi di Pantai Leato, Provinsi Gorontalo. Unggahan juga menghadirkan narasi bahwa fenomena itu dikhawatirkan sebagai indikasi gempa besar atau megathrust.

    Namun, video tersebut salah konteks, kejadian bukan di Gorontalo namun di Filipina.

    Video yang diklaim menampilkan sejumlah ikan di Pantai Leato, Gorontalo naik ke daratan muncul di media sosial pada bulan September 2024.

    Salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang disematkan dalam salah satu unggahan:

    #Kejadian tadi malam di pantai LEATO Propinsi Gorontalo....@Moga aja bukan indikasi MEGATRUSHLindungi kami ya Allah

    Setelah ditelusuri, video tersebut identik dengan unggahan akun TikTok ini yang diunggah pada 7 Januari 2024.

    Dalam keterangan video, peristiwa itu terjadi di Provinsi Sarangani di selatan Filipina.

    Video tersebut juga serupa dengan gambar yang di laman Rappler pada 8 Januari 2024. Dalam pemberitaan tersebut juga dijelaskan bahwa lokasinya berada provinsi Sarangani di selatan Filipina, tepatnya di desa Barangay Tinoto, Kota Maasim.

    Warga dan pengunjung resor berbondong-bondong ke garis pantai begitu melihat banyak ikan sardin naik ke daratan.

    Mereka menangkap ikan tersebut menggunakan tangan dan ember pada 7 Januari 2024. 

    Zenaida A Dangkalan, penanggung jawab dan petugas perikanan di provinsi Sarangani menjelaskan, ada beberapa kemungkinan yang membuat ikan sardin tersebut naik ke daratan pantai.

    Menurut dia, fenomena itu adalah hal yang normal, sehingga warga jadi perlu tidak perlu khawatir.

    Kemungkinan pertama, dia menjelaskan, terkait dengan musim lupoy (sardin) saat itu.

    Kedua, kemungkinan ada spesies ikan yang lebih besar yang mengejar mereka (ikan sardin), menyebabkan mereka berenang ke arah garis pantai karena ikan yang lebih besar tidak bisa pergi ke tempat yang dangkal).

    "Dan yang ketiga, lampu-lampu dari resor pantai mungkin telah menarik perhatian mereka)," ujar Dangkalan. 

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan sejumlah ikan di Pantai Leato, Gorontalo naik ke daratan adalah keliru. 

    Faktanya, video itu adalah momen ketika sejumlah ikan sardin naik ke daratan pantai yang ada di desa Barangay Tinoto, Kota Maasim, Provinsi Sarangani, Filipina pada 7 Januari 2024.

    Fenomena ikan naik ke daratan dalam video itu juga bukan disebabkan indikasi megathrust atau gempa besar.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23315) [SALAH] Tangkapan Layar Artikel ANTARA “Warga Arab Saudi Sebut: Islam Indonesia mudah di Bodohi Oleh Habib-Habib Yang Tidak Jelas Asal Usul nya”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 07/10/2024

    Berita

    NARASI: * “Loh ..baru tahu ? Maklum SDM rendxh” (di post).

    * “Warga Arab Saudi Sebut: Islam Indonesia mudah di Bodohi Oleh Habib-Habib Yang Tidak Jelas Asal Usul nya” (di tangkapan layar).

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan foto tangkapan layar hasil MANIPULASI.

    FAKTA: selain berdasarkan pencarian gambar (image search) TIDAK ditemukan kecocokan antara foto yang dimuat dengan artikel yang terbit menggunakan judul tersebut, telah diklarifikasi bahwa judul yang BENAR adalah “Bahasa Indonesia diminati warga Arab Saudi”.

    Kesimpulan

    Hasil MANIPULASI. FAKTA: selain berdasarkan pencarian gambar (image search) TIDAK ditemukan kecocokan antara foto yang dimuat dengan artikel yang terbit menggunakan judul tersebut, telah diklarifikasi bahwa judul yang BENAR adalah “Bahasa Indonesia diminati warga Arab Saudi”.

