• (GFD-2024-23370) [SALAH] Arab Saudi Melarang Imam Masjid di Negaranya untuk Mendoakan Palestina

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 14/10/2024

    Berita

    Akun X “jonnypengacara” mengunggah potongan video dan narasi [arsip] yang mengklaim Arab Saudi melarang imam masjid di negaranya untuk mendoakan Palestina. Pengunggah juga menyebut Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) tidak peduli dengan masalah di Palestina. Berikut narasi lengkapnya:

    “Arab Saudi melarang Imam Mesjid mendoakan Palestina atau menyebutkannya dalam khotbah di masjid2 Saudi. Pangeran Saudi Mohammed bin Salman mengatakan dia secara pribadi TIDAK PEDULI dengan masalah Palestina. Arab Saudi menjadi Islam abad modern Indonesia menjadi Islam abad ke 7”

    Postingan beredar sejak Selasa (29/9/2024) dan telah mendapatkan tanda suka dari seribu akun dan ditayangkan lebih dari 425 ribu kali saat artikel ini dibuat.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari Kompas.com.

    Berdasarkan penelusuran oleh Kompas.com, potongan video di unggahan tersebut merupakan momen saat MBS menjadi pembicara dalam konferensi Future Investment Initiative bulan Oktober 2017 di Riyadh.

    Kala itu, MBS tidak mengungkapkan ketidakpeduliannya terhadap Palestina. Ia hanya menyebut Arab Saudi telah mengalihkan ideologi ekstremis menjadi Islam yang lebih moderat. Dirinya pun menyatakan sikap bela terhadap Palestina dan tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel sampai kemerdekaan itu terjadi.

    “Kerajaan tidak akan menghentikan upayanya untuk mendirikan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” kata MBS dalam pidatonya

    Kesimpulan

    Dengan demikian, narasi bahwa Arab Saudi melarang imam masjid mendoakan Palestina di negaranya merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2024-23371) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Penerima Dana Bansos PKH 2024

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 14/10/2024

    Berita

    Akun halaman Facebook “Bansos 2024” membagikan informasi [arsip] berupa tautan pendaftaran Dana Bansos. Pengunggah mengeklaim bantuan dari pemerintah itu nilainya Rp500 ribu untuk tiap penerima. Berikut narasi lengkapnya:

    “𝑷𝒆𝒎𝒆𝒓𝒊𝒏𝒕𝒂𝒉 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒆𝒍𝒖𝒂𝒓𝒌𝒂𝒏 𝑫𝒂𝒏𝒂 𝑩𝑨𝑵𝑺𝑶𝑺 𝒃𝒂𝒈𝒊 𝒔𝒆𝒍𝒖𝒓𝒖𝒉 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒖𝒓𝒂𝒏𝒈𝒊 𝒃𝒆𝒃𝒂𝒏 𝒓𝒂𝒌𝒚𝒂𝒕.

    ( 𝑫𝒂𝒇𝒕𝒂𝒓 𝑺𝒆𝒌𝒂𝒓𝒂𝒏𝒈 )

    𝑻𝒆𝒌𝒂𝒏 𝑳𝒊𝒏𝒌 𝑫𝒊 𝑩𝒂𝒘𝒂𝒉 👇

    𝑫𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒊𝒎𝒂 𝑫𝒂𝒏𝒂 𝑩𝑨𝑵𝑺𝑶𝑺 𝒔𝒆𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊 𝑹𝒑𝟓𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎

    📌 𝑨𝒎𝒃𝒊𝒍 𝒅𝒂𝒏 𝒄𝒂𝒊𝒓𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒌𝒂𝒓𝒂𝒏𝒈

    TUNAIBANSOS[dot]VERCEL[dot]APP””

    Hingga Senin (14/10/2024), unggahan yang beredar sejak Minggu (6/10/2024) tersebut telah memperoleh 39 tanda suka dan 15 komentar, mayoritas menunjukkan harapannya atas bantuan sosial (bansos) itu.

    Cek bansos PKH yang cair hari ini di seluruh Indonesia program KEMENSOS
    Link: http://indohub.vercel.app/info_bantuan_sosial_2024
    bansos terbaru

    Hasil Cek Fakta

    Menelisik tautan yang disematkan dalam unggahan, terindikasi formulir pendaftaran tersebut merupakan penipuan. Pasalnya, pendaftaran bukan melalui laman resmi Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai pengelola bansos dari pemerintah pusat.

    Berdasarkan pengamatan Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax), infografis dalam unggahan juga disunting dari publikasi IndonesiaBaik.id berjudul “Bansos Uang Tunai Rp500 Ribu, Cek Namamu Terdaftar atau Tidak”.

    Infografis asli menunjukkan tautan cekbansos.siks.kemsos.go.id menjadi laman untuk mengecek penerima nama penerima bansos, bukan tunaibansos[dot]vercel[dot]app seperti yang ditampilkan unggahan “Bansos 2024”.

    Melansir dari Detik.com, penerima bansos harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Adapun pendaftaran daring dilakukan melalui aplikasi “Cek Bansos” di Play Store atau App Store yang telah disediakan Kemensos.

    Pendaftaran DTKS bisa dilakukan secara mandiri dengan datang langsung ke kantor Desa/Kelurahan setempat, selanjutnya akan ada musyawarah di tingkat Desa/Kelurahan untuk membahas kondisi kelayakan pendaftar sebagai penerima bansos.

    Kesimpulan

    Dengan demikian, tautan pendaftaran penerima Dana Bansos PKH 2024 dalam unggahan tersebut merupakan konten tiruan (impostor content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2024-23372) [SALAH] Penunggak Pajak Dilarang Beli BBM oleh Pertamina

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 14/10/2024

    Berita

    Akun Instagram “sayap_merah1” pada Kamis (19/09/2024) mengunggah video reel berisi klaim yang menyebut masyarakat tidak diperbolehkan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Pertamina jika belum membayar pajak.
    Berikut narasi lengkapnya:
    “PERATURAN BARU ‼️ Pajak Mati Dilarang Isi Bensin ‼️ Warga Telat Bayar Motor tidak Boleh isi Bensin di SPBU plus di Permalukan Pakai Pengeras Suara. Ayo Gess Segera Bayar Pajak Biar duitnya bisa dikorupsi sama pejabat”
    Per Minggu (13/10/2024), konten tersebut sudah ditonton lebih dari 32 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) pertama-tama menelusuri kebenaran klaim tersebut dengan memasukkan kata kunci “telat bayar pajak pertamina larang beli bbm” ke mesin pencarian Google.
    Hasilnya, ditemukan artikel periksa fakta Tirto.id berisi penjelasan dari Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, yang menerangkan informasi tersebut tidak benar.
    “Ke kami [Pertamina] belum ada informasi resminya terkait hal tersebut [larangan pembelian BBM jika masyarakat belum membayar pajak],” kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, kepada Tirto (8/10/2024).
    Sebagai informasi, kabar soal larangan membeli BBM bagi masyarakat yang belum membayar pajak beredar sejak akhir 2023.
    Dilansir dari berita tempo.co yang tayang November 2023, Manajer Komunikasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi, menyatakan pihaknya sempat mengusulkan agar pemerintah daerah di Bali melarang penunggak pajak kendaraan bermotor membeli BBM subsidi. Namun, itu baru sebatas usulan dan belum diterapkan.
    Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) pun telah meluruskan klaim lewat artikel “[SALAH] Peraturan Baru Dilarang Isi Bensin Kalau Telat Bayar Pajak” yang tayang pada Februari 2024

    Kesimpulan

    Jadi, unggahan berisi klaim “penunggak pajak dilarang beli BBM oleh Pertamina” itu merupakan konten dengan konteks yang salah (false context).
    (Ditulis oleh Vania Astagina)

    Rujukan

  • (GFD-2024-23375) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Foto Ini Menkominfo Budi Arie Sujud di Hadapan Jokowi

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/10/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim Menkominfo Budi Arie Setiadi bersujud dan menyembah Presiden Jokowi beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 12 September 2024.
    Dalam foto tersebut terlihat seorang pria sedang bersujud di depan depan Jokowi. Pria itu tampak mengenakan kemeja putih dan celana panjang panjang hitam.
    Akun Facebook itu menyebut bahwa pria dalam foto tersebut adalah Budi Arie yang sedang bersujud dan menyembah Jokowi.
    "*Budi Arie nyembah Raja Jawa. Baru kali ini terjadi, ada menteri nyembah presiden. Bukan hoax dan bukan editan. Clear.*
    Kok ada manusia sehina itu ya? Manusia menyembah manusia ...
    Dulu pak Noe'man alm, Arsitek masjid Salman, disuruh hormat ke arah Jepang dengan gaya Jepang saja ndak mau, padahal ketika itu Jepang sedang menjajah Indonesia tetapi pak Noe'man gak takut. Beliau gak takut karena aqidah/tauhidnya benar. Hanya ber-Tuhan Allah SWT ☝️
    Bagaimana pendapat Anda deng," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 25 kali dibagikan dan mendapat 44 komentar dari warganet.
    Benarkah dalam foto itu Budi Arie sedang bersujud dan menyembah Jokowi? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim Budi Arie sedang bersujud dan menyembah Jokowi. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "seorang pria sujud di depan jokowi" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menampilkan foto identik. Satu di antaranya artikel berjudul "Seorang Warga Sujud di Depan Jokowi saat Open House Lebaran" yang dimuat situs kumparan.com pada 5 Juni 2019.
    Berikut gambar tangkapan layarnya.
    Ada hal yang menarik perhatian saat Presiden Joko Widodo menggelar open house bersama masyarakat di Istana Negara, Rabu (5/6). Saat Jokowi sedang menerima warga yang ingin bersalaman, ada seorang warga yang antre di depan pintu Istana Negara.
    Namun, ketika berhadapan dengan Jokowi, alih-alih bersalaman, warga tersebut terlebih dahulu sujud di depan Jokowi. Tak diketahui siapa nama warga tersebut. Namun, ia meminta izin kepada petugas keamanan untuk berdialog dengan Jokowi.Namun, karena banyaknya warga lainnya yang antre, petugas itu tak memberi izin. Hanya cukup bersalaman saja.
    Aksi sujud warga tersebut sontak membuat warga yang lain yang tengah antre kaget. Jokowi dan Iriana pun juga tak kalah kaget.
    Melihat aksi itu, Jokowi lantas merangkul warga tersebut agar bisa berdiri lagi. Kemudian, keduanya bersalaman. Jokowi pun tampak memberikan senyumannya.
    Diketahui, masyarakat yang hadir dalam agenda open house banyak yang berebut selfie atau bersalaman dengan Jokowi. Masyarakat yang hendak masuk ke Istana harus menunggu di Monas. Tadi, setelah melayani warga yang ingin salaman di Istana Negara, Jokowi menyambangi Monas untuk bersalaman dengan warga yang masih antre.
     

    Kesimpulan


    Foto yang diklaim Budi Arie sedang bersujud dan menyembah Jokowi ternyata tidak benar. Faktanya, pria dalam foto bukan Budi Arie, melainkan seorang warga yang datang saat open house Presiden Jokowi di Istana Negara pada 5 Juni 2019.

    Rujukan