    Rujukan

  • (GFD-2024-23221) Cek Fakta: Pendaftaran Gebyar Undian Festival BRI Ini Tidak Benar

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/10/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pendaftaran gebyar undian festival BRI, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 Oktober 2025.
    Klaim pendaftaran gebyar undian festival BRI berupa tulisan sebagai berikut.
    "Khusus Nasabah BRI Yang Sudah Aktif Menggunakan BRImo,,
    Ayo Buruan Daftar Sekarang Juga Jangan Sampai Terlambat,,
    Ambil Kupon Anda Sekarang Pasti Dapat Hadiah Nya..Periode Berakhir 30 Oktober 2024 !!"
    Dalam unggahan tersebut terdapat banner bertuliskan:
    "gebyar undian festival BRI
    ayo daftar dan tukarkan
    Kupon mu dan pilih Hadiahnya
    melalui aplikasi BRImo"
    Penerima informasi pun diarahkan untuk mengklik link yang diklaim sebagai formulir pendaftaran, berikut linknya.
    "https://haletk.cees-sem.my.id/oktober-fstbl/?fbclid=IwY2xjawFwKGJleHRuA2FlbQIxMQABHXDL0ZbAkM92DscSPRMuMazRGIQyKrJkdPkXlDD0Ku2ZytXTnAcLnN1hVg_aem_3kyY3-aLlrpov4W_SLMG4w"
    Benarkah klaim pendaftaran gebyar undian festival BRI? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pendaftaran gebyar undian festival BRI, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Waspada Penipuan Online Mencatut BRI di Media Sosial, Simak Cara Lindungi Diri Anda" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 1 September 2024.
    Dalam artikel Liputan6.com, Direktur BRI, Andrijanto, mengingatkan agar nasabah tetap waspada dan tidak memberikan informasi pribadi atau data perbankan kepada pihak yang tidak jelas atau tidak resmi.
    "Hindari memberikan data pribadi seperti nomor rekening, nomor kartu, PIN, username dan password internet banking, OTP, dan informasi sensitif lainnya melalui tautan atau situs yang tidak terverifikasi," tegasnya.
    Belakangan ada pihak yang memanfaatkan nama besar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) untuk menjerat korban, dengan berbagai modus yang sulit dibedakan dari komunikasi resmi.
    Modus yang sering digunakan adalah melalui pesan-pesan yang mengklaim berasal dari BRI, baik melalui email, SMS, maupun media sosial seperti Facebook, X, dan Instagram. Salah satu taktik favorit mereka adalah menawarkan undian berhadiah menggiurkan, mulai dari uang tunai hingga mobil mewah.
    Contohnya, bulan lalu, muncul penipuan online yang mengatasnamakan BRImo FSTVL di media sosial. Mereka mengiming-iming hadiah fantastis, namun ternyata itu semua hanyalah jebakan. Link yang mereka bagikan, bukanlah situs resmi BRI.
    Ingat, situs resmi BRI hanya dapat diakses melalui https://bri.co.id/. Jika mengecek akun media sosial resmi BRI, khususnya di Instagram @bankbri_id, kamu tidak akan menemukan informasi mengenai BRImo FSTVL.
    Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu memverifikasi keabsahan informasi dari sumber yang terpercaya atau saluran komunikasi resmi BRI.
    Saluran resmi BRI meliputi Instagram: @bankbri_id, Facebook: Bank BRI, X: @BankBRI_id, @promo_BRI, dan @kontakBRI, serta TikTok: bankbri_id. Nasabah juga dapat menghubungi Sabrina di nomor 0812 1214 017, melalui email di call@bri.co.id, atau kontak BRI di 1500017, serta mengunjungi www.bri.co.id. #BRI #Sabrina #TanyaSabrinaAja

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim pendaftaran gebyar undian festival BRI tidak benar.
    Ada pihak yang memanfaatkan nama besar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) untuk menjerat korban, dengan berbagai modus yang sulit dibedakan dari komunikasi resmi.
    Modus yang sering digunakan adalah melalui pesan-pesan yang mengklaim berasal dari BRI, baik melalui email, SMS, maupun media sosial seperti Facebook, X, dan Instagram. Salah satu taktik favorit mereka adalah menawarkan undian berhadiah menggiurkan, mulai dari uang tunai hingga mobil mewah